Secretly Love – Part 11

Secrelty Love [ chapter 11]

secretly love

secretly love part 11

Title : Secretly Love – Part 11

Author :   Shin Fujita

Main Cast  : Choi Minho [ SHINee ] , and Park Hye Ra (OC)

Support Cast :  Cho Kyuhyun [ Super Junior ], Kim Jonghyun [ SHINee], Lee Taemin [ SHINee], Key [ SHINee] and Krystal Jung [ Fx ]

Genre : Romance, friendship, and marriage life

Rating : PG 13

¶ ♥Storyline by Shin Fujita…♥

“Ini gila! Ini gila!”

“Ya! Kenapa setiap aku melakukan itu kau selalu berisik, eoh? Aku sedang menyetir! Jika kau berisik lagi, aku tidak segan-segan menurunkanmu di jalan tol ini!”

”Kau mau menurunkan ku lagi seperti kemarin?”

”Jika kau mau! Akan kulakukan!”

”Ya!”

”Wae? Apa salahnya?”

”Kau…Aish! Baiklah aku akan bersabar!”

            Hye Ra melipat tangannya diatas dada dan cemberut keriput. Ia memalingkan wajahnya ke jendela mobil dan tak henti berdecak kesal. Kali ini permasalahannya adalah saat acara pernikahan tadi. Setelah mengatakan janji suci, Minho langsung mencium Hye Ra. Tentu saja Hye Ra tidak suka. Anehnya sebelum hari itu Hye Ra  pasrah dicium Minho, tapi saat resepsi itu selesai malah dia marah-marah tidak mau di cium. ”Kemarin aku menciummu, kenapa kau tidak marah?” tanya Minho santai sambil fokus menyetir mobil barunya. ”Aku kan takut, aku tidak tahu melakukan apa lagi. Aku sangat takut” ujar Hye Ra tak berani mengangkat kepalanya. Alasannya yang lumayanlah. Dia memang takut saat itu. Tiba-tiba saja truk besar hampir menabraknya tapi untung saja Minho langsung memutar tubuhnya lalu mendekapnya. Meskipun Hye Ra selamat, tapi rasa takut itu tak bisa di hilangkan. Dia menangis dan tiba-tiba saja Minho langsung menciumnya.

”Baiklah, aku mengerti. Tapi itu sama saja” Minho tersenyum menertawai Hye Ra yang mukanya mulai memerah. Hening!

            Setelah Minho menertawai Hye Ra tiba-tiba saja keheningan menyelimuti antara Hye Ra dan Minho. Hye Ra yang asik menatap jalan luar dan Minho yang fokus menyetir .”Sekarang kita mau kemana?” setelah menunggu beberapa menit, Hye Ra tekadkan untuk mencairkan suasana. Minho masih menatap lurus kedepan dan menjawab ”Ke apartemen baru kita”

”Kita?” ulang Hye Ra

”Iya kita! Lalu siapa?”  baiklah, hanya Minho mengatakan kata ’kita’ sukses membuat Hye Ra geram. ”Jangan marah, aku tidak suka istri yang pemarah lho” goda Minho sembari menoleh kearah Hye Ra. Ia tersenyum nakal hingga Hye Ra dibuat salah tingkah. ”Baiklah, aku akan selalu marah-marah padamu. Lihat saja nanti!” cibir Hye Ra dan tidak mempedulikan. Ucapan Hye Ra dibawa tawaan oleh Minho. Ia telah mengerti bagaimana sikap Hye Ra,  dan ia bisa pahami itu.

”Kita sampai…” mobil Mecedez Benz Minho berhenti di depan gedung yang menjulang tinggi. Minho mematikan mesin mobilnya dan keluar. Ia berlari kecil menuju pintu Hye Ra berniat membuka pintu untuk istrinya. ”Aku bisa sendiri!Week!!” Hye Ra duluan membuka pintu dan berlalu di hadapan Minho. ”Ya! Kesini kau!” Minho mengejar Hye Ra yang ternyata langsung meninggalkannya di mobil.

“Kau tidak bisa sendiri disini. Kau tahu berapa nomor kamar kita?” dengan polos Hye Ra menggeleng. Minho sendiri menggulum senyum dan berkata ”Biar kita pergi bersama, aku tidak ingin kau sampai hilang di apartemen ini”

♥♥♥

Park Hye Ra POV

Pernikahan itu telah berlalu, tapi aku masih kesal dengan adegan ciuman itu. Semua orang mungkin sudah tahu kalau aku tidak suka dicium oleh tuan Choi Minho itu. Beuhh!! Tuan apanya? Ahjussi kali!.

Masih mengenakan gaun pernikahan, aku berjalan berdampingan dengan Minho mencari kamar untuk kami. Ingat itu KAMI! Gak rela aku nyebut-nyebut kami -_-

”Ini dia ruang 1222” Minho memasukan password.

Klek!

Pintu itu terbuka. Tanpa pikir panjang lagi, aku langsung menyerbu melupakan namja tinggi itu.

”Waaah! Besar sekali! Ini sangat berlebihan kalau ditinggal hanya 2 orang” mataku berbinar mengagumi kamar apartemen ini. Besar , minimalis, namun modern. Aku berjalan lagi menuju ruang tamu, rupanya alat dan perabot telah ada dan tidak perlu kami beli lagi. Tv, lemari, sofa, meja semuanya sudah tersusun rapi. Sekarang waktunya memeriksa kamar!!!

”Yang ini…Besar sekali” termangap! Kamar yang kuprediksi sebagai kamar utama ini mungkin lebih luas dari kamar ku. Agak mirip dengan kamar Minho yang di rumahnya. Tapi lebih keren inilah. ”Aku akan tidur disini! Mulai sekarang kamar ini adalah kamarku!” seruku bahagia sambil merebahkan tubuhku di permukaan kasur nan empuk. Aku berguling, melompat , haaahh.. Eh tapi manusia itu kemana?

”Mau apa kau di kamarku?” mataku nyaris keluar melihat Minho yang sudah bergentayangan diambang pintu (?) . ”Lho…Inikan kamarku, kau dikamar sebelah saja!”

”Shireo! Kamar itu kecil! Aku benci kamar yang kecil!” hei…Emang siapa yang tanya sih. Aku duduk di pinggir kasur seraya menatapnya angkuh. ”Oh ya..Aku lupa. Selagi kita menjadi suami istri, aku ingin membuat Undang-Undang!” Minho bergelidik aneh. Hahaha tampangnya sangat jelek kalau begitu.

”Undang-Undang apa?”

”Begini” aku beranjak lalu mengambil sesuatu yang ada di dalam tasku. Setelah mendapatkannya , aku menyerahkannya kepada Minho.

”Undang-Undang ini sudah kubuat dari kemarin. Kau tahu, aku sampai tidak tidur seharian karna menyelesaikan ini”

”Undang-Undang Rumah Tangga baru?”aku mengangguk dan tersenyum licik.

”Baca saja…”

Undang-Undang Rumah Tangga Baru.

Hari tanggal : Minggu, 14 April 2013

Tempat : Seoul, Korea Selatan

Undang – undang ini telah di buat sebelum pernikahan berlangsung dengan melibatkan PIHAK PERTAMA :

Nama :Park Hye Ra

Umur : 18 tahun

Pendidikan : Kelas 3 di ’Shining High School’

Dan PIHAK KEDUA

Nama : Choi Minho

Umur : 18 tahun

Pendidikan :Kelas 3 di ’Shining High School’

 

Peraturannya adalah.

Pasal 1

Bagi pihak PERTAMA, pihak KEDUA tidak diperbolehkan tidur seranjang dengan pihak PERTAMA! Tapi jika tidur sekamar juga harus dipertimbangkan! Sesuai keputusan pihak PERTAMA nantinya.

Pasal 2

Pihak PERTAMA dan KEDUA dilarang menyebarluaskan hubungan suami istrinya kepada orang banyak atau media masa  kecuali keluarga dan sahabat. Sahabat yang tercatat (Krystal,Taemin dan Jonghyun)

Pasal 3

Pembagian kamar diatur oleh pihak PERTAMA. Pihak KEDUA tidak diperbolehkan membantah dan harus patuh dengan pembagian kamar yang diatur pihak PERTAMA

Pasal 4

Pihak KEDUA  tidak boleh melakukan hal yang amat sangat tidak di sukai oleh pihak PERTAMA (P.S : Minho, kau pasti tahu itu!)

Pasal 5
Pihak KEDUA harus membantu membuatkan tugas sekolah pihak PERTAMA.
Jika tidak pihak KEDUA harus menerima siksaan dari pihak PERTAMA . (P.S : terserah maunya apa)

Pasal 6

Pihak PERTAMA boleh sesukanya memakai cincin pernikahan atau tidak. Terserah oleh pihak KEDUA jika memakainya atau tidak.

Pasal 7

Peraturan yang diatas masih belum cukup.  Akan ada amandemen yang akan di perundingkan oleh pihak PERTAMA nantinya karna pihak PERTAMA yang memiliki kuasa penuh.

Pasal 8

Jika salah satu pasal atau lebih dilanggar oleh pihak PERTAMA atau KEDUA akan mendapatkan sanksi yang akan di berikan sesuai perbuatannya.

(P.S :harus dengan perundingan)

Sekian peraturan yang harus di patuhi oleh pasangan suami istri baru.

Seoul, 14 April 2013                                                                      Seoul, 14 April 2013

 

 

Diketahui                                                                                                                  Diketahui

Pihak PERTAMA (Park Hye Ra)                                                Pihak KEDUA(Choi Minho)

”Kau mau mengatur hidupku?” Minho melirikku tajam setelah membaca peraturan itu.

“Begini caranya kau mengatur hidup seseorang? Di sini tertera kaulah yang berkuasa! Ingat Hye Ra, aku suamimu! Berarti sekarang kau menindas suamimu sendiri!” Minho meyerahkan kertas itu padaku dengan cepat. Aku hanya mengerjap. Barusan Minho membentakku? Dia marah? Kenapa dia sangat mengerikan?

”Bukan begitu maksudnya! Tapi..”

”Cukup! Aku tidak mau! Terserah mau mu apa!” Minho merobek kertas itu. Aku terpatung dibuatnya, sorotan mataku kosong yang mengartikan diriku merasa tersakiti.

”Ya! Siapa yang menyuruhmu untuk merobeknya!” teriakku kemudian.

”Sudah kurobek! Tidak ada gunanya lagi!”

”Ya! Tidak boleh membatalkannya begitu saja! Jika kau masih tidak menyutujui peraturan itu, maka aku…..” aku terdiam. Apa yang harus kulakukan?. ”Apa? Kau mau apa?”

”Aku.. Aku akan pergi!”

”Pergilah! Annyeong!” Minho melambaikan tangannya dan sukses membuatku marah. Aish! Menyebalkan! Aku langsung membalikkan tubuhku dan berlari keluar. Aku berlari menuju ruang tengah dan duduk di sofa. Dadaku menahan sesak karna marah. Kenapa dia begitu kasar? Dia ingin aku pergi? Oke! Akan kulakukan! Percuma pernikahan ini jika Minho dan Aku tak pernah akur! Aku ingin mengakhirinya!!

”Aku membencinya…Eomma! Aku benci Minho! Aku membencinya!! Hiks…Eomma” kenapa aku secengeng ini? Kenapa aku harus mengeluarkan air mata kebodohan ini? Menangis karna marah? Aku rasa itu!  Aku bahkan tidak peduli make up ku mulai luntur karna tangisku yang menjadi-jadi. Memang aku yeoja yang sensitif dan egois tapi bisakah ia memahami kemauanku?

”Ya! Hye Ra-ah! Wae irae? Kau menangis?” tiba-tiba saja makhluk itu sudah duduk disebelahku. Refleks aku memutar tubuhku dan menutup wajahku. ”Sudahlah untuk apa menangis? Kau cengeng sekali! Uljima…Ne? Uljima…” Minho menarik tanganku membuat wajah berantakkanku dilihat olehnya. Tapi setelah aku menatapnya ia tidak bersuara tapi tiba-tiba.

”Hahahahaha!”

”Ya! Lihat wajahmu! Hahahaha! Aku baru melihat orang sejelek ini! Hhahaha!” aish! Namja ini! Aku mendengus dan sejurus kemudian. ”AAARGH!”

”Rasakan!” aku menginjak kakinya dengan kekuatan penuh. Tahu rasa kau Choi Minho! Karna tidak mau melihatnya lagi, aku langsung beranjak dan melesat ke kamar sebelah- yang dia bilang kamar yang sempit itu. Niatnya sih mau keluar dari apartemen ini, tapi aku masih punya malu, masa yeoja yang menggunakan gaun pernikahan berkeliaran di apartemen? Malu-maluin aja.

BLAM!

”Ya! Hye Ra-ah!” ishh! Kenapa dia memakai embel itu? Oh..mentang-mentang aku jadi istrinya begitu?.

Tokk!Tokk!

”Hye Ra…Buka pintunya..Jebal!”

Itu pasti Minho, aku mengacuhkannya dan menenggelamkan kepalaku diatas bantal menahan tangisku. Bodoh! Mengapa menangis? Kenapa aku sangat kesal hanya karna hal itu? Tentu aku kesal! Minho, namja itu benar-benar membuatku tidak tahan olehnya.Pemarah dan menyeramkan! Dia juga tidak tahukan perasaanku ? Cih! Namja itu, untuk apa aku harus hidup bersamanya?. Mengingat pernikahan itu, entah mengapa aku merindukan suasana di rumah. Aku merindukan eomma dan appa, orangtua yang sangat kusayangi. Aku tidak yakin aku akan betah tinggal disini, melihat tingkah Minho padaku, aku tidak bisa memastikannya.

 ♥♥♥

Choi Minho POV

Minho mondar mandir di depan kamar Hye Ra. Bukan kamar Hye Ra sih..Tapi kamar kecil yang beberapa waktu lalu yang dipermasalahkan Minho. Minho sendiri terlihat gusar. Ia takut dan cemas. Suara tangisan Hye Ra masih terdengar di saup-saup terlinganya. Bersalah. Iya..Minho merasa bersalah.

“Baiklah aku membiarkanmu disana” ujar Minho dari luar. Ia beralih ke sebuah kulkas di ruang makan. Tak disangka kulkas itu isinya penuh. Ia mengambil air mineral lalu meneguknya cepat. ”Minho pabo!pabo!pabo!” runtuk Minho memukuli kepalanya. Baru hari pertama ia menikah, tapi sudah timbul masalah yang memusingkannya. Bagaimana jika bertahun-tahun nanti?.

Jarum jam telah menunjukkan pukul 8 malam. Karna lelah Minho tertidur di sofa ruang tengah dengan pakaian masih menggunakan tuxedo putihnya. Sedari tadi ia menunggu Hye Ra yang membuka pintu, tapi sudah berjam-jam ia menunggu gadis itu belum juga membukanya. Sobekan kertas itu masih berserakan di dekat kamar utama. Kertas yang berisi peraturan yang dibuat Hye Ra, tak sedikitpun di sentuh oleh Minho. Hingga tak sadar oleh Minho,pintu itu terbuka. Nampak lah Hye Ra dengan tampilan kusutnya berjalan gontai tak peduli suaminya yang terlelap di sofa. Ia berjalan menuju kamar sebelah tepatnya kamar utama lalu tidur dengan sendirnya di kasur nan empuk itu.

”Hoaaam!! Apa aku tertidur?” Minho menyipitkan matanya. Badannya pegal karna seharian tidur disofa. Di regakan tubuhnya lalu menoleh kearah pintu kamar Hye Ra tadi. Masih tertutup. Sangka Minho Hye Ra masih tetidur di sana. Karna masih mengantuk Minho pun beralih ke kamar utama. Matanya masih terpejam, belum sepenuhnya sadar. ”Hoaamm..” ia menguap saat ia telah di pinggir kasur itu. Minho merebahkan badannya lalu tertidur.

♥♥♥

Sinar mentari pagi menyengat menyelusup dibalik kaca jendela. Hawa dingin dan sejuk itu dapat menghujur kulit seseorang karna suhu udara yang lumayan rendah.

Srrk!Srrk!

Hye Ra menggeliat mencari selimut untuk menhindari angin pagi yang membuat kulitnya kedingingan. ”Ah..Sudah pagi?” karna sinar menyengat membuat Hye Ra tidak betah lagi untuk melanjutkan tidurnya. Ia mengucek matanya yang sembab. Masih di kasur. Ia merentangkan kedua tanganya melepas otot-ototnya yang tegang. Ia kembali berguling membalikkan tubuhnya. Dilihatnya gundukan besar yang tertutup dengan selimut. ”Apa itu?” Hye Ra bergelidik. Di toelnya gundukan itu dengan tangannya. ”Ya! Ige mwoya?” pekiknya keras. Tanpa ba-bi-bu lagi ia tahu siapa di balik selimut itu.

”Minho-ya!!!!!!” Hye Ra membuka selimut dengan kasar dan mendapatkan Minho yang sedang terlelap dengan nyeyak di sampingnya. Jadi..Aku tidur seranjang dengannyaaa???- batin Hye Ra berteriak. ”Minho!! Aaaargh!! Ireona!! Palli!!” seru Hye Ra makin histeris. ”Wae?” Minho membuka matanya perlahan lalu duduk perlahan.

Glekk! Matanya nyaris keluar.

”Aaaaaaarrghhh!” mereka berdua serentak berteriak. ”Ya! Kenapa kau tidur di sini?Apa jangan-jangan kau….” dengan cepat Hye Ra membuka selimut yang meyelimuti tubuhnya. Di periksanya apakah pakaian masih lengkap atau tidak, ”Aku tertidur dengan gaun pengantin?” gumamnya. ”Ya! Jangan bilang kau berprisangka kalau aku melakukan hal ’itu’ padamu, iya kan?” Minho melirik Hye Ra yang lagi cengengesan. ”Hehehe..habis kau mengejutkanku. Dan kemarinkan aku…” Hye Ra menutup mulutnya. Lho? Bukannya ia marah besar pada Minho kemarin ya? Kenapa ia terlihat akur seperti ini? ”Wae? Sekarang kau tidak marah lagi kan?” Hye Ra mengerjap, lalu sejurus kemudian ia melompat dari kasur. ”Ya! Kita masih berperang Choi Minho! Dan jangan anggap aku tidak marah padamu. Aku amat sangat marah!”

”Kalau gitu aku minta maaf” ujar Minho datar. Hye Ra tertawa hambar dan berkata ”Seenak jidatmu minta maaf! Shireo! Weeek!” cibirnya lalu pergi meninggalkan kamar. Sesekali ia merutuki dirinya, bagaimana bisa ia tidur seranjang dengan Minho? Bukankah kemarin itu ia hanya tidur di kamar sebelah? Atau ia tidur sambil berjalan kemarin?.

            ”Lupakan! Sekarang aku mau mandi dan berangkat ke sekolah!” Hye Ra berbelok ke kanan menuju pintu kamar mandi.

1 jam kemudian

            ”Aku lapar..Hei! Tidak ada sarapan pagi,eoh?” Hye Ra yang sibuk mengikat tali sepatunya acuh tak acuh mendengar omelan Minho. ”Hye Ra, pagi ini kau tidak membuatkan makanan untukku?” ulang Minho lagi. Bukan mendengar Hye Ra malah memasang headset ketelinganya dan berdengung mengikuti musik yang didengarnya.

”Masih marah? Kalau begitu aku minta maaf, aku tahu akulah yang salah tapi-”

BLAM!

Pintu apartemen terbanting keras. Hye Ra sudah pergi tanpa pamit. Tampaknya ia sangat cuek dan tidak menganggap Minho. ”Anak itu, sudah kubilang maaf tapi masih ngotot” Minho menghela nafas pasrah. Menghadapi wanita itu memang berat. Ia harus melatih kesabarannya. Mengenai malam itu juga, karna hal sepele ia memarahi Hye Ra hingga gadis itu menangis. Entah siapa yang salah dan disalahkan.

”Sikapnya masih kekanakan. Pemarah,egois,dan penangis…Tapi aku suka itu” Minho memasang dasi sekolahnya sembari senyam senyum tak jelas. Agak gila sih, senyum-senyum sendiri, namun hanya karna Hye Ra Minho tidak apa dianggap orang gila. Memang cinta membuatnya gila seperti ini. Walaupun sering bertengkar, cinta yang telah tumbuh dihati Minho tidak pernah berkurang. Malah ia berusaha menerimanya dan mengambil sisi positifnya, karna ia tahu gadis yang ia cintai itu telah menjadi pendamping hidupnya.

♥♥♥

”Hei!Hei! Kenapa kau sekolah,eoh? Mana Minho? Kenapa kau tidak bersamanya?” masih pagi, Krystal udah langsung menyerobot Hye Ra yang baru saja berjalan di koridor sekolah. ” Tidak boleh aku sekolah?Minho? Mollayo!” Hye Ra memasang wajah datar dan masih berjalan. ”Tentu tidak! Honey Moon! Wae? Apa kalian tidak berbulan madu?” pertanyaan Krystal berhasil menghentikan langkah kaki Hye Ra. Ditatapnya sahabatnya itu dan berkata ”Bulan madu jidatmu! Sampai lebaran monyetpun aku tidak sudi berbulan madu!” ujar Hye Ra mendadak sinis lalu meninggalkan temannya itu. Hari ini memangnys mood amat sangat buruk. Kejadian kemarin dan pagi itu sukses membuat Hye Ra bete mati rasa (?).

Ngomong-ngomong sepertinya suasana sekolah kembali seperti semula. Lho? Kenapa orang sekolah pada gak tahu? Apa kabar Hye Ra menikah  tidak diketahui oleh sekolah? Molla!  Sepertinya Hye Ra tidak mau memusingkan hal itu.

♥♥♥

Sementara itu di dalam kelas

”Baiklah anak-anak sekarang kumpulkan pr matematika yang bapak suruh kemarin!”

”Ne sonsaengnim!”

”PR?…PR??…PE-ER? Aigoo? PR yang mana?” Hye Ra mengacak isi tasnya mencari buku matematikanya. Tapi apa? Setelah diperiksa, PR yang dikatakan Kim sonsaengnim tak tergambar setitik pun di buku latihannya. “gawat!Habislah riwayatmu Hye Ra” Hye Ra memukul kepalanya di meja. Meratapi kesialannya yang bikin dia apes.

“Park Hye Ra! Mana PR mu?” secepat kilat Hye Ra mengangkat kepalanya. Oh! Rupanya Kim sonsaengnim! “Anu…sonsaengnim. Kemarin sayakan tidak sekolah jadi saya…” Hye Ra makin gelisah. Tidak mungkinkan ia bilang ‘kemarin saya tidak sekolah karna kemarin adalah acara pernikahan saya dengan Minho, maklum lah Pak saya tidak tahu ada PR…?’ GUBRAK!PABO! Gak mungkin lah -_-.

“Apa? Kamu pasti tidak membuat PR IYA KAN ?” bentak sonsaengnim membahana. “anu..Bukan begitu. Hmmm tapi…begini..” wajah Hye Ra terlihat pucat pasi. Semua murid menatapnya, kayak melihat hantu saja -_-. Tapi bagaimana ini? Jika ketahuan tidak membuat PR oleh Kim sonsaengnim bisa-bisa murid malang itu keluar dari kelas dan berlari mengelilingi lapangan sekolah 10 putaran. Hello…?10 putaran? Atlet pelaripun kagak mau tuh di hukum seperti itu -_-.

”HYE RA! KENAPA DIAM? MANA PR MU?!!!!!” pekik sonsaengnim melebihi 10 oktaf cetar membahanan badai ulala apes(?) . “Jwe-sonhamnida sonsaengnim tapi saya…”

BRAK!

“Ini PR Hye Ra sonsaengnim! Hye Ra menjatuhkan bukunya dan kebetulan saya menemukannya barusan!” semua murid + Kim sonsaengnim menoleh ke sumber suara. Para siswa termasuk Hye Ra pun terngangap ria melihat penampakan seseorang di depan pintu barusan. “Kenapa terlambat?” sepertinya sonsaengnim tidak mempedulikan orang itu yang berusaha bertingkah ala hero, sonsaengnim menatap orang itu sinis kemudian mendekat. “Kenapa seorang Choi Minho terlambat ke….SE…KO….LAAAAAHHH?!!!” BYUAAR! Kaca pada pecah,meja terbalik,kursi beterbangan (?) dan sebagian murid pada kejang-kejang (?). Kim sonsaengnim marah besar!.

“Maaf sonsaengnim tadi saya ada urusan penting jadi terlambat”

“Alasan!”

“Jwe-sonhamnida sonsaengnim. Tapi ini….PR nya Hye Ra sonsaengnim, jadi sonsaengnim tidak perlu memarahi Hye Ra seperi tadi”

“Bagus! Kamu membela murid itu? Siapa suruh kamu membantah saya? Saya guru dan sayalah yang berhak memerintah!” sonsaengnim makin berang. Seisi kelas di buat hening. Hye Ra tentunya, ia tidak menyangka Minho membelanya.

“Sekali lagi maaf sonsaengnim tapi Hye Ra…”

“STOP! Saya tidak mau mendengar alasan itu lagi. Park Hye Ra! Kamu tidak buat PR keluar! Choi Minho kamu terlambat masuk keluar! Dan hukumannya.. LARI SEKELILING LAPANGAN SEBANYAK 10 KALI! PALLI!!!!” braak! semua murid dibuat step malahan pingsan masuk ICU (?) karna membahananya suara Kim sonsaengnim. Sedangkan Hye Ra. Ia memilih mangap dari pada pingsan. Boro-boro pingsan..repotin aja -_-

♥♥♥

             Minho hanya merundukkan kepalanya. Memang benar, bohong itu dosakan? Contohnya ; tidak sengaja Minho mendengar percakapan Hye Ra dengan sonsaengnim dari luar. Sebenarnya ia terlambat dan tidak barengan berangkat ke sekolah dengan Hye Ra. Minho memilih ke kantor Appanya lalu ke sekolah, jadi terlambat deh. Karna tidak tega melihat Hye Ra di bentak begitu, Minho pura-pura akting dengan menemukan buku PR Hye Ra di jalan. Karena ia tahu, sebab Hye Ra tidak membuat PR itu karna kemarin mereka melaksanakan resepsi pernikahan. Minho jadi bersalah. Sudah pagi tadi dapat masalah, sekarang dapat masalah pula.

”Jangan cemberut begitu, kau itu jelek! Cemberut malah makin jelek!” sahut Minho sembari berlari beriringan dengan Hye Ra. Sekarang posisi mereka di lapangan sekolah di bawah terik matahari yang…Menyengatlah tentunya 😀

”Siapa suruh kau berakting tadi? Aku tidak butuh bantuanmu!” Hye Ra berlari makin kencang plus dengan tampang jengkelnya. Rasa kesalnya sama Minho masih kental dan susah dicarikan (?). ”Mianhae, sepertinya aktingku sangat buruk. Tapi yang penting kau menerima hukuman ini tidak sendiri kan? Masih ada aku!” Minho melangkah sedikit cepat menyamakan jaraknya dengan Hye Ra. Hye Ra berdecak lalu berkata ” Aku tidak membutuhkanmu! Pergi sana!”

”Wae? Kau masih marah? Karna apa? Undang-undang? Tidur seranjang?Itukan yang membuat mu marah?” Minho menghentikan langkahnya. Otomatis Hye Ra juga berhenti, jaraknya sekitar 2 meter dari Minho, ia tetap menatap lurus kedepan. ”Jebal Hye Ra. Sekarang aku adalah suamimu dan bisakah kau menghargaiku? Aku sudah minta maaf tapi kau masih ngotot dan marah-marah. Aku tidak bisa jika-”

” Cukup!”

”Ne?”

”Ku bilang cukup!” seru Hye Ra cukup keras. Lantas Minho mengkerutkan keningnya lalu berjalan mendekat. Hye Ra menghela nafas berniat melampiaskan semuanya.

”Aku hanya iseng membuat undang-undang tapi kau malah membentakku begitu saja. Kau seenaknya membuang kertas itu kehadapan wajahku. Kau tidak tahu aku menangis sangat lama karna itu? Aku bahkan ingin berhenti dan meninggalkan rumah tapi aku tidak bisa!  Aku kesal! Dan paginya? Kau juga seenaknya tidur denganku! Aku tidak suka! Itu yang membuatku marah!!!!” tak disangka Hye Ra melampiaskan kemarahan yang selama ini ia pendam . Ia membalikkan tubuhnya dan menatap mata Minho tajam. ”Kau jahat! Selalu buat aku jengkel! Aku benci! Benci! Benci!” teriaknya mengamuk. Hye Ra memukul dada Minho melampiaskan semuanya. Tapi tiba-tiba..

Grep!

”Gomawo” tangan Hye Ra berhenti memukul. Tubuhnya terasa kaku seketika saat tubuhnya langsung diseret Minho dalam dekapannya.

”Gomawo, akhirnya kau bicara yang sebenarnya padaku. Aku senang dengan Hye Ra yang seperti ini. Bicaralah yang sebenarnya seperti tadi. Lampiaskan jika kau marah padaku, aku berjanji akan memahamimu” Minho mengeratkan pelukannya. Ia tersenyum dan merasakan aroma tubuh Hye Ra yang di sukainya. Sekujur tubuh Minho terasa nyaman jika berpelukan dengan gadis itu. Rasa emosionalnya mendadak menghilang dan yang datang adalah rasa sayangnya pada Hye Ra. Lega, sangat lega.

”Kenapa berterima kasih?” tanya Hye Ra yang masih didekapan Minho. Matanya terus mengerjap karna sedikit terkejut. ” Karna kau telah berterus terang. Mianhae…Jeongmal mianhae Choi Hye Ra.” bisik Minho ketelinga Hye Ra. Ia tak menghilangkan senyumannya saking bahagianya.

”Mau memaafkanku?” tanya Minho sambil melepaskan pelukannya. Di tatapnya manik mata Hye Ra dengan kedua tangannya yang menggenggam tangan Hye Ra. ”Aku janji tidak melanggar peraturanmu tadi, tapi awas! Jangan berlebihan juga. Gimana? Kau mau memaafkanku?” Minho mengulum senyum penuh harap. Hye Ra mengembungkan pipinya lalu mengangguk.

”Ne, tapi jangan marah seperti kemarin ya? Aku takut ”

”Ne…Tapi jangan ngambek kayak tadi ya?” goda Minho seraya mengelus dagu Hye Ra.

”Ya! Apa apaan!?” Hye Ra menepis tangan Minho dan memasang tampang jengkel. ”Lho? Marah lagi? Aigoo….Anak ini benar benar ya…” karna gemas Minho mencubit pipi Hye Ra seenaknya.

”Nng…Jangan! Pipiku nanti kempis! Aaahh! Minho-ya!”

”Aigoo…Kau terlihat makin jelek seperti ini. Hhahahaha!”

”Ya! Aku balas!!”

Akhirnya mereka saling cubit cubitan dan diiringi dengan gelak tawa keceriaan. Hye Ra tidak menyangka akhirnya jadi begini. Pertama kalinya ia melakukan ini bersama seorang namja, dan namja itu adalah suaminya.

”Heyy!! Kalian yang disana!” GLEK! Suara cempreng membuat aktifitas cubit cubitan Minho dan Hye Ra berhenti. Mereka bebarengan menoleh kemudian menyahut

”KALIAN?”

♥♥♥

”Kenapa kalian masuk sekolah? Bukannya kemarin kalian baru menikah?” Jonghyun menatap kedua manusia yang duduk manis didepannya. Taemin hanya mengangguk angguk setuju atas kalimat Jonghyun tadi.

”Memangnya kami tidak boleh sekolah? Lagian apa salahnya kami sekolah” jawab Hye Ra ketus. ”Ya..Honey moon! Apa kalian tidak liburan? Bulan madu..gitu?”

Byuur!

”MWO?” teriak Minho dan Hye Ra serentak. “Wae? Kalian benar tidak berbulan madu?” tanya Jonghyun makin shock. ”Padahal minggu ini sekolah gak terlalu sibuk lho, hyung dan noona kan bisa libur beberapa hari” ujar Taemin melanjutkan.

”Kalian tidak tahu? Bulan depan kelas tiga akan melaksanakan ujian akhir tahun. Aku, Jonghyun, Hye Ra dan semua anak kelas 3 harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk kelulusan nanti. Buang buang waktu aja kalau pergi liburan” ceramah Minho dan direspon anggukan oleh Jonghyun dan Taemin.

”Arraseo mengenai itu aku sudah tahu. Tapi…ngomong-ngomong rencananya kalian mau buat berapa?” Jonghyun melirik Hye Ra dengan tatapan genit. Lantas Minho bergidik dan membalas tatapan awas-kau!-jangan-macam macam-terhadap-istriku!.

“Hei…Santai tuan Choi..santai..Aku gak ngapa ngapain kok. Cuma pengen tanya kalian rencana punya anak berapa?” Jonghyun dibuat mati ketakutan karna tatapan ganas Minho. Hye Ra dan  Taemin justru tidak mengerti maksud kedua namja itu. Hingga saat Hye Ra sadar apa yang ditanyakan Jonghyun tadi sontak membuatnya melotot.

”Mwo? Anak? Ya! Kau mau mati?! Aku saja tidak pernah berpikir seperti itu!!!!” hajar Hye Ra memukul kepala Jonghyun dengan tinjunya. ”Istrimu parah Minho!” jerit Jonghyun menahan sakitnya pukulan Hye Ra.

”Hahahaha Hye Ra noona galak ya? Aku turut kasihan gimana nasib Minho hyung nantinya” ucapan Taemin dibawa gelak tawa oleh Minho kecuali Hye Ra tentunya.

”Soal anak aku tidak mau memikirkan hal itu! Masa muda-muda seperti ini sudah punya anak. Gak lah!”

“Hei…Gimana kalau Minhonya mau? Ayo?Ayo? Masa suamimu minta anak kau tidak mau memberinya?” perkataan Jonghyun tadi sukses membuat pipi Hye Ra persis seprti kepeting rebus. Alih-alih ia melirik Minho kemudian menutup wajahnya saking malu. “Aarrghh! Kau gila Kim Jonghyun!” pekiknya frustasi.

♥♥♥

            Hari  kedua seletah pernikahan. Kemarin segala masalah mulai reda dan sekarang kita tunggu saja masalah apa yang akan datang. Yeah..Aku kira selama aku menjadi istrinya Minho aku tidak mendapat musibah apapun. Cukup menikmati kemewahannya saja, yah itu lah yang ku pikirkan sebelum menikah. Eomma juga menyarankanku – setelah ia kemarin menelfon ku beliau bilang aku harus bertanggung jawab dengan masalah rumah tanggaku sendiri. Tanggung jawab? Aigoo..Aku masih anak ingusan kelas 3 SMA eomma u.u. Tetapi! Okelah, aku harus berusaha menjadi istri orang dan menanggani masalah masalah meskipun akulah pembuat onarnya.

            “Hye Ra-ah! Mana kucingmu? Dari tadi aku tidak melihatnya!” aku yang sibuk membuat diary tiba-tiba saja mendesah kemudian keluar dari kamarku- yeah! Catat itu KAMARKU!. “Wae?” aku keluar kamar dengan tampang kusut dan bisa kulihat Minho sedang asik dengan bukunya – mungkin belajar.

”Kemarin bukannya Kim ahjussi mengantarkan kucing yang baru kita beli ke sini? Kemana dia?” tanya Minho dengan menurunkan bukunya ke bawah. Aku duduk di sebelahnya dan menghela nafas. ”Ada di kamarku. Barusan aku bermain dengannya” Minho mengangguk kemudian suasana jadi hening seketika.

Drrrt….Drrrt…..Drrt

 

Ah! Aku rasa ponselku berdering. Aku merenggut ponsel yang ada di saku bajuku. Lalu membaca panggilan yang masuk. Namanya tak tertera, sepertinya orang asing.

Yeboseyo?

Ya! Hye Ra-ah! DEG! Suara ini! Aku membuka mataku lebar-labar. Orang itu..Kenapa bisa dapat nomor Hp ku?.

Ya!Kenapa diam?Kau tak merindukanku?

Ne?

Ck!Jahat! Kau bahkan tidak menanyakan kabarku!  Aku mengerjap kemudian menjauhkan ganggang ponsel dari telingaku. Jantungku masih berdebar dengan kencang. Suara orang itu..Kenapa dia muncul begitu saja?.

YA! Park Hye Ra!

Mianhae..Sepertinya anda salah sambung!

Bip!

Dengan cepat aku mematikan ponselku. Aku mengelus dadaku yang kembang kempis. Shock! Wae? Kenapa aku begitu shock?

”Dari siapa? Kenapa pucat seperti itu?”

”Hye Ra…Neo gwenchana?” Minho melambaikan tangannya kehadapanku.  Aku sadar kemudian mengangguk pelan. ”Kau sakit? Perlu ku ambilkan obat?” aku menggeleng. Dan tiba-tiba saja kepalaku jadi pusing. Suara orang itu masih terngiang ngiang di otakku. Aish! Kenapa dia menghubungiku di saat seperti ini?.

”Katakan dari siapa?” Minho menaruh bukunya dan bertatap muka denganku. Aku menggeleng tidak mau memberi tahu. ”Salah sambung?”

”Ani..Bukan siapa-siapa”

”Tapi kenapa wajahmu tegang? Ada masalah?”

”Aniyo..Aku baik baik saja, jangan khawatir” aku beranjak dari sofa berjalan menuju kulkas ingin minum beberapa tegukan air dingin untuk menyegarkan tenggorokanku yang kering. Yang benar saja! Dari mana ’orang itu’ tahu nomer ponselku? Bukannya aku dan dia….AAARGH! Lupakan!.

”Ne? Arraseo Appa….”

”Besok? Hye Ra juga? Oh..Iya akan ku katakan padanya. Iya..annyeong”

Aku meletakkan botol air minum tadi diatas meja. Barusan Minho nyebut-nyebut nama aku kan?  Aku rasa ia membicarakan sesuatu dengan  Tuan Choi melalui via telefon.

”Hye Ra-ah!” panggil Minho dari ruang tengah. Aku keluar dari dapur lalu menghampirinya. Minho menutup buku yang ia baca tadi lalu menatapku serius.

“Tadi Appa meneleponku, dia bilang kita ke pulau Jeju besok!”

“HAA???”

“Wae? Kau tidak mau? Jika tidak aku akan membatalkannya”

”Ani!Ani! Aku mau! AKU SANGAT MAU!” entah kenapa mendengar kata ’jeju’ langsung terlonjak gembira. JEJU? KYAAA! Sudah lama aku tidak kesana! Serius ini… Aku akan ke sana! Hyaa! Ini seperti mimpi! Akhirnya aku bisa pergi liburan juga ^^ .

”Hey! Kita kesana bukan untuk bersenang-senang. Appa menyuruhku untuk datang ke rapat investasi proyeknya di pulau Jeju. Kebetulan para investsi itu datang dari Amrik, untuk menambah ketertarikan, Appa mengadakan rapatnya di pulau Jeju sekaligus mempromosikan proyek Appa yang di sana” APA?? JADI?

”Lalu..Untuk apa aku ikut?”

”Eomma yang mengusulkannya. Katanya dia tidak mau kau tinggal sendiri. Ini juga kesempatanmu untuk liburan sebelum ujian akhir semesterkan?” aku manggut-manggut setuju. Iya ini memang kesempatanku untuk refreshing! Belakangan ini aku terkekang yang namanya ’pernikahan’ dan barusan aku juga mendapatkan masalah? Ani! Lupakan si penelefon tadi! Iya! Aku tidak boleh mengingatnya lagi! Tapi…Untuk Ke Jeju…Hanya aku dan Minho?

”Minho-ya! Kita ke Jeju hanya berdua?” Aku duduk di sofa disamping Minho sambil memutar tubuhku menatap Minho yang kembali fokus dengan bukunya. Minho menurunkan bukunya lalu menatapku dari atas buku. ”Molla, tapi yang pasti kita berdua”

DEG!

Berdua? Di Jeju? Itu sama artinya dengan..Honey Moon?

”Wae? Kenapa bengong seperti itu?”

”Ah! Ani! Hehehe” Aku cengengesan gak jelas setalah Minho melambaikan tangannya kehadapan wajahku. Berdua?? Aaargh! Cukup Hye Ra jangan berfikir yang tidak tidak!.

 ”Dari pada kamu bengong kayak gitu mending persiapkan segala sesuatu untuk ke Jeju besok!” Minho meletakkan bukunya di meja lalu berdiri. ”Mau kemana?” tanyaku saat kulihat ia berjalan meninggalkanku. ”Ke kamar, wae?” aku menggeleng cepat lalu kami menuju ke kamar kami masing-masing. Apa ini aneh? Suami istri tidur tidak se kamar? Bagi pasangan suami istri baru biasanya mungkin ini aneh, karna tidur sekamar itu sudah tradisi bagi mereka. Tapi bagiku ini lebih baik. Bukannya aku takut Minho melakukan hal-hal aneh itu, tapi hanya saja….Aku belum siap. Ne! Aku belum siap jika tiba-tiba Minho meminta untuk melakukan itu..Aaargh!! Ani!Ani! Apa yang kupirkan?Tapi ini benarkan? Usiaku masih 18 tahun, bayangkan aku mempunyai anak di usia semuda ini? Uurghh!! Gak! Gak akan!! >.<

>> Keesokan Harinya.

”Hye Ra-ah! Palliwa!!”

”Ne! Tunggu sebentar Minhoooo!!”

”Ini sudah jam 8 pagi Hye Ra….Kita terlambat 30 menit!!”

”Issh!Bawel! Iya!Iya! Tunggu dulu napa sih?”

”Aku capek nunggu kamu!!”

”IYAAA! SABAR!!!”

Dengan cepat Hye Ra mengoles bb cream ke permukaan wajahnya. Setelah memakai bb cream ia beralih ke matanya untuk diolesi sedikit eyeshadow dengan warna yang natural. Tidak lupa ia mengolesi blush on ke kedua pipinya yang membuat pipinya jadi merona. Eits! Ini yang paling penting baginya! Lipstick ! Bukan yang menor tapi dia cukup menggunakan lipstick yang bewarna soft yang sesuai dengan warna bibirnya. Pink Soft!

”Selesai!” Hye Ra menutup kotak make up nya yang lumayan besar itu. Dengan gegas ia menarik dua koper pinknya dan disertai jenjengan yang merupakan perlengkapan wanita yang entah berapa banyaknya ia bawa. Seperti parfume, cermin, tissu,sisir,earphone,minyak oil, permen dll!.

“Sudah siap Nyonya Choi?”

“Minho! Jangan panggil aku seperti itu!” Hye Ra menyenggol lengan Minho kesal kemudian berjalan mendahului Minho. Minho tersenyum geli melihat tingkah istrinya itu, yeah sudah satu jam Minho menunggu gadis itu berdandan. Luamaaaaa banget! Ini lah itulah pokoknya berpergian dengan Hye Ra itu ribet banget! Maklum wanita satu ini mempunyai motto hidup yaitu ; harus berpenampilan perfect dimanapun dan kapanpun! Capek deh -_-.

“Minho-ya! Siapa yang mengantar kita ke airport?” Hye Ra memutar tubuhnya setelah sampai di lobbi apartemen mewah. Minho mengangkat bahu tidak tahu. “Ya! Molla? Cepat telpon Kim ahjussi! Barang kali dia yang mengantarkan kita!” suruh Hye Ra.

“Tidak usah…Tuh mobilnya udah datang” jawab Minho datar dan mendahului Hye Ra. Ia keluar dari pintu masuk apartemen dan berdiri di depan mobil di depannya.

“Sudah siap?” tanya seseorang di dalam mobil setelah ia membuka kaca jendela.

“Mana istrimu?” lanjutnya lagi. Dan tepat Hye Ra muncul dengan tampang bingung. Dan yang makin membuatnya bingung adalah ia melihat penampakan yang wujudnya tak asing lagi baginya. Satu si namja pendek dan satunya lagi si  namja manis yang pamer senyum padanya.

“Annyeong nyonya Choi!” sahut mereka serentak.

”Ya! KALIAN??”

”Wae?”

”Kalian kenapa kesini?” shock Hye Ra. Ia menunjuk nunjuk hidung si namja pendek dengan tampang panik. ”Minho-ya…Kau tak bilang temanmu juga ikut?” rengek Hye Ra sambil menarik narik lengan baju Minho. Minho hanya melirik sahabatnya yang tak lain dan tak bukan adalah –Kim Jonghyun dan Lee Taemin itu secara bergantian.

”Hei…Kami tak hanya berdua..Masih ada pasukan lain!” ujar Jonghyun ceria.

”Pa-pasukan?”

”Ne! Ya! Hyung! Krystal!” Jonghyun memanggil kedua manusia itu yang rupanya muncul dari dalam mobil. Kyuhyun yang tadi duduk di kursi pengemudi keluar, diikuti dengan Krystal di belakangnya.

”MWO? KYUHYUN OPPA?KRYSTAL?”

”Annyeong Hye Ra…Kita akan bulan madu bersamakan? Iyakan?”

”Ah..Setelah bertahun tahun di Amrik aku jadi lupa gimana suasana di Jeju. Boleh aku ikutkan adikku?” ucap Kyuhyun sembari tersenyum evil kedua pasangan baru itu. Hye Ra mendesahhhhh sangat mendesah!

”Tapi aku tidak tahu kalau Hyung dan Krystal juga ikut” ujar Minho tidak terima karna liburnya akan diganggu oleh 4 orang pembuat onar. ”Ya…Ini semua rencana Kyuhyun hyung! Dia menelepon kami semalam. Pertama ia memberi tahuku lalu dia menyuruhku untuk menyebarluaskannya kepada Taemin,dan Krystal.” sahut Jonghyun panjang lebar sambil menunjuk nunjuk Kyuhyun. Kyuhyun cuma tertawa evil dan menepuk bahu Minho. ”Tak apa kan..Kami sedikiiiiiit merusak honeymoon-mu?” bisik Kyuhyun disampin tawanya yang menggelenggar.

”Aish! Hyung!”

”Hahaha! Ya! Ngomong-ngomong kalian sudah siap belum?” tanya Kyuhyun.

”SIAP!” Jawab mereka semua-kecuali Minho tentunya.

”OK! Kalau begitu…AYO KITA BERANGKAT!!!”

”NE!!!!!” teriak Jongtae,Krystal dan  Hye Ra sangat bersemangat dengan mengangkat tangan mereka bersama-lagi kecuali Minho. Minho mendesah dan hanya menggelengkan kepalanya melihat teman,istri dan hyungnya sangat kekanakan. Dan saat semua orang telah masuk dalam mobil – kecuali Minho, Minho merasa ada seseorang yang mengikutinya. Bukan dia..Tapi ia bersama Hye Ra saat di lobbi tadi Minho sudah merasakan ada yang aneh di belakangnya. Iya rasa ada seseorang yang memperhatikannya dari jauh. Minho menoleh ke kiri dan kanan. BINGO! Mata Minho menyipit melihat sosok namja yang bersembunyi di balik bunga besar di dekat pintu masuk dengan kacamata hitamnnya.

DEG!

Seketika jantung Minho berhenti berdetak. Aura hitam dari sosok namja yang dilihatnya itu berhasil membuat Minho curiga. Tapi sedetik kemudian namja berambut blonde itu menghilang setelah Minho melengah. Minho berlegelidik dan masih menerka siapalah orang  barusan tadi.

”Ya! Minho-ya! Kau tak mau masuk?” himbauan Kyuhyun membuat Minho kembali ke alam sadarnya. Ia mengangguk kemudian membuka pintu mobil dan menganggap orang tadi tak pernah di lihatnya.

♥♥♥

”Ahh…Akhirnya kita sampai!”

”Yeee!!!!”

”Ya! Pantainya sudah terlihat diujung sana! Ayo!”

”Ne!” Seru Taemin, Hye Ra dan Krystal dengan semangat yang membara keluar dari mobil seperti napi yang baru bebas dari penjara (?). Mereka berlari ke tepi pantai seperti ayam lepas dari kandangnya. Yeah…Setelah menempuh perjalan yang lumayan panjang akhirnya anak-anak itu bisa menginjakkan kakinya di tempat tujuan. Jeju Island.

Di mulai dari Jonghyun yang boro-boro melepaskan baju dan celananya yang bikin Hye Ra dan Krystal teriak histeris. Sedangkan Taemin hanya tertawa. Jonghyun gak telanjang..Hanya saja namja itu hanya menggunakan celana boxer *plak!

Lalu Taemin yang hanya menggunakan singlet putih dan jelana traine berlari ke bibir pantai, ia berlari penuh semangat hingga tak sadar air telah menutupi setengah badannya. Dalam kesempatan itu ia mencoba mempraktekan cara renang terbarunya itu, maklum disini Taemin baru pandai berenang.

”YA! Jonghyun hyung! Ayo kemari!” Seru Taemin yang asik menyiprakkan air seksuka hatinya. Dengan senang hati Jonghyun berlari mengahmpiri Taemin dan bermain air ria. ”Ya! Krystal-ssi mana Hye Ra?” walaupun asik bermain Jonghyun tak akan lupa dengan gadis bawel yang satu itu. Krystal yang dipanggil namanya menjawab ”Dia pergi untuk ganti pakain!” teriaknya lalu direspon anggukan dari Jonghyun. Biasalah seorang Hye Ra pasti ingin tampil perfect meskipun cuma pakaian renang. Tapi entah kenapa telah beberapa waktu berlalu Hye Ra belum juga kembali.

”Kyuhyun oppa! Kau tak mau bergabung dengan kami?” teriak Krystal tiba-tiba saat kakinya mulai menyentuh air pantai. Kyuhyun yang mengetahui itu membalas dengan gelengan. ”Main aja sendiri!”. ”Yaudah!” Kyuhyun berdecak kemudian berlarih menatap mobilnya.

”Mereka benar-benar tak terlihat seperti anak SMA!” ledek Kyuhyun sambil memeriksa mesin mobilnya. Bukan mobil yang tadi…Mobil yang dibawanya adalah mobil jeep yang biasanya digunakan untuk berliburan- terutamanya di pantai. Sedangkan Minho – yang duduk di dalam mobil dengan pintu terbuka, asik mengotak atik laptopnya karna besok ia harus mempersiapkan proposal untuk rapat investasi proyek HoHyun. Bukannya ikut bermain malah namja ini bekerja.

”Ya! Gunakan waktu luangmu untuk istirahat sebentar. Diperjalan tadi kulihat kau hanya sibuk dengan laptop dan buku-bukumu itu!” ujar Kyuhyun masih berkencan dengan mesin mobilnya (?)

”Malah waktu luang itu lebih baik digunakan untuk mengerjakan apa kewajibanku hyung!” sergah Minho sambil membolak balikkan helain buku economy business-nya. Yah akhir-akhir ini Minho disibukkan membaca buku-buku bisnis yang dipinjamkan oleh Appanya untuk menambah pengetahuannya mengenai dunia perbisinisan. Bukan hanya membaca terkadang ia berlatih membuat proposal, atau sekedar membuat dokumen mengenai proyek-proyek perusahaan Appanya agar ia mengetahui seluk beluk dari proyek-proyek perusahaan Appanya tersebut. Mungkin bukan perusahaan Appa lagi, sebentar lagi hak tahta berupa jabatan dan saham penuh akan di turunkan pada Minho. Ini telah menjadi perjanjian antara Minho dan pihak perusahaan. Setelah ia menikah ia bukan hanya sibuk dengan sekolah atau rumah tangganya tapi ia juga turut mengurus perusahaannya itu. Sangat berat memang, tapi Minho harus melakukannya. Bagaimanapun juga ia melakukannya demi perusahaan,keluarga dan tentunya untuk menghidupi istrinya nanti- Hye Ra.

”Hhahh…Karna aku yang keras kepala tidak mau mengganti posisi Appa, kaulah yang menanggung beban berat ini. Tapi tenanglah aku selalu ada di sampingmu! Jika kau mengalami kesulitan atau masalah datanglah pada hyungmu yang paling tampan ini, ne?”

”Hahaha baiklah Hyung, aku juga tidak bisa hidup tanpamu” Minho dan Kyuhyun saling bertatapan dan sedetik kemudian mereka saling tertawa. Tawa antar saudara yang dikatakan sangat cukup dekat.

”AAARGH!!LEPASKAN!”

”YAAA!!!!TOLOOONG!!!”

GLEK!

Minho dan Kyuhyun serentak membalikkan tubuhnya. Tawa mereka mendadak berhenti ketika mereka mendengar teriakan seseorang yang sangat mereka kenal. Sontak mata mereka terbuka lebar-lebar.

”MINHO-YA!TOLOOONG!”

”YA! MINHO-YA! APA YANG KAU TUNGGU! KEJAR MEREKA! CEPAT!” Teriak Jonghyun dengan nafas ngos-ngosan. Sepertinya tenaga namja itu banyak terkuras karna mengejar Hye Ra yang dibawa orang lain. Tunggu!Dibawa orang lain?Bukannya Hye Ra asik bermain dengan yang lain?-  pikir Minho

”HYE RA NOONA DICULIK HYUNG!KEJAR DIAAAAA!CEPAAT!!!!” seru Taemin berlari kearah Minho dengan nafas tersengal sengal karna kakinya tak kuat mengejar Hye Ra.

”MWO? DICULIK?” Minho segera bangkit, jantungnya terasa berhenti berdetak dan saat ia melengah, dari kejauhan dilihatnya Hye Ra dengan mulut dibekap di paksa masuk kedalam mobil Ferrari oleh seorang namja yang……..

”ANI!! ORANG ITU!” Secepat kilat Minho sadar dan berlari sekencang kencangnya mengejar mobil yang membawa Hye Ra. Mobil itu sudah berjalan dan sial nya Minho tertinggal jauh.

”HEI!!! BERHENTI!!! HEII! BERHENTIII!!!”

T.B.C

Apa bagian endingnya maksa banget ya? Tiba-tiba aja tu anak langsung diculik *tunjuk Hye Ra.Tapi ini udah part 11! Capek ya buatnya terus takut readers bosen baca karna part kepanjangan. But! Jangan lupa setelah baca langsung komen ya eonni,dongsaeng dan chingu-chinguku yang baik :*

Iklan

12 thoughts on “Secretly Love – Part 11

  1. Wah.. Akhirnya di post juga part 11nya. Aku ga bosen2 kok baca ff ini, malahan makin suka karna ceritanya bagus + maincast nya minho hehe^^
    Berharap setelah minho nolongin hyera, hyeranya udah ga marah2 lagi ke minho dan mrka bisa bulan madu dengan tenang hehe..
    Ditunggu next partnya, thank^^

    • hehehe..iya insya allah akan segera di publish part 12 nya, karna part ini butuh kerja keras (?) o.o

      gomawo udh nyempetin baca dan komen ya? utk selanjutnya setelah di baca di komen ya? ^^

  2. Miina Kim berkata:

    huwaaaaaaaaaaa………………..
    Saengi, aku nemu blog-mu….!!!!
    #shinfujita tutup telinga, siap2 tutup lepi…

    Waduh, eon seneng banget ketemu blogmu and bisa baca
    SL Part 11 langsung… d sf3si kan blon publish!

    Eonni udah ngira, nih, kehidupan pernikhan Hyera Minho pasti
    gak jauh dr kata bertengkar! Kekanak2an…,
    terutama Hyera….!!!
    Tapi emang segini yang pas dilakuin oleh remaja seusia mereka…
    eon inget bbrp taon lalu, msh SMA, jg rame rempong gak jelas!!!!!

    #shinfujita: sampe sekarang, kayaknya masih, eon…. -___-

    Tapi, emang Hyera msh anak2 banget, dibilang lugu, juga ada..
    dibilang sedikit ‘bego’ juga bener… Dia mmg kurang peka ma perasaan
    Minho dan masih suka seenaknya….
    Tp gpp, itu semua butuh proses…
    #sok bijak, padahal sama wae….

    Tuh, siap, lagi yang nyulik Hyera….
    Aiiissshhh….!!!! Gak itu bukan Jinki banget!!!
    my oppa yeobo gk mungkin bisa kayak gitu…

    Duh, eonni goodbye dulu, deh… mau cao… ntar lanjut lagi.
    Part 12 pasti lebih seruuu!!!

    keep writing, saengi…..
    kiisseu jauh….. muah muah…

    #shinfujita: buat aku, eonni…?????

    ##bukan, lah… buat Jinki…. ^__^

    • Waduh eon, aku sampe pusing baca komen eonni ._.

      gak nyangka eonni lacak (?) aku sampe ke blog, tapi baguslah ^^ hehehe.

      hehehe emang tuh Hye Ra bego nya topbgt (?) XD
      sama kyk aku,kkkk~ jujur aja sifat hye ra sama dengan aku u.u lemot, gk peka, bego lagi u.u

      tapi syukur banget eonni masih doyan ama ff biginian u.u syukur…banget

      Dari dulu ampe sekarang Jinki emng gk prnah absen di hati eon yah? ^^
      gak mungkin jinki lah,,,itu ahjussi baik – baik kok (?) gk frontal gtu ._.

      oke, bertemu lagi di part 12 ya eon ^^

  3. AudreyLovina berkata:

    Akhirnya part 11 keluar juga ni!!
    Cerita ini bikin aku penasaran banget sama endnya!
    Ga bakal bosen kok, malah aku nunggu kelanjutan ff ini terus ^^
    Pokoknya lanjutannya jangan lama2
    Tenang aja aku tetap menunggu kelanjutannya kok 😀
    Next part jangan lama2!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s