Secretly Love – Part 6

Secretly Love

secretly love

secretly love part 6

Title : Secretly Love – Part 6

Author : Shin Fujita

Main Cast : Choi Minho and Park Hye Ra

Support Cast : Lee Taemin , Krystal Jung , Lee Jinki, Kim Jonghyun , Cho Kyuhyun

Genre : Romance and Friendship

Rating  : General

A/N:  –

Alunan musik romantis yang lembut ,mengalun sangat indah di sela Minho dan Hye Ra yang sedang berdansa. Hye Ra selalu merasa canggung, ia tidak tahu jika banyak pasang mata yang memandangnya penuh iri.

”Hyung, aku benar-benar iri! Andaikan saja aku yang berada di posisi Minho hyung~” Taemin memandang kedua pasangan itu dengan tatapan terpesona .Saat berdiri di samping hyungnya –Jonghyun, pandangannya tak pernah lepas dari yeoja yang kini di rangkul oleh sahabatnya sendiri – Minho.

”Benar juga, tapi yeoja idamanku bukan yang seperti Hye Ra, dia terlalu cerewet dan keras kepala, biar Minho saja yang memilikinya” ujar Jonghyun dan juga mengikuti arah pandangan Taemin.

Sementara itu gerak gerik Hye Ra tidak bisa diartikan sebagai gerakan dansa. Ia sangat gugup, walaupun Minho selalu menyuruhnya untuk percaya diri, tapi Hye Ra tak bisa melakukan sebaik mungkin karna alam sadarnya di penuhi oleh kecanggungan.

”Minho, aku tidak bisa berdansa! Aku tidak mengerti bagaimana gerakannya!” bisik Hye Ra ke telinga Minho.

”Ikuti saja kemana arah kakiku, jangan panik! Percayakan semuanya pada dirimu sendiri”

“Gimana caranya? Diriku sendiri sangat gugup! Aku bilang tidak bisa!”

“Kau perlu hayati alunan musiknya, bayangkan jika tak ada orang lain selain kita, kau pasti bisa melakukannya!” Hye Ra mengigit bibirnya. Menuruti intruksi dari Minho, ia menghela nafas dan menutup matanya sejenak. Yang harus ia lakukan adalah menghayati alunan musik itu. Ia harus merasakan kedaimain dari alunan musik itu, dan setelah ia mendapatkan kepercayaan dirinya, ia membuka mata.

“kau pasti bisa” ucap Minho kemudian dan menggenggam tangan Hye Ra lebih erat. Gadis itu mengangguk dan sebisa mungkin menyamakan gerak gerik kaki Minho. Hye Ra bisa melakukannya, ia bisa mengendalikan emosinya dan mendalami musik itu. Kakinya mulai lincah dan  tak lupa sudut matanya terus terpaku di kedua mata Minho. Minho tersenyum melihat kepercayaan diri Hye Ra yang sudah bangkit. Kini ia ingin memutar tubuh Hye Ra, melepaskan sebelah tangannya hingga Hye Ra memutar menjauh, lalu di raihnya tangan Hye Ra dan memeluknya. Mereka seperti sepasang pendansa yang serasi, dengan tatapan yang sangat dalam yang membua orang – orang merasa iri dengan mereka.

Dan di saat alunan musik yang terakhir Minho mendekap erat Hye Ra, ia menjatuhkan tubuh Hye Ra kebawah dengan tangannya yang merangkul pinggang Hye Ra. Mereka berhenti. Dan saat itu pandangan mereka kembali menyatu. Minho menatap Hye Ra lekat dan tersenyum kemudian

Prok! Prok! Pertunjukan dansa dari kedua pasangan itu pun berakhir dengan tepukan tangan yang meriah. Hye Ra pun  berdiri seperti semula lalu berhadapan dengan Minho. ” Sudah kubilang kau pasti bisa” puji Minho, Hye Ra tersenyum malu dan semburat merah menghiasi wajahnya.

” apa kau menikmatinya?”

”ne”

”aku juga, aku senang jika berdansa denganmu, gomawo”

Tak disangka Minho mengecup kening Hye Ra. Membuat Hye Ra membulatkan matanya lebar lebar. Jantungnya terasa berhenti, dan badannya mendadak menegang.

”Ah..romantisnya…aku iri dengan mereka” lagi, Taemin memandang Minho dan Hye Ra dengan tatapan terpesona, begitu juga dengan Jonghyun dan Krystal.

”Minho..?” gumam Hye Ra. Ia merasakan ada sesuatu yang lain yang menelusup di hatinya. Jantungnya yang semula terasa terhenti kini berdentum keras. Minho, namja yang ia kenal sebagai namja pendiam dan kaku, kini membuat hatinya luluh karna satu kecupan. Ini benar benar ajaib.

”Ah! Mian! Aku tak bermaksud” Minho menyadari karna tiba  tiba saja ia mencium kening Hye Ra. Ia tampak kegalapan dan menggarut tengkuknya yang tidak gatal. ”woaa..Minho-ah! Aku salut dengan penampilan kalian! Kalian terlihat sangat romantis tadi!” tiba-tiba saja Kyuhyun muncul diantara Minho dan  Hye Ra. Ia melirik Hye Ra sejenak lalu menepuk bahu Minho dengan bangga.

”ini yang ku mau dari sahabatku! Akhirnya kau tidak kaku seperti dulu lagi”

”Ne hyung! Penampilan kalian sangat mengagumkan! Aku suka!” ujar Jonghyun dan Taemin kemudian. ” Tadi itu kecupan manis ya? Ah…kalian tahu? Kalian terlihat seperti sepasang kekasih saja” Krystal pun ikut bergabung dan sukses membuat Hye Ra melotot karna tidak suka di bilang sepasang kekasih.

Park Hye Ra. Pov

 

’sepasang kekasih’ ? apa mereka berpikir terlalu jauh? Aku rasa tak begitu! Ini yang tak kusuka dari orang orang sini. Aku tidak suka jika disangka kekasih Minho. Ha! Tidak akan! Sudilah jika aku jadi kekasihnya si tiang listrik berjalan itu.

Tapi..mengenai tatapan dan kecupan itu..mendadak aku jadi terbius. Aku terus merasakan sesuatu yang panas di wajahku, dan jantung yang berdebar. Aku masih normalkan? Apa ada yang aneh dengan Minho?  Aku rasa iya! Ia terlihat lebih lembut dan…err romantis. Aku akui itu. Ia jauh lebih berubah, namun….diam-diam aku suka dengan sikapnya sekarang. Entah kenapa, aku suka saja.

”Hye Ra..Park Hye Ra! Itukan namamu?” aku sedikit terkejut mendengar Kyuhyun-hyungnya Minho menyebut namaku. Aku mengangguk dan tersenyum tipis. ”wae?” tanyaku padanya. ”Ani…aku hanya memastikan jika kau tak merasa menyesal berdansa dengan dongsaengku yang kaku seperti patung ini, bagaimana? Apa anak ini tidak terlihat burukkan?” aku tersenyum geli, sepertinya hyung Minho sedang bercanda. Ia melirik Minho dan akhirnya kami semua tertawa – kecuali Minho.

“Ya! Hyung! Aku sudah berusaha sabaik mungkin untuk berdansa! Kenapa kau menghinaku seperti itu?”

”Itu bukan hinaan! Tapi kenyataan!” kami kembali tertawa dengan candaan Kyuhyun tadi. Ah..tapi kenapa ya? Aku jadi tidak nyaman berada disini. Apa seharusnya aku harus pergi dari sini? Toh tugasku kan sudah selesai.

”Hmm..mian..sepertinya aku tidak punya keperluan lagi disini, aku dan temanku mau pamit dulu” aku langsung menyeret tangan Krystal yang ada disebelahku. Ia melototiku dan melarangku pergi.

”Hye Ra-ssi!” aku berhenti dan menoleh.

”Minho?” aku bingung, sejak kapan Minho menahan tanganku?

”Jangan pergi, pestanya baru dimulai lebih baik kau dan temanmu disini saja”

”Tapi..aku..” aku ragu. Lalu kulirik Krystla yang disebelahku, sepertinya ia ingin berlama lama disini. ”aku tidak bisa” ucapku kemudian. Iya aku harus pergi! Tidak ada gunanya aku disini lagi kan?

”Noona! Noona disini saja…noona terlalu cepat untuk pulang” Taemin berjalan kearahku, namja manis itu memasang ekspresi memohonnya. Aigoo lucu sekali! Ah! Apa yang kupikirkan?. ”Tapi aku..akukan?”

”sudahlah berlama lama saja disini, tamu istimewanyakan dirimu sendiri” aku tertegun mendengar ucapan hyung Minho. Tamu istimewa? Sejak kapan?

”Ne..arraseo” aku mendesah pasrah. Yah tak apalah sekali ini saja, aku juga ingin berlama lama tapi hanya satu yang membuatku merasa aneh, yaitu : Minho yang selalu disampingku. Setelah Minho menahanku agar tidak pergi, ia mengajakku ke tempat tamu tamu yang lainnya. Sesekali ia memperkenalkanku dengan rekan presdir Choi. Sungguh! Aku sangat gugup dan malu.

”Minho..siapa gadis yang disampingmu?” aku menoleh kearah sumber suara , dan yang kulihat adalah wanita paruh baya yang berpakain mewah,dan kuprediksikan sebagai eommanya Minho. ” naneun Park Hye Ra imnida” aku langsung membungkukkan badan ke ahjuma itu. ” Park Hye Ra? Apa kamu kekasih anak saya?” tanya ahjuma itu menyelidik. Sontak aku kaget.  ”Aniyo..aku..aku” belum sempat aku meneruskan kalimatku, Ny Choi atau siapalah itu  sudah menyerat tanganku. Aku bingung. Ini ada apa? Lantas aku melirik Minho, tapi ia tak menghiraukanku, tangannya juga diseret oleh Ny. Choi. Tunggu! Ada apa ini?

”Minho-ssi! Apa apaan ini?” aku menyenggol siku Minho. Tapi tetap saja Minho tak mau mendengarkanku. Wajahnya tiba tiba gugup. Aku tak mengerti ini. Dan bayangkan, sekarang aku , Minho, dan Ny. Choi berada diatas pentas yang bisa menampakkan wujud kami kesemua tamu pesta ini. Aku bisa melihat Jonghyun dan Kyuhyun yang senyum senyum sendiri, Taemin dan Krystal yang terlihat excited melihat aku dan Minho di atas pentas ini. Kenapa mereka? Kenapa aku merasa ada yang tak beres?.

Author.pov

”Hadirin sekalian, saya akan mengungumkan pengumuman khusus untuk keluarga besar Choi dan perusahaan ’HoHyun Comunity” Ny. Choi mengambil microphone dan tiba-tiba saja membuat semua tamu pesta tertarik dengan apa yang akan diumumkan oleh istri presdir Choi tersebut.

”Hyung..apa ini saatnya?” tanya Jonghyun disela-sela ia memperhatikan Minho dan Hye Ra yang sudah berdiri di atas pentas.

”ne.. aku rasa begitu, eomma sudah menyiapkan segala sesuatunya, aku harap ini berjalan lancar” jawab Kyuhyun dan membuat Taemin dan Krystal  menoleh.

”Maksud kalian apa? Apa kalian merencanakan sesuatu pada Hye Ra?” tanya Krystal curiga. ”ini bukan rencana kami, tapi ini rencana keluarga Minho, salahkan Kyuhyun hyung! Dia lah yang memulainya!” sergah Jonghyun langsung. Tapi Krystal tak mengerti dengan apa yang dikatakan Jonghyun, ia yakin ada diantara mereka yang merencanakan sesuatu yang pastinya tidak diketahui oleh Hye Ra.

”Lebih baik kita lihat saja..apa yang dilakukan eomma nanti” ucap Kyuhyun kemudian, ia tersenyum evil, dan terpaksa Krystal menunggu apa yang terjadi dengan perasaan yang tidak enak.

”Malam ini akan saya umumkan, siapa pewaris sebenarnya dari HoHyun Comunity, dia adalah Choi Minho! Choi Minho yang akan mewarisi jabatan presdir Choi!” seru Ny. Choi bergembira, semua orang bertepuk tangan dengan meriah. Tapi Hye Ra? Ia malah mengerjap tak percaya? Ia sempat bertanya dalam hati ‘ Minho jadi pewaris HoHyun Comunity?Jadi pemilik Mal yang pernah ia kunjungi bersama Minho itu milik perusahaan Appanya?’

“Dan kalian pasti bertanya-tanya, siapa gadis cantik yang disebelah putra saya, gadis ini adalah Park Hye Ra , calon menantu saya”

Glek! Hye Ra membuka matanya lebar lebar. Kalimat itu..kalimat yang diucapkan oleh Ny. Choi calon menantu? Apa maksudnnya ini?

“Calon…menantu?” gumam Hye Ra panik, dan ia langsung menatap Minho, tapi Minho langsung memalingkan wajahnya. Hye Ra merasa ada yang tak beres! Tidak mungkin ia jadi menantu Ny.Choi! Jika iya..itu berati ia akan menjadi…

“Choi Minho dan Park Hye Ra akan melaksanakan resepsi pernikahan bulan depan, mereka adalah penerus dari perusahaan ini, jadi kami mohon restunya dari hadirin semua”

“Minho! Apa apaan ini? Kenapa aku jadi..calon istrimu?”  Hye Ra menginjak kaki Minho, membuat Minho sedikit merintih. Ingin sekali ia mengambil microphone itu dan berteriak ’ AKU TIDAK INGIN MENJADI CALON ISTRI SI TIANG LISTRIK BERJALAN INI!!!!’ tapi itu tak mungkin ia lakukan. Tamu tamu disini pasti memandangnya aneh, terlebih kebanyakan tamunya adalah dari pejabat-pejabat petinggi. Bisa-bisa harga dirinya sebagai Park Hye Ra akan jatuh karna teriak gak jelas seperti tarzan.

”Minho…apa maksudnya ini?”

”mollayo!” Hye Ra menyeringit. Tidak tahu? Choi Minho jangan berbohong!!

”Minho! Hye Ra-ssi!” panggil Ny.Choi tiba tiba, membuat kedua orang itu menoleh.

”Kalian kemari..sekarang acara tunangan kalian, dan Minho..kamu harus memasangkan cincin ini ke jari Hye Ra, begitu juga sebaliknya.”

”MWO?!” pekik Minho dan Hye Ra bersamaan. Mata mereka sama sama melotot, dan sepertinya Minho tidak mengetahui acara tunangan mendadak ini. Yang ia tahu ia harus membawa seorang gadis ke pesta keluarganya. Tak lebih dari itu! Dan kini Ny.Choi malah mengatakan kalau mereka akan segera menikah ditambah acara tunangan ini. Minho dan Hye Ra tak bisa berbuat apa apa, jika mereka menolak, maka nama mereka akan tercoreng dan merusak nama baik keluarga dan perusahaan sendiri.

”Nyonya..kenapa ini terlalu mendadak? Aku…aku tidak mau menja-”

”Jangan malu-malu Hye Ra-ssi, saya tahu kalian sudah pacaran sebelumnya. Ayo! Jangan lama-lama banyak para tamu yang menantikan momen ini” potong Ny.Choi girang. Hye Ra pun mengedarkan pandangannya keseluruh hadirin pesta. Ia melihat tamu-tamu disini juga terkejut dan sangat antusias melihatnya. Dan yang parahnya ada wartawan Tv dan koran yang sedang memoto mereka.

Huaa!! Ottokhae?kenapa aku tiba tiba harus bertunangan? Kanapa harus Minho juga? Ada apa dengan semua ini?Ya Tuhan selamatkan akuuu!! >,< batin Hye Ra berteriak

 

Minho tampak ragu dan bingung, ia melirik Hye Ra yang terlihat enggan dengan acara ini. Sepasang cincin itu sudah di depan mata. Ny.Choi mempersembahkannya kepada Minho dan menyuruhnya untuk memasang cincin bermatakan kristal itu ke jari manis Hye Ra. Waktu berjalan dengan lambat,  orang-orang banyak menyoraki mereka agar cincin tunangan itu di pasangkan ke jari Hye Ra.

Apa ini saatnya? Aku tidak tahu..aku tidak mungkin memilih Hye Ra begitu saja..meski sejujurnya hanya Hye Ra lah yeoja yang aku sukai, tapi aku takut ia akan marah dan tidak akan menerimanya. Ottokhae? Batin Minho berkata. Ia kembali menimang-nimang. Minho menatap wajah panik Hye Ra. Meski di keadaan seperti ini, jantungnya tetap berdebar dan wajahnya yang memanas. Apa ini yang namanya cinta ? Minho tak yakin, ia masih ragu..

”Sayang..cepatlah..”suruh Ny.Choi tak sabaran.  Minho menghela nafas dan ditatapnya Hye Ra. “Mianhae..” ucap Minho lirih, lalu ia meraih tangan Hye Ra dan memegang pergelangan tangannya. Minho pun membuka kotak cincin yang bewarna silver itu dan mengambil sebuah cincin di dalamnya.

Minho menggenggam tangan Hye Ra dan menyentuh jemari tangan Hye Ra. Dan dengan perlahan Minho memasukkan cincin itu ke jari manis tangan Hye Ra..

Tepuk tangan terus mengisi acara itu. Kini giliran Hye Ra yang akan memasangkan  cincin tersebut ke jari Minho. Namun tetap saja Hye Ra sangat enggan. Ini semua sangat mendadak! Ia tak bisa sembarangan seperti ini. Hye Ra pun melirik Ny.Choi, wanita paruh baya itu terlihat sangat excited. Dan saat ia melirik Minho, entah kenapa ada kemarahan yang tersirat di benak Hye Ra. Iya. Hye Ra ingin marah, ia marah karna ia diperlakukan seenaknya oleh keluarga Minho. Ia tidak bisa di paksa untuk acara pertunangan dadakan ini. Lagian ia tidak mencintai Minho, yang ia cintai hanya Jinki.

“Aku tidak bisa…”

“mwo?”

“Aku bilang tidak bisa! Aku tidak mau!” seru Hye Ra lantang. Wajah Hye Ra sudah kemerahan karna menahan amarahnya, ingin sekali ia berteriak bahwa tidak mau melakukannya. Dan sedetik kemudian Hye Ra berlari dan turun dari pentas. Lantas para tamu sangat terkejut termasuk Kyuhyun,Jonghyun,Taemin dan Krystal.

”Hye Ra! Hye Ra!” panggil Minho sambil mengejar Hye Ra, begitu juga dengan Kyuhyun , Jonghyun, Taemin dan Krystal mereka juga mengejar Hye Ra. Tapi Hye Ra tak peduli ,ia  berlari lewat pintu depan dan berlari secepat mungkin.

Park Hye Ra . Pov

Minho! Aku membencimu! Aku sangat membencimu!

Aku ingin meneriaki kalimat ini kepada semua orang, agar mereka tahu bahwa Choi Minho ini sudah merencankan rencana aneh ini padaku. Aku jelas menolak! Aku tak akan mau!

“Hye Ra! Hye Ra!” aku mendengar Minho memanggilku dan juga Krystal. Aku tak peduli. Sudah cukup! Aku sudah seperti orang bodoh ! Dan sekarang orang bodoh ini ingin pergi!.

”Hye Ra! Jebal! Kajima!” aku  mempercepat langkah ku saat Minho hampir mendekatiku. Aku berlari di jalan kompleks rumah ini yang entah kemana tujuannya.

”Aaahh”  ah sial!  Highligh ku patah karna tersandung batu. Aku menahan sakit di pergelangan kakiku. Sepertinya kakiku keseleo. ”Hye Ra! Gwenchana?” aku masih mendengar teriakan Minho.  Aku harus bangkit dan melarikan diri darinya. Tapi saat  aku ingin berlari lagi, aku langsung menahan kakiku. Aku terduduk di aspal sambil menahan sakit akibat keseleo tadi.

”Aaah..sakit”

”Hye Ra! Gwenchana? Kakimu kenapa?” entah dari mana Minho sudah berjongkok dan berhadapan padaku.Aku benci melihat wajahnya dan langsung memalingkan wajahku.

”Hye Ra..katakan, apa yang sakit? Kakimu keseleo?” Minho menyentuh kakiku dan membuatku terkejut. ”JANGAN SENTUH AKU!” pekikku histeris.

”Tapi..kakimu keseleo Hye Ra..kamu ha-”

”DIAM! AKU TAK SUKA KAU ADA DISINI!!” teriakku hingga meluapkan amarahku. Aku tidak tahu, kenapa mataku sudah berair dan ingin menangis.

”CHOI MINHO!!! KAU JAHAT!JAHAT! AKU MEMBENCIMU!” aku memukul dada Minho tiba tiba. Tapi Minho tidak merespon ia terdiam, sedangkan aku? Aku malah menangis terisak didepannya. Aku sangat membenci ini!

“Mianhae..aku tahu kau marah…tapi ini tidak keinginanku..”

“Aku tidak peduli itu! Kau jahat! Kenapa kau tiba tiba memaksaku menjadi istrimu? Kau tahu aku lebih menyukai Jinki kan? Tapi kenapa KAU SEJAHAT INI?!!” aku tak bisa menahan tangisku. Ingin sekali aku memukulnya lebih keras dan meluapkan semua amarahku padanya. ” Mianhae..aku tidak memaksamu..aku..aku tahu kau menyukai Jinki..mianhae”

”Tapi kenapa? Kenapa harus aku? Hiks..hiks..”

”uljima , ini salahku..tapi kumohon jangan menangis…” Minho menghapus air mataku. Aku tak bisa menepis tangannya karna aku ingin menangis lebih keras lagi.

”kakimu pasti sakit, biar aku menggendongmu, ne?”

”Tapi sudah kubilang aku tak mau di sentuh!”

”Kakimu tidak bisa berjalan Hye Ra…turuti saja apa kataku” issh!! Kenapa namja ini yang menyebalkan sih? Sudah membuat aku marah, dan sekarang ia malah menyuruhku untuk mengikuti apa maunya. Tetapi sepertinya kakiku sulit untuk berjalan, mau tak mau aku rela di gendong Minho.

”Ciee… sudah baikan nih?” aku mendengar sorakan dari Jonghyun di ujung sana yang membuatku ingin menjait mulut berisiknya itu.

”Ya! Kau mau mati ha?” aku langsung membalas dengan tatapan tajamku. Bukan diam malah ia tertawa. ” sejak kapan kalian main gendong gendongan seperti itu?” Kyuhyun menghampiri kami dan senyam senyum gak jelas. ”Hyung, kaki Hye Ra keseleo karna terjatuh, aku  hanya ingin membantunya” ujar Minho dan berlalu di hadapan Kyuhyun. Aku yang masih digendongnya hanya pura pura tak peduli.

”Kiau kuantarkan kamarku ya? Aku akan mengobatimu disana” aku mengangguk hingga akhirnya Minho mengajakku ke ruang rahasianya dan membawaku masuk ke kamarnya. Aku lihat  pesta tadi sudah di bubarkan. Mungkin itu karna ulahku? Tapi kenapa aku merasa sedikit bersalah?

”berbaringlah, aku akan mengambil obat untuk kakimu” Minho menidurkanku di ranjangnya. ” Ya! Kau meninggalkan aku sendiri disini?” teriakku saat Minho hampir membuka pintu kamarnya kembali. ”Temanku dan Krystal bakal menyusul” dan tepat, setelah pintu kamar terbuka nampaklah sekumpulan manusia itu, tapi yang anehnya kenapa namja bernama Kyuhyun itu juga masuk -_-?

”Aku tidak menyangka kau berbuat senekad tadi. Apa kau tidak tahu banyak wartawan yang memotomu?” semprot Krystal tanpa menanyakan keadaanku dulu. ”aku kan hanya menyelamatkan harga diriku” jawabku seadanya.

”Aku tahu noona pasti sangat terkejut, aku juga tidak menyangka kalian akan dinikahkan, tapi apa kaki noona tidak apa apa?” entah kenapa aku merasa lega saat Taemin begitu perhatiannya padaku. Bukan seperti si Krystal, malah mengomeliku -_-. ”hanya keseleo, jangan khawatirkan aku” aku mencoba tersenyum kepada namja manis itu. Taemin juga tersenyum dan…aigoo..kenapa namja ini sangat lucu? >.<

BRAK!

Tiba tiba pintu kamar kembali terbuka…sontak kami semua mengedarkan padangan ke sosok yang berdiri di balik pintu.

”Hye Ra-ah! Putriku!” aku terkejut! Kenapa? Kenapa eomma dan appa ada disini? Sejak kapan eomma tahu aku berada disini?

”Eomma? Appa? Bagaimana kalian bisa kemari?” tanyaku bingung dan berusaha untuk duduk. ”Aku yang menghubingunya, lagian orangtuamu sangat cemas karna kau belum pulang selarut ini” jawab Kyuhyun langsung. Aku mengerjap lalu menatap kedua orantuaku, aigoo..aku lupa! Aku lupa menghubungi mereka kalau aku akan pulang terlambat.

”eomma dengar kamu bertunangan dengan anak presdir Choi dari HoHyun Comunity, apa itu benar?” aku  mengerjap. Kenapa eomma bisa tahu kabar ini? Apa manusia evil yang bernama Kyuhyun itulah yang memberi tahu eommaku? Kalau begitu setelah ini aku mau mengutuk mulutnya! >.<  .” A-aniyo..aku tidak mau! Mana mau aku ditunangkan dengan tiang listrik berjalan itu !” sergah ku langsung.

”Tiang listrik berjalan??” sahut semua orang serempak. Lho? Kenapa? Ada yang aneh dengan sebutan itu? . ”Choi Minho maksudmu?” tanya Appa, aku mengangguk pelan.

”Ya! Itu kabar yang bagus! Appa dan eomma sangat setuju dengan hubungan kalian! Malah kami ingin kalian menikah secepatnya! Mana Minho itu? Appa ingin bicara langsung dengannya”.

”Eits! Appa! Kenapa Appa menyuruhku menikah?  Aku tidak mau! Aku tidak mau nikah muda! Ditambah suaminya Choi Minho…ah! Shireo!shireo!” aku menarik narik lengan Appa dan memohon. Tampak semua orang memperhatikan ku dengan aneh. Dan saat keributan itu terjadi, Minho kembali muncul dengan tampang bloon karna ia tidak tahu Appa dan Eomma ku ada disini.

”Kau Choi Minho? Kau yang menjadi calon menantuku?” tanya Appa langsung lantas membuat Minho ketakutan

”Ah..ahjussi..sebenarnya..aku..”

” Apa acara tunangannya lancar? Kalian sudah tunangankan?” tanya eomma kemudian. Ini sungguh aneh! Kenapa orang tuaku sangat menginginkan aku menikah dengan Minho? Apa Minho menghipnotis mereka? Ah tidak mungkin!

“Sebenarnya acara tunangan tadi di batalkan…” ucap Minho memelan dan membuat aku menundukkan kepalaku. Eomma menatapku, entah dia marah atau apa.

“Arraseo, tapi setelah ini eomma ingin bertemu dengan Ny.Choi, pertunangan ini tidak boleh di batalkan” kami semua mendongak.

“Eomma!! Shireo!”

“Ini harus Hye Ra – ah..! dan sekarang lebih baik kau menginap di rumah Minho, kakimu juga tidak bisa jalankan? Eomma tidak mau kalau Appa akan patah tulang karna menggendongmu keluar. Sekarang eomma dan appa ingin keluar dan berbicara dengan orang tua Minho, jaga dirimu baik baik , ne?” eomma dan appa berlalu begitu saja dan keluar dari kamar Minho. Aku hanya bengong melihat tingkah aneh kedua orangtuaku itu. Tapi tunggu! Apa eomma menyuruhku untuk menginap disini tadi? Ah! Shireo!!

”Orangtuamu sangat aneh ya? Baru pertama kalinya aku melihat orang tua yang seperti mereka ,ck!”agh! Kenapa namja berlubang hidung besar ini selalu berisik sih?

”Ya! Kau menghina orang tuaku? Lagian aku juga tidak mau menginap disini!” seruku kesal dan berusaha kabur. Tapi… ”Aaaaahhh!”

”Hye Ra! Gwenchana? Kenapa kau memaksa untuk berjalan?” aku hampir terjatuh, aku lupa kalau kakiku masih sakit. Tapi..sepertinya Minho menahanku hingga aku tidak jadi jatuh. ” ehm…adegan drama nih!”

”Ya! Kim Jonghyun kusuruh diam!” aish! Kenapa teman Minho yang satu ini selalu buat ribut sih? Aku tidak yakin Minho bakal betah jika berjam-jam dengannya.

”Seharusnya kau memanggilku oppa! Tidak sopan memanggilku seperti tadi” di saat Minho membantuku untuk kembali duduk, lagi –lagi namja bernama Jonghyun itu membuatku jengkel. ”Shireo! Aku tidak akan memanggilmu oppa!”

”Yasudah! Aku tidak peduli” ujarnya dan aku tidak mau memperdulikan namja itu lagi.

”Ngomong – ngomong, kau serius ingin menghinap disini?” tanya Minho membuatku menatapnya. ” Tidak! Aku akan pulang!” bentakku langsung. ”Tapi orang tuamu sudah pergi duluan Hye Ra, menginap disini saja, lagian aku juga tidak mau repot repot menggeondongmu nanti” ucap Krystal . Benar juga, appa dan eomma pasti sudah pulang, tapi jika aku meminta untuk diantarkan pulang , mereka pasti tidak mau.

”Sudahlah..menginap saja, kau kan tamu istimewa kami” hyung Minho- Kyuhyun menepuk bahuku. Aku jadi sedikit canggung. ” Kalau begitu kami pamit dulu, biar temanmu ini aku yang antar” ucap Jonghyun seraya mengajak Kyuhyun, Taemin dan Krystal. Itu berarti hanya aku berdua di kamar ini dengan Minho? Huaaaa!!!

”Gwenchana jika ingin menginap disini, tapi kau harus obati kakimu dulu,ne?”ujar Minho sembari duduk di pinggir ranjangnya. Ia memijit kakiku pelan dan lama- lama jadi keras hingga aku berteriak histeris

”Aaaaaah!!!!! Sakiiiit! Ya! Lakukan dengan benar!!”

”Tahan saja..kau mau sembuh tidak?” sahut Minho mengeras membuat ku terdiam. Terpaksa aku menahan sakit yang luar biasa ini, tak jarang aku memekik sekeras kerasnya hingga ruangan ini bergema.

“Sudah selesai, besok atau lusa akan sembuh”

“Jinjja? Jika belum sembuh juga kau yang akan bertanggung jawab!” seruku lantang

“kenapa salahkan aku? Salah sendiri siapa yang jatuh!” aku mendengus mendengar ucapan menyebalkan Minho. Ahh..iya bukannya aku harus menginap disini kan? Bagaimana bisa aku  tidur jika masih menggunakan gaun pesta seperti ini?

”Minho-ssi..apa kau punya piyama wanita?” tanyaku mendadak

”aku tidak punya, kalau piyama punyaku pasti ada. Mau coba?” tawar Minho seraya membuka pintu lemari baju nya. “oh! Atau ku pinjam piyama punya eomma saja?” tanya Minho lagi . ” Ah ani! Punyamu saja” ucap ku langsung. Hahh mana mungkin aku memakai pakaian orang tuangya, aku malu sekali.

”Ini, gantilah bajumu!” Minho menyodorkan piyama bewarna pink yang bermotif bentuk hati. Sontak aku menahan tawa karna melihat piyamanya ini. ”ini punyamu kan? Sejak kapan seleramu serendah ini?” aku mencoba menahan kikikkanku yang ingin meledak. ” terserah! Mau pakai atau tidak?” . aku maggut manggut dan mencoba tidak ketawa lagi. Dan tiba tiba aku terdiam… dimana aku harus ganti pakaian?

”Ya!  Kenapa diam saja? Ganti bajumu!”

“Kau menyuruhku ganti pakaian di hadapanmu? Cih! Jangan harap tubuhku ini jadi tontonanmu! Dasar namja mesum!” cerocos ku kesal. Ia hanya nyegir dan meminta maaf, dan akhirnya aku disuruh masuk ke kamar mandinya dan berganti pakaian.Tapi..kakikukan masih belum bisa berjalan. Ah tidak apalah! Aku bisa jalan sendiri.

Aku mencoba berdiri secara perlahan. Sakit sih..Tapi harus kutahan. Saat aku memulai langkah pertama, rasa ngilu di bagian pergelangan kaki ini terasa meredang.

”Aaah! Sakit!” aku berjongkok dan menahan rasa sakit di kakiku.

”Wae? Perlu aku bantu?” tak kusangka Minho sudah mengulurkan tangannya kehadapanku. Aku enggan menyambutnya..Tapi..

”Ayolah! Kakimu sakitkan? Apa perlu ku gendong lagi?”

”Ah! Tidak usah!” boro-boro aku langsung menyambut tangan Minho. Dia memapahku berjalan menuju kamar mandi. Setelah selesai aku keluar dengan berjalan tengkak dan melihat Minho sudah berganti pakaian, sejak kapan? Tapi yang anehnya…..

”Minho-ssi..kenapa piyama kita sama?” tanyaku mencoba mendekat.

”Ah..ini..aku tidak punya piyama selain ini” jawabnya kikuk. Aku mengangkat bahu tidak peduli lalu langsung menghempaskan tubuhku keatas kasur.

”Ya! Dari mana kau berpikir menyuruhku jadi calon istrimu, eoh?” mendadak aku kepikiran mengenai pertunangan mendadak tadi, aku memandang jari manisku yang terpasang cincin bermata kristal ini. Aku tidak sadar jika cincin ini masih ada di jariku. Minho menatapku kemudian, aku menunggu jawabannya penasaran sambil mengadahkan kepalaku.

”Wae? Kau tidak bisa jawab?”

”Ani… hanya saja orang tuaku yang menyuruhku” jawabnya merasa dirinya tak bersalah.  Aku mendengus. Hah..jadi ini suruhan orang tua?  Apa karna keluarganya atau perusahaan Appanya itu? ”mianhae…aku membuatmu sangat terkejut, tapi ini tidak bisa di batalkan, eommaku benar-benar akan menikahkan kita!” Aku mendongak dan langsung menatap Minho. ”Mwo? Menikah?” tanyaku panik. Bukannya pertunangan tadi sudah di batalkan? Kenapa harus dilanjutkan?.

”Waeyo? Kenapa orang tuamu memaksaku? Apa jangan- jangan kau juga menyutujuinya?” tanyaku sinis membuat Minho mengerjap. Aku menatap mata keraguannya, aku bisa mendapatkan jawaban dari sorotan kedua matanya itu.

”Jangan berpikir yang tidak-tidak!” elak Minho bersi keras. Aku menghela nafas kemudian Minho duduk disebelahku.” kau lupa? Besok aku harus ulangan matematika?” tanyaku sambil mengingat tujuan utamaku ke rumah ini. Yap! Hanya belajar! Dan sekarang? Aku tak menyangka waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Benar-benar miris (?) . ” malam – malam begini kau masih ingin belajar?”

”Tentu! Kau guruku! Dan guru akan bertanggung jawab dengan nilai muridnya!”

”Jadi maumu apa?”

”Aku mau kau mengajariku matematika lagi.. jika tidak…” aku meng aba-aba untuk mengancam . ”Ne ne! Sekarang buka buku matematika mu!” ujar Minho pasrah, aku terkekeh dan mengambil buku matematika yang ada didalam tas ku yang letaknya tepat disebelahku. Aku duduk di samping Minho tepatnya di depan meja belajar. Aku tidak tahu…mendadak saja aku ingin belajar. Jelas-jelas aku orang yang pemalas.

“Aku tidak mengerti soal nomor 10 ini! Aku pernah mengali dan menambah ulang, tapi hasilnya juga tidak dapat, ottokhae?” aku menunjuk halaman buku yang membuatku hampir stres. Minho membaca soal nya dan mengangguk kemudian . ” Ya ampun..ini soal hanya butuh logika! Jika kau tidak tahu rumusnya sampai kiamatpun soal ini tidak akan terpecahkan!”

”Ya! Kau mau menghina atau membantuku belajar sih?” seruku kesal.

“Ne..begini..cari nilai X dulu lalu gunakan rumus ini dan kemudian bagi dengan nilai X tadi dan bla bla bla” Oke! Ini sangat sulit! Aku hanya melihat halaman buku itu dengan suntuk . Percuma saja jika aku manggut manggut gak jelas, toh aku gak bakal mengerti. Tapi aku harus berusaha! Ini demi ulangan matematika! Hye Ra FIGHTING!

1 jam kemudian.

”Jika kita sudah mendapatkan hasil dari rumus phytagoras, nilai X ini harus di kuadratkan dan mengalinya dengan ha….. YA! PARK HYE RA!”

”aaaa!! Ne? Sudah pagi?” Omo! Aku tertidur di saat Minho menerangkan salah satu soal. Jelas sih! Namja itu menerangkan terlalu ribet! Otakku kan simpel! Mana bisa dimasukin dengan hal yang ribet kayak gitu (?)  . ”Kau mengantuk?” Minho meletakkan pulpennya, ia melipat tangannya diatas meja, dan memperhatikan raut mukaku yang acak acakan. ”hoaamm…ne..” jawabku sambil menguap. Tapi yang kulihat Minho hanya tersenyum…hmm manis sekali. Eh apa yang kupikirkan?

”Mau tidur?” tanyanya tak menghilangkan senyumnya yang menurutku…senyumanya begitu mempesona? ” tapi…ini belum selesai” aku kembali menatap soal soal matematika tadi. ” jangan di paksakan, yang penting kau sudah belajarkan?” aku mengangguk, kemudian menyimpan bukuku. Tapi..jika mau tidur..aku harus tidur di mana?

”Aku akan tidur di kamar sebelah, tidurlah di kasurku ” tanpa meminta Minho sudah menawarkannya. Aku pun langsung berbaring di atas kasurnya. ”pakai selimut, ne?” aku mengerjap saat Minho menyelimuti tubuhku dengan selimut. Kenapa ia jadi perhatian seperti ini?

”Selamat malam, besok bangun pagi ya?” Minho mematikan lampu kamar dan kemudian menutup pintu. Barusan aku mengusap dadaku. Deg! Deg! Omo! Kenapa aku ini?Aku kembali deg degan disaat Minho mendadak perhatian seperti tadi. Dan sekarang? Ini pertama kalinya aku tidur seatap dengan Minho! Ini sangat ajaib! Di awal pertemuan kami yang bermulai dari teman sebangku, aku merasa seperti lebih dekat dengan Minho, malah orang tua kami menyuruh kami untuk menikah. Aneh bukan?

Drrt drrt!

Aku meraih ponsel yang baru berdering di kantung piyamaku. Tengah malam gini siapa yang SMS sih?

Nona bawel! Cepat tidur! Jangan banyak berhayal tentangku lagi!

 

Selamat malam

Minho

 

”Hahaha! sejak kapan dia tahu aku memikirkannya?” aku tertawa seketika. Dasar Choi Minho! Jarak kami hanya bersebelahan tapi dia mau membuang waktunya untuk mengirim SMS untukku? Hahaha lucu sekali. Tapi ngomong-ngomong, baru kali ini Minho bersikap lebih perhatian padaku . Aku suka..

T.B.C

Iklan

3 thoughts on “Secretly Love – Part 6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s