Taut

My Spioled Girl – Part 5

My Spoiled Girl – Part 5

 Author : Shin Fujita

 Main Cast  : Shin Seul Rin (you) , Choi Minho , Lee Taemin

 Support Cast   : Shin Seul Rin Family

  Length  : Chaptered

 Genre  : Romance, Sad (maybe)?

 Rating   : 13

 

Author.POV

Seul Rin memainkan jarinya diatas meja, Ia tampak gelisah dan tidak tenang. Dilihatnya jam dinding yang ada di kelasnya lalu ia langsung berdengus malas.

“Apa yang harus kulakukan?” pikirnya dengan menggigit bawah bibirnya. Tadi saat setelah Minho menghajar Taemin, ia sempat kembali ke ruang kesehatan untuk mengobati Taemin . Tapi entah kenapa Taemin menolak tawarannya dan memilih untuk meminta izin pulang kerumah. Jujur, Seul Rin merasa dirinya sangat  bodoh karna tidak bisa melarai Minho dan Taemin yang sedang berkelahi. Seharusnya ia bisa menenangkan Minho yang sedang terbakar emosi itu, tapi,, ia malah mengkhawatirkan Taemin,

Walaupun itu hanya berpura pura,,,

Krriiiing Kriiiingg!

Bel sekolah berbunyi, itu artinya seluruh murid murid dapat pulang kerumahnya masing masing. Namun,, tidak dengan Seul Rin ia masih terpaku duduk dibangkunya. Saat semua murid murid dikelasnya sudah keluar, ia menolehkan kepalanya kebelakang dan melihat seorang namja yang duduk dipojokan sana. Seul Rin menatapnya, menatap namja itu dengan sedikit ketakutan.

“Aku harus kesana!” batin Seul Rin lalu beranjak dari kursinya, ia berjalan pelan menuju meja namja itu, hingga akhirnya ia berdiri tepat disamping meja orang itu.

“Minho-ah” panggil Seul Rin pelan, malah sangat pelan. Seul Rin terdiam sejenak, Minho tidak menjawab ucapannya tadi, apa dia sengaja? Lalu sekali lagi Seul Rin berpikir, apakah Minho marah? Atau malah membencinya?.

“Minho-ah~Kau marah?”tanya Seul Rin agak lirih, namun tetap saja! Minho tidak mendengarkan Seul Rin. Minho mengambil tasnya lalu mengeluarkan earphone, dan langsung memasangkan benda itu ke kedua telinganya. Melihat itu Seul Rin langsung berdengus kesal!.

“Hargai aku berbicara!” seru Seul Rin dengan nada yang ditinggikan, tapi lagi lagi Minho tidak peduli, ia hampir menganggap manusia disampingnya adalah abu yang akan terbang jika ada angin yang lewat.

“Aku tahu,,tadi kau marah, aku minta maaf” ucap Seul Rin bersungguh sungguh meskipun Minho tidak mau mendengarnya, ia malah memalingkan wajahnya kesamping dan menatap jendela yang ada disekitarnya.

“Kumohon jangan seperti itu” karna merasa tidak dipedulikan Seul Rin melepas Earphone yang ada ditelinga Minho dengan pelan, lalu benda tersebut disimpannya kedalam sakunya. Minho sedikit kaget, karna ia baru nyadar benda kesayangnnya itu direbut.

“Sekarang dengar aku, Minho-ah,, neo gwenchana? Apa sebabnya hingga kau bisa marah

 marah seperti tadi ?”  tanya Seul Rin penuh dengan tatapan yang penasaran.

”Kenapa kau malah diam?Jawab pertanyaanku Minho!”

”Pergilah,,,”

 Seul Rin sedikit terkejut mendengar ucapan Minho. Ia merasa tidak dipedulikan.

”Tapi kumohon,,,aku butuh alasannya sekarang” pinta Seul Rin melemas

”Sudah kubilang pergi”

” Baiklah! Aku akan pergi! Aku tahu kau membenciku kan? Silahkan saja! Mulai dari sekarang aku tidak akan peduli lagi padamu!” karna kesal Seul Rin akhirnya pergi, ia membalikkan badannya dan mulai berjalan dengan rasa kecewa. Percuma saja ia memohon mohon kepada orang yang keras kepala itu, tapi hasilnya ?Nihil! Tidak ada satupun pertanyaan yang dijawab Minho.

Na kalke!” sahut Seul Rin ketika ia diambang pintu kelas, sekilas ia memutar kepalanya kebelakang dan berharap Minho dapat memberhentikan langkahnya. Tapi hasilnya masih nihil! Lalu dengan rasa yang sangat kecewa Seul Rin kembali berjalan meninggalkan kelasnya.

Drap drap drap drap!!

Terdengar suara langkahan kaki yang mendekat kearah Seul Rin ,ia pun langsung menghentikan langkahnya.

Chankaman”!

”Minho?” Seul Rin heran melihat Minho berlari kearahnya sambil menahan tangannya. Ia melihat wajah Minho yang tampak tegang dan serius.

”Seul Rin-ah,,,jangan pergi” sahut Minho agak lirih, ia menatap mata gadis itu tajam.

Wae? Bukankah kau menyuruhku pergi?”

”Iya,,tapi sekarang ,aku tidak akan membiarkannya!” sahut Minho dengan nada ditegaskan. Tangannya menggenggam lengan Seul Rin lebih erat lagi, hingga Seul Rin tahu jika tangan Minho mulai bergetaran. Tapi, alasan Minho menghentikan Seul Rin adalah, karna ia tidak mau membiarkan yeoja itu pergi darinya. Minho tidak bisa jika suatu hari Seul Rin mengabaikannya dan melupakannya begitu saja.

”Tidak membiarkanku pergi? Maksudnya?  Apa kau mau mengatakan sesuatu?” tanya Seul Rin penasaran. Ia menatap wajah Minho dengan tampang tanda tanya.

”Hmmm,,,n-ne,,tapi tidak disini”

Waeyo?” ada sedikit rasa kecewa saat Minho menunda percakapannya, dan akhirnya Seul Rin mengerti lalu menuruti perintah Minho itu.

”Pokoknya aku tidak mau disini,kau harus ikut aku!” tanpa basa basi Minho langsung menarik lengan Seul Rin, lalu Seul Rin hanya pasrah saat tangannya ditarik dengan sembarangan.

”Kita kemana?”

”Kemana saja yang penting kau harus ikut aku!” tegas Minho tanpa penjelasan  yang banyak, lalu ia membawa Seul Rin dengan sepeda motornya yang dulu pernah mengantarkan Seul Rin.

****

Sementar itu, didalam perjalanan Seul Rin tidak  berani meleburkan suasana tegang diantara mereka. Sepanjang perjalanan tidak ada satupun yang angkat bicara, walaupun sepatah katapun.

Lalu karna merasa asing, Seul Rin meniatkan untuk menanyakan sesuatu pada Minho

”Minho, kau mau membawaku kemana? Ini sudah sore” sahut Seul Rin sedikit keras supaya Minho bisa mendengar saat mengendarai sepeda motornya. Namun Minho tidak bergeming sedikitpun ia malah mempercepat laju motornya hingga motor itu tiba tiba berhenti.

”Ini dimana ?” tanya Seul Rin saat ia melepas helm nya.

”Turun saja dulu”ajak Minho agak dingin lalu memparkirkan motornya didepan kedai kecil yang menjual mie ramen. Mau tidak mau Seul Rin pun mengukiti Minho masuk kedalam kedai itu.

Minho langsung duduk dikursi yang tersedia di kedai sana, lalu diikuti dengan Seul Rin. Seul Rin sendiri masih tidak berani bertanya apa alasan ia diajak kemari, bibirnya terasa berat untuk ingin berbicara.

“Aku lapar, jadi aku mengajakmu kesini” sahut Minho tanpa menatap Seul Rin yang disebelahnya. Ia menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong.

“Tapi, aku tidak lapar” jawab Seul Rin sangat pelan. Ia menekan jari jarinya diatas meja seperti tidak tahu apa yang harus ia lakukan. ” selamat sore, apa yang bisa saya bantu?” suasana dingin antara Minho dan Seul Rin tiba tiba lenyap saat pelayan kedai itu berdiri disamping mereka, menunggu kedua insan ini menyebutkan makanan pesanan mereka.

”saya pesan dua mangkuk ramen” pinta Minho pada pelayan itu.

Ne arraseo, apa ada pesanan lainnya?”

”Ani”

Setelah permintaan singkat dari Minho, suasana jadi dingin kembali. Seul Rin tidak menolak jika dipesankan ramen, ia malah tidak sanggup untuk menolak itu. Tapi ada sesuatu yang terbesit diotaknya. Kenapa hanya karena lapar, Minho mengajaknya kesini?

”Ini, dua mangkuk ramennya tuan , selamat menikmati”  beberapa menit kemudian, datanglah pelayan tadi dengan dua mangkuk ramen panas ditangannya. Minho langsung menyeret kedua mangkuk itu, dan salah satunya diarahkan kehadapan Seul Rin. Seul Rin hanya memandang ramen ini dan terdiam.

”Jangan diam,, makanlah selagi masih hangat” Minho mengambilkan sepasang sumpit pada Seul Rin, dan mengisyaratkan agar ia memakan ramen itu

”Tapi aku tidak lapar”

”Makan saja, aku yang bayar kok” tawar Minho dengan nada datar lalau langsung melahap mie ramennya. Tapi tidak dengan Seul Rin, meski sudah disuruh Minho, ia merasa enggan untuk memakan ramen ini.

”Aku bingung, kenapa kau mengajakku kemari hanya karena lapar”

Minho berhenti mengunyah, ia langsung mendongakkan kepalanya dan menatap Seul Rin sejenak. ” tujuanku hanya mendengar sesuatu yang ingin kau katakan” lanjutnya ditambah dengan tampang kecewa.

”Jangan cemberut seperti itu, aku hanya tidak ingin kau pergi” Minho meletakkan sumpitnya ketepi mangkuknya dan memperhatikan Seul Rin yang ingin bicara.

”Tapi, bukankah kau mengusirku agar aku pergi?” protes Seul Rin namun masih mengecilkan volume suaranya.

”memang iya, tapi kali ini tidak akan kubiarkan itu” ucap Minho sembari tersenyum tipis pada Seul Rin. Sontak Seul Rin merasa sedikit aneh karna kali ini Minho tersenyum padanya, walaupun itu sebentar, tapi jujur saja, Seul Rin merasa agak lega.

”Kau tahu, bagaimana seseorang bisa berubah dalam sekejap saja?” Seul Rin mendongakkan kepalanya, ia memiringkan kepalanya dan memikir ucapan Minho tadi.

Ani”

”Itu sangat mudah, tapi aku tidak tahu kalau ini masuk akal atau tidak” lanjut Minho yang kini menatap lurus kedepan, lalu ia melanjutkan ” orang bisa berubah demi seseorang yang mengisi pemikirannya atau seseorang yang disukainya, membuat orang itu sedikit aneh dan tidak ingin berpaling dengan orang yang disukainya itu”

”Apa kau mengerti?” Minho melihat mimik wajah Seul Rin yang kebingungan

ani” lagi, begitulah jawaban Seul Rin.

” maksudku, misalkan saja kau menyukai seseorang, atau sekurang kurangnya memikirkan seseorang, pasti ada hasrat untuk bertemu dan bahkan ingin selalu disampingnya, aku yakin semua orang merasakan hal itu” seketika Minho memandang Seul Rin yang disampingnya. Gadis itu tampak berpikir dan berusaha mengolah perkataan perkataan Minho yang didengarnya.

”Kau benar, tapi apakah kau juga mengalami hal itu?” Seul Rin berbalik menatap Minho. Minho hanya tersenyum simpul, hingga Seul Rin belum bisa menebak jawabannya.

”Nanti saja kita bahas mengenai itu, lebih baik kau memakan ramen mu dulu” alih Minho menyimpang pembicaraaan. Mau tak mau Seul Rin menutup mulutnya kembali dan menatap ramen yang mulai dingin itu.

”sampai kapan kau menatap ramenmu seperti itu? Ayo makan” Minho melihat Seul Rin yang masih terpaku, sepertinya ia membayang bayangkan ucapan Minho tadi.

”Seul Rin? Apa aku harus menyuapimu?” tawar Minho saat Seul Rin belum memberi respon. ”Ne? O! Tidak usah” elaknya langsung dan tersenyum getir.

”Aku bisa makan sendiri” lanjutnya lalu mengambil sumpit yang nganggur karna belum disentuhnya. Dengan ragu ragu, Seul Rin menyuapkan mie ramen kemulutnya. Ia mengunyahnya sedikit lama, lalu merasakan kelezatan dari ramen itu.

”Ramennya enak” puji Seul Rin ketika habis mengunyah satu suapan. Minho yang mendengar itu, langsung senang dan tersenyum pada Seul Rin. ”Makanya, makanlah dengan banyak” sahut Minho dan kembali memakan ramen yang sempat nganggur tadi. Akhirnya mereka sibuk menghabiskan ramennya sampai habis, tapi seperti biasa, keheningan selalu menghantui mereka. Sepertinya mulut mereka hanya difungsikan untuk memasukkan makanan, bukan untuk berbicara.

”ah~ aku kenyang” Minho meletakkan sumpitnya ketepi mangkuk dan memegang perutnya yang kenyang. ”Aku juga” sahut Seul Rin setelah ia berhasil menghabiskan ramennya, meskipun sebetulnya ia tidak lapar.

“Uhuk!Uhuk!!” tiba tiba Seul Rin tersedak karna terlalu kekenyangan, lantas Minho langsung menyodorkan segelas air putih ke Seul Rin lalu meminumkannya padanya.

“Seharusnya bilang saja kalau kau sudah kenyang, minum air yang banyak ya,,” sahut Minho sambil menyodorkan gelas itu ke mulut Seul Rin . Seul Rin sedikit tercengang atas perlakuan Minho. Hey! Bukankah Minho bersikap cuek padanya? Apa ada petir yang menyambarnya hingga jadi baik seperti ini?

“Itu baju seragammu  juga jadi kotor, biar aku yang bersihin” Minho melihat baju seragam Seul Rin yang terkena noda makanan, lalu Minho mengambil sapu tangan miliknya dan melapkan kebagian yang ternoda itu. Seul Rin yang melihat ini hanya merasa gugup karna pertama kalinya Minho membantunya tanpa perintahnya. DEG!Jantung Seul Rin berdetak tidak seperti biasanya, mungkin tidak terlalu kencang, tapi Minho telah  berhasil membuat pipinya kembali merona karna malu.

“Minho, tidak usah aku bisa melakukannya sendiri” karna merasa gugup, Seul Rin langsung menepis tangan Minho dan membiarkan dirinya yang membersihkan noda itu. Minho hanya berdehem karna barusan merasakan kecanggungan

“Maaf, aku terlalu lantang” sahut Minho memelan

“Tidak apa, aku senang kalau kau perhatian seperti itu” Seul Rin mendongakkan kepalanya dan tersenyum lembut pada Minho. Memang ia lebih suka Minho yang seperti ini dari pada Minho yang dingin dan pendiam. Ia merasa tidak nyaman kalau suasananya selalu canggung saat bersama Minho, yang ia inginkan adalah kehangatan dan kenyamanan saat bersama seseorang.

“Memangnya selama ini aku tidak perhatian?” tanya Minho merasa sedikit aneh dengan perkataan Seul Rin tadi. “ molla, tapi menurutku kau itu terlalu cuek dan pendiam, makanya kau terlihat kurang perhatian” Minho langsung tertegun, ia merasakan hal yang sama dengan apa yang dipikirkan Seul Rin. Ia terlalu cuek, dan pendiam. Tapi entah kenapa, ada sesuatu yang mendorongnya untuk menjadi orang yang peduli, apalagi kepada Seul Rin.

“Oh begitu, baiklah ayo kita keluar” Minho langsung beranjak dari kursinya, dan disusul oleh Seul Rin. Minho memberi tagihan uang makan mereka di kasir lalu keluar dari kedai ramen itu. Minho berjalan lurus kedepan dari depan kedai tadi, ia berjalan menuju tepi jembatan yang didepannya yang merupakan aliran air dari sungai Han.

“Sepertinya langit mulai gelap, lebih baik kita pulang saja” ajak Seul Rin mengikuti jalan Minho dari belakang. Tapi Minho tidak merespon, ia malah berdiri ditepi jembatan dengan pagar yang agak tinggi yang didepannya.

“Aku tidak mau pulang” sahut Minho agak lirih sambil memandang lurus kedepan.

“Seul Rin-ah,,” panggil Minho saat ia baru menyadari yeoja itu sudah disampingnya, Minho baru ingat tujuan utamanya kemari. Seharusnya ia memberi jawaban atas pertanyaan Seul Rin saat di sekolah tadi, bukan membuang buang waktu seperti ini.

Wae,,?”

“Apa kau sudah lupa dengan pertanyaanmu saat disekolah tadi?”

Mwo? Maksudmu alasan kau marah saat kejadian siang itu?” tanya Seul Rin penarasan dan dibalas anggukan oleh Minho, lantas Seul Rin jadi tersenyum, akhirnya masalah hampir selesai – batin Seul Rin senang.

“Tapi, sebelumnya, aku minta maaf atas segala kesalahanku”

”Kesalahan? kesalahan apa?” Seul Rin memiringkan kepalanya bingung.

”Kau masih ingat ? Saat aku bawa kau ke gang kecil itu? Gara gara kecerobohanku aku membuatmu ketakutan dan bahkan dihina dan dibenci oleh siswi siswi di sekolah, aku mengaku bersalah karna aku lepas dari tanggung jawabku saat itu..” Minho menekurkan kepalanya sejenak, lalu memiringkan kepalanya, melihat wajah Seul Rin yang sedang berpikir mengingat kejadian yang lama itu.

”,,,dan satu lagi, saat pagi pagi itu, gomawo karna kau masih mau menyapaku, aku kira kau akan benci padaku, dan,,,saat itu, aku juga sangat kasar padamu, mianhae Seul Rin-ah” Minho menggenggam tangannya erat, sekarang ia merasa berdebar debar, berkata jujur seperti ini rupanya sangat sulit hingga ia harus merasa gugup. Tapi Seul Rin? Yeoja itu menatap Minho dengan kedua matanya yang agak berkunang. Seul Rin tersenyum atas ucapan Minho tadi, bukan! Seul Rin tersenyum bukan karna itu, tapi ia tersenyum karna menatap wajah Minho. Seul Rin tidak tahu kenapa mimik wajah Minho terlihat tulus, dan itu membuat yeoja itu mengagumi wajah rupawan yang dimiliki Minho.

”..aku tahu, saat itu kau pasti sangat benci padaku, gwenchana kalau memang benci, tapi kali ini aku sungguh sungguh minta maaf” Minho menatap wajah Seul Rin yang disampingnya, ia bisa merasakan hal yang tenang saat melihat wajah Seul Rin meskipun itu dari samping.

”Sudahlah, aku sudah memaafkanmu, lagian itu adalah masa lalu” Seul Rin beralih menatap wajah Minho, ia memberikan senyum termanisnya agar Minho bisa mempercayainya. ”jeongmal?

”Ne, aku sudah melupakan kejadian keajadian buruk itu, percuma saja kalau aku mengingatnya kembali, itu hanya menyakitkan hati saja” jelas Seul Rin dengan wajah sendunya. Minho dapat memandang wajah Seul Rin itu, ia mendesah dan membayang saat pertama kali ia mengenal Seul Rin. ”Menurutmu, bagaimana aku saat kau pertama kali kita bertemu?” tanya Minho pelan. Seul Rin tampak berpikir.

”Hmm… Kau itu sangat menyebalkan! Dan terkadang suka marah marah sendirinya” balas Seul Rin.

”Ya!Untung saja kau masih mengingat hal itu!Minho,,,apa kau lupa kau sudah  pernah menciumku di depan umum!?” entah apa yang terlintas dibenaknya, Seul Rin keceplosan dan kelepasan bicara. Langsung saja ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Aigooo~Seul Rin babo! kenapa aku bisa membahas hal ini?– batin Seul Rin pada dirinya sendiri.

Mworagu? Menciummu? Kau bilang aku pernah menciummu?” Minho agak shock dan menatap Seul Rin dengan kedua mata yang dilototkan.

”Kenapa? Apa kau mendadak amnesia? Jangan pura pura tidak tahu Minho..” Seul Rin sontak jengkel karna Minho tidak mengakuinya.

”Sungguh! aku lupa, aku tidak ingat bagaimana aku bisa mencium mu!”

Jeongmal? Ya! Kau ini kenapa? Tidak ingat? Saat kau sedang dikerumuni oleh banyak yeoja di sekolah, lalu secara tiba tiba saja kau menyeretku dan langsung,,,,err,menciumku” Seul Rin jadi malu karna mengulang cerita ini, ia menekurkan kepalanya kebawah, ia rasa sudah benar benar dipermalukan oleh Minho! Apalagi dia pake alasan lupa lagi! Menyebalkan!

”Oh,,,yang itu,,ah! Mianhaeyo, aku sangat lancang, lagian saat itu otakku lagi buntu, tidak tahu jalan apa yang harus ku lakukan untuk menghindar,dan secara tidak sengaja aku menciummu agar yeoja yeoja itu berhenti mengejarku” jelas Minho, ia kemudian melirik wajah Seul Rin yang sontak kembali memerah. Minho terkikik tertawa, ia pikir kenapa yeoja ini sangat pemalu? Karna hal ini saja sudah sukses membuat pipi yeoja itu seperti kepeting rebus.

Wae? kenapa diam? Apa kau ingin aku mengulanginya lagi?” goda Minho dan menyentuh dagu Seul Rin. Seul Rin yang merunduk itu sontak mendongakkan kepalanya. Ia membulatkan matanya dan tiba tiba ada semburat listrik yang mengalir di dadanya. DEG! Jantungnya berdetak kencang!

”Apa yang kau lakukan!Aku tidak mau!!” elak Seul Rin menepis tangan Minho.

”Hahahaha Seul Rin-ah, aku hanya bercanda, jangan dianggap serius!” Minho tertawa lebih keras dari yang tadi. Melihat Minho tertawa meledekinya, Seul Rin tampak geram. Ia tidak terima kalau diledeki seperti ini.

PLETAK!!

Sebuah jitakan super dari Seul Rin mendarat dengan mulus di kening Minho.

”Ya!Neomu appoyo!!” Minho mengeringai kesakitan sambil menyentuh keningnya.

”Seul Rin-ah, kau punya tenaga dari mana, hah? Tak kusangka badan kurus sepertimu mempunyai tenaga super” ledek Minho.

”Makanya jangan macam macam denganku!” geram Seul Rin dan kini ia memalingkan wajahnya, ia masih merasa kesal karna terus diledeki.

Ne ne,,mianhae, aku rasa aku sudah banyak punya dosa padamu -___-”

”Iya! itu benar!” seru Seul Rin keras dan membujurkan lidahnya.

Aish yeoja iniiiiiiii,,,?!!!” karna masih tidak terima, Minho mencubit kedua pipi Seul Rin. Jujur Minho merasa gemas dengan tingkah dan wajahnya Seul Rin. Tapi karna hal inilah yang membuat Minho jatuh cinta padanya.

”Ahh!!Minho,,jangan seenaknya mencubit!”

”Kenapa? tidak suka kan? Sakit kan? Hahaha rasakan itu!” ledek Minho yang tidak habis habisnya -____- *duhh Minho jadi orang jahil nih -,-*

”AAAA!! Keumanhae! Lama- lama denganmu bisa membuat darahku naik turun!”Caci Seul Rin yang berkoar koar .”Eh!Aku melupakan sesuatu!” tiba tiba Seul Rin teringat tujuannya yang sebernarnya. Seharusnya ia sudah tahu  kenapa alasan Minho marah marah ke Taemin dan padanya. Tapi ia malah asik ledek meledeki..?

”Lupa apa?”

”Itu,,tentang jawabanmu itu! Makanya jangan banyak kata minta maafnya!Jadinya aku langsung lupa!”

”Oh yang itu,,arraseo,,kau ingin tahu alasannya?”

”Ne!”jawab Seul Rin semangat.

Hening sejenak.

Minho terdiam, ia hampir sama dengan Seul Rin, ia juga hampir lupa tujuan pembicaraannya. Seharusnya ia sudah mengatakan sesuatu pada Seul Rin bukannya bertengkar dan saling meledeki. Minho pun menghembus nafas panjang ia akan bersiap siap mengungkapkan segalanya pada Seul Rin.

”Minho, kenapa lama?” berontak Seul Rin tidak sabaran.

”Minho, ayo katakan kenapa kau memarahi Taemin?”

”Tapi apa kau sudah memaafkan aku?Aku sudah bicara panjang lebar untuk dimaafkan ,tapi kau malah mengalihkan pembicaraan” Minho mulai tampak ragu. Benar! Pertama yang harus ia lakukan adalah agar Seul Rin bisa memaafkan kesalahan kesalahannya.

”Sebenarnya, sebelum kau mengatakannya, aku sudah memaafkanmu, tadi itu aku hanya bercanda saja, hehe” ucap Seul Rin dengan senyum sumringahnya.

Jeongmal? Aish! percuma saja aku meminta maaf!” sahut Minho sedikit jengkel dan membujurkan bibirnya kedepan.

”Hahaha!Ya! jangan seperti itu, kau ini! Selalu menganggap serius ucapan orang!” Seul Rin tertawa sambil menjitak kepala Minho keras, hingga namja itu meringis kesakitan.

”Yasudah,,lupakan hal yang tadi, sekarang mana janjimu memberiku jawaban itu hah?”

Ne,ne aku akan menjawabnya!Aku menonjoki Taemin karna aku tidak suka padanya! Kau puas?”jawab Minho dengan asal asalan

Jinjja?hanya itu?”

Ne!Hanya itu! lalu kau akan berbuat apa ha? kau pasti akan mengadukannya pada namja itu kan?” ucap Minho kesal

Ani,,untuk apa? lagian itukan urusan kalian, bukan urusanku” balas Seul Rin agak cuek

”Bisa saja, kaliankan sangat dekat!  mana mungkin kau diam saja karna namja pujaanmu itu dieejek oleh orang lain?” sindir Minho dengan mata sinisnya, ia tahu,, saat mengatakan ini,, hatinya sedikit perih, apalagi membicarkan tentang namja yang belakangan ini dekat dengan Seul Rin.

”Mwo? namja pujaan? Hahaha jangan asal bicara Minho!” elak Seul Rin dengan tawa garingnya.

”Terus apa? kalian sudah saling peluk pelukan, gendong gendongan,dan malah berduaan di ruang kesehatan!”

”Jadi kau melihatnya?”Seul Rin agak terkejut saat mendengar ucapan Minho yang sangat kesal itu.

Ne!Aku melihat semuanya”Balas Minho sedikit pelan, perlahan wajahnya jadi murung karna mengingat itu.

”Tapi aku tidak suka Seul Rin-ah!!” tiba tiba tangan Minho memegang kedua bahu Seul Rin hingga membuat mereka beradu berhadapan. Minho menatap Seul Rin agak kesal lalu perlahan ia mengeratkan kedua tangannya di bahu Seul Rin.

”Minho, apa yang,,” Seul Rin jadi agak takut, hingga ia tidak berani menatap mata Minho.

”Aku tidak suka Seul Rin-ah! Aku tidak suka jika aku harus melihatmu dengan Taemin!” ucap Minho agak keras, ia mengatur nafasnya yang mulai sesak, dadanya jadi bergetar dan terlintas dipikirannya untuk mengatakan semua yang pernah ia pendam pada Seul Rin.

”Seul Rin-ah kau tahu kenapa aku pernah tidak sekolah? Dan bahkan aku pernah bersikap kasar dan tidak peduli padamu? Aku sangat kesal saat itu! Terkadang kutekadkan untuk tidak melihatmu selama lamanya, tidak menyapamu dan menganggapmu tidak ada, tapi aku tidak bisa, aku terlalu payah untuk ini!Aku merasa sudah bodoh karna pemikiranku yang mulai aneh karnamu!”

Perlahan Seul Rin membuka matanya dan melihat wajah ketulusan dari Minho, ia mulai berpikir keras atas apa yang diungkapkan Minho tadi.

J-jeongmal?,,jadi selama ini,kau,,,” Seul Rin membulatkan kedua matanya, ia baru tahu penyebab Minho jadi berubah itu karna dirinya sendiri.

”Minho, sungguh aku masih belum mengerti, tapi apa benar selama ini kau marah marah hanya karnaku? kalau itu benar, aku minta maaf” Sahut Seul Rin sedikit gugup

Ani! Jangan salahkan dirimu sendiri,  ini karna aku,,,  karna aku telah,,  ”  Minho tidak berani melanjutkan kalimatnya, tangannya jadi gemetaran dan jantungnya berdebar debar.Haruskan aku mengatakannya sekarang? – Batin Minho berbicara pada dirinya sendiri.

”Telah apa?” tanya Seul Rin penasaran

”Kau ingin tahu,,?” tanya Minho sedikit gugup, ia pikir apakah dengan cara ini ia melakukannya?

Ne! yang penting jangan buat aku bingung” jawab Seul Rin seadanya, lalu tiba tiba badannya kembali kaku saat Minho menatapnya dengan tatapan agak aneh baginya itu. Kepala Minho perlahan mendekat kewajah Seul Rin, lantas Seul Rin menutup matanya karna tidak tahan melihat wajah seseorang dengan jarak dekat seperti ini.

”a-apa yang kau lakukan?” jantung Seul Rin mulai berdebar kencang, hingga akhirnya Seul Rin sudah berpikir yang tidak tidak. Ia menutup bibirnya rapat rapat dan memicingkan matanya saat sebentar lagi bibir Minho akan menempel dibibirnya.

Cup!

Pemikiran Seul Rin salah, Minho mencium lembut pipi sebelah kanannya, Seul Rin agak terkejut lalu membuka matanya perlahan.

”Minho,,kau?apa yang kau-”

”Seul Rin-ah,,nan neol saranghae..” ucap Minho memotong kalimat Seul Rin, lalu dengan cepat Minho meraih tubuh Seul Rin kepelukannya.

”Aku seperti ini, karna aku mencintaimu, dulu aku tidak yakin dengan perasaan ini, tapi kini didalam hatiku yakin, kalau aku sekarang benar benar menyukaimu,  saranghae Seul Rin –ah” Minho mempererat pelukannya, kali ini ia bisa tersenyum lega karna telah meluapkan semua perasaannya yang selama ini ia pendam. Sementara itu Seul Rin masih terpaku, ia sangat terkejut atas pengakuan Minho , ia tidak berpikiran bahwa Minho menyukainya, sama sekali tidak!.

”Minho, tapi aku,, ”  Seul Rin berusaha melepaskan pelukan Minho dan kemudian menatapnya.

”Aku tidak meminta jawabannya sekarang” potong Minho langsung.

”Tapi, walaupun begitu, aku tidak akan bisa” sahut Seul Rin dengan volume yang pelan, ia menundukkan kepalanya kebawah, ia tidak berani akan melihat wajah kecewa Minho saat ini.

Wae?tidak bisa kenapa?” Minho mengkerutkan alisnya, didalam benaknya sudah terbayang hal hal yang buruk akan terjadi.

”Karna, mungkin aku tidak akan bisa menerimamu, dan mungkin tidak bisa mencintaimu, mianhaeyo,,,aku benar benar minta maaf” Seul Rin mengepal tangannya yang mulai gemetaran, ia baru ingat kalau ia sudah dijodohkan oleh eommanya, tidak mungkin ia bisa bersama namja lain selain Taemin, namja pilihan eommanya.

Mwo?Apa kau sudah punya namja chingu?” sontak Minho sangat shock!Jiwanya langsung terguncang, kecewa dan emosi bercampur aduk diperasaannya. Selama ini ia memendam perasaannya dan akhirnya dengan tekadnya ia mengungkapkanya, tapi,, hasilnya apa? Malah tanpa diminta jawaban Seul Rin telah menolaknya mentah mentah.

A-ani,,aku tidak punya, tapi orangtuaku,,ah!Pokoknya tidak bisa,,maafkan aku, sungguh maafkan aku,,” Seul Rin bingung harus mengatakan apa, ia juga tidak mau kalau ia akan ditunangkan dengan Taemin. Minho pasti marah dan kecewa saat mengetahui itu.

”Sudahlah, aku mau pulang, sampai jumpa!” Seul Rin beranjak dari duduknya mengambil tasnya lalu bergegas berjalan.

”Seul Rin-ah!Chankaman!” langkah Seul Rin terhenti, Minho memanggil namanya dari belakang.

Mianhae ,aku harus pulang” balas Seul Rin lirih

”Tapi, izinkan aku mengantarkanmu pulang,ne?” Minho berjalan mendekati, langkah dan suaranya pun mulai bergetar hebat karna masih merasa shock. Tapi ketika tangan Minho meraih lengannya Seul Rin, yeoja itu langsung menepisnya dan berlari meninggalkan Minho.

Minho hanya dapat terpaku pandangan kedepan, matanya yang bulat itu tiba tiba sayu dan wajahnya yang mulai memerah.

”Kenapa harus begini..?” Minho merenggut dadanya yang sangat sesak, nafasnya jadi sesak saat melihat Seul Rin telah lari dihadapannya. Minho mengepal tangannya erat dan perlahan air matanya turun, ia menangis, sekali ini Minho pernah menangis karna seseorang, ia merasa sangat terpukul dan sangat kecewa.

Minho baru tahu, inilah rasanya ketika ditolak. Rasanya sangat perih, hingga seperti tersait pisau. Jantungnya terasa remuk dan ingin jatuh seketika. Badannya terasa lungai seperti ingin diterbangkan oleh angin. Dan hatinya? Jangan ditanyakan lagi, ini adalah hal hal yang tersulit bagi Minho

 Bruk!

Minho menjatuhkan dirinya ketanah. Terduduk lesu dan menahan tangisnya yang tak ingin berhenti. Ia meremas permukaan tanah untuk menahan sakit dihatinya. Sekali lagi, terngiang bayangan wajah Seul Rin diotaknya, membuat Minho kembali merasa perih karna mengingat yoeja yang sangat dicintainya itu. Minho tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Antara pasrah dan meraihnya kembali. Jiwanya masih terasa terguncang. Tapi, meskipun begitu, Seul Rin adalah satu satunya yeoja yang sangat dicintainya, tidak ada orang yang bisa menandingin rasa cintanya. Karna itu, tidak mudah bagi Minho untuk melupakan Seul Rin begitu saja.

Shin Seul Rin .POV

Aku berlari sekencang mungkin, tidak ingin melihat wajah Minho yang membuatku sedih. Apalagi harus menceritakan semua yang terjadi sebenarnya, pasti Minho akan sangat kecewa, aku yakin ia akan sakit hati saat aku katakan bahwa aku akan ditunangkan dengan Taemin. Meski begitu, sudah kutekad kan tidak menyebarluarkan berita itu, apalagi pada Minho.

”Hahhh,,mianhae,Minho.” ucapku pada diriku sendiri setelah aku menghentikan langkahku. Babo!Percuma saja aku minta maaf ditepi jalan seperti ini, dia pasti tidak akan mendengar. Tapi, tidak terasa aku sudah berlari sangat jauh, bahkan aku sudah di  trotoar jalan raya, yahh sepertinya Minho tidak akan bisa mengejarku sampai disini.

”Apa aku salah,,?” lagi lagi aku berbicara sendiri sambil mengingat ucapan ucapan yang kulontarkan padanya. Apa aku sangat jahat saat itu?Apa aku benar benar membuat Minho sangat kecewa? Ya! Yeoja macam apa aku ini? Sungguh aku belum pernah merasakan hal yang seperti ini! Tidak pernah!

Baiklah Seul Rin, mungkin saatnya aku menenangkan diriku dan isitirahat di rumah.

Lalu dengan langkah yang lesu aku berjalan menelusuri trotoar hingga aku sampai ke halte. Aku berdiri mematung disana dan tidak beberapa lama kemudian datanglah bis yang akan kutumpangi. Aku pun langsung masuk kedalam bis itu dan memilih bangku yang paling sudut. Aku menyandarkan kepalaku kedinding jendela kaca yang disebelahku itu dan menatap lurus kearah sana.

”Aku seperti ini,karna aku mencintaimu,dulu aku tidak yakin dengan perasaan ini,tapi kini didalam hatiku yakin,kalau aku sekarang benar benar menyukaimu,saranghae Seul Rin –ah”

DEG!

Jantungku kembali terguncang saat aku mengingat kalimat kalimat ini. Ucapan  dari Minho yang membuatku tidak kalah shock! Didalam hatiku ini selalu bicara kalau aku punya banyak salah padanya. Aku seperti ini,karna aku mencintaimu. Kata kata ini,, menyadarkanku bahwa selama ini, Minho berubah itu karena aku. Ia jadi dingin dan pendiam dan pikirannya jadi kacau itu semuanya karnaku?. Lalu saat ia memukul Taemin apakah itu juga karna aku? Ah!!! Ya Tuhan!! Sungguh aku merasa sangat bersalah! Aku mengaku sudah menghancurkan cinta yang ia buat untukku, aku benar benar merasa bodoh karna aku menolaknya mentah mentah.

Aku tahu Minho pasti kesal saat ia melihat aku bersama Taemin, saat Taemin menggendongku, memelukku, dan,, Ah!Lupakan!. Tapi harus bagaimana lagi? Aku juga kasihan melihatnya yang menderita karnaku. Namun aku tidak bisa melakukan apa pun, aku harus teguh pada perintah eomma untuk tunangan dengan Taemin, aku tidak bisa berbuat apapun untuknya.

******

Setiba dirumah

Eomma,,aku pulang” aku membuka pintu rumah dan membuka sepatuku asal disana, dengan langkah yang tidak bersemangat aku berjalan menuju ruang tengah rumah.

”Seul Rin? Kamu sudah pulang? Kenapa malam pulangnya?” Eomma datang menghampiriku dan melihatku dari ujung kaki sampai ujung kepala.

”Aku,,tadi kerumah chinguku eomma,,,jadi pulangnya telat, hehehe” aku sengaja berbohong pada eommaku dan memberikan senyum sumringahku padanya agar eomma bisa percaya.

”Oh, Baiklah, sekarang kamu harus mandi dan tukar baju, nanti turun, dan makan malam dengan eomma ,ne?”

Ne eomma~” Eomma mengecup keningku lembut lalu aku langsung naik keatas tangga kamarku. Setiba disana akupun langsung masuk kekamar mandi kemudian mengganti bajuku.

Setelah mandi , seperti yang dikatakan eomma, aku mau turun kebawah. Tapi entah kenapa saat aku berada diambang pintu aku berhenti sejenak. Aku masih berpikiran tentang ucapan ucapan Minho itu, aku jadi takut kalau ia kenapa kenapa setelah kejadian ini. Lalu dengan bergegas aku mengambil ponselku dan berniat mengirim pesan singkat padanya lalu mengatakan ”neo gwencaha?” iya kalimat ini yang sangat ingin kutanyakan. Namun saat aku mengisi nomor untuk mengirim.

”Ah babo!Aku kan tidak punya nomornya Minho!” ah! Seul Rin! kenapa kau jadi kelupaan gini? Huh dasar babo!. Dengan sebal aku menghapus pesanku, dan rupanya aku tidak sadar kalau ada 2 pesan yang belum aku baca. Dan yang sangat kukejutkan adalah kedua pesan itu dikirim dari Taemin!

2 new message

From : Taemin

Maaf soal yang tadi siang, aku yang keteraluan dan memancingnya.

Aku mencoba memahami isi sms dari Taemin.Memancingnya?” apa yang dimaksud adalah memancing kemarahan Minho? Dan aku membaca pesan terakhir Taemin lainnya.

Karna aku pulang cepat, aku ingin menjemputmu.Tapi kenapa kau tidak ada?Aku sudah mencarimu di sekolah dan di rumahmu. Seul Rin-ah kau kemana?

 

Jadi Taemin menyariku? Untuk apa? Bukankah ia pulang lebih cepat dariku? Tapi,,,apa dia benar benar mencariku hingga kerumah?

Setelah membaca sms dari Taemin tadi, aku langsung turun dan menghampiri Eomma yang sudah duduk diruang makan.

Eomma menungguku lama?” tanyaku saat sudah duduk disampingnya

”tidak,,lagian mandi mu itu selalu lama, eommakan sudah terbiasa dengan kebiasaanmu itu” jawab eomma dengan nada sedikit bergurau hingga aku sedikit terkekeh

”Tapi eomma,, apa tadi siang Taemin kerumah kita?” tanya ku mendadak karna penasaran.

”Iya, dia kelihatan khawatir, katanya dia mau menjemputmu pulang, tapi kamu tidak ada di sekolah, sebenarnya kamu kemana, Seul Rin?” aku agak terkejut mendengar penjelasan Eomma, khawatir? Benar Taemin mengkhawatirkan ku?

”Oh iya,,bagaimana hubunganmu dengan Taemin? Apa bisa eomma dan Ny.Lee melanjutkan perjodohan kalian?”

M-mwo?” aku tiba tiba tersedak saat baru meminum seteguk air putih, bagaimana bisa eomma menanyakan perjodohan itu? Hah!Aku tidak tahu mau menjawab apa.

”Begini,,,besok eomma dan Ny.Lee akan mengadakan pesta untuk mempertemukan kedua belah pihak keluarga. Dan Ny.Lee memintamu untuk datang, eomma harap kamu bisa penuhi permintaan eomma dan Ny.Lee” sahut eomma agak tegang. Aku hanya mendesah dalam hati. Aku berpikir eomma Taemin itu sangat keras kepala untuk menjodohkanku, apalagi pake acara pesta pesataan lagi. Huuhh aku kan tidak suka dengan hal seperti ini.

”Tapi aku belum sepenuhnya siap eomma” ucapku pelan

”Pokoknya besok kamu harus berpenampilan secantik mungkin!” aku terkejut saat eomma mengelak kalimatku dan memotongnya dengan kalimat yang tidak menyambung.

”Tapi eomma,,,,”

”Dan jangan lupa,buat Taemin terpesona melihat kecantikanmu, tunjukan padanya bahwa kau calon istri yang cocok untuknya, eomma yakin namja seperti Taemin akan luluh melihat wajah rupawan yang dimiliki anak kesayangan eomma ini” jantungku berdebar saat eomma telah mengatakan hal yang mustahil bagiku. Calon istri? Baiklah aku memang calon istri Taemin. Tapi untuk pesta itu, aku belum mengatakan pendapatku satupun pada eomma, kenapa eomma malah memotong motong penjelasanku seperti ini?

”Seul Rin,,eomma mohon, kamu harus hadir di acara itu” sahut eomma melemas, sontak aku merasa sedikit bangkang.

”Tapi eomma...”

”Cukup!Kamu sudah banyak menunda nunda Seul Rin-ah, tapi tidak bisakah kamu mengabulkan permintaan eomma mu ini?”aku terhenyak,yahh kali ini aku memang harus mengalah. Bagaimana lagi, toh ini hanya pesta biasakan?

”Baiklah~aku akan hadir di acara itu” ucapku dengan tenang, dan disaat itu aku melihat senyuman dari eomma, entah kenapa aku senang melihat senyuman eomma, aku tahu eomma pasti mempunyai beban yang lebih berat dari pada bebanku. Apa salahnya jika kali ini aku membuat eomma sedikit senang?

Tapi aku tidak tahu bagaimana hari esok. Didalam benakku ini masih tergiang ucapan ucapan Minho yang membuatku merasa sedih, dan juga aku hampir pusing karna memikirkan perjodohanku dengan Taemin. Aku bingung bagaimana nanti jika aku menghadiri acara itu?Dan juga bagaimana nanti jika hari esok aku bertatapan muka lagi dengan Minho?. Sungguh aku tidak dapat menebak apa yang terjadi pada hari esok, esok dan besok lainnya.

T.B.C

 

Iklan

14 thoughts on “My Spioled Girl – Part 5

      • iya kan emang di part 1 dijelasin motor minho, yang bikin gak ngerti itu kan dipart 4 minho dianterin pake ferarri dan dia gak bawa motor kan dan tau2 di part 5 yang masih dihari yang sama tau2 minho nganterin seul rin pake motornya hehe:D itu doang sih yang lucunya, tapi tetep keren kok ceritanya>.<

  1. Giliran minho udah berani nyatain cinta, tp seulrinnya malahan nolak. Kasian minho..
    Ih.. Aku kok jd kesel sama eommanya seulrin ya, abis kesannya pemaksaan bgt nikahin anaknya sm taemin.
    Ah.. Tp aku berharap seulrin jadinya sama minho^^
    Ditunggu next partnya^^ thanks author^^

  2. Miina Kim berkata:

    nah, part ini penyampaian cerita n alurnya pas… saeng…
    eon kembali gak berasa bacanya, tau2 udah selesai…

    Aduh, tuh, minho lom tau kalo seul rin dijodohin ma tae
    kalo tau, bakal tambah ijo tuh kodok…(ijo=sakit….., red)
    Tapi dari seul rin nya juga lom ada keputusan pasti, sebenernya
    hatinya milih siapa…
    dan kyaknya emang agak dini, buat seul rin mikirin yg ribet
    yg aku tangkep, seul rin msh polos banget, sering gak nyambungnya gitu…

    Oke, berarti, masih 50-50, kn, saeng, peluan
    dua namja tampan kita….

    #phew… untung Jinki gak ikutan…
    dia mah, udah punya eon aja, udah bikin dia pusing…
    hehehehehheeee…. (dirajam MVP…)

    Eon tunggu ya, kelanjutannya…
    langsung setelah ujianmu selesai…
    #neror,,,, ngancem…. maksa,,,,,,

    • Mino tambah ijo? tambah item gak kali ya? XD
      Iya sih..aku salah masukin karakter seul rin yang aneh dan polos kelewat polos . padahal itu gk aku banget (?) tapi gimana lagi? Namanya anak remaja emang polos dan gk nyambung gitu. Taulah eonni udah tua gitu~ (dibakar eonni >.<)

      well! kelanjutannya….ehmm..setelah ujian selesai! Yah sekarang udah selesai UKK nya..but! Aku usahin ^^
      hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s