Always By Your Side [1.2]

ALWAYS  BY YOUR SIDE

always by your side

always by your side

Title :  Always By Your Side [ 1.2]

Author  : Shin Fujita

Main Cast : Lee Taemin and Lee Min Yeon

Support Cast  :  Choi Sulli  , Choi Minho

Genre : Family, sad, life , romance

Rating : General

Tuhan.. apakah aku pantas selalu di sampingnya?

Aku merasa sangat bodoh! Bodoh!

Tapi..Mianhae.. malaikat kecilku.

Oppa akan disisimu jika kamu mau, dan oppa akan pergi jika kamu mengusirku

Mianhae.. Oppa tidak yakin tentang ini.. tapi sekali lagi Mianhae

Jika kamu membenci oppa, benci saja! Tak usah kamu sembunyikan.

Karna ini memang salah oppa

Mianhae.. malaikat kecilku

> Always By Your Side<

 

”Min Yeonnie!!” Min Yeon menggeliat diaatas kasurnya karna mendengar teriakan yang mengganggu mimpi indahnya.

”Min Yeon!! Ireona!!” sekali lagi orang itu memanggil Min Yeon sambil mengguncang tubuh Min Yeon yang terlelap. Tapi Min Yeon tak kunjung bangun juga. Ia malah mengunci selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya.

”Ah.. Oppa~ aku masih ngantuk~” gumam Min Yeon.

”Jika kamu terus menuruti rasa kantuk mu itu, kita akan terlambat Min Yeon-ah!” namja itu menarik selimut Min Yeon. Hingga gadis yang bertubuh mungil itu kembali mengeliat. Dan kali ini ia mengucek sebelah matanya pelan dengan punggung tanganya lalu menguap sepuasnya.

”Gadis manis~ jaga mulutmu! Bau tau!” seru namja itu dan menutupi mulut Min Yeon dengan punggung tangannya.

”Ne…Taemin oppa~ good morning!”

”Ne..seharusnya aku yang mengucapkan itu..good morning~” sahut Taemin lembut lalu memeluk tubuh Min Yeon penuh kehangatan. Tidak ada tolakan dari Min Yeon, ia malah membalas pelukan oppanya itu lalu membenamkan kepalanya ke dada milik oppanya.

”Sudahlah..jangan sampai kamu tidur didekapan ku, sana mandi!” Taemin melepaskan pelukannya lalu mengusap pucuk rambut Min Yeon dengan lembut.

”Oppa~ popo” pinta Min Yeon manja, tapi tetap saja itu hanya sebagai candaan baginya.

”Ishh! Kamu sudah besar! Enak aja minta popo! Sana mandi!” Taemin menarik lengan Min Yeon agar berdiri lalu menyeret tubuh itu sampai ke pintu kamar mandi. Tapi gadis itu hanya merespon dengan tawanya yang membahana.

***

”Min Yeon –ah, dimakan serealnya ya?” eomma menyodorkan semangkuk sereal dengan susu putih kehadapan Min Yeon.

”Aku tak mau makan” elak Min Yeon tidak nafsu.

”Wae?” tanya Taemin merasa aneh dengan dongsaengnya itu.

”Tapi.. aku akan makan kalau oppa menyuapiku” lanjut Min Yeon kemudian. Ia sudah memberi aba – aba dengan menunjuk mulutnya agar Taemin langsung menyuapinya.

”Dasar anak manja!” akhirnya Taemin menyuapi satu sendok sereal ke mulut Min Yeon. Dan tak lupa ia memamerkan senyum manisnya untuk gadis didepannya itu.

”Min Yeon~ kamu itu sudah hampir 17 tahun! Tidak baik terlalu manja pada oppamu. Kamu tau oppamu sekarang sangat sibuk untuk kelulusan nanti? Jadi jangan buat oppamu kesusahan” omel eomma melihat sikap manja Min Yeon yang tak kunjung hilangnya.

”Kan hanya minta disuapi eomma, lagian aku tak keberatan menyuapi Min Yeon kok!” sela Taemin dan masih menyuapi Min Yeon. ”eomma bawel! Lihat! Taemin oppa saja senang kalau menyuapi ku!” ucap Min Yeon jengkel, tapi dibalas dengan kekehan Taemin dan gelengan dari eommanya.

”Hmm.. oppa kita gantian yuk! Sekarang biar aku yang nyuapi oppa!” Min Yeon merebut sendok yang ada ditangan Taemin lalu tanpa izin Taemin , ia langsung menyuapi satu suapan ke mulut Taemin. ”gomawo” Taemin berkata lalu mencubit pipi adik kesayangannya itu gemas.

”Kalian berdua sama saja! Kajja! Kalian akan terlambat jika tidak berangkat kesekolah!” Appa beranjak dari ruang makan dan diikuti dengan Min Yeon dan Taemin.

”Ne appa!”

***

Diluar, matahari tampak cerah bersinar. Namun karna sekarang musim dingin, sinar itu tak mampu membuat orang orang merasa hangat. Karna secerah apapun matahari, orang – orang yang diluar tetap merasa kedinginan. Begitu juga di luar pekarangan sekolah. Pagi itu tampak banyak murid – murid yang berkeliaran dan ada juga yang langsung masuk menuju kelasnya masing – masing.

”Min Yeon-ah!”

”Ne” Min Yeon menoleh kearah oppanya itu.

”Tidak dingin?” Tanya Taemin. Sedari tadi ia memperhatikan Min Yeon yang menggosokkan kedua telapak tangannya itu dan meniup niup tangannya agar tak merasa kedinginan.

”Sedikit, aku lupa bawa sapu tangan”

”Kalau begitu kesini!” Taemin melambaikan tangannya mengisyaratkan Min Yeon agar langsung meghampirinya.

”Pakai ini!” Taemin melepaskan sapu tangan miliknya dan memasangkannya ke kedua tangan Min Yeon. Min Yeon menatap oppanya itu dengan tatapan seperti mengucapkan oppa – tidak usah-nanti- oppa – juga kedinginan. Lalu Taemin membalas , tidak apa apa- oppa bisa – menahannya – oppa kan tahan – dengan – kedinginan.

”Hahaha! Kenapa kita bicara menggunakan telaphati? Kita kan bisa bicara!” Min Yeon tertawa sendiri karna menyadari kebiasaan mereka yang selalu bicara melalui telaphati.

”Ishh! Kau ini! Itu tandanya kita saudara bertali darah yang tak bisa dipisahkan!” ucap Taemin sambil menyinggul lengan Min Yeon pelan.

”Iya…aku tahu, tapi aku tidak bisa terbaya jika oppa tidak ada disisiku, aku tak mau pisah dengan oppa” Min Yeon memeluk lengan Taemin manja dan menyandarkan kepalanya ke bahu Taemin. Taemin mengelus helai rambut Min Yeon dan langsung merasakan kehangatan yang sangat dalam disana.

”Nado Min Yeon-ah~ Oppa tidak akan pisah dari mu”

”Janji?”

”Ne..Janji!”

”Yeee! Bagus kalau begitu!” seru Min Yeon senang sambil memamerkan senyum cerahnya.

”Oh ya, sebentar lagi bel masuk! Kamu seharusnya masuk kedalam kelasmu!” ujar Taemin dan melepaskan kedua tangan Min Yeon yang bergelayut manis di lengannya.

”Ne.. annyeong oppa!”

”Annyeong”

***

Bel istirahat berbunyi, seluruh murid di kelas Min Yeon berhamburan keluar dan akan menuju kantin.

”Min Yeon, kamu tidak ke kantin?” Min Yeon tertegun, menatap chingu yang sudah berada dihadapannya itu sejenak.

”Ani Sulli-ah~ aku tidak nafsu ke kantin, aku malas makan” sahut Min Yeon memelan. Ia melirik kearah keluar jendela yang ada di sebelahnya. Dan melihat sekumpulan murid laki- laki yang asik bermain dengan teman – temanya, dan yang membuat Min Yeon tertarik melihat pemandangan itu adalah, seorang namja yang bertubuh tinggi dan kekar yang sedang berjalan menuju pintu sekolah.

”Hello?? Lee Min Yeon? Melamun, eoh?” karna melihat temannya asik dengan lamuannya, Sulli melambaikan tangannya kedepan muka Min Yeon, hingga gadis itu menoleh kearah temannya itu.

” Kamu tak lihat aku sedang sibuk?” tukas Min Yeon kesal

”Sibuk? Sibuk menatap Minho kah?” goda Sulli yang sukses membuat Min Yeon melotot

”A- aniyo! Aku sedang menatap lapangan bola itu kok” kilah Min Yeon yang kegalapan

“aaa~ jangan sepeti itu dong~ aku tahu kamu sudah lama naksir sama Minho oppa” sahut Sulli hingga Min Yeon kembali melototinya. Namun itu percuma, selalu berkilah tak ada gunanya. Min Yeon pun menekurkan kepalanya, lebih tepatnya menempelkan sebelah pipinya keatas meja.

“Huft… Sulli –ah~ Apa Minho oppa menyukaiku?” tanya Min Yeon mendesah.

”mollayo~ tanya sendiri padanya! Babo!”

“Ya! Mana mungkin aku tanya langsung padanya! Kamu tahu? Aku masih punya harga diri sebagai yeoja!” bentak Min Yeon dan mengangkat kepalanya. Ia kembali menoleh kearah jendela disampingnya, mengintip apakah Minho masih ada disana atau belum.

”Dia pergi” keluh Min Yeon kembali mendesah.

”Sulli-ah…apa aku berterus terang saja ke Minho oppa?” Min Yeon menatap Sulli yang asik dengan ponselnya itu.

”Ya! Choi Sulli!!”

”Ne! Ne! Mwo??”

”Issh!! Aku tahu si Kibum itu kembali SMS kamu! Tapi hargai aku ngomong dong!” jerit Min Yeon jengkel. Sulli hanya nyegir- nyengir kuda dan menyimpan ponselnya kedalam saku.

”Aku rasa sebaiknya…”

”Min Yeonnieeeeee!” Sulli mendengus kesal karna kalimatnya dipotong dengan sosok yang tidak asing baginya itu masuk kedalam kelas dan memanggil Min Yeon seperti anak anjingnya sendiri.

”Taemin oppa? Kenapa ke kelasku?” Min Yeon langsung beranjak. Tampak wajah sedihnya tadi langsung gembira melihat oppanya itu menghampirinya.

”Kenapa? Tidak boleh? Aku hanya kangen” Taemin menghambur sambil memeluk Min Yeon , dan pemandangan inilah yang sangat di takutkan Sulli.

”Oppa~ baru ditinggalkan beberapa jam saja sudah kangen, gimana kalau selamanya?” Min Yeon membalas pelukan Taemin. Dan kembali menyandarkan kepanya ke dada Taemin.

”Aku tak akan meninggalkanmu selamanya! Catat itu!”

”Iya..hehehe”

”Ya! Ya! Aku tahu kalian itu bersaudara, tapi bertingkah mesra seperti ini apa kalian tidak malu , eoh? Aku saja yang berpacaran dengan Kibum oppa aja tidak akan berpelukan seperti teletabis di depan umum!” celoteh Sulli hingga memasukkan nama namjachingunya- Kibum. Sulli menghampiri kedua bersaudara yang sedang berbunga-bunga itu lalu menatap mereka satu persatu dengan tajam.

”Ayolah Min Yeon~ kalau kamu terlalu dekat dengan Taemin. Minho oppa bakal ngira kamu itu pacarnya Taemin!” seru Sulli sambil menepis tangan Min Yeon yang memeluk tubuh Taemin. ”Minho? Maksudmu namja yang di kelas sebelah ya?” tanya Taemin, dan bergelidik menatap Min Yeon. Min Yeon menundukkan kepalanya menahan malu.

”Sunbae~ Minho itu namja yang disukai Min Yeon. Sunbaekan oppanya, kok gak tahu siapa yang disuka Min Yeon sih?”

”Hehehe! Oppa lupakan yang dikatan Sulli! Minho itu bukan siapa siapa kok!” Min Yeon mendongak dan memaksakan senyum pada Taemin. Tapi Taemin menatap gadis itu sedikit aneh, matanya tajam, dan seketika wajahnya muram.

”Oppa? Gwenchana?” tanya Min Yeon memastikan keadaan Taemin. Mendadak saja Taemin terdiam.

”Ah! Nan gwenchana! Aku pergi dulu ya? Jaga dirimu baik baik!” Taemin menepuk pundak Min Yeon sejenak, berbalik lalu meninggalkan Min Yeon yang menatap Taemin aneh.

”Kenapa Taemin oppa kelihatan berbeda seperti itu? Wajahnya terlihat muram” tanya Min Yeon seraya memperhatikan Taemin yang keluar dari kelasnya.

”Ngambek kali! Sudahlah jangan pikirkan oppamu itu!”

***

Taemin sedang istirahat di kantin. Ia duduk sendiri dan meminum banana milknya yang tak kunjung habis itu. Seketika datanglah beberapa murid perempuan yang menghampiri Taemin. Murid – murid itu langsung duduk mendekati Taemin dengan lagak sepeti yeoja genit *emak genit sih…

”Taeminie, mau kubelikan banana milk lagi?” seorang gadis menggeser posisinya hingga bersampingan dengan Taemin . ” Tidak, terima kasih” jawab Taemin bete.

”Atau pulang sekolah nanti kita kencan ke mal? Mau ya Taeminie yang tampan” goda seorang gadis lagi yang mendekat kesamping Taemin . Taemin jadi tak nyaman dan jadi gelisah. ”Maaf noona~ aku tak bisa” tolak Taemin menahan rasa kesalnya.

”Wae? Apa kamu sudah punya kekasih? Siapa? Gadis manja yang bernama Min yeon kah?” tanya gadis tadi dengan ganas. Sontak Taemin melirik gadis tadi. Taemin ingin marah karna menyebut – nyebut  Min Yeon-nya namun ia kurungkan niatnya itu dan memilih mendesah.

”Wae? Apa dia tidak menyukaimu Taeminie? Kalau begitu dengan noona saja, noona lebih cantik dan lebih baik dari pada gadis itu!” Gadis tadi menggenggan tangan Taemin genit dan membuat gadis gadis lainnya berdecak kesal karna cemburu. Tapi, Taemin terdiam. Apa yang dikatan gadis tadi salah! Min Yeon menyukainya kok! Karna Min Yeon adalah dongsaengnya, mana mungkin dongsaengya itu tidak menyukainya. Tapi lagi lagi hati Taemin menjadi aneh. Ia dengar Min Yeon menyukai Minho, jika mereka berpacaran apakah Min Yeon masih sempat menemaninya lagi? Setidaknya disisinya. Taemin sangat takut akan hal itu. Ia takut jika Min Yeon meninggalkannya.

”Taemin?” gadis tadi membuyarkan lamuan Taemin.

”Ne noona? Akan ku usahakan mengajakmu ke mal” jawab Taemin entah mengapa ia menjawab seperti itu. Seperti yang dikatakan Sulli tadi, ia tidak boleh terlalu dekat dengan Min Yeon. Karna Min Yeon akan kehilangan orang yang disukainya jika ia masih terlalu dekat dengannya. Tapi Taemin sendiri? Entah lah, ia jadi kesal dan sedih mengetahui Min Yeon menyukai Minho. Hatinya jadi perih seperti orang yang patah hati.

***

Sore ini banyak murid yang pulang dari sekolah. Sebagian ada yang menetap untuk bersantai dan sebagian ada yang berjalan pulang menuju rumah mereka masing- masing. Tampak di gerbang sekolah, tepatnya di bawah pohon yang rindang, Min Yeon berdiri menunggu oppanya- Taemin. Karna selama ini  ia selalu pulang bareng dengan Taemin dan Taemin tidak pernah terlambat menjemputnya. Namun kali ini, sudah 15 menit ia menunggu, Taemin tak kunjung tiba. Min Yeon jadi gelisah dan khawatir. Apa Taemin oppa sudah pulang duluan?.

”Min Yeon –ssi!” Min Yeon menoleh, mengedarkan pandangnya ke arah sumber suara yang memanggilnya. Ia mengerjap sejenak, mengucek kedua matanya, lalu menggeleng tak percaya.

”Minho? Oh! Minho sunbae?” ralatnya dengan  suara yang sangat canggung. Tak biasanya Minho menghampirinya. Dan malah ia tak tahu jika Minho mengetahui namanya.

”hmmm.. kamu sendirian?” tanya Minho mendekat dan berdiri dihadapan Min Yeon.

”Ne…” angguk Min Yeon canggung.

”Mana namjachingumu? Biasanya kalian pulang bareng kan?” Minho menoleh kiri kanan bermaksud mencari Taemin yang disangka pacarnya Min Yeon.

”Aniyo..Taemin oppa bukan namjachinguku, dia..dia kakakku” ucap Min Yeon hingga Minho menatapnya. Min Yeon menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajah meronanya itu. Ia jadi malu ditatap Minho.

”Jeongmal? Aku rasa kalian pacaran, hehehe mianhae..”  Minho tertawa garing dan sedetik kemudian melajutkan rencananya.

”Hmm..Min Yeon- ssi, bagaimana kalau kita pulang bareng? Aku akan mentraktrimu ice cream jika kamu mau ” tawar Minho , hingga Min Yeon menatap Minho tak percaya. Lagi-lagi semburat merah mucul di wajahnya. Min Yeon sangat senang lalu mengangguk setuju.

”Kalau begitu, Kajja! Kita pergi!” Minho langsung menggengam tangan Min Yeon dan menagajaknya ke toko ice cream seberang. Tanpa disadari Min Yeon , ia jadi senyum senyum sendiri mengingat kencan pertamanya dengan Minho.

”Minho sunbae..” panggil Min Yeon saat mereka sudah berada di toko ice cream

”Jangan panggil aku sunbae, panggil aku Minho oppa saja, ne?”

”ne.. Minho oppa” ujung bibir Min Yeon melengkung dan tak terasa wajahnya terasa panas. Baru kali ini selain Taemin ada namja yang bersikap lembut padanya. Apalagi itu namja yang ia sukai.

”Hmm..begini Min Yeon, dari dulu aku sudah memperhatikanmu semenjak kamu masuk SMA, dan di saat itu aku mulai..”

Drrrt!drrrt!

Ponsel Min Yeon berdering membuat Minho menahan kalimatnya. ”Mian oppa, ada SMS” ucap Min Yeon merasa bersalah. Lalu ia mengecek ponselnya dan mendapatkan satu SMS dari Taemin.

Min Yeonnie~ Mianhae, oppa tidak bisa pulang bersamamu, oppa ada keperluan dengan chingu oppa. Oppa harap kamu tidak marah ya?

Oppa sayang padamu..

 

Taemin.

”aku tidak marah,senang malah” tak disangka Min Yeon bergumam membalas sendiri SMS dari Taemin. Ia tak sadar jika Minho menatapnya aneh.

”Dari siapa?”

”Bukan siapa-siapa, tidak penting!” balas Min Yeon tak peduli. Toh ia jadi berterima kasih karna Taemin tidak menjemputnya. Jika pun Taemin ada, pasti ia tak bisa bersama Minho kan?.

”Oh ya.. tadi oppa ngomong apa?” Min Yeon jadi tertarik dengan pengakuan Minho tadi, ia melipat tangannya diatas meja dan menatap Minho penuh penasaran.

”Begini…. aku sudah menyukaimu dari pandangan pertama, aku tahu ini terlalu cepat..tapi..maukah kamu menjadi yeoja chinguku?” sahut Minho penuh dengan keayakinan. Meskipun ia terlihat acuh terhadap yeoja disekitarnya, tapi Minho menyimpan satu hati terhadap seorang yeoja yang menarik perhatiannya- yaitu Min Yeon. Meskipun mereka baru pertama kali bertemu langsung dan bicara. Minho sering memperhatikan Min Yeon dari kaca jendela kelasnya, baik itu dari dalam sekolah , maupun diluar sekolah tempat biasanya Min Yeon yang juga memperhatikan Minho dari bawah. Hingga akhirnya Minho jatuh hati oleh sosok Min Yeon, dan berniat mengungkap perasaannya sekarang ini juga.

”Hmm..begini oppa, sebenarnya aku juga menyukai oppa, tapi..aku takut” Min Yeon gugup dan gelisah. Ia senang kalau Minho juga menyukainya, tapi ketika itu, tersentak ia mengingat Taemin. Jika ia pacaran dengan Minho, pasti perhatian tidak satu tertuju kepada oppanya itu, tapi kepada Minho juga. Min Yeon jadi takut, jika Taemin tidak suka jika ia menjalin hubungan dengan Minho. Ia sudah berjanji, akan selalu disisi oppanya itu, dan sekarang jika ia pacaran? Pasti ia menghabiskan waktu dengan kekasihnya.

”Takut? Takut kenapa?” Minho menyeringit keningnya.

”A-ni.. tidak penting! Mian oppa, tapi gimana kalau kita jalani hubungan tanpa status dulu? Aku rasa ini terlalu cepat” ujar Min Yeon penuh dengan kekhawatiran. Minho bisa menatap kedua mata yang khawatri itu. Lalu Minho mengerti.

“Ne. Gwenchana, aku akan menunggumu” Minho berdiri dari kursinya dan langsung mengecup pipi Min Yeon, membuat gadis itu mengerjap dan merasa amat sangat malu.

***

Taemin.pov

Aku menatap ponselku lesu. Ah! Masih belum dibalas!

Barusan aku SMS Min Yeon agar ia tahu aku sedang pergi dan tak bisa menamaninya, tapi kenapa ia belum membalas SMS ku? Apa ia lupa bawa ponsel? Pulsanya habis? Ponselnya lowbatt? Atau ia tidak dengar ponselnya berdering? Aghh!! Bisa – bisa aku akan gila karna SMS itu! Tapi… ini baru pertama kalinya Min Yeon tidak membalas SMS ku, biasanya ia cepat membalasnya dan malah telfon balik. Atau ada kenapa kenapa dengan Min Yeon-ku? Ah! Ani! Ani! Lee Taemin jangan berpikir yang aneh- aneh.

”Ya! Taeminie~ kenapa melamun?”

”eh? Noona? Mian” aku baru sadar kalau aku bersama Hyo Jin noona – teman sekelasku tapi ia lebih tua dariku *emang bisa bgtu -_-,author ngawur :p

”Ya! Sedari tadi kamu tidak peduli denganku ya? Apa yang kamu pikirkan sih? Ingat! Kita lagi kencan!” aku melirik Hyo Jin noona dengan aneh. Aku kencan? Dengannya? Masa? Ah! Dasar Taemin babo! Bukankah aku menyutujui untuk mengajaknya ke mal?- kenapa pikiranku jadi kalang kabut seperti ini?.

”hmm noona, sepertinya ini sudah malam, aku pulang dulu ya? Ada seseorang yang menungguku  di rumah” entah mengapa pikiranku di penuhi oleh dongsaengku. Begini terus aku jadi khawatir padanya. Dan jalan yang pantas kulakukan adalah pulang ke rumah dan segera menemui Min Yeon. Yah..aku tidak tahu, akhir akhir ini aku sering merindukan dongsaengku itu.

”noona belanja sendiri aja ya? Aku pergi dulu!” aku tak peduli dengan Hyo Jin noona. Aku langsung keluar dari mal dan mencari taxi untuk pulang.

***

”Min Yeon-ah..mana oppamu? Kenapa belum pulang?” eomma menghampiri Min Yeon yang lagi asik SMSan dengan Minho. Iya , tadi mereka tukaran nomor, alhasil mereka asik balas membalas pesan singkat hingga Min Yeon lupa dengan keberadaan oppanya.

”Min Yeon! Eomma bicara padamu!” meresa tak dipedulikan , eomma jadi marah.

”Apa yang membuatmu tidak khawatir lagi dengan oppamu, eoh? Biasanya kalian pulang bersama, dan jika Taemin pulang telat kamu dulu yang khawatir, bukan eomma” Min Yeon menghentikan jari jarinya yang sibuk mengetik balasan pesan dari Minho.

”mwo? Oppa belum pulang? Ah! Kenapa aku lupa?”  Min Yeon menyentuh jidatnya. Karna terlalu asik dengan Minho, ia jadi melupakan oppanya.

”Min Yeon-ah..bisakah kamu telfon oppamu?” tanya eomma makin khawatir.

”ne eomma, aku mau menelfon oppa” baru saja Min Yeon menekan nomor 1 di ponselnya. Tiba – tiba pintu rumah terbuka, dan nampak sosok yang dicari datang.

”Min Yeonnie! Oppa pulang!” seru Taemin dari arah pintu lalu berjalan menuju ruang keluarga – tempat eomma dan Min Yeon berada.

”Oppa! Kenapa lambat pulangnya?” Min Yeon langsung menghampiri Taemin. ”Mianhae..Min Yeonnie ku sayang~ kamu khawatir ya?” Taemin langsung memeluk tubuh mungil Min Yeon menghilangkan rasa khawatirnya tadi. ”Lepaskan!” Min Yeon mendorong tubuh Taemin. Membuat Taemin ternganga, dan mengerjap. ”W-wae?”

”Oppa kemana saja tadi,eoh? Pulang malam- malam itu tidak baik!” marah Min Yeon membuat Taemin sedikit sedih, lalu ia kurung perasaannya itu dan tersenyum. ”Kamu khawatir ya?” goda Taemin dan menyentuh dagu Min Yeon. ”Ah! Oppa lepaskan!” kesal Min Yeon sambil menepis tangan Taemin. Tapi Taemin masih tersenyum, dan ingin menjelaskan apa penyebabnya telat pulang.

”Tadi oppa menemani Hyo Jin noona belanja di mal, karna itu oppa pulang telat”

”Oh! Oppa pacaran dengan Hyo Jin eonni?” seru Min Yeon terkejut sekaligus senang. Karna selama ini oppanya itu belum pernah pacaran, dan yeoja yang dekat dengannya itu hanya Hyo Jin eonni – walaupun Hyo Jin sendiri yang suka mendekatinya.

”Wae? Sepertinya kamu sangat senang” Taemin membujurkan bibirnya, sedikit kecewa.

”Iya tentulah! Aku sangat senang kalau oppa sudah punya pacar!” jawab Min Yeon semangat. ”Kamu tidak marah jika aku punya pacar Min Yeonnie?” tanya Taemin lagi. Yang ia harapkan adalah Min Yeon tidak suka jika ia bersama Hyo Jin dan mengatakan hal lainnya yang bertujuan tidak menyutujui hubungannya dengan Hyo Jin – meskipun ia tak punya hunbungan apapun dengan Hyo Jin. ”Tidak oppa~ masa aku sejahat itu menahan oppa agar tidak punya pacar?” ujar Min Yeon sambil menatap Taemin dengan berbinar binar saking senangnya.

”Oh, begitu..lagian oppa tidak pacaran kok!” ucap Taemin mendadak dingin dan berlalu dihadapan Min Yeon. Sontak Min Yeon merasa aneh dengan oppanya. Pertama ini Taemin mengacuhkannya. Wajah Min Yeon jadi murung. Apa oppa marah padaku?

 

Malam harinya…

Tok! Tok!

”Oppa!” Min Yeon mengetuk pintu kamar Taemin yang ada di seberang kamarnya. Tapi sudah beberapa kali ia ketuk, Taemin belum juga membukakan pintu kamarnya, suaranya saja malah tidak kedengaran.

”Oppa! Buka pintunya!”

”…..”

”Taeminie oppa~ oppa marah ya?” kali ini Min Yeon menggunakan embel ’Taeminie’ yang biasanya membuat oppanya itu luluh padanya , tapi Taemin belum juga membukakan pintunya. Dan saat Min Yeon menunggu sedikit lama , barulah pintu itu terbuka.

”Ada apa?” tanya Taemin datar. Tapi Min Yeon tak peduli, ia lihat rambut dan penampilan Taemin berantakkan! Acak acakan! Tidak biasanya oppanya itu tidak berpenampilan sangat kacau seperti itu. ”Oppa punya masalah?” tanya Min Yeon khawatir seraya menatap kedua bola mata Taemin yang sudah merah dan membengkak.” Oppa.. oppa menangis?” tak khawatir lagi, Min Yeon jadi cemas. Ia menyentuh pipi oppanya itu, tapi langsung di tepis oleh Taemin.

”nan gwenchana” ucap Taemin tanpa ekspresi.

”Oppa, sebenarnya oppa kenapa? Marah padaku?”

”Ani”

”lalu apa? Jujur saja oppa!”

”Aniya..tapi apa maumu kemari?” pertanyaan Taemin membuat Min Yeon tertegun. Oh! Ia baru ingat tujuannya kemari karna ia merasa kesepian lalu ia langsung saja ingin menghampiri kamar Taemin.

”Oppa.. tidur di kamar ku ya? Aku kesepian” pinta Min Yeon melemas

”MWO??!” Taemin melototkan matanya.

”Ya! Jangan berlebihan, iya oppa? Temani aku tidur ya?” Min Yeon tahu ini hal yang bodoh! Tapi ia merindukan kenangannya saat ia kanak kanak dulu, dimana Taemin selalu menamaninya tidur hingga ia terlelap. Namun semenjak ia menginjak kelas  6 SD Taemin tak pernah melakukannya lagi.

”Kamu sudah besar Min Yeon-ah, kenapa harus ditemani?”

”Yah..oppa~ jebal..aku takut sendiri di kamar”

”Tapi biasanya kamu memang tidur sendiri”

”Oppa~ aku mohon…sekali iniiii.. saja! Ya? Oppaku yang baik,imut dan tampan?” Min Yeon memasang aegyo yang biasanya untuk memikat hatinya oppanya itu.

”Baiklah” dan ya! Aegyo nya itu pun berguna akhirnya. Dengan senang hati Min Yeon menyeret lengan Taemin dan membawanya masuk kedalam kamarnya.

”Oppa! Ayo duduk disini!” seru Min Yeon sambari menepuk permukaan kasur mingisyaratkan kalau oppanya itu harus duduk disebelahnya.

”Kamu mau apa? Tumben minta ditemani?” selidik Taemin ketika ia telah duduk disampin Min Yeon. ”Aniya..aku hanya ingin bersama oppa, dan…aku ingin mengulang kenangan kita saat masih kecil dulu” sahu Min Yeon tersenyum pahit. Taemin memperhatikan gerak-gerik Min Yeon yang membuatnya curiga. Pasti ada sesuatu yang terjadi pada Min Yeon.

 

”Wae? Kamu punya masalah?” Taemin memiringkan kepalanya, dan menatap Min Yeon lebih jelas.

”Aku tak tahu ini masalah atau apa…”

”Bicaralah~ mana tau oppa bisa membantumu”sahut Taemin seraya menggeser posisinya mendekat. ”oppa~”

”ne?”

”Oppa tau kan aku tidak bisa kalau tidak disisi oppa, aku tidak bisa jika oppa tidak bersamaku…aku tidak bisa…” Min Yeon merundukkan kepalanya. Menahan tangis yang ingin ia keluarkan. Tapi ia ingin bertahan, ia tak mau terlihat lemah didepan Taemin. Namun…hatinya berkata lain. Hatinya tetap sakit jika berpikiran seperti itu, ia takut! Jika benar ia akan pacaran dengan Minho, maka Taemin tidak disisinya lagi.

”Min Yeonnie~ uljima! Oppakan sudah bilang, oppa tak akan pernah lepas dari sisimu! Tidak akan! Sudahlah~ apa yang membuatmu menangis seperti ini?” Taemin langsung meraih tubuh Min Yeon dan melarikan kedalam pelukannya. Ia elus rambut Min Yeon dengan penuh perasaan kemudian ia mencium rambut coklat Min Yeon yang mengusik penciumannya. ”oppa, aku takut~ aku takut jika oppa meninggalkanku” Min Yeon membalas pelukan Taemin dan memeluknya lebih dalam lagi.

”Apa yang membuatmu takut?”tanya Taemin kemudian.

”Itu…” tampak Min Yeon menggigit bawah bibirnya, ia jadi ragu.

”Ne,,,arayo~ aku tahu kamu sedang menyukai seseorang kan? Tak usah takut karna oppa…” Taemin menahan ucapannya. Merasa lidahnya sangat kelu untuk melanjutkan kalimatnya. ” karna oppa selalu mendukungmu” ucap Taemin kemudian dan langsung melepaskan pelukannya. Ia duduk menjauh dan mendadak memalingkan wajahnya.

Kenapa hatiku jadi sakit seperti ini?

Kenapa dadaku sesak jika aku menyadari Min Yeon-ku menyukai namja lain?

Apa ini perasaan seorang kakak yang takut kehilangan adiknya? Atau aku memang cemburu?_Taemin

 

”Ya! Oppa! Kenapa melamun?!” Min Yeon mengguncangkan bahu Taemin hingga namja itu terkejut. ”Aku..tidak melamun, tapi sedang berpikir” jawab Taemin kikuk. Kenapa aku jadi gugup seperti ini? Tidak seperti biasanya..

 

”Oh begitu, hmm kalau gitu aku tidur dulu ya? Jangan lupa nyanyikan aku sebuah lagu, ne?” Min  Yeon merebahkan tubuhnya dan menyeret selimutnya keatas. Taemin masih duduk termenung dan akhirnya ia sadar dan langsung mengambil gitar yang terletak di balik pintu kamar dongsaengnya.

”Mau lagu apa?” tanya Taemin kembali dengan sebuah gitar ditangannya.

”Terserah, yang penting lagunya bagus” saran Min Yeon bersiap – siap mendengar suara oppanya. ”hmm baiklah.. jangan puji ya kalau suara Lee Taemin ini sangat bagus” puji Taemin pada dirinya sendiri lalu disambut tawaan Min Yeon.

”Oppa! Palli!”

”Ne…ha dul set”

Noreul johahadaneun geu mareul chama hal su eobseoseo~ Geunyang ideoro ni yeope isseodo joha~

. Geudae han beonman deo yonggireul nae bolka nae maameul jeonhaebokka

Ireon nae mamdo moreugeseo manyang hwanhage utneun neo~

Neaga neol wonhago itdan mallya

Neaga neol bureugo itdan mallya

Nae soneul jaba nae soneul jaba, irhaeberikka duryeopjanha

 

Neaga neol wonhago itdan mallya

Neaga neol saranghandandaneun mallya

Neo hyanghan nae man deutgo inni baraman bwado apeunjanha~”

I still with you..i still with you

Eotteongeotdo neol daesinhal su ebseo

Cause I love you~ gidaryeojwo,nae mam jeonhaejulkke

 

Naega neol chatgo isseotdan mallya

Neaga neol gatgosipsipdaneun mallya

Nae soneul jaba, nae soneul jaba

Irhaebeinika duryeop janha

 

Neaga neol wonhago itdan mallya

Neaga neol bureugo itdan mallya

Nae soneul jaba nae soneul jaba, irhaeberikka duryeopjanha

Neaga neol wonhago itdan mallya

Neaga neol saranghandandaneun mallya

Neo hyanghan nae man deutgo inni baraman bwado apeunjanha~”

Ireoke

(Taemin – U)

Min Yeon tak dapat menutup kedua kelopak matanya. Ia terlalu menikmati suara Taemin hingga ia tak mau melewatkan lirik demi lirik dari lagu itu. Sesekali ia hayati lirik lagu itu, membuat Min Yeon tersenyum sendiri.

”Oppa! Kamu sedang jatuh cinta ya? Kenapa menyanyikan lagu ini?” tanya Min Yeon sehingga Taemin berhenti bernyanyi. Ditatapnya kedua bola mata indah dari dongsaengnya itu lalu ia tersenyum lebar. ”Kenapa? Tidak boleh oppa jatuh cinta?”

”Boleh saja..tapi..aku rasa iri dengan yeoja yang oppa suka, ia pasti sangat beruntung mempunyai kekasih seperti oppa” ujar Min Yeon berniat memuji Taemin.

”kalau begitu, kamulah yeoja yang beruntung itu!”

”mworagu?”

”Ah ani! Maksud oppa, kamu beruntung karna mempunyai seorang kakak yang tampan seperti oppa!” kilah Taemin cepat. Hampir saja ia keceplosan. Dan tiba tiba saja wajahnya jadi memanas, mungkin pipinya sudah merona entah kenapa. Tapi yang jelas, jantungnya berdegup tak biasanya.

”Ishh! Oppa selalu memuji diri sendiri!”

”Ani! Bukan oppa saja yang tampan, tapi malaikat kecilku ini juga sangaaaat cantik!” Taemin menyentuh wajah Min Yeon hingga mereka berdua saling bertatapan. Sangat dalam hingga tatapan itu tak seperti seorang adik kakak lagi, namun lebih dari itu.

Ya Tuhan..jantungku sangat berdebar jika menatap Min Yeon-ku seperti ini..

Ada apa denganku? Aku memang menyukainya sebagai dongsaeng, tapi..apakah Engkau memberi perasaan lebih padaku untuk adikku itu?

 Tapi kenapa? Aku sangat takut dengan perasaanku ini? Akan kah ia akan membenciku?_ Taemin

”Min Yeon” sahut Taemin lembut

”ne..”

”saranghanda” Taemin mengecup kening Min Yeon dengan lembut dan Min Yeon mengerjap sejenak dan mengerti maksud oppanya tadi.

”Nado oppa~” jawab Min Yeon dan akhirnya tersenyum. Ia kembali merebahkan tubuhnya dan menutup hampir seluruh tubuhnya dengan selimut.

”Oppa tidur disinikan? Jangan tinggalkan aku sendiri, ne?” perintah Min  Yeon lalu menutup matanya perlahan. Taemin mengangguk dan tiba tiba saja seulas senyuman terukir di bibirnya. Ia mematikan lampu kamar Min Yeon lalu menggantikannya dengan lampu tidur. Dan saat Taemin kembali ke ranjang Min  Yeon, ia membaringkan tubuhnya disamping Min Yeon, menyeret selimut Min Yeon lebih tinggi hingga menutup lehernya.

”Malam malaikat keciku~” bisik Taemin tepat di telinga Min Yeon.

”Oppa juga tidak bisa jika tidak disisimu, oppa tak bisa jika tak bersamamu” bisik Taemin lagi, namun tatapan matanya kosong. Mengingat Min Yeon akan punya pacar, yang membuat dirinya tak sedekat dulu lagi. Mungkin

”Aku terlalu menyanyangimu Min Yeon-ah..dan kamu juga begitukan? Semenjak kamu hadir di dunia ini oppa sudah sangat menyayangimu dan menerimamu sebagai dongsaeng oppa satu – satunya. Tak ada lagi hal yang oppa inginkan selain dirimu, oppa sangat membutuhkan senyum dan tawamu di kehidupan oppa” tak terasa Taemin sudah menitikkan air matanya. Kepingan kenangan masa kecil bahagianya dengan Min Yeon membuatnya enggan jika sedikit menjauh jarak darinya. Baginya Min Yeon segalanya, ia alasan kenapa hadir di dunia ini. Dan karunia terbesar yang pernah didapatkannya adalah menjadi oppa Min Yeon.

Aku yakin dengan perasaanku ini, aku tahu apa maksud dari jantung ini.

 

Ia selalu berdebar jika aku sudah menatap kedua bola mata indahmu.

 

Aku mencintaimu Min Yeon-ah. Nan jeongmal saranghamnida_Taemin

 

***

Pagi itu sekolah tampak heboh dengan foto-foto yang terpajang di mading sekolah. Semua orang jadi sibuk berbisik-bisik dan bergosip megenai topik hangat yang ada di sekolah kini. Namun, saat orang yang jadi bahan pembicaraan itu datang, Sulli temannya langsung menghampirinya dengan kegirangan.

”Min Yeon-ah! Chukkae!!!!” Sulli berlari dan jingkrak – jingkrak senang saat melihat Min Yeon berjalan memasuki koridor.

”Ya! Wae? Kamu sudah makan , eoh?” tanya Min Yeon aneh .

”Ishh!! Kamu ini..kamu sudah  tahu foto-foto yang ada di mading sekolah?”

”Foto? Foto apa?”

”Lihat saja!!” tanpa izin Min Yeon, Sulli langsung mendorong tubuh Min Yeon hingga kedepan mading. Min Yeon sempat melirik siswi-siswi yang berbisik dan sepertinya membicarakan tentang dirinya.

”Ayo lihat MinYeon!!”

”Iya! Berisik!” Min Yeon pun mengedarkan pandangannya kehadapan mading. DEG! Sontak matanya membulat besar! Ia mendekatkan kepalanya, melihat lihat apa yang didepannya ini benar atau cuma mimpinya saja.

”itu aku dan Minho oppa kan? Kenapa foto ini…”

”Chukkae Min Yeon! Akhirnya kamu mendapatkan Minho sunbae! Ah..aku jadi lega~”  sela Sulli langsung. Min Yeon menyereringit tak mengerti. Yang ia lihat adalah fotonya saat Minho mengajaknya ke toko ice cream dan..foto saat Minho menyium pipinya.

”Aigoo! Kenapa foto ini?? Aish! Aku malu!!” Min Yeon menutup mukanya malu. Tentu saja malu! Foto ia dengan namja yang ia suka tersebar di seluruh penjuru sekolah.

”Hey! Ada apa ribut-ribut” tiba tiba Taemin menyadari keributan kecil di depan mading. Kebetulan disana ada Min Yeon, ia jadi ingin menghampirinya.

”Ya! Taemin sunbae! Seharusnya kamu memberi ucapan selamat pada Min Yeon!” seru Sulli keras. Taemin menaikkan sebelah alisnya. Ia rasa hari ini bukan hari ultahnya Min Yeon, kenapa sekarang harus mengucapkan selamat.

”Selamat? Untuk apa?”

”Ya! Sunbae kok gak tau sih? Min Yeon! Dia sudah pacaran dengan Minho sunbae! Lihat saja foto mereka! Ahh mesra sekali!” seru Sulli sambil menunjuk foto yang tertempel didepan mading.Lantas Taemin menatap gambar itu tapi..Ia merasa mendadak jantungnya berhenti berdetak, dadanya sesak karna merasa tak ada udara yang bertiup disekitarnya. Matanya tajam menatap foto itu, tangannya ia kepal dengan erat hingga urat-uratnya terlihat jelas.

”Oppa? Hei! Oppa kok diam?” tanya Min Yeon menyadari Taemin tak memberi respon apapun. ”Dia menciummu? Begitukah?” tanya Taemin menyimpang pertanyaan Min Yeon.  Min Yeon menunduk menahan malu, lalu mengangguk. ” kamu begitu menyukainya?” tanya Taemin sinis, melirik tajam mata indah Min Yeon. ”Oppa~ kenapa oppa seperti ini?”

”JAWAB PERTANYAANKU!!!” teriak Taemin sangat lantang hingga semua murid disekitarnya menatapnya- termasuk Sulli dan Min Yeon. Tapi Min Yeon tak berdaya, ia berusaha menatap mata oppanya yang terlihat sangar itu ”Oppa….” kini mata Min Yeon digenangi airmata yang ingin turun. Tubuhnya bergetar hebat karna Taemin yang ia kenal sangat lembut itu memarahinya-didepan umum pula. ”Oppa…” isak Min Yeon, yang kini air mata yang ia tahan tadi tak bisa di hindarkan , alhasil butiran air suci itu menetes begitu saja. Bibirnya bergetar diikuti tubuhnya yang juga ingin goyah. Wajahnya memerah, karna isakan tangis mulai menguasai alam sadarnya.

”oppa marah?” dengan takut Min Yeon meraih tangan Taemin. Tapi..

”Jangan sentuh aku!!” Taemin menepis kasar gengganman lembut dari Min Yeon  dan lari meninggalkan Min Yeon dan Sulli. Min Yeon yang mendengar dan merasakan itu langsung terduduk lesu dengan tangannya masih terangkat seperti ingin menjangkau lengan Taemin. Dirinya tampak menyedihkan dengan tangisan keras yang menyelimutinya. ”Oppa…kenapa? oppa begitu marah?” tanya Min Yeon sendirinya seraya menahan isakan tangisnya. Tetesan itu berganti dengan air yang menguncur sangat deras, air mata itu tak dapat dihentikannya. Rasa sakit mengujur di seluruh tubuhnya. Ada satu tanda tanya besar di hatinya. Kenapa Taemin oppa berubah secepat ini?

 

Barusan aku seperti menghadapi monster yang sangat ganas di hadapan ku

 

Pangeran berkuda putih yang dulu ku gelar padanya tiba – tiba lenyap dengan satu kalimat dan tepisan darinya.

 

Oppa…kenapa kamu begini? Apa kamu tak menyayangi aku lagi?

Aku sangat menghargaimu tapi baru kali ini kamu begitu..kasarnya padaku.

 

Ya Tuhan..Apa kesalahan terbesarku hingga oppa begitu berubah seperti ini? Kumohon..beri jawabannya secepatnya juga. Karna aku tak bisa lepas dari sisinya. – Min Yeon

 

T.B.C

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s