Secretly Love – Part 13

Secretly Love

secretly love

secretly love part 13

Author : Shin Fujita

Main cast :

  • Choi Minho [SHINee]
  • Park Hye Ra [OC]

Support cast :

  • Kim Kibum a.k.a Key [SHINee]

Genre : Romance

Rating : PG 13

A/N : Oa Hallo~ Akhirnya sekian lamanya aku bawain kelanjutan ff ini. Maaf banget! Bagi yang menunggu lama u.u sebenarnya udah lama buatnya tapi endingnya itulho..Mikirnya keras (?) Padahal udah mikir keras hasilnya tetep gaje u.u Oh ya, maaf atas hiatusku, karna aku sibuk traveling akhir-akhir ini ^^. Maap ye?

Dan sekarang selamat membaca! Semoga masih ingat ceritanya ya.. ._.

Don’t forget! After read please give me your comment, please ^^

Don’t be silent readers ^.^

¶♥Story line Shin Fujita…♥¶

“Kamu bisa menjawabnya sekarangkan, Hye Ra?”

Suara Kibum makin membuat otak Hye Ra kacau. Pertanyaan yang sempat ditanyakan Kibum tadi sontak menjadi bahan topik utama di dalam kepala Hye Ra sekarang.

Apa aku bahagia menjadi istri Minho? Dan apakah selama ini menikahiku karna ia mencintaiku?

Ansumsi diatas terus melayang di dalam fikiran Hye Ra. Antara bingung dan tidak tau yang dirasakan Hye Ra sekarang.

Lalu mengenai cita-cita? Hye Ra tidak bisa mengelak impiannya itu. Menjadi desainer. Itu adalah impian yang sangat didambakannya sejak ia duduk di bangku sekolah menengah pertama.. Hingga beberapa tahun kemudian akhirnya Kibum telah mengiprahkan karirnya di dunia fashion, hingga menjadi desainer ternama setelah belajar di Amrik. Itu menjadi motivasi bagi Hye Ra, dan ingin mengikuti jejak teman lamanya itu. Namun sekarang kenapa jalan berpihak dalam pilihan? Hye Ra tau ia harus banyak berusaha keras dan belajar setinggi-tingginya. Sebut saja melanjutkan pendidikan ke Paris! Itu tawaran yang menggiurkan bukan? Tidak mudah orang-orang bisa diterima di sebuah universitas di sana. Apalagi sekarang Kibum membantunya untuk mewujudkan mimpinya..

”Bagaimana? Sudah kamu fikirkan dengan matang?”

Hye Ra sedari tadi merunduk, mendongak lalu menatap Kibum dengan tatapan tak yakin. Ia memaikan kuku-kukunya seperti terbebani oleh pilihan ini.

”Tenang saja, setelah kamu tamat sekolah aku akan membantumu masuk ke universitas di Paris sana.  Setelah kamu belajar banyak tentang fashion, barulah aku dan teman kenalanku disana akan menerbitkan karya pertamamu di Paris! Otte?”

”Tapi oppa, aku tidak yakin bisa memilih salah satu. Aku tidak bisa meninggalkan Minho, dan tidak bisa pula melupakan impianku itu” Hye Ra terlihat makin gusar. Sekilas, ia melirik cincin pernikahannya yang setia terpasang di jari manisnya. Kenangan saat Minho melamarnya di taman bunga mengingatkan Hye Ra akan suaminya itu.

”Jadi…Kamu mau memilih Minho?”

”Tidak begitu tapi….”

”Hye Ra-ah! Kibum-ssi! Apa yang kalian lakukan disini?” panggilan seorang namja membuat Hye Ra dan Kibum menoleh. Hye Ra sedikit terkejut atas kemunculan orang itu. Kenapa bisa? Bukannya dia barusan pergi?

”Apa yang kalian lakukan? Yang lain pada pergi, kenapa kalian disini?” tampak jelas di raut mukanya tersirat rasa curiga. Hye Ra yang menyadari itu memaksa senyuman dan berkata ”Tidak ada apa-apa, kami hanya sarapan bersama, iyakan oppa?” Hye Ra melirik Kibum dan dibalas anggukan Kibum. Tapi sejujurnya Hye Ra merasa beruntung akan kedatangan namja itu, karna ia bisa menunda jawaban apa yang harus ia katakan pada Kibum.

”Oh, kalau begitu kau ikut aku!” Hye Ra terseret karna namja itu menarik lengannya.

”Kemana?” tanya Hye Ra dan sesekali melirik Kibum yang tengah memasang ekspresi datarnya. ”Ke suatu tempat! Palli!”

”Ya! Bukannya kau harus ikut rapat investasi hari ini? Kenapa malah pergi?”

”Itu bukan urusanmu, yang penting ikut aku,ne?” namja itu mengangkat kedua bahu Hye Ra agar istrinya itu berdiri. Sekilas ia melirik Kibum yang merasa tak dianggap, dia tersenyum tipis kemudian mengajak Hye Ra pergi meninggalkan Kibum.

”Oppa, apa kamu mau ikut dengan kami?” tawar Hye Ra.

”Ani, kalian pergilah” ujar Kibum tidak peduli oleh kedua insan itu. Hye Ra yang merasa tidak enak menatap suaminya-Minho sejenak. ”Wae?Ayo kita pergi” ajak Minho bersi keras.

”Kami pamit dulu, annyeong” Minho sedikit membungkuk ke Kibum lalu ia menyeret Hye Ra keluar dari resturant.

Setiba di luar, Minho langsung menyeret tubuh Hye Ra masuk kedalam mobilnya. Tentunya Hye Ra sangat bertanya-tanya kenapa Minho tiba-tiba saja muncul dan mengajak ke suatu tempat .

”Kita mau kemana? Kenapa mendadak?” Hye Ra melirik Minho yang rupanya sudah disampingnya. Aneh sekali, tapi beruntung juga Minho pergi menjemputnya karna Hye Ra bisa menunda untuk memberi jawaban dari pertanyaan Kibum tadi. Dan setelah menunggu beberapa detik mendiamkan diri, akhirnya Minho menghidupkan mesin mobilnya dan lupa jika Hye Ra menanyakan sesuatu kepadanya tadi.

”Ya! Kenapa kau jadi aneh gini? Bukannya sekarang kau ikut rapat investasi? Kenapa malah mengajakku pergi?” Hye Ra tidak tahan dengan atmosfer penuh keanehan ini. Ia merasa kurang nyaman jika Minho mengajak pergi tanpa memberi alasan. ”Rapatnya ditunda, jadi dari pada membuang waktu sendirian mending aku mengajakmu jalan-jalan.”

”Jalan-jalan?” Hye Ra mengerutkan keningnya, masih tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Minho.

”Iya! Jika tidak ada pekerjaan yang diurus lagi untuk apa kita ke Jeju? Ini kesempatan untuk liburan kita!”

”MWO? LIBURAN? K-I-T-A? KITA?” Hye Ra melototkan kedua matanya. Barusan yang bicara Minho kan? Tumben sekarang ia lebih mementingkan liburan kebanding perusahaannya itu. Dan yang bikin aneh, dengan pedenya Minho selalu menyebut ’kita’ di depan Hye Ra yang pastinya membuat Hye Ra geram. Entah kenapa, yang jelas Hye Ra tidak mau disebut-sebut seperti itu.

”Kenapa marah? Kau tidak senang kita bulan madu? Ah! Atau karna kejadian kemarin malam itu kau jadi harimau pemarah?geurachi?”secepat kilat Hye Ra menoleh kearah Minho dengan tatapan sinar lesernya yang tajam. Bukannya membalas menatap, Minho malah tersenyum evil yang sukses bikin Hye Ra salah tingkah. Benar saja! Melihat senyuman itu membuat Hye Ra mengingat akan adegan skip nya dengan Minho!!

” Malu ya? Untuk apa malu? Kitakan sudah berstatus sebagai suami-istri jadi untuk apa dikhawatirkan?” Hye Ra makin membara. Benar ia sangat malu, bercampur marah lagi! Tapi masa bodoh! Tidak penting membahas kejadian yang telah berlalu itu.

 ♥♥♥

Dan tak terasa dengan perjalanan yang tak terlalu lama, akhirnya mereka tiba ditempat tujuan. Minho yang duluan turun, mempersilahkan Hye Ra turun dari mobil dengan membukakan pintu untuknya. Tak lupa Minho sering memamerkan senyum killernya yang tentunya membuat siapa saja wanita melihatnya tergila-gila. Apa Hye Ra juga seperti itu?

”Berhenti tersenyum seperti itu! Kau terlihat menakutkan dengan senyum aneh tadi!” bukannnya melting malah wanita tidak peka ini menghina -_-. Hye Ra bahkan tidak mempedulikan Minho yang sedang berbaik hati membukan pintu untuknya. Minho kesal tentunya, tapi cepat-cepat ia menghilangkan rasa itu karna sekarang ia ingin menunjukkan sesuatu ke wanita yang dicintainya itu.

”Jeju Love Land? Tempat macam apa ini?” ujar Hye Ra sambil berjalan masuk ke pintu gerbang taman. Yah! Minho mengajak Hye Ra ke taman erotis yang sangat terkenal di korea. Tidak sedikit orang yang berkunjung ke tempat wisata ini, selain erotis taman ini juga terkesan romantis karna banyak sekali patung sepasang pria dan wanita yang berciuman. Ini gak bohong lhooo. Serius! Di pintu gerbang aja kalian telah disambut oleh patung seorang pria dan wanita yang berciuman mesra. Tak disangka, Hye Ra yang melihat itupun langsung salah tingkah dan diam-diam menoleh kearah Minho yang rupanya sudah berada di sampingnya.

”Ya! Kau mengajakku ke tempat macam ini? Kau sungguh..Aish jinjja!” Hye Ra menggila karna setelah ia jalan lebih jauh di teman ini yang dilihatnya adalah patung-patung manusia yang saling berciuman, malah lebih dari itu.

”Kenapa diam eoh? Dasar namja mesum! Beraninya kau mengajakku kemari!!!”

”Itukan hanya patung, kalau tidak suka jangan dilihat.!”

”Bagaimana aku tidak melihat? Kiri,kanan,depan,belakang terdapat patung semua! Emang berapa patung yang ada disini sih?”

”140!”

”MWO?” Minho hanya terkikik melihat ekspresi lucu Hye Ra. Iya sih patungnya agak vulgar gitu -_-, tapi jangan lihat kesitunya, pandanglah ke seninya. Namun kayaknya Minho tidak memusingkan hal itu, tanpa seizin Hye Ra Minho langsung menyeret tangan Hye Ra dan membawanya berlari.

”Kita kemana?”

”Rahasia! Kau perlu mengikutiku saja” Hye Ra pun menurut, ia bahkan tidak mau melihat patung-patung aneh itu lagi dan sekarang kemana ia akan dibawa akan ia serahkan semua pada Minho.

”Tadaaa! Lihat! Baguskan?” Minho melepaskan genggamannya,  membiarkan Hye Ra melihat pemandangan yang tentunya berbeda dari yang tadi. Sebuah taman di dalam taman? Seperti itulah kenyataannya, rupanya ada sebuah taman yang penuh dengan hamparan rumput hijau dan tak lupa puluhan pohon pohon besar yang mengeliling taman itu. Hye Ra pun hanya bisa mengerjap terpesona, taman ini bahkan seratus kali lipat lebih indah dari taman di halaman belakang rumah Minho. Suasana yang masih pagi membuat masih banyak beberapa burung dan kupu – kupu bernari nari kesana kemari. Malah Hye Ra juga dapat melihat sekumpulan bunga-bunga dengan berbagai macam warna cerah,yang tentunya memberi kesan colourful.

”Neomu yeppuda!”

”Kau suka?” Minho berjalan mendekat, berdiri beriringan dengan Hye Ra. Ia menatap wajah binarnya Hye Ra yang pastinya membuat Minho makin senang berada di disi wanita itu. ”Mau keliling?” entah rangsangan dari mana, Minho langsung meraih tangan Hye Ra lalu mengenggamnya. Hye Ra terdiam sejenak, merasakan debaran jantung yang rasanya ingin meledak.

”Ne!” dengan senang hati Hye Ra menurut ajakan Minho. Merekapun berjalan bergandengan mengintari taman nan indah ini berdua. Yah keliatannya hanya mereka berdua saja yang berada di taman ini.

”Apa sebelumnya kau pernah kesini?” tiba-tiba Minho mencoba membuka topik pembicaraan. Kalau dibilang-bilang, sudah lama ia tidak berdua seperti ini dengan Hye Ra. ”Anio, aku hanya pernah mendengar dari teman-teman. Katanya sih banyak sepasang kekasih yang menghabiskan liburannya ke sini.”

”Jeongmal? Lalu apa sebelum ini kau sudah pernah berkencan? Kecuali Jinki!” sela Minho cepat. Hye Ra yang tersinggung karna mengungkit nama ’Jinki’ itu segera menoleh dan berkata ”Belum, sebelum Jinki aku belum pernah berkencan, adapun itu hanya hoobae-hoobae yang naksir denganku. Itupun hanya sekedar jalan-jalan di mall”

”Hoobae? Jadi dulu banyak yang naksir padamu?” Minho merasa topik ini agak sensitif tapi, mengetahui istrinya sendiri adalah incaran pria di sekolah membuat Minho agak cemburu.

”Tentu! Kau saja yang kuper! Kerjanya cuma belajar! Tidak tau kalau aku ini termasuk idola sekolah? Yah meskipun hanya sekalanganku atau hoobae-hoobae ingusan.”

”Sombong!”

”Pantas! Kau juga sombong! Mentang-mentang hebat!” Minho terdiam dan memasang wajah datar, sedangkan Hye Ra kebingungan malah sekarang khawatir takut salah bicara. Tapi dari pada diam-diam terus, Hye Ra memilih terus melanjutkan perjalanannya, ia jalan lebih dahulu meninggalkan Minho yang masih tertinggal di belakang. Merasa aneh karna Minho belum mengejarnya, Hye Ra pun menoleh kebelakang.

”Lho? Minho mana? Dia menghilang?” ketika melihat, Hye Ra tidak mendapat sosok Minho disana. Dia menghilang! Tapi kemana? Tunggu! Itu berarti Hye Ra hanya sendirian di tempat ini?

“Ya! Minho-ya! Neo eodiga? Jangan tinggalkan aku sendiri!” teriaknya sambil memutar padangan keseluruh penjuru. Karna tidak mendapat respon apapun, Hye Ra hanya menekurkan kepalanya lalu kembali berbalik, tapi tiba-tiba saja….

“Tadaa!”

“AAARRGHH!” Hye Ra terlonjak kaget! Ada penampakan yang lewat!

“Ya! NUGU? Jangan ganggu aku hantu! Aku manusia baik-baik! Kumohooon” Hye Ra menutup wajahnya sambil memohon-mohon gak jelas di depan seseorang.

”Jebal,….Jangan ganggu aku…” rengeknya lagi.

”Ya! Siapasih yang mau menganggumu?” EH? Suara ini?

”Kau?” Hye Ra kenal dengan suara itu, perlahan ia mendongak dan sekarang ia tak kalah terkejutnya karna kemunculan  orang yang ia cari.

”Kau..Jahat! Kenapa meninggalkan aku begitu saja? Aku tahu tadi aku keceplosan dan pasti kau marah, mianhae…Tapi jangan sekali-kali meninggalkanku lagi!!” Hye Ra memukul dada bidang seorang namja yang telah menjadi bagian hidupnya – yang tak lain dan tak bukan adalah Choi Minho.

”Jahat!Jahat!Ja-hmp!”

”Ssst! Berisik!” Minho menutup bibir Hye Ra dengan telunjuknnya dan membuat wanita itu melotot. Setelah itu, Minho menyunggingkan sebuah senyuman manisnya. Perlahan ia mendekatkan wajahnya, mendekat hingga kepala Minho sangat dekat di pipi Hye Ra. ”Aku punya sesuatu untukmu!” bisik Minho pelan.

”Mwonde?”

”Coba berbalik!” setelah mendengar intruksi Minho, Hye Ra langsung memutar tubuhnya kebelakang. ”Woaa!” Hye Ra terkagum senang. Saking senangnya ia berlari seperti terlepas dari kandang. ”Ini…Kau yang menyiapkannya?” tanya Hye Ra setelah ia dapat menyentuh benda itu. Ayo siapa yang tahu? Itu hanya sebuah sepeda roda dua yang dihiaskan beberapa balon warna warni. Dan dibelakangnya juga terdapat bangku kecil untuk menggonceng seseorang disana.

”Ayo naik!”

”Aku?”

”Siapa lagi?” dengan hati gembira Hye Ra duduk dibelakang sepeda. Sedangkan yang menjalankannya adalah Minho. ”Wahahaha! Joahyo! Ini menyenangkan! Hahahaha” Hye Ra merentangkan kedua tangannya di udara berasa seperti terbang dilangit. Sangat menyenangkan memang, mengelilingi taman indah ini dengan sepeda, ditambah balon balon berbentuk hati ini juga menambah kegembiaraan Hye Ra.

”Hye Ra-ah! Kali ini aku mau ngebut! Pegang erat-erat ya!”

”Apa yang di pegang?”

“Pinggangku! Kau mau jatuh nanti,eoh? Palli!”

”Ne!” Hye Ra pun melingkarkan tangannya di pinggang Minho. Sedikit gugup tapi lama-lama juga biasa saja. Benar yang dikatakan Minho, ia mempercepat gayuhannya hingga rok yang dipakai Hye Ra mengembang. Mereka saling tertawa, menikmati kencan manis mereka. Terutama Hye Ra, sekarang ia merasa sangat senang dan nyaman.

”Kau menyukainya?” tanya Minho disela-sela ia menganyuh pedel sepeda.

“Ne, ini sangat menyenangkan” tidak disangka Hye Ra menyandarkan kepalanya di punggung Minho lalu memeluk pinggang Minho lebih erat. Hal itu dirasakan Minho, dan biasalah di saat-saat seperti ini jantungnya selalu ingin meloncat keluar.

“Kau tahu, aku sangat menyukai kita yang seperti ini” ucap Minho tiba-tiba. ”Di saat kau tertawa bahagia, tersenyum, dan tidak ada lagi terdengar tangisan Aku merasa sangat bersyukur, bisa membuatmu tertawa seperti ini” lanjut Minho. “Dan juga, malam itu aku merasa bersalah padamu. Melihatmu menangis tersedu-sedu, itu pasti karnaku. Akulah penyebab kau selalu menangis,marah,kesal..Mianhae..” Hye Ra yang mendengar itu, merubah air mukanya. Ia melonggarkan genggamannya di pinggang Minho, dan tidak lagi menyandarkan kepalanya di punggung Minho.

Apa Minho sangat ingin melihatku bahagia? Dia bersungguh –sungguhkan? Tanya Hye Ra dalam hati.

”Nah sampai!” Tak terasa Minho berhenti mengayuh. Ia turun dari sepeda, kemudian diiukuti oleh Hye Ra. Dan kali ini, Minho juga mau menunjukkan sesuatu untuk Hye Ra.

”Mwo? Ini apa?” Hye Ra termangap tidak percaya.

”Kejutan! Aku tau ini hanya biasa saja, tapi kalau diiringi dengan pemandangan hijau dari taman ini pasti akan terlihat special” entah keberuntungan dari mana yang didapatkan Hye Ra hari ini, tapi Minho sukses membuatnya terkagum-kagum.

”Mian, sebelumnya kau sudah sarapan ya? Tapi tidak apakan sekedar menemaniku piknik bersama?” Yap! Minho mengajak Hye Ra piknik! Dan rupanya ia telah menyediakan sebuah tikar yang entah kenapa terus bermotif hati, lengkap dengan payung untuk berteduh, kotak makanan piknik, gelas, piring bahkan ia menaburkan beberapa bunga mawar putih di sekeliling tikar.

”Ini sangat…..Cantik!” Hye Ra langsung melesat duduk permukaan tikar. Ia merentangkan kakinya sambil melihat-lihat barang barang apa saja yang dibawa Minho.

”Ini sangat menyenangkan! Sungguh semua ini kau persiapkan?” Hye Ra masih terheran-heran. Sejak kapan Minho mempunyai sisi romantis seperti ini?Malah ini sangat romantis bagi Hye Ra. Mulai tadi ia mengajaknya ke taman, menghilang, tiba-tiba muncul dengan sepeda imut, berkeliling, dan sekarang piknik bersama di sebuah bukit kecil dengan hamparan rumput hijau dan tak lupa tempat ini terlindungi oleh pohon rindang.

”Ne, sudah jauh-jauh hari kemarin aku merencanakannya. Otte? Kau suka?”

”Sangat! Gomawo Minho-ya!” Hye Ra memberi senyum merekahnya yang pastinya senyum tulus dari lubuk hatinya. “Hye Ra!” panggil Minho dari sampingnya “Ne?”

Jepret! Tiba-tiba saja Minho memotret Hye Ra yang barusan menoleh dengan tampang polos.

“YA!”

“Hahaha! Kyeopta! Tampang polosmu lucu!” Minho tertawa melihat hasil fotonya. Dan hanya menunggu beberapa detik, hasil fotonya itu keluar dari kamera polaroidnya.

“Tadaa! Lucu bukan?” Minho memperlihatkan foto tadi kearah Hye Ra. Hye Ra yang melihat itu juga suka dan malah ia merebut polaroid Minho tanpa seizin Minho.

“Minho-ya! Gimana kalau kita foto bersama?”

”Sirreo!”

”Ayolah! Tidak adil jika aku saja yang di foto! Ayo!” Dengan semangat, Hye Ra menarik lengan Minho. Tangannya bergelayut di lengan Minho, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Minho. Hye Ra terlihat sangat senang, hingga ia lupa jika ia telah banyak menyentuh tangan Minho dari tadi.

”Ayo merapat! Aku hitung mulai dari satu ya, nanti jika sudah angka tiga kita harus bebarengan bilang ’kimchi’ , arrachi?”

”Ya! Kenapa sekarang kau mengaturku?”

”Palli! Hana…Dul…Set…Kimchi!”

Klikkk! Buru –buru Hye Ra melihat hasil fotonya. Setelah keluar ia langsung merebut foto tersebut.”Ya! Kau tidak bilang kimchi tadi? Lihat posemu! Seperti tentara angakatan darat yang siap tempur! Datar saja!!” omel Hye Ra tapi tidak di respon oleh Minho. ”Ya! Kau ini! Itu yang tidak kusuka dari mu! Tidak berekspresi, terus kalau aku ngomong kau pura-pura tidak mendengar, kau ini sebena- mpp!”

”Makan itu! Kau sangat cerewet!” bosan mendengar omelan Hye Ra, Minho memasukan buah apel ke mulut Hye Ra. Tak dipungkiri Minho pun tertawa sangat keras karna melihat ekspresi lucu Hye Ra yang berusaha memakan apel itu.

”Kau…Ya! Tidak tau apel ini sangat besar untuk mulutku? Kau mau membunuhku, eoh?” seru Hye Ra kesal setelah bisa mengeluarkan apel tadi. ”Mian” balas Minho begitu singkat. ”Tapi seumur hidup aku tidak akan berniat untuk membunuhmu, kau pikir aku seorang psikopat?” lanjut Minho kini menampakkan sisi sinisnya. Membunuh? Yang benar saja, sedangkan Hye Ra pingsan karna tenggelam saja Minho rasanya ingin mati malah menangis begitu saja.

”Kau bukan psikopat tapi tiang listrik berjalan!”

”Yah, terserah kau saja -_-”

”Tapi….Aku punya pertanyaan untukmu Choi Minho!

 “Ne?  Apa itu?” wajah Minho terlihat exited tentang apa yang ditanyakan Hye Ra. Ia memasang wajah serius lalu menunggu Hye Ra akan bicara

“Apa kau pernah terbebani oleh 2 pilihan yang sangat sulit?” ujar Hye Ra sambil merebahkan tubuhnya. Ia melipat tangannya sebagai bantal untuk kepalanya lalu memandang langit biru yang terselingi oleh tangkai dan daun-daun pohon. Entah kenapa, kalimat-kalimat Kibum tadi berputar-putar di dalam otaknya. Menari-nari seolah olah pertanyaan itu tidak bisa dilupakan hanya untuk beberapa waktu.

”Pilihan? Tentu! Di saat aku terbebani oleh perintah orangtuaku. Mereka menyuruhku untuk mengurus perusahaan, bahkan menikah diumurku yang masih muda.”

”Lalu pilihannya mana?” tanya Hye Ra tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Minho barusan. Minho pun mulai merubah posisinya ia duduk bersilang disamping Hye Ra dan juga menatap langit. ”Pilihannya ada, dan bagiku itu membingungkanku. Pilihan pertama adalah apakah aku harus mengurus perusahaan terlebih dahulu atau menikah . Tapi dengan umurku yang muda ini, aku masih belum mengerti segala hal mengenai bisnis. Aku pastinya terus belajar dan berusaha keras. Namun bagiku berusaha itu harus diselingi oleh dukungan. Tentunya dukungan orang-orang terdekat” Sungguh, Hye Ra masih tidak mengerti. Ucapan Minho terlalu berbelit belit baginya, tapi yang dipertanyakan apakah Minho memilih perusahaan ayahnya?

”Aku tau yeoja bersinyal lemah sepertimu tidak mengerti ucapanku tadikan?” tebak Minho sarkastis. Dan konyolnya di balas anggukan polos oleh Hye Ra -_-.

”Hye Ra-ah, jika besok adalah ulangan matematika. Dan dihari sebelum ulangan kau hanya sendiri, tidak belajar privat, bahkan tidak ada seorangpun yang membantumu. Bagaimana perasaanmu? Sebagai yeoja anti matematika itu sangat sulitkan?Apa yang kau rasakan?” Minho memiringkan kepalanya, melirik Hye Ra sejenak yang rupanya sudah duduk dengan manis disampingnya. ”Iya, itu karna aku tidak mengerti pelajaran yang diajari sonsaengnim. Dan..Yah stress juga” Minho tersenyum mendengar jawaban Hye Ra lalu ia melanjutkan

” Begitu juga denganku. Disaat aku berusaha keras,disaat aku belajar dan belajar tapi tidak ada seseorang yang selama ini kuinginkan untuk disisiku. Meskipun ia tidak bisa membantuku, tapi ketika ia sudah disampingku, aku sudah sangat terbantu. Jangan sangka itu adalah orangtua atau hyungku, mereka sudah pasti akan mendukungku. Tapi orang ini, orang yang mengalihkan semua akal sehatku dan membuatku tidak bisa terlepas darinya. Dirinyalah yang kubutuhkan dulu, baru saat sudah berdamping dengannya aku bisa melaksanakan tugasku sebagai pewaris perusahaan. Jujur, aku sangat membutuhkannya” mimik muka Minho terlihat serius. Ia tidak main-main, yang disampaikannya ini memang dari lubuk hatinya. Dan disamping itu Minho berharap orang yang dimaksud itu bisa peka!

”Jadi, intinya kau memilih menikah dulu. Karna setelah menikah ada seorang yang bisa mendukungmu. Kenapa harus begitu? Apa bedanya dengan dukungan keluarga? Itu lebih berartikan?” benar! Yeoja ini masih belum peka! -_-. ”Menurutku juga begitu. Tapi antara orang itu dan keluarga berbeda. Apa perlu kuperjelaskan lagi eoh? Capek ngomong panjang-panjang kayak gini!”

”Tidak usah! Aku tau kau tipe orang yang tidak suka banyak bicara. Keuman, beralih ke topik lain!” Minho menaikkan alisnya dan berpikir, apa Tuhan telah memutusakan syaraf kepekaan ke wanita bersinyal lemah satu ini? Sudah diperjelas panjang lebar tapi manusia ini tidak merasa bahkan meminta mengalihkan topik!

”Apa kau tidak mau bertanya orang itu siapa?”

” Untuk apa?”

”Benar tidak mau?” tanya Minho memastikan.

”Entahlah, aku tidak tertarik untuk mengetahuinya. Hoaamm! Kenapa aku jadi mengantuk? Gara-gara kau kelamaan berpidato aku jadi ngantuk” Hye Ra kembali membaringkan tubuhnya kepermukaan tikar. Ia memiringkan tubuhnya dan mengalaskan kepalanya dengan kedua telapak tangannya yang dilipatkan. Minho merasa panas! Panas seperti api membakarnya, karna apa? Karna istrinya yang entah sekarang dengan lapang dada ia sebut ’bodoh’ itu belum juga peka! Apa kalimatnya tadi belum dramatis? Romantis? Hah! Kalau romantis sih tidak! Sudahlah! Membahas mengenai kepekaan itu Hye Ra adalah tantangannya.

”Kau ini….Pantasan Kim sonsaengnim memberikan nilai 50 untukmu. Nilai kepahamanmu saja dibawah rata-rata bagaimana bisa kau memahami perasaan suamimu? Sepertinya sangat sulit untukmu” Minho beralih untuk menatap wajah Hye Ra yang terlelap didekatnya. Matanya yang sendu melambangkan rasa kekecewaan. Biarlah, mungkin belum saatnya. Minho hanya perlu untuk menunggu, dan menunggu.

”Apa tidur disana sakit? Aish…Yeoja ini memang sembarangan!” karna kelamaan menatap Hye Ra, Minho menyadari kalau posisi tidur Hye Ra itu tidak baik. Dengan hati-hati Minho pun mengangkat kepala Hye Ra lalu memangkunya di atas paha Minho. Karna kepalanya disentuh, Hye Ra sedikit mengeringai kemudian ia kembali tertidur lelap. Sebuah senyuman terukir di bibir Minho. Benar, orang yang disebut Minho tadi adalah Hye Ra. Ia ingin Hye Ra selalu disampingnya dan bisa mendukungnya. Tapi sepertinya itu sedikit sulit, mengingat Hye Ra wanita yang keras kepala, dan tidak peka.

 ♥♥♥

Di malam harinya….

Setelah piknik di Jeju Loveland, tiba-tiba saja Hye Ra minta kembali ke hotel karna ia mau istirahat. Entah alasan itu berdasar atau tidak, namun setelah tertidur cukup lama di pangkuan Minho, Hye Ra mendapat sebuah panggilan dari seseorang. Dalam sejekap air mukanya berubah lalu buru-buru minta pulang. Minho pastinya curiga, tapi ia tetap mengantarkan istrinya kembali ke hotel.

“Ne? Kau mau apa?”

“……”

“Apa aku harus kesana?”

”…..”

”Ne, arraseo. Tunggu aku sebentar!”

Bip! Hye Ra mematikan panggilan di ponselnya. Lalu ia beralih ke meja rias, menatap pantulan wujudnya di cermin. Ia menyisir rambutnya, berbedak, bahkan mengoleskan sentuhan lipstik di permukaan bibirnya.

”Sempurna!” Hye Ra meletakkan lipstiknya dan tersenyum puas.

”Ya! Kau mau kemana malam-malam gini?” tanya Minho yang sedari tadi memperhatikan istrinya sibuk berdadan di malam hari. Aneh memang, tadi mendadak mau pulang dan sekarang malah pergi dengan dandanan.

”Apa urusanmu? Suka-suka aku dong pergi kemana” cibir Hye Ra sambil meraih tas sandangnya, lalu ia mengambil sepatu high heelsnya dan memasangnya. Setelah selesai ia berjalan menuju pintu,berniat untuk pergi. Namun belum sampai Hye Ra meraih knop pintu, tangan Minho sudah menghambat jalannya.

”Mau kemana? Aku curiga kalau seorang wanita keluar malam-malam!”

”Ya! Minho-ya…Sudah kubilang ini bukan urusanmu! Ini urusan wanita! Sudah minggir sana! Aku mau pergi!” dengan jengkel Hye Ra menepis tangan Minho dan akhirnya bisa keluar dari kamar.

Dengan cuek Hye Ra berjalan di koridor hotel tidak peduli Minho marah besar melihatnya mengacuhkan suaminya sendiri. Dan akhirnya Hye Ra tiba di tempat tujuan. Letaknya di outdoor hotel, yaitu di tepi kolam berenang. Ia tersenyum canggung, dan setelah mengumpulkan tekad banyak untuk berjalan menghampiri sosok yang menunggu di sana.

”Hei! Aku datang!”

”Hye Ra? Ayo duduk di sebelahku” orang itu mempersilahkan Hye Ra duduk disampingnya. Hye Ra tersenyum sekilas, dan bertanya ”Bukannya kita sudah bertemu pagi tadi? Kenapa tiba-tiba mengajak bertemu lagi?” tanya Hye Ra to the pont. Orang itu hanya mengangguk, mengerti maksud Hye Ra dan tentunya Hye Ra tidak suka jika dipanggil malam-malam seperti ini.

”Aku hanya bilang, waktumu untuk memilih pilihan itu hanya beberapa minggu lagi. Aku harus segera ke Paris, karna ada presscon di sana.” Hye Ra terdiam, ia melupakan pilihan itu! Dan sekarang ia tidak punya jawaban yang tepat!

”Begini saja, jika kau benar-benar mencintainya tinggalah disini untuk disampingnya. Tapi jika kau masih goyah dengan perasaanmu, lebih baik kau ikut denganku dari pada mendapatkan penyesalan diakhirnya”

”Tapi…Oppa, kenapa kau sangat antusias sekali mengajakku ke Paris? Kau pasti tidak suka aku jadi istrinya Minho kan?” selidik Hye Ra, namun sayangnya teman lamanya itu tidak merespon dan akhirnya mereka tenggelam dalam kesunyian malam.

”Hye Ra, apa selama ini kau tidak pernah memikirkanku?”

”Mwo?” Hye Ra menoleh cepat. Ia menatap Kibum aneh, gimana gak aneh sedangkan tampang Kibum juga aneh gitu. Raut mukanya tiba-tiba saja sendu.

”Selama beberapa tahun ini aku tidak bersamamu, apa kau tidak pernah memikirkanku? Bahkan saat pertama kali aku menelponmu kau langsung mematikannya.Kenapa?” Kibum beralih menatap Hye Ra. Tidak bisa di dustakan kalau Kibum sedang sedih. Mata sipitnya mendadak sayu , ini beda dengan Kibum yang ceria seperti biasanya. Hye Ra bisa merasakan itu. Pasti ada sesuatu terjadi padanya.

”Aku sangat shock saat itu, jadi aku menutup telfon mu. Maaf oppa, aku sangat minta maaf”

”Tidak perlu! Aku tidak butuh ucapan maafmu!” eh? Lalu mau apa lagi?

”Aku butuh keseriusan dan keputusanmu”

” Maaf, tapi sangat sulit memilih keduanya. Minho juga penting bagiku, dia suamiku dan aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja. Aku takut dia sedih…” Hye Ra menekurkan kepalanya. Takut ia salah bicara. Ia hanya menunggu respon dari Kibum yang entah gimana ekspresinya nanti. ”Kau mulai mencintainya?” GLEK! Suara Kibum tadi sontak membuat Hye Ra membelalakan matanya. Ia memainkan jari kuku-kukunya, bimbang, ia sudah mencintai Minho atau belum.

”Kau bahkan tidak memahami perasaanku dulu, aku yang mengenalmu dulu. Kenapa kau malah mencintai pria lain?” eh? Maksudnya?

”Aku rasa aku lebih baik dari pada Minho. Aku mengetahui segalanya tentangmu, aku tahu kesukaanmu dan aku tahu apa yang tidak kau suka. Sedangkan Minho? Ia bahkan tidak peduli padamu. Dia tidak berguna! Manusia sepertinya hanya menyia nyiakan duniamu saja!” Hye Ra menyeringit! Apa maksudnya ini? Kibum mencaci Minho? Atas dasar apa dia menghina Minho seperti itu? Entahlah..Sekarang Hye Ra ingin marah.

“Berhentilah membuang-buang waktu dengannya. Kemarilah, bersamaku.”

“Oppa…”

“Kau tidak akan menyesal. Jebal Hye Ra” Hye Ra melihat manik mata Kibum yang berbeda. Tampang memohonnya mengisyaratkan ia meminta sesuatu yang lebih dari Hye Ra. Tunggu! Apa selama ini Kibum..?

“Oppa! Apa maksudnya ini? Jangan bilang kalau kau punya perasaan terhadapku?” Hye Ra peka! Ia bisa merasakan itu. Bodohnya Hye Ra baru menyadari kalau Kibum selama ini.. Tidak!Tidak! Mana mungkin bisa? Tapi dari sorotan mata Kibum, Hye Ra bisa membacanya. Kibum menatapnya dalam dan intens, hingga Hye Ra tidak sadar wajah Kibum makin mendekat ke wajahnya.

”Akhirnya kau tau juga…” Kibum menyungging ujung bibirnya. Apa ini? Kenapa Kibum mulai menyentuh wajahnya? Ani! JANGAN SAMPAI!

”Ta-tapi..Aku sudah mempunyai suami, oppa! Jangan! Kau tidak boleh- mmpp!” mulut Hye Ra membungkam. Telunjuk kibum mengunci bibirnya hingga tak dapat bergerak. Hingga beberapa selang detik, Kibum menjauhkan telunjuknya dari bibir Hye Ra. Ia beralih menggenggam kedua tangan Hye Ra. Kehangatan dapat dirasakan Hye Ra, aroma khas Kibum yang dulu selalu bersamanya kini dapat dirasakannya kembali.

” Kenapa tidak boleh?”

”Karna…Oppa sahabatku!”

”Hanya sahabat? Apa sahabat tidak boleh menyukai temannya?”

Selidik matanya tajam, alisnya naik sebelah dan kepalanya masih dekat menatap intens Hye Ra. Kibum mengitropeksinya.

”Bukannya aku tidak mau..Tapi..”

Hye Ra menggelengkan kepalanya, ia melirik kedua tangannya yang sudah digenggam Kibum, dan dalam selang detik Hye Ra langsung menepis tangan itu hingga Kibum terbuat bingung.

Cincin pernikahanku..Aku tidak mau melepaskannya hanya karna pria lain.

”Tapi apa? Kau sangat mencintai Minho, begitu?” Hye Ra terkekang! Bola matanya liar berputar sana-sini untuk mencari alasan. Alasan? Untuk apa ia harus membuat alasan? Apa susahnya berterus terang? Yang ditanyakan Kibum ’apa ia mencintai Minho atau bukan’ apa sulitnya dari pertanyaan itu? Tapi bagi Hye Ra itu sangat sulit, lebih sulit dari pada menjawab pertanyaan ujian matematika yang selalu bikin ia tepar ditempat.

”Jika kau tidak mencintainya, mau kah kau ikut denganku ke Paris lalu kita akan menjalin hubungan yang bahagia disana! Otte?”

Bahagia? Hye Ra seakan tersihir oleh kata itu.

”Masih ada kesempatan untuk lepas darinya. Aku tahu,bukan pernikahan ini yang kau mau” Hye Ra menelan ludahnya. Keringat dingin bercucuran di pelipisnya, ia harus memikir,berpikir,dan berpikir lagi….Namun disamping itu, Hye Ra telah memutuskan sebuah keputusan. Ia kurang yakin akan putusan itu, tapi ia tidak mau akhir dari pernikahan ini hanyalah sebuah penyesalan. Hye Ra tidak mau menyesal, dan dalam kesempatan kali ini ia harus mencobanya.

”Baiklah..”

Seketika mata sipit Kibum terbuka lebar. Ia merenggangkan genggamannya disamping mulutnya yang tak bisa dibiarkan terbuka lebar. Benarkah? Apa barusan Hye Ra menjawabnya? Ini seperti mimpi!

”Hye Ra-ah Gomawo!” dengan senang Kibum langsung menarik tubuh Hye Ra kedalam dekapannya. Tubuh Hye Ra hanya dapat mematung, dan membiarkan Kibum memeluknya. Tubuh Kibum hangat, dan ia bisa merasakannya. Tapi dibalik kehangatan yang didapatkan Hye Ra, sebuah tanda tanya besar berdiri diatas kepalanya. Apa keputusannya ini tidak akan merugikannya? Oh bukan! Jika dipikir-pikir betapa hinanya ia untuk melontarkan kata ’baiklah’. Jadi apa arti pernikahannya bersama Minho selama ini? Hingga ia memilih untuk bersama Kibum?

Dan sepintas saja Hye Ra teringat kenangan saat-saat Minho melamarnya beberapa minggu yang lalu. Hye Ra juga mengatakan ’baiklah’ ketika Minho ingin melamarnya, dan Minho juga mengatakan ’gomawo’ ketika Hye Ra sudah menerima lamarannya. Momen itu tidak akan pernah dilupakan Hye Ra. Di saat Minho tertawa senang, sambil menggendongnya dan sebuah janji terlontarkan oleh Minho

Aku berjanji, akan membahagiakanmu, anak kita ,  dan keluarga kecil kita nanti

Tak disangka setetes air mata turun dari kedua mata Hye Ra. Kenapa harus sekarang ia teringat peristiwa itu? Disaat ia tidak ingin mengingat Minho.

”Jadi, ini maumu….Hye Ra?”

Glek!

Suara? Kibum? Ani! Sontak Hye Ra membuka matanya setelah mendengar suara orang yang sangat dikenalnya. Ia melihat orang itu telah berdiri di depannya, bukan! Berdiri didepan Hye Ra yang sedang dipeluk Kibum.

”Aku tidak tahu rupanya kau lebih bodoh dari apa yang kubayangkan. Ani! Kau hina! Kau sangat hina Park Hye Ra!”

Apa ini? Park Hye Ra? Sungguh hati Hye Ra perih mendengar ucapannya barusan. Segera ia mendorong tubuh Kibum dan berlari mendekat kearahnya. Sedangkan Kibum ia memasang tampang serius dengan berdiri dibelakang Hye Ra. Dalam beberapa menit mereka terdiam. Suasana dingin mulai mencekam hingga tangan Hye Ra bergetar kuat. Ia bahkan takut, takut menatap kedua bola mata yang kini dengan tajam menatapnya. Bukan lagi tatapan penuh kasih sayang didapatkannya, tapi nyaris tatapan penuh kebencian.

”Kau hebat! Pergi malam-malam dan rupanya bersama pria lain. Hebat!”

”Minho! Bukan begitu! Kau harus mendengar penjelasanku dulu. Kita bisa bicara baik-baik!”

“Baik-baik? Tidak perlu! Aku sudah  mengetahui semunya! Aku tidak butuh penjelasan konyolmu itu!” Nafas Hye Ra terasa tercekat. Jantungnya terasa berhenti berdetak. Ia sesak saat pandangan ’hina’ yang didapatkannya dari suaminya sendiri. Tidak! Ini tidak terjadi! Ini hanya sebuah mimpikan? Tidak mungkin Minho membencinya! Tidak…

”Aku kecewa..Rupanya kau bermain dibelakangku. Jadi apa arti dari pernikahan kita selama ini? Sungguh, aku merasa menyesal telah memberi banyak hal kepadamu. Siang tadi, kau ingat? Bahkan kau tersenyum padaku dan menyukai semua yang kuberikan, dan ternyata..Semua itu palsu! Aku kecewa padamu Hye Ra” Minho tidak bisa menyembunyikan kesalnya. Rahangnya mengeras disertai mengepal tangannya sangat kuat. Tatapan tajam tak luput diberikannya pada istrinya itu. Sangat hina, dengan mudahnya ia meninggalkan suaminya seperti ini? Jadi untuk apa selama ini ia manaruh yang namanya ’cinta’ itu dihatinya. Selama ini ia memupuk perasaannya menanamnya dengan baik lalu belum sempat ia mengungkapkannya, Hye Ra malah menghancurkan semuanya. Siapa yang tidak kecewa? Marah?

”Minho-ah….Aku bukan seperti itu! Kau salah paham! Kau tidak tahu apa yang sebenarnya yang ada di pikiranku. Kumohon Minho jangan seperti ini” Hye Ra tidak tahan akan air mata yang ingin mengalir di permukaan pipinya. Sebelum tangis itu meledak, ia menarik tangan Minho dan memegang lengan Minho.

”Jangan sentuh aku!” Hye Ra terbelalak. Tangannya langsung ditepis kasar oleh Minho. Dan rasanya itu sangat sakit, air mata yang selama ini ia tahanpun keluar begitu saja. Matanya yang berkaca-kaca kini manatap wajah sangar suaminya sendiri. Sangat sakit menatapnya seperti ini, ia seperti makhluk tak dibutuhkan lagi. Ia hina sangat hina.

”Sudahlah, aku muak melihat mukamu!”

”Minho! Tunggu! Minho!” Minho membalikkan tubuhnya dan lari begitu saja. Tak disangka mata Minho mulai memerah bahkan telah menetaskan air matanya. Tapi dengan cepat ia menyeka air mata penyesalannya. Meski sesak di dadanya ini menghantamnya sebuah tangisan tidak bisa mengobati untuk mengurangi sesaknya. Bukan! Bukan sesak lagi, tapi ini lebih dikatakan perih. Hatinya seperti diinjak injak dengan tak berperasaan. Dan yang makin perihnya itu adalah yang menginjak itu adalah Hye Ra, istrinya sendiri. Sungguh, Minho tidak tahu sakit apa ini hingga ia ingin marah semarahnya, kecewa dan terakhir menyesal. Bagaimana tidak marah? Selama ini ia berusaha menyalurkan kasih sayangnya kepada istrinya sendiri, ia baru memulai memberikan perhatian penuh dan baru memberi beberapa hadiah dan kejutan pada Hye Ra, namun semua itu tak berarti lagi. Bagaikan debu yang baru menghinggap dan ketika angin menerka habislah semua itu.

”Kau jahat Hye Ra…Sungguh, aku tidak tau lagi menganggapmu apa” Minho menghentikan langkahnya di sebuah koridor hotel. Ia berusaha mengatur nafasnya karna sesak ini menerjangnya. Ia bersandar di dinding, sambil membiarkan air matanya turun begitu saja. Bodoh! Untuk apa seorang pria menangis karna wanita? Begitu sakitnya hingga ia meraung seperti ini?

”Minho!” Hye Ra. Bukan! Perempuan itu datang menghampiri Minho. Dengan langkahnya yang bergetar ia mendekati Minho. Tak jarang tangannya ini bergetar karna tubuhnya menggigil. Kenapa ia jadi seorang wanita tak tau diri sekarang? Seburuk itukah dirinya kini.

”Mianhae…Aku minta maaf”

Maaf , Hye Ra? Kenapa kau melontarkan kalimat yang tidak kusukai? Ini bukan yang kuingkan Hye Ra. Kau bahkan menghancurkan hatiku ketika kau meminta maaf!- batin Minho berkata. Memang benar! Sakitnya ditambah lagi dengan ucapan maaf Hye Ra. Apakah ia ingin mengakhirinya dengan maaf itu? Sungguh! Sebenarnya apa yang dipikirkan oleh wanita itu?

”Maaf tidak bisa menghilangkan bahkan mengurangi sakitku. Cukup! Aku tidak mau bicara denganmu sekarang”

Lagi, Minho kembali meninggalkan Hye Ra.

”Minho…Mianhae…hiks..hiks..Aku sangat kejam! Aku sangat jahat! Aku jahat…”

Jiwa Hye Ra seakan runtuh seketika. Tubuhnya roboh ke lantai dan membiarkan dirinya terduduk lesu di koridor hotel. Bahunya bergetar dan ingin menangis sekuat-kuatnya. Kenapa? Ia yang membuat orang sakit, tapi kenapa pula ia yang lebih sakit? Apa maksudnya ini? Namun tepatnya Hye Ra merasa kejam,hina,dan bodoh secara bersamaan. Apa yang dilakukannya? Kenapa sejahat ini? Apa ini balasan atas kebaikan Minho yang diberikan untuknya? Bahkan Hye Ra sudah menyadari ada rasa cinta itu yang ia simpan di dalam hatinya. Tapi sayangnya cinta itu sudah ia bunuh dengan tangannya dan bahkan menghancurkan perasaan orang lain.

”Apa yang harus kulakukan? Aku tidak tau…hiks..hiks Minho-ya…..Maaf” lirih Hye Ra dengan suaranya yang bergetar. Dan sekarang apa? Tidak ada yang mau disampingnya. Di saat jiwa runtuh, ia bingung mau melakukan apa. Maaf tidak dan apa lagi? Sangat sulit mengurangi sakit dihati Minho. Iya! Ia tahu, Minho pasti sangat sakit karnanya. Dan ia sangat meminta maaf karna itu. Dan pastinya Minho sangat membenci permintaan maafnya. Untuk apa selama ini ia menikmati masa pernikahannya sedangkan ia menerima tawaran Kibum dengan mudahnya?

Apa ini sebuah penyesalan? Tapi melihat tatapan Minho aku merasa seperti makhluk hina sedunia. Aku sudah menyakitinya dengan tanganku sendiri.Tapi dibalik itu aku takut menjalani hidup bersamanya. Kata ’bahagia’ itu selalu melayang dipikiranku. Iya! Aku mau bahagia dan aku bingung apakah Minho bisa membuatku bahagia atau tidak, dan makanya  sebelum menyesal aku memilih Kibum yang juga berjanji padaku. Apa ini salah? Apa ini sangat kejam?

♥♥♥

Hye Ra. Pov

 Aku membohongi diriku sendiri. Aku berkata apa yang tidak dikatakan oleh hatiku. Aku bodoh. Telah mengkhianati suamiku sendiri bahkan diriku sendiri. Hina bukan? Dalam jangka waktu sedetik aku berhasil menghancurkan hatinya yang pastinya tidak mempunyai salah apapun. Aku ini, hanya istri yang tidak berguna, istri yang mengharapkan kemewahan dan haus akan kebahagiaan. Aku tahu, aku adalah remaja labil yang masih tidak tau apa-apa, dan remaja labil ini sekarang sangat bingung dalam menjalani hidupnya. Ia takut, masa mudanya akan rusak karna pernikahan ini karna ‘kebahagiaan’ itu tidak datang menemaninya.

“Lalu apa selama ini yang kurasakan? Aku telah dikelabui…”

Aku berjalan gontai di sekitar koridor hotel. Tidak ada satupun orang disini, karna waktu telah menunjukkan jam 2 pagi. Entah berapa lama aku habiskan untuk terduduk di sini dengan tatapan kosong dan pikiran terbang entah kemana. Tangisan juga sering, aku menangisi diriku sendiri yang tak berguna ini. Aku istri yang tidak berguna, dengan mudahnya mematahkan perasaan suaminya. Padahal ia sudah berbuat banyak padaku, membuatku tersenyum, nyaman, bahkan aku dulu mempercayai akan janjinya untuk membahagiakanku. Tapi kenapa tiba-tiba hatiku goyah? Karna pria lain, aku bisa membohongi perasaanku, dan memilih mengkhianati dia dan diriku sendiri.

klek!

Sekarang aku sudah di pintu kamar. Kamarku dan Minho tepatnya. Aku membuka pintu perlahan, berharap ada Minho didalamnya.

“Mustahil” yah, sudah kukira tidak ada seorangpun selain aku disini. Kamar masih rapi seperti malam tadi, tidak ada tanda-tanda kalau Minho sudah memasuki kamar. Lalu ia pergi kemana?

drrt!drrrt!

“Ne, yeoboseyo?”

“Hye Ra, ini aku. Kyuhyun!” deg! Aku sontak terkejut. Kyuhyun oppa? Kenapa malam-malam gini menelfonku?

“Maaf telah menganggumu, tapi aku hanya memberitahukan kalau Minho sedang bersamaku. Dia aman dan kau jangan mengkhawatirkannya lagi!” aku tercekat, tangan yang menggengam ponsel terasa bergetar hebat.

“N-ne? Minho bersamamu ya? B-bagaimana keadaannya?”

“Iya, kau berani menanyakan keadaanya? Pikir sendiri! Dan satu lagi. Kami akan berangkat pagi-pagi besok. Kau pulang saja berdua dengan Krystal. Sudah, sampai jumpa”

Bip!

Apa maksudnya ini? Minho,kenapa dia? Apa dia baik-baik saja? Oh,mustahil itu tidak mungkin. Lalu yang dikatakan oleh Kyuhyun. Mereka tidak membawaku pulang? Bagus! Mereka sudah bagus melakukan ini. Pasti Minho sudah menceritakan semuanya. Aku terima itu, aku pantas mendapatkan ini.

“Seharusnya kau lebih jahat dari pada ini, Minho. Kalau bisa bunuh saja aku” entah kenapa air mata itu kembali turun. Aku membiarkan diriku terduduk lemah di kasur, lalu aku membaringkan tubuhku. Aku ingin tidur dalam tangisan, tapi aku tidak bisa. Kedua kelopak mata ini tidak bisa ditutup. Pikiranku sibuk memikirkan Minho.

“Tapi, bagaimana dengan Kibum oppa?”

Aku teringat Kibum. Saat kami bertengkar ia hanya diam dan saat aku berlari mengejar Minho ia tidak bergerak dan masih di tempat. Apa maksudnya ini? Dia seperti orang yang tidak bertanggung jawab.

Namun disamping itu, apa arti bulan madu kami? Aku sempat berpikir bahwa aku biang keroknya. Seorang Hye Ra yang bodoh bisa menghancurkan segalanya? Iya, orang bodoh memang seperti itu, lebih suka menghancurkan dari pada menciptakan,menjaga ataupun melindungi.

Aku tidak bisa, aku telah gagal menjadi istri Minho. Aku harus akhiri ini sebelum ia lebih tersakiti karnaku.

T.B.C

KYAA! Aku gak rela buat ending kayak gini u.u No! Tapi aku gak percaya diri dengan part satu ini, masa orang bisa berubah pikiran secepat itu? Atas dasar yang tidak nyambung juga -_-

Ini ff gaje, jadi harap dimaklumi, aku masih belajar gimana cara menulis yg baik. Mohon bantuannya *bow

oh ya, setelah baca jangan lupa di komen ^^

Iklan

27 thoughts on “Secretly Love – Part 13

  1. 0912 berkata:

    thor,ff nya NOMU DAEBAK…
    bahkan aku ikut nangis waktu minho nangis gara” hye ra
    nyesek banget pokoknya thor…>_<
    next part jangan kelamaan ya,hehehe…

  2. Miina Kim berkata:

    Kyaaa…… apaaaaaiiiinnniiiiiiiii saaaaaeeeennnnggggiiiiiiiiii…!!!!!!!

    Kenapa jadi begini….????
    #cakar kibum….

    Tuh, yeoja… beneran, lelet gk ketulungan….
    Dia masih gak ngerti apa yg Minho maksud setelah apa
    yg minho katakan dan lakukan buat dia di taman itu…
    Dan Kibum dengan mudah dan liciknya memanfaatkan
    ‘kepolosan’ Hye Ra untuk mengelabui dia…
    Klop, dah…!!!!!

    Kesian Minho….
    Tapi eon berharap Minho mau ‘mengalah’
    sekaliiii lagiiiii, karena ini murni bukan kesalahan Hye Ra…
    Dia hanya terlalu polos dan mudah dimanfaatkan…
    Kalo Minho sangat mngerti istrinya itu….
    Maka dia tau siapa yang sebenernya patut untuk disalahkan…
    KIBUM….

    eon keringetan, dah… baca ini…
    mana panjang…
    rasanya rame lagi….
    kayak perman Nano-Nano…
    #Fujita bingung….
    heheheee… tuh, iklan jadoel… jaman eon kecil dulu….

    Yup! Kalo eon bilang Part ini kayak permen Nano-Nano..
    yang Rame Rasanya…
    Di sini, ada feel romantisnya…
    ketika MInho mencoba mengungkapkan perasaannnya
    dan apa yang ia coba bangun bersama Hye Ra..
    Ada juga lucunya dimana Hye Ra gak nyambungnya
    menafsirkan apa yg Minho utarakan… kekekeee…
    gk kebayang wajah Minho dengan keleletan istrinya…
    Ada juga kecewa karena Minho memergoki hye Ra yang
    sedang memeluk Kibum , pas, setelah dia meninggalkan
    Minho di kamar hotel…
    dan juga perasaan bersalah, sedih, dan menyesal dari Hye Ra atas semua
    kebodohan yg telah dia perbuat kepada suaminya itu….
    Padahal, dia sadar, telah ada bnyak hal indah dan tulus
    yg suaminya perbuat untuknya…

    #eon jd inget Jinki….
    Apa hubungannya…?????
    gak ada…. inget aja…. #gubrakkk…

    Saeng….
    Plis yah, eon minta, jangan kamu gantungin ni
    cerita ampe disini aja….
    eon sesek bacanya… n mood eon jadi naek turun…
    #berarti, saeng berhasil bangun feelnya…
    OK, deh, gpp, mood naek turun…

    Next Part, mudah2an ada pnyelesaian buat mereka berdua…
    Eon jd gk tega ma si “hana tulalit” ini…

    Keep writing and posting good stories, yah….
    eon tunggu kelanjutannya…
    annyong….

    eh, lupa, eon jitak Fujita dulu, deh, …
    #geregetttaannnn…..

    • Jitakannya di terima.. *aw! Sakit eon T.T

      Kasian si hye ra di maki maki eoni..hahaha! *Ditabok
      Gimana ya? Mana mungkin si mino sehat begitu saja setalah dihianati? Sad ending kah? *Evilsmile
      *eonni langsung ngasah golok XD

      wah, syukur bgt klu feel nya dpet, sblumnya aku sgt gk PD publish part ini, karna itu lama publishnya u.u
      tapi setelah mndapat dukungandr eon mungkin gk gini lagi

      Makasih udah ngikutin ff ini smpe part 13, part 14 segera ya

  3. Miina Kim berkata:

    eh, lupa… lagi…
    eon juga gak tega dengan Minho yang nangis disini…
    setelah dia pertama nangis karena Hye Ra tenggelam…
    dia nangis untuk kedua kalinya, lagi2, karena HYe ra…
    tuh, yeoja, gak sadar udah buat seorang Choi Minho,
    tiang listrik tanpa emosi nangis 2x…
    apalagi, coba, hye ra…???
    ayo, berfikirlah lebih jernih dan hati2 mulai sekarang…

    #jitak Fujita lagi…

    • Jitakan kembali di terima .-. Aduh eon ampun ampun!mainnya udh pke jitak jitakan nih..sebenarnyakan udah aku bilang, gk rela buat part 13 nya kyk gini. Aku yg nulis aja ikutan kesel.krna hye ra ._.

      Semoga nasehat eon di pahami hye ra, mklum manusia bersinyal lemah, susah ngertinya >.<

  4. nada berkata:

    thorr,lama banget ngepostnya..tapi gpp bagus thor
    Tapi…Kok ngantung thor..ditunngu part 14 ya,
    jangan lupa ngepostnya jangan lama-lama,gomawo

  5. Ms. Lee Haena berkata:

    Author, part 14 nya udh jd blm? Can’t wait nih heheee
    Jalan ceritanya simple tp feelnya dpt bgt! Ditunggu ya part selanjutnya! Gomawo^^

  6. Kasian minho, tapi kasian juga sama hyera. Padahal minho udah berusaha biar hyera tau kalo minho cinta sm dia, tp ttp ga peka juga.
    Setelah kejadian ini, aku berharap hyera sadar sama perasaannya dia ke minho, dan kembali bersatu sm minho hehe^^
    Ditunggu part selanjutnya, thanks author^^

    • Bnyk yg kasian ama.mino, kasian ama authornya dong modem nya gk ada karna lg liburan alhasil gk bisa publish..

      Oke makasih udh komen ^^
      dn harap sabar menunggu u.u.

  7. Widya Sartika berkata:

    Yaaaaa……
    eoniiii….
    Minho sm Hyera ny jgn dipisahin doongg….
    aku gk rela minho sm hyera pisah.
    Biar kibum aj yg merana. jgn minho, yaaaah????
    Next part ny di tunggu lho. jgn kelamaan.

  8. Veni luph wonpa berkata:

    Wahh… Nee FF daebak. Oiaa… Salm kenal aku org baru nee.. Hmm…. G sia” dach bca ff dari mlem ampe subuh trus lnjut amp sekrg.. Aku ksih 2 jempol dach bwt FF-nya… Oia… Hyera ama minho jgn amp pisah donk… Cingu kmu baik sll bles koment” yg lainnya. Sblum’y mkasi.. 🙂

    • Salam kenal juga ^^
      Makasih udah berkunjung di wp aku. Pujiannya..wah berlebihan bgiku ._. Aku masih amatiran say ^^tp makasih juga ya ^^

      Oh ya..kamu tunggu aja part selanjutnya apa mereka pisah atau gak (?)
      Gomawo 🙂

  9. woow setelah lama menunggu akhirnya dipost juga ~ ^_^

    oh nae perasaan saat baca ni ff sama kaya Miina Kim ~nano-nano
    *pikir
    kenapa ya hyera masih aja nggag pernah mau ngerti dengan perasaan minho, kalau aku jadi minho pasti aku juga melakukan hal yang sama.
    *maksudnya ngedukung minho hehe ,

    sebenarnya aku suka ma key tapi kalau dicerita ini lain lagi hehe *peace fujita
    lanjutin lagi please, dah nggag sabaran mau ngebaca kelanjutan ceritanya 😀

    gumawo

    • Ne.. maaf lama publishnya, dan juga ff req blum di publish krna aku masih liburan dan gk ada modem T.T
      Bnyk yg mengeluh mengenai hye ra ._.
      Okelah.. tunggu aja part 14 ya.. sabaaarr ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s