Secretly Love – Part 8

Secretly Love

secretly love

secretly love part 8

Title :   Secretly Love – Part 8

Author  :  Shin Fujita

Main cast : Choi Minho and Park Hye Ra

Support cast : Lee Jinki, Lee Taemin, Kim Jonghyun, Krystal Jung

Genre : Romance and Friendship

Rating : PG 13? ( maybe XD)

A/N : – –

> ini dia lanjutannya ^^. Happy reading 😀

“Aku…Aku juga menyukaimu..”

“Mwo?” Minho membelalakkan kedua matanya. Pernyataan ini membuatnya sangat shock. Matanya tak lepas dari seorang gadis itu, gadis yang beratatapan dengan namja yang sedang berlutut pada gadis itu.

”Aku…Juga sudah lama menyukaimu, saat pertama kali kita bertemu” gadis itu melengkungkan ujung bibirnya. Ia tersenyum. Namun senyum itu sangat dibenci Minho. Minho menolehkan kepalanya kearah lain, begitu sakit melihat gadis itu. Nafasnya tiba-tiba sesak ingin meledak , jantungnya juga berdetak kencang ingin keluar. Amarahnya sudah cukup terkumpul untuk melihat pemandangan ini.

”Tapi….untuk jadi yeoja chingumu….” gadis itu mendesah dan tidak berani menatap namja yang dulu pernah ia sukai itu. Semburat wajah bahagia namja itu seketika hilang.

”aku…aku..”

”tidak ada gunanya melihat ini!” Didetik itu juga, Minho langsung beranjak dan pergi meninggalkan Taemin dan Jonghyun dari tempat persembunyian. ”Ya!Ya! Mau kemana? Belum tentu Hye Ra akan menerimanya!” sergah Jonghyun langsung dan menahan tangan Minho. ”Dia bilang ’dia menyukainya’, apa itu tidak cukup?” kesal Minho menepis tangan Jonghyun .

”Hyung..aku mengerti, tapi bisakah hyung melihatnya lagi agar tidak terjadi kesalah pahaman?” sahut Taemin yang juga menahan tangan Minho, membuat mata Minho menyoroti sepasang manusia itu, tepatnya pada Hye Ra. ” Ia hanya menyukai Jinki!” ucap Minho lirih. Dan tidak lama sudah itu Minho berbalik dan meninggalkan teman-temannya.

”Mianhae..aku tidak bisa kalau menjadi yeoja chingu mu. Aku hanya menyukaimu sebagai teman” Hye Ra melanjutkan kalimatnya tadi. Sontak mata sipit Jinki membulat. Ia mendongak dan mencoba berdiri.

“Apa…bukan aku yang kau sukai itu?” tanya Jinki lirih. Bibir merah mudanya bergetar begitu juga dengan kedua tangannya, membuat buclet bunga mawar itu ikut bergetar.

”Ani…sekarang aku bingung siapa yang kusuka, aku mengaku aku juga menyukaimu. Tapi entah sampai kapan itu. Dan setelah kurenungkan, rasa sukaku tidak bisa dibawa ke hubungan khusus seperti berpacaran. Aku tidak bisa, aku tidak bisa melakukan itu jika bersamamu. Mianhae..jeongmal Mianhae Jinki-ssi” Hye Ra menenggelamkan kepalanya dalam. Tidak berani menatap wajah Jinki

”Mianhae.. mianhae…” tubuh Hye Ra bergetar. Ia ingin menangis, tapi ia ingin menahannya. ”Gwenchana..aku tidak memaksamu…” Jinki mengelus punggung Hye Ra, lantas Hye Ra tertunduk di dada Jinki dan akhinrya Hye Ra menangis. Jinki pun memeluknya penuh kasih, mencoba menenangkan Hye Ra di dalam dekapannya ”Uljima…kau tidak perlu minta maaf. Nan gwenchana. Aku tidak memaksamu, terserah kau ingin mejadikanku apa, yang penting kita tetap bersama, ne?” Jinki mengeratkan pelukannya, setelah itu ia melepaskan Hye Ra.  Ia menatap Hye Ra lembut dan tersenyum kemudian.

”Ya! Kau terlihat jelek ketika menangis! Hapus air mata mu!” seru Jinki mencoba mengganti suasana ke yang lebih santai. Jinki terkekeh pelan, untuk menutupi rasa sakitnya. Sangat sakit memang, mengetahui bahwa orang yang ia sukai tidak menyukainya. Ia seperti sampah busuk yang layak untuk di buang, tapi sayangnya perasaannya akan sulit untuk di buang.

”Jinki-ssi!” panggil Hye Ra ketika ia merasa cukup tenang. Ia mendongak dan menatap kedua mata Jinki.

”Ya! Jangan panggil aku dengan embel itu lagi!” sergahnya seraya tertawa, tawa yang sangat menyedihkan.”Jadi kau mau aku panggil apa?”

”oppa! Jinki oppa! Ne?” Jinki kembali tersenyum, senyum yang dipaksakan.

”Oppa? Umur kita kan sama..kenapa harus memanggil oppa?”

”Wae? Kau tidak mau?”

”Hmm…ne! Aku mau! Oppa!” Hye Ra tersenyum. Setidaknya bukan senyuman yang dipaksakan. ”Hmmm…Kalau begitu, kau tidak sedih lagi kan? Jangan menangis seperti tadi, ne?”

”Siapa yang sedih? Hanya saja aku…aku takut Jinki..eh! Oppa yang bersedih”

”Aku bersedih? Itu pasti! Tapi sekarang tidak!” ucapan Jinki tadi lantas membuat Hye Ra menoleh kearahnya. Ia mengerjap.

”Wae?”

”Karna aku sudah melihatmu tersenyum, sebuah senyuman darimu sudah membuatku melupakan semuanya”

”Jinjja? Hmm..apakah karna sekarang aku panggil kau oppa juga membuatmu tidak bersedih?”

”Ne.itu dapat mengurangi rasa sedih itu” ucap Jinki lirih dan menerawang menatap langit biru. Sepasang burung yang beterbangan di atas langit, kupu-kupu yang hinggap di puncuk bunga dan aroma segar penuh tanaman, membuat Jinki terdiam sambil menikmati suasana ini.

”Hye Ra-ah..mulai dari sekarang anggap aku menyukaimu sebagai teman. Aku tidak mau membebanimu dengan perasaanku. Setidaknya itu membuatmu tidak terbebani kan?” beberapa menit terdiam, membuat Jinki berpikir dan membuat keputusan. Mungkin untuk menghilangkan rasa sukanya itu sangat sulit, tapi untuk tetap jadi temannya…itu lebih baik kan?.

”Kenapa begitu? Apa oppa membenciku?”

”Aniyo! Aku tidak akan pernah membencimu..hanya saja aku tidak ingin melihatmu bersedih karnaku. Aku merasa bersalah karna kau menangis tadi, aku merasa menjadi namja yang jahat. Jadi..carilah namja yang lebih baik dari padaku, yang benar-benar mencintaimu” sahut Jinki seraya menatap Hye Ra yang hanya termangu melihatnya.

”Ya! Bukankah aku yang harus mengatakan itu?!” kilah Hye Ra langsung namun dibalas sebuah senyuman oleh Jinki. ”Tidak usah. Yang penting kau dulu, carilah namja yang benar-benar mencintaimu. Dan aku usulkan, lebih baik sangat dicintai dari pada sangat mencintai. Mengerti kan?”

”Ne! Arrayo”

Dan hari itu berakhir dengan damai antara Hye Ra dan Jinki. Mereka mencoba mengubur perasaannya dari detik ini. Hye Ra sekarang mengerti, ia hanya sekedar suka, tidak lebih dari itu. Dan mendadak saja ia ingin menjalakan missi dalam kehidupannya, mungkin menurut orang lain ini sangat enteng malah banyak orang yang meremehkan. Namun baginya ini adalah missi terberatnya dan missi yang ingin ia jalankan saat ini adalah  : ’ingin mencintai dan dicintai oleh seseorang’

 Park HyeRa . POV

”Ingin mencintai dan dicintai oleh seseorang….Ya! Krystal-ah! Apa artinya itu?” Aku merebahkan tubuhku ke kasur  menatap langit-langit seraya memikirkan pertanyaan tadi.

”Ya! Tumben sekali kau menanyakan pertanyaan itu? Ada masalah?” Krystal mendongakkan kepalanya yang sedari tadi terkutuk dengan majalah fashion yang kupinjamkan . Aku terdiam sebentar dan ingin mengatakan sebuah pengakuan,”Hmm aku rasa..iya…kau tahu..Jinki mengatakan kalau ia menyukaiku”

”Mwo? Lalu apa yang kau jawab? Kau mengatakan juga menyukainya?Ya! Bagaimana dengan  Minho?  Ia sudah menunggumu di pelaminan!” seru Krystal keras hingga gendang telingaku mau pecah. Aish! Ini orang memang berlebihan! Dan apa itu? Minho menunggu ku di pelaminan? Cuih! Enak saja! Apa sangkut pautnya dengan Minho sih?. ”Ya! Pelaminan apa maksudmu,eoh? Haah…aku menolaknya..aku bilang aku menyukainya..tapi hanya sekedar teman”

”MWO?WOW DAEBAK!!”

”Ya! Kau senang,eoh? Kau tidak tahu sahabatmu sendiri galau gara- gara masalah ini?”

”Hye Ra-ah..menurutku kau sudah menyelesaikan masalah. Sudah seharusnya kau melepaskan Jinki. Kan sudah kubilang kau itu hanya suka tidak lebih dari itu” aku tertegun dan manggut-manggut sendiri. “Aku tahu..dan aku sudah mengerti. Tapi yang buat ku bingung, apa maksud dari : ‘ingin mencintai dan dicintai oleh seseorang? Kau tahu..aku belum pernah jatuh cinta jadi….”

“Ne! Aku tahu..lalu sekarang masalahnya kau ingin mencintai seseorang tapi kau tidak tahu seseorang itu siapa. Benarkan?”  aku kembali tertegun. Apa itu maksud dari ucapanku tadi? Apa aku benar- benar ingin mencintai seseorang?.” Hmmm… aku meragukannya. Sebenarnya Jinki pernah berpesan ’ lebih baik sangat dicintai dari pada sangat mencintai’nah itu yang membuatku bingung” aku bangkit dan duduk disamping Krystal . Sama sepertiku, Krystal sedang berpikir keras. Hingga kami terdiam cukup lama. Yaahh setidaknya aku harus membahas ini dengan lubuk hatiku sendiri. Bicara tentang hatiku sendiri membuatku pusing!

”Hye Ra-ah!” tiba tiba keheningan diantara kami lenyap saat eomma masuk dalam kamarku. ”Ne! Wae?”

”Temani eomma ke sesuatu tempat! Jangan lupa ganti pakaianmu dan berpenampilan cantik!” seru eomma sembari mengotak atik isi lemariku. ”Ini! Pakai baju ini ya nak? Aah anak eomma memang paling cantik!” eomma mencubit pipiku. Lantas Krystal terkikik menahan tawanya. Sedangkan aku?Aku hanya bingung..kenapa eomma jadi begitu baik?

”Kita mau kemana eomma?” tanya ku

”Rahasia! Palli! Ganti baju! Eomma dan Appa menunggumu di bawah!” eomma menutup pintu kamarku, dan sejenak suasana hening.

”Hahahaha! Eommamu kenapa,eoh? Suruh berpenampilan cantik? Eyy…pasti ada sesuatu nih..”

”Seseuatu apa?”

”Oh ani! Ya! Gantilah bajumu! Aku mau pulan dulu! Annyeong!” Krystal tersenyum menggodaku. Aku menyeringit, merasa aneh dengan eomma dan Krystal ini tentunya. Emangnya ada acara apaan sih?  Hingga aku harus berpenampilan berbeda? Kondangan saudara kah? Ah masa bodoh! Yang penting aku ganti pakaian dulu.

”Ya…eomma!! Kita mau kemana? Jangan buat aku mati penasaran!” aku memukul jok kursi tempat eomma duduk. Sekarang aku , eomma, appa berada di dalam mobil . Sebelumnya aku di paksa untuk dandan dulu oleh eomma. Aneh! Biasanya eomma tidak memperbolehkan ku untuk dandan.

”Sebentar lagi….aaah!!  Ini dia! Kita sampai!” appa memakirkan mobil kami tepat didepan pagar rumah yang menjulang tinggi. Dan saat aku perhatikan seluk beluk luar rumah ini..aku langsung tercengang tak percaya.” I-ini rumah Minho? Ya! Eomaaa~ kenapa kita ke rumahnya?” aku memberontak. Terkejut! Pastinya! Lagian untuk apa aku ke rumah ini? Kontrak privatku kan sudah berakhir hari ini. Atau jangan – jangan…

”Ya! Kenapa bengong? Ayo masuk!” tiba-tiba saja eomma menyerat tanganku. Beliau kelihatan sangat bahagia. Sedangkan aku? Entah…meskipun aku sudah di depan pintu rumah Minho, pikiranku tiba-tiba kacau.

Teng! Tong!

”Oh! Tuan dan Ny Park? Kalian sudah datang? Omo! Hye Ra juga! Ayo  masuk!” setelah menekan tombol bel, kami langsung disambut dengan ramah oleh eomma Minho, Nyonya Choi. Seingatku Ny Choi yang membuatku memakai cincin pertunangan  yang masih kupakai ini, dan mengusulkan pernikahan konyol ini. Ck!.

”Silahkan duduk~ ” Nyonya Choi mempersilahkan kami duduk. Aku menyunggingkan senyuman pada wanita paruh baya itu dan menyapanya. ”Hye Ra-ssi~ tidak nyamankan jika kamu bergabung dengan kami? Lebih baik kamu kunjungi Minho, kebetulan Minho sedang di dalam kamarnya! Kajja!” sontak aku melotot! Hyaa! Ke kamarnya Minho? Bertemu Minho? Aaargh! Sepertinya aku tidak sanggup! Aku masih bertengkar dengannya, masa aku suruh ketemu dengannya? Uaaa shireo.

”Ayo saya antarkan” tanpa izinku Ny Choi sudah menarik tanganku dan mengiringiku ke kamar Minho. Aku ingin menolak! Sangat ingin! Tapi aku tidak sanggup jika membentak dengan orang yang lebih tua. Mau tak mau aku ikuti saja.

”Minho-ah! Kita kedatangan tamu!” Nyonya Choi membuka pintu Minho. Aku hanya menundukkan kepalaku. Haahh kenapa aku tidak sanggup melihatnya? Ada apa denganku? Aku menjadi lebih gugup dari biasanya. “Ne~ siapa eom-“

Tatapan mata kami bertemu. Minho membalikkan badannya yang sejak tadi membaca buku di meja belajarnya. Ia menatapku sedikit terkejut dan sedetik kemudian ekspresi wajahnya berubah datar. Ia memalingkan wajahnya dan bahkan berjalan masuk kedalam kamar mandinya.

Aku merasa tidak dihargai..begitu mirisnya diriku T.T. Capek-capek datang kemari, tetapi namja itu cuek dan tidak menganggapku.

“ehmm…gwenchana Hye Ra-ssi, mungkin dia kelelahan..hmm tapi lebih baik kamu masuk saja ne?” Ny Choi mendorong tubuhku hingga masuk kedalam kamar Minho. Kaki ku sempat memberontak tidak mau..tapi…ada sesuatu yang membuatku ingin bertahan disini. Dan akhirnya aku duduk di kursi tempat belajar Minho, tempat dimana Minho berbagi ilmu padaku.

Di ruang ini tidak ada orang selain aku, dan Minho yang sedang di kamar mandi. Entah sedang apa dia…tapi suara air pun tak terdengar dari kamar mandi sana. Apa dia baik baik saja? Ah sudahlah! Jangan di pikirkan! Tapi jika duduk bengong kayak gini emang membosankan. Karna tidak ada kerjaan, aku memainkan jariku diatas meja, dan saat aku menatap jari manisku, aku kembali melihat cincin bermata kristal itu yang masih terpasang di jari manisku. Kenapa aku belum melepaskannya? Terasa berat jika aku melepaskan barang ini..entah karna cincin ini terlalu mahal atau apalah itu.

Dan setelah 15 menit menunggu, Minho tidak kunjung keluar dari kamar mandi. Cukup aneh! Tapi ku buang rasa bosanku dengan mengelilingi kamar luas ini. Dan saat aku didepan pintu lemari pakaian. Aku melihat gaun pink soft yang tergantung di pintu lemari itu. Aku mengambil gaun itu..iya..itu gaun yang dihadiahkan Minho untukku tepatnya saat pesta itu. Aku hampir lupa, jika aku kelupaan mengambil gaun itu.

”Ambil saja jika kau mau” Deg! Cepat- cepat aku memutar tubuhku.

”Minho?”,aku menatapnya dengan kedua mataku yang hampir melotot. ”jangan menatapku seperti itu! kubilang ambilah gaun itu” aku mengangguk , kemudian Minho mendahuluiku, ia berjalan menuju meja belajarnya kemudian membaca sebuah komik.

”Mau apa kau kemari?”

”Uhuk! Uhuk!” ya! Hye Ra! Kenapa pake acara kesedak segala? Sungguh saking canggungnya tenggorokanku sulit untuk berbicara. ”aku tidak menyuruhmu batuk! Ya! Kenapa kau kemari?”

”Appa dan eomma yang menyuruhku…” aku memelankan suaraku, seperti orang yang benar-benar bersalah.  Hhuft apakah Minho masih marah padaku? Atau ia mulai membenciku. Ah! Shireo! . ”Hmmm.. Minho-ssi, tadi aku sudah mengambil hasil remedi metematika. Dan akhirnya aku berhasil! Nilai matematikaku tuntas!” ucapku bersemangat agar melenyapkan suasana beku ini. Tapi yang kudapatkan Minho hanya terdiam. ”chukkae” ucapnya kemudian. Entah kenapa sebuah kata ini membuatku kembali senang. Saking senangnya aku berlari dan memeluknya dari belakang.

”Ini berkatmu~ Gomawo!Gomawo!Gomawo!” aku memeluknya penuh senang, jingkrak- jingkrak dan berteriak se senang mungkin. Tapi setelah  itu aku sadar..aku sudah berlebihan. Dan tunggu! BARUSAN AKU MEMELUK CHOI MINHO?

”AAAAH!!! Mian!Mianhae! Tidak seharusnya aku melakukan itu” secepat kilat aku melepaskan kedua tanganku yang bergalut di balik tubuh Minho tadi. Seperti sihir, semuanya membisu. Aku terdiam menahan maluku. Dan Minho yang masih duduk tidak bergerak. ” memalukan!” aku mendongak. Apa Minho yang bicara barusan?

”Kau..masih berani menyentuh ku setelah membuat seseorang tersakiti?” Minho berdiri kemudian membalikkan badannya. Ia menatapku sangat tajam hingga aku ketakutan. ”M-mwo? A-apa maksudnya?”

”Kau masih pura-pura bingung? Dan sekarang apa yang kau lakukan disini? Masih berani kau ke rumahku,eoh? APA TIDAK CUKUP MEMBUAT AKU MARAH!!?”  seru Minho sangat keras hingga ruangan ini menggema. Sontak aku jadi ketakutan .Aku mengambil langkah mundur di saat Minho mulai mendekatiku. Wajahnya merah penuh amarah. Apa ia sangat marah padaku? Tatapannya sangat tajam hingga aku tidak berani menatapnya. Kini hanya ketakutan menyelimutiku. Apa aku sudah melakukan dosa terbesar padanya hingga ia semarah itu?

”Ya! Bisakah kau menjauh? Aku tahu kau marah! Tapi kenapa berlebihan seperti ini?” tanyaku memberanikan diri. ” Bagus kau tahu aku marah! Kau masih ingatkan Park Hye Ra…jika aku benar- benar marah…” aku kembali mengambil langkah mundur. Hingga punggungku tertempel  di dinding. Dan sekarang aku terkunci tidak bisa keluar. Minho menahan tangannya ke dinding membuat kami saling bertatapan.

”Sekarang kau pasti sangat senang….Menyukai seseorang dan rupanya seseorang itu juga menyukaimu.” aku makin heran. Apa maksudnya? Dan tadi ia bilang ada seseorang yang tersakiti, maksudnya yang sebenarnya apa?.”Apa maksudmu? Siapa yang dimaksud?”

”Itu tidak penting! Aku sudah melihat dan mendengarnya. Kau dan namja itu!”Minho menahan kedua bahuku dan makin menempelkan punggungku ke dinding. Tubuhku terasa tegang. Aku mengerti apa maksudnya..Jadi..Minho sudah..? .”Kau? Kau tahu..Jinki juga menyukaiku?” tanyaku terbelalak. Aku rasa hanya aku dan  Jinki yang tahu. Tapi kenapa Minho bisa mengetahui hal itu?. Dan yang tersakiti maksudnya itu adalah….dia sendiri?

”Dan kau juga menyukainyakan?” tanyanya dengan raut wajah yang berbeda.”Ne” jawabku singkat, membuat Minho menekurkan kepalanya.

”Tapi! Aku menyukainya hanya sebagai teman! Tidak lebih dari itu! Kami tidak pacaran! Aku! Aku…sudah melupakan peraaanku padanya!” entah kenapa mulutku berbicara seperti ini. Ini terlontarkan begitu saja.

”Aku tidak menyukai siapapun!Kau puas? Choi Minho?” lanjutku. Minho mengangkat kepalanya. Mata kami kembali bertemu. Pegangan tangannya mulai merenggang di bahuku. “Kau..pasti marah hanya karna hal konyol itu kan?Ck!”

”Makanya kalau mengintip orang itu harus tuntas-tuntas! Jangan kabur begitu sa-”

”Gomawo!”  DEG! Aku terdiam karna tubuhku langsung diseret kedekapannya. Aku tidak sedang bermimpikan? Minho memelukku!.

”Ya!Ya! Lepaskan!”

”Mianhae..aku salah paham padamu..mianhae..” Minho menguatkan pelukannya. Aku tak bisa bergerak. Yang kulakukan hanya mematung tidak percaya.

”Mianhae~ ” bisiknya ketelingaku. Aku merinding! Suara beratnya sukses membuat bulu kudukku berdiri. Didetik itu, Minho melepaskan pelukannya. Dan setelah itu ia mencengkram kedua bahuku. ”Ya! Mau apa?” tanyaku curiga. Ia tersenyum , kemudian ia menghempaskan  tubuhku ke ranjangnya.

Oh! Shireo! Jangan katakan jika ia melakukan hal yang gila! >.<

“Ya! Kenapa kau menghempaskan aku ,eoh? Kau anggap aku benda?!”

”Kau bilang minta maaf! Kenapa memperlakukan aku begini! Hey! ” berontakku. Tapi itu tidak mempengaruhinya. ”menurutmu?” ia ikut menjatuhkan tubuhnya tepat menidih tubuhku. Aku ingin memberontak tapi tanganku langsung di tahannya. ”Ya! Kau tidak lagi marah kan? Jangan bilang kau melakukan hal terlarang itu! Andwe! Andwe!A-ppp”

CUP!

MINHOOO!!!! Kau akan kubunuh! Sial! Sial! Ia menciumku lagi. “hmmmpsss! Mmmmin….hhooo!” aku ingin berteriak! Tapi tidak bisa! Semakin aku memberontak, bibirnya yang sialan itu semakin liar. Aku berusaha melepaskan salah satu tanganku dan memukul dadanya. Dia terlalu kuat, sungguh aku tidak bisa menghentikannya!Bibirnya itu kini menyulusuri tiap senti bibirku. “Hmmmph….” aku kembali mendesah. Tapi sialnya ketika aku mendesah ia semakin semangat untuk melakukan hal yang menjijikkan itu. Bibirku kembali dilumatnya seperti ingin memakanku, dan yang parahnya ia terus menggigit bibirku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, membalaspun tidak. Tapi ini sungguh sudah keteraluan!!!!

Cukup!

Brugh!

Aku menyipak bagian kelemahannya itu dengan kakiku hingga ia merintih kesakitan dan akhirnya aku terlepaskan. Aku masih terbaring lemas di ranjang Minho. Sangat sesak! Aku tak bisa bernafas karna ulah gila Minho sialan itu.

“Haahh…sakit Hye Ra! Kau tidak tahu bagian ini sakit jika ditendang?”

“Aku tidak peduli!!” seruku dengan nafas yang tersengal sengal, begitu juga dengan Minho ia merasa kesakitan akibat ulahku tadi. Hhahaha rasakan itu!.

“HYAAA! Beraninya kau menciumku lagi, eoh? Kau pikir bibirku ini mainan untukmu? Kau lupa Choi Minho untuk tidak menciumku lagi?Tapi kenapa kau melakukannya lagi BABOOOO!!!”murka ku sambil mengacak acak seprai kasurnya. Melemparkan guling ke sudut ruangan dan melemparkan bantal tepat ke wajah Minho yang mesum itu!

”Ya! Jangan teriak-teriak! Kau mau jika orang tua kita akan mendengarnya?”

”AKU TIDAK PEDULI.BABO!!” aku berdiri dan menjambak rambutnya.”AAA!! SAKIT!” teriaknya dan berusaha menahan tanganku. Aku makin bersemangat untuk mengangkat semua rambutnya. Menariknya, mengacaknya , dan mengguncangkan kepalanya. ”Mati saja kau! Mati! Mati!!!”

”YA! NEO MICHEOSO??!!”

”KAU YANG GILA! MINHO BABO!” kami saling menjambak hingga terguling guling di lantai. BUGH! Aku memukul kepalanya dan Minho makin menjambakku keras. ”YA! KAU INI MONSTER?HENTIKAN!!”aku tidak peduli! Dibilang monster atau apa yang penting aku ingin sekali membunuh namja gila ini. ”Ya! Kau yang monster! Mati saja kau! Matiiii!!!!!!!”

”Hyaaa!!! Keumanhae!!!” aktifitas kami terhenti seketika. Posisiku yang menduduki punggung Minho tadi langsung menghindar dari tubuhnya. Mata kami sama- sama membelalak. Omo!! Eomma sudah melihatku!! >,<

”Apa yang kalian lakukan bedua? Kalian bertengkar?”

”ANI!” aku menoleh, aku dan Minho menjawab dengan serentak.

”Lihat wajah kalian! Issshh berantakan!” seru eomma menatap kami nanar.

”Dia! Dia yang duluan eomma! Dia licik! Aaargh! Dia namja gilaaaa!!” perkik ku histeris dan mengacak rambutku frustasi. “Kau  yang licik! Main kekerasan di rumah orang!”

“ Hentikan! Cukup! Kalian membuat kami marah!” seru Ny Choi kemudian hingga kami berdua tertunduk malu. ”Kalian seperti anak-anak saja! Lihat yang kalian lakukan! Kamar ini seperti kapal pecah! Jika kalain bertengkar terus bagaimana kalian akan tinggal bersama?”

”Aku tidak mau tinggal bersamanya!” jawab kami kembali serentak. Kami saling tukar pandangan dan sedetik kemudian memalingkan wajah kami angkuh. ”Anak-anak memang susah di atur! Cepat rapikan penampilan kalian dan kamar ini! Kita akan pergi ke suatu tempat!” ajak eomma membuat aku menatap eomma penasaran. ”Kemana?”.

”Rahasia..Ya! Palli!!”

”Ne!!!”

Choi Minho.Pov

 

Gara-gara Hye Ra gila itu aku harus membersihkan kamar yang sempat jadi kapal pecah ini. Kasur berantakkan, bantal guling bertebaran di mana-mana, kursi dan meja sudah terbalik dan penampilanku seperti seorang pemulung. Yang anehnya karna aku menciumnya ia jadi gila seperti ini. Kan hanya ciuman, apa masalahnya? Lagian aku akan jadi suaminya kan?

”Ya! Apa yang kau tunggu! Bersihkan tempat ini!” suruhku dan Hye Ra mencibir jengkel. ”Shireo! Yang salahkan kau  sendiri! Dasar namja mesum!” aku menghela nafas pasrah. Apa pun yang dikatakannya aku harus bersabar dulu. ”Aku mau ke kamar mandi! Mau mencuci bibirku!”

BLAM! Pintu kamar mandi terhempas keras. Hey! Enak saja dia melempar pintu orang! Dia pikir ini punya nenek moyangnya,eoh!

”Ya! Kau kira pintuku mainanmu,eoh? Awas kalau kamar mandiku sempat kau hancurkan!” aku membuka pintu kamar mandi. Dan berdiri di samping Hye Ra yan sedang mencuci bibirnya. Sejijik itu kah hingga ia mencuci bibirnya? ”Lebay! Untuk apa dicuci sih?”.

”Diam kau! Jangan banyak omong! Kau punya sikat gigi baru?”

”Itu! Sikat gigi itu masih baru, pakailah!” Hye Ra langsung mengambilnya dan  menyikat giginya kasar. Aku hanya terheran, aku yang menciumnya saja tidak mau mencuci mulutku. ”Sekali lagi kau melakukan itu! Aku akan menjambak rambutmu hingga botak!” ancamnya sambil menyikat giginya. Aku terkekeh, tidak mempedulikan perkataannya.  Entah kenapa aku begitu senang. Mengetahui kalau Hye Ra tidak berpacaran dengan Jinki.

Dan entah mendapat rangsangan dari mana, aku memeluk tubuhnya dari belakang dan meletakkan kepalaku diatas bahunya ” Kenapa kau begitu benci jika aku menciumu?” tanyaku seraya merasakan aroma tubuh Hye Ra. Hye Ra berhenti menyikat giginya. ”YA! KAU MAU MATI,EOH!!!??LEPASKAN!”

”Shireo..”

”Minho.. Ini di kamar mandi! Jangan bertingkah mesum lagi padaku!”

”Apa masalahnya jika di kamar mandi?”

”Aaaaa!!” mendengar Hye Ra yang mulai menggila lagi, aku langsung melepaskannya. Lalu ia membalikkan tubuhnya, menatapku dengan wajahnya yang sudah memerah.

”issh!Dasar!” Plaak!

”Aaa! Sakit!” aku mengelus kepalaku karna di pukul oleh sikat gigi Hye Ra. Sungguh ini sangat sakit.

”Kau mau mati ditanganku? Coba saja kau melakukannya lagi akan kupukul kau sekali lagi!” teriaknya keras

”Dan jika kau memukulku lagi, aku akan menciummu sepuluh kali!” ancamku dan membuatnya mengalah.

”Aaa! Ya michoseo!”

”Hahaha! Rupanya ciuman adalah kelemahanmu ya?”

”Ya! Bukan itu! Tapi…”

”Tapi apa? Kau takut jika aku menciummu kan? Bagaimana kita lakukan lagi?” godaku dan mengunci tubuhnya di dinding. Wajahnya pucat dan tubuhnya bergetar. Sepertinya enak dibawa bermain.

”Kau mau kita melakukannya disini..atau di ranjang saja?” aku menggodanya dan menyentuh dagunya. Aku merasa di luar kendali, aku merasa aku sudah memilikinya hingga aku bertingkah seperti ini. Yang ku tahu aku adalah namja kaku, dan sekarang hanya karena Hye Ra aku bisa se liar ini?

”Ya!!! SHIREO!!!!”

”Palli! Aku akan membawamu!” tanpa seizinnya aku langsung menggendongnya dan membawanya ke kamar. ”HYAA!!! TURUNKAN AKU!!” .

”shireo! Kau pikir aku akan melakukan itu lagi? Ya! Jangan berpikir yang tidak tidak!” aku masih menggendongnya malah melewati ranjangku. Aku membuka pintu kamar dan membawanya keluar. ”Aku bisa jalan sendiri! Turunkan! Kau membawaku ke mana?”. aku pun menurunkannya tepat di depan tangga yang mengantarkan kami ke ruang tengah.

”Orang tua kita sudah menunggu, kajja! Kita pergi!” aku menggandengnya menuruni tangga. Kali ini tidak ada pemberontakkan. Ia hanya diam menurut. Dan seketika jantungku berdebar. Sekarang aku benar-benar merasakannya. Aku menyukainya. Aku menyukai Hye Ra. Aku menyukainya hingga aku sudah cemburu berat karnanya. Meskipun begitu, aku tidak akan mengatakan jika aku menyukainya. Tidak akan! Terlebih aku harus merahasiakan semuanya pada Hye Ra. Perasaanku dan yang lainnya. Tapi ada satu hal penting yang sangat enggan ku beritahu padanya. Mungkin…jika Tuhan mengizinkan, aku akan mengatakan rahasia ini ketika Hye Ra sudah menjadi istriku dan kami sudah mempunyai anak. Aku tidak mau jika ia mengetahuinya sekarang, itu akan membuatnya membenciku dan menjauhiku…

T.B.C

Iklan

One thought on “Secretly Love – Part 8

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s