Secretly Love – Part 14

Secretly Love

secretly love

Title : Secretly Love – Part 14

Author : Shin Fujita

Main cast :

  • Choi Minho [SHINee]
  • Park Hye Ra [OC]

Support cast :

  • Kim Kibum [SHINee]
  • Krystal Jung [Fx]

Genre : Romance, married life, friendship

Rating : PG 13

A/N : HEYY~~~ I’m comeback again! Hayoo siapa yg kangen sama FF ini? *gk ada -_-. Selagi lagi maaf ya, lama banget postnya coz banyak banget faktor yang menghambat aku publish kelanjutannya. Ini aja baru selese liburan, nyampe di rumah langsung publish u.u Mian yah..Oh ya part ini kayaknya panjang deh ._. Gak apa kan ya? Kalau bosen, ansur2 bacanya or jangan di baca -_-

 

Don’t be silent readers please…After read please leave your comment 

Gomawo ^^

Happy Reading 

Pagipun sudah tiba, mengganti kegelapan dengan langit cerah di pulau Jeju. Usik-usik terdengar siulan burung yang melewati jendela dan suara ombak pantai yang mengusik pendengaran. Celah sinar mataharipun dapat memasuki ruangan dari jendela berlapiskan kaca yang gordennya disengajakan terbuka. Dan tampaklah,sebuah kamar yang tak terusik,hanya seorang wanita yang sedang berada dalam alam mimpinya diatas ranjang berkurukuan big size.

”Sudah pagi?” Hye Ra, siapa lagi kalau bukan dia. Ia membuka selimutnya lalu duduk ditepi kasur. Kepalanya sangat pusing ketika ia mencoba membuka kedua matanya. Silauan sinar matahari juga menjadi faktor matanya masih tertutup. Tak selang beberapa detik, Hye Ra pun beranjak dan memilih untuk melihat tampilannya di cermin. Berdiri sambil memandangi dirinya sendiri yang awut awutan. Mata sembab, rambut kusut, eyeliner luntur, ia terlihat seperti hantu jika berpenampilan seperti ini.

Namun ,mengingat akan cermin ini, ia teringat kejadian malam kemarin. Saat ia berdandan dan mengacuhkan ucapan suaminya sendiri. Padahal dia pasti khawatir, tapi ia malah sinis sendiri dan pergi begitu saja.

”Aku tau, saat itu aku sangat keras kepala” gumam Hye Ra pelan. Lalu dilihatnya jam tangan yang masih terpasang dipergelangan tangan kirinya. Oh tidak! Jam telah menunjukkan pukul 9 pagi! Ia harus kembali ke Seoul segera!

 ♥♥♥

Setelah membereskan semua barangnya dan -tidak mungkin ada barang Minho- Hye Ra segera menunggu Krystal di loby hotel. Hanya butuh menelfonnya saja,Krystal sudah sedia untuk menemaninya pulang. Dan mengenai masalah kemarin itu Hye Ra belum memceritakannya pada Krystal.

”Hei! Aku disini!” Krystal melambaikan tangannya saat dilihatnya Hye Ra telah menunggunya di sebuah cafe tepatnya masih di loby hotel. Hye Ra menyambutnya dengan senyum tipis dan menunggu Krystal yang akan duduk dihadapannya.

”Wae? Kenapa hanya kita berdua yang pulang? Yang lain mana?” tampak jelas, tampang kecurigaan Krystal terhadap sahabatnya satu ini. Tidak biasanya,dan tidak mungkin juga kalau teman-temannya itu meninggalkan Hye Ra? Tapi mau apa lagi? Toh mereka memang benar-benar meninggalkannya.

”Ada masalah?” selidik Krystal karna tak mendapat respon dari Hye Ra. Wanita itu hanya memandang lurus dan kosong, sambil memutar mutar sedotan minumannya. Bahkan sudah hampir 30 menit ia memesan belum setetespun ia meminum minumannya. Pikirannya masih berterbangan entah kemana, dan yang jelas sekarang ia sangat tidak fokus.

”Masalah dengan siapa? Minho? Ah! Jangan bilang ini semua berkaitan dengan masalah kalian!”

”Masalah? Aku tidak pu-”

”Jangan berbohong! Aku sudah bisa membacanya dari raut mukamu! Cepat ceritakan apa yang terjadi selama aku tidak ada bersamamu!” gertak Krystal mulai gemas akan tingkah Hye Ra.

”Ceritakanlah, kalau bisa aku akan membantumu dengan memberi solusi. Percayalah” Krystal mencondongkan badannya sambil menggengam kedua tangan Hye Ra yang terlipat di atas meja. Perlahan ia menatap sahabatnya itu, senyum tipis terukir dibibirnya.

”Baiklah..” akhirnya Hye Ra menceritakan semuanya. Mulai dari kencan mereka di taman hingga ke puncak masalah yaitu ; kepergok bersama Kibum. Tidak ada satupun yang dilewatkan Hye Ra, ia mencertiakannya secara detail hingga Krystal terlarut dan terbawa suasana.

”Ya! Babo! Kenapa kau setega itu pada Minho? Kenapa bisa kau menyetujuinya, eoh?”

”Aku tega? Aku tahu… tapi entah kenapa aku mudah terhasut hingga aku menyutujuinya. Dan sialnya Minho mendengar semuanya. Dia pasti sangat marah”

”Pasti! Mana ada manusia yang tidak marah jika dikhianati? Hye Ra…Aku tidak menyangka kau melakukan ini. Sungguh! Jika aku di posisi Minho mungkin aku sudah ingin berencana untuk menceraikanmu” sontak Hye Ra melototi Krystal. Bercerai? Bahkan kata itu masih samar-samar dipikirkan oleh otaknya.

”Ya! Jika kami bercerai, orang tuaku yang akan repot!”

”Lalu  memangnya kau mau bercerai, begitu?” tanya Krystal tak percaya. Bahkan wajahnya tak bisa diungkapkan bahwa ia sangat shock mendengar ucapan Hye Ra.

”Yah, aku ingin mengakhirinya”

”YA!”

”Wae?” tampang datar, oh! Sangat menyebalkan! Di saat seperti ini Hye Ra masih sempat memasang tampang tak berekspresinya itu?

”Kau, jangan sembarangan memutuskan keputusan! Pernikahan bukanlah main-main Hye Ra. Kau harus memikirkan dengan sangat matang jika memutuskan untuk berpisah. Belum tentu Minho menginginkannyakan? Mungkin saja ia hanya marah sebentar lalu ia akan memaafkanmu. Jangan berfikir terlalu jauh dulu. Kumohon jangan lakukan itu” Krystal makin mengeratkan genggamannya, memberikan kepercayaan kenpada Hye Ra. Namun wanita itu tetap tak merasakan apa-apa. Mengingat tatapan Minho,membuatnya takut bersamanya lagi karna tertumpuk oleh rasa bersalahnya. Ia tidak pantas lagi untuk disampingnya..Padahal selama ini ia berjanji, meminta Minho untuk selalu ada untuknya. Namun sayang, ia melenyapkan janji itu sendiri. Orang macam apa ia ini?

“Aku tidak tahu Krystal. Yang membingungkanku, apa yang harus kulakukan sekarang? Apakah aku harus kembali ke rumah eomma dan menjalani hidup normal seperti dulu? Aku takut, Minho tambah membenciku jika wajahku memuakkan penglihatannya”

”Memangnya dia bilang seperti itu? Bodoh! Kau tidak boleh menyerah, begini saja. Aku sangat tau bagaimana perasaanmu dan Minho sekarang. Dan sebaiknya kau tidak bicara macam-macam padanya. Paling tidak kau harus mengatakan membatalkan perjanjianmu dengan Kibum dan memilih untuk menjadi istrinya saja. Gimana?” Hye Ra tampak berpikir keras. Ia memangku dagunya dengan tangannya sambil menimbang-nimbang. Bukankah baru sehari ini ia menyetujui pilihan yang diberi Kibum itu? Dan hari ini ia langsung menolaknya? Oh tidak, bagaimana dengan perasaan Kibum nanti? Ia pasti kecewa pada Hye Ra. Namun di satu sisi, Minho juga begitu. Hye Ra dibebani oleh kedua perasaan pria ini. Yang satu dikhianati dan yang satunya juga dikhianati?Oh, Hye Ra menyadari betapa labilnya ia dalam memutuskan keputusan! Lalu bagaimana lagi?

”Baiklah, akan kupertimbangkan.”

 ♥♥♥

”Hah..Tidak ada yang menarik” Minho menukar channel tv dengan bosan. Setiap selang waktu 1 menit ia terusan menukar siaran,menukarnya lagi dan seterusnya. Setelah pagi sepulang dari Jeju, ia tidak punya kerjaan yang berarti. Belajar? Tidak, mana bisa di kondisi seperti ini ia bisa belajar. Membaca? Sudah ia coba, tapi ia tidak bisa konsentrasi. Tidak bisa memaksakan untuk mengerjakan sesuatu sedangkan hatinya sedang meracau tidak menentu.

Bahkan kejadian malam itu masih diingatnya. Sudah beratus kali ia ingin menghapus memori megenai ’dia’ tapi entahlah, Minho tidak bisa melupakannya. Terlebih kekejamannya itu. Minho sungguh tak mengerti dan tidak menyangka. Ia sangka wanita itu percaya akan janjinya namun apa yang didapatkannya? Belum sempat ia menyampaikan besarnya cintanya, wanita itu malah menghancurkannya terlebih dahulu. Hati Minho layaknya seperti bom yang baru meledak, hancur berkeping-keping. Dan sayangnya, kini kepingan itu tidak bisa disatukan agar menjadi utuh. Sangat sulit untuk mengutuhkan hati ini, sulit.

”Meong..Meong…” pusat perhatian Minho beralih keseekor kucing yang beberapa minggu ini ia pelihara. Kucing itupun ia beli hanya karna ’dia’ oh bukan istrinya yang memintanya.

”Hye Ranie…Annyeong” Minho menghampiri kucing manis itu yang sedang bergelayut di kaki Minho. Sekarang memanggil kucing itu dengan ’Hye Ra’ terasa sedikit aneh. Menyebut nama itu,membuat Minho kembali tersakiti. Bagaimana tidak, dalam seharian ini ia tidak lagi menyebut nama ’Hye Ra’ dan ini membuatnya gila. Memanggil namanya dalam sehari saja sudah gila, apalagi tidak sempat melihat wajahnya? Sungguh bodoh! Apa yang pernah ia lakukan untukna hanyalah sia-sia. Ia tidak akan mengerti. Apa kurang cukup? Ciuman, ungakapan, bahkan ia sempat curhat ke wanita itu. Tapi tetap saja, hatinya tidak mau terbuka untuknya.

”Meong..meong..” tiba-tiba tangan si kucing menepuk kaki Minho. Ia melompat keatas sofa lalu membaringkan tubuhnya dipangkuan Minho.

“Meong..meong…”

“Ne, aku tidak menangis. Hanya kelilipan. Gwenchana” Minho memaksakan senyum mirisnya. Dilihatnya ’Hye Ra’ kucing yang tiduran dipangkuannya, wajah binatang itu ikutan sedih sama sepertinya. Matanya tertutup dengan lipatan wajah yang sendu. Sedangkan kucing saja mengerti bagaimana perasaanya, kenapa tidak dengan istrinya sendiri?

Setelah beberapa lama terdiam, Minho teringat sesuatu. Ia menyimpan sebuah benda di dalam saku celananya. Dan segera ia merenggutnya, dan menatap benda itu.

“Saat itu kau yang mengajakku, sentuhan dan senyumanmu menipuku. Kupikir kau mulai mencintaiku, rupanya. Aku meleset jauh.” rupanya Minho sedang melihat sebuah foto dari kamera polaroidnya yang baru kemarin ini ’mereka’ ambil saat piknik. Sangat disayangkan, semua yang ada disana adalah palsu. Apa senyum itu juga palsu? Sentuhan yang menggelayut di lengannya. Semuanya palsu?

”Apa aku harus mengakhirinya?” gumam Minho termenung dengan tangannya masih menggenggam foto itu. Perlahan ia meremas foto tadi, meremas dengan kuat hingga akhirnya ia merobeknya dengan kesal hingga tak tersisa lagi.Tidak peduli lagi! Tidak peduli lagi apa yang mau dilakukan oleh wanita itu. Minho tidak akan peduli.

Klek!

”Aku pulang!”

Glek! Sebuah suara yang selama ini ia rindukan kini terdengar oleh daun telinganya. Minho segera menyeka air matanya yang masih menempel di pipi lalu beranjak dari sofa.

Dan betapa asingnya Minho, kembali melihat wanita itu yang kini berdiri beberapa meter darinya. Dengan menenteng 2 koper dan memakai kacamata hitam. Ekspresinya datar, hanya menatap Minho biasa saja.

Selama satu menit mata itu saling menyatu. Minho tidak memberi respon apa pun. Ia mengepal tangannya erat,hingga urat-urat tangannya kelihatan. Entah, emosinya seakan meledak melihat wajah istrinya sendiri. Luka dihatinya makin tergores hingga rasanya sekarang sungguh perih. Bagaimana ini? Mereka tinggal bersama, dan selama ini mereka akan terus bertatapan hampa bahkan tidak saling menyapa.

Hye Ra, iya yang datang adalah dia. Sebelumnya ia ragu kembali ke apartement ini. Ia sempat berikir untuk kembali ke rumahnya, namun ia tidak mau merepotkan orang tuanya. Mereka pasti sangat shock dan marah jika Hye Ra menceritakannya semuanya. Lalu, bertatapan seperti ini. Hye Ra tidak kuat lagi, melihat penampilan Minho yang berantakan dengan rambutnya yang sepertinya tidak disisir lagi. Matanya juga sembab sama sepertinya, dan ketahuilah Hye Ra tidak sanggup lagi. Ia juga merasakan sakit itu.

”Aku masuk dulu” akhirnya sebuah kalimat terlontarkan dibibir Hye Ra meskipun suaranya bergetar dengan jelas. Dengan teroyong-oyong tubuh kurus Hye Ra menyeret kedua koper itu dan masuk kedalam kamar tanpa suara. Dari kelihatannya Minho hanya dapat menatap punggung Hye Ra dari ruang tengah. Ia juga tidak bersuara mengingat perlakukan yang Hye Ra berikan padanya kemarin membuatnya tidak bisa melontar beberapa kata.

”Selamat malam” ucap Minho pelan lalu ia masuk kedalam kamarnya sendiri tepatnya di sebelah kamar Hye Ra. Mungkin malam ini malam terburuk mereka. Tidak saling sapa dan menatap dengan tatapan tak bisa diartikan. Itu menyakitkan bagi mereka berdua yang dulunya selalu mengoceh dan ribut sendiri. Mereka yang dulunya sering tertawa bersama berbincang bersama itupun sekarang harus hilang karna pertengkaran ini. Beginilah keadaannya setiap rumah tangga pasti memiliki masalah, dan sekarang mereka lah yang tertimpa masalah itu.

♥♥♥

Hye Ra membolak balik halaman bukunya. Tidak ada satupun yang bisa dipahaminya, ketika pindah ke buku yang lain juga begitu. Ia tidak fokus apalagi dengan tatapan kosongnya seakan ia benar-benar tidak membaca isi bukunya. Desahan juga kembali dilakukannya, sambil menampung dagu dengan kedua tangannya. Diam-diam ia melirik kearah kiri. Melirik seseorang yang menjadi pusat pikirannya.

Choi Minho.

Namja itu tampak biasa saja. Ia masih bisa fokus dengan pelajaran yang di beri sonsaengnim. Dan sepertinya tidak ada kesulitan saat ia mengerjakan soal-soal. Tidak dengan Hye Ra. Semenjak malam itu, ia tidak bisa berfikir dengan jernih. Ditambah sekarang ia lagi tidak enak badan .

”Park Hye Ra! Gwenchana?Apa kau tidak enak badan?” Kim sonsaengnim menghentikan pembelajarannya sebentar karna ia melihat salah satu anak didiknya – Hye Ra terlihat tidak sehat. Ia terus menekurkan kepala,terkadang mendongak lalu kembali tertidur.

”Ne, sonsaengnim” lirih Hye Ra pelan.

”Kalau begitu istirahatlah ke ruang kesehatan. Tidak baik memaksakan untuk belajar. Ah iya! Siapa yang mau mengantarkan Hye Ra ke ruang kesehatan?” kelas tampak hening. Lalu setelah ada seseorang yang berdiri, murid-murid semua memandanginya serentak.

”Saya sonsaengnim!”

”Baiklah, sampaikan pada guru kesehatan kalau temanmu tidak enak badan”

”ne!” Hye Ra tersenyum tipis karna dapat dibantu oleh – temannya sendiri.

”Gomawo Krystal-ah”

”Ini sudah jadi tugasku sebagai sahabatmu” ucap Krystal lalu membantu Hye Ra berjalan ke ruang kesehatan. Sementara itu, siswa sebangku Hye Ra yang tak lain dan tak bukan adalah Minho hanya memandangi istrinya. Tatapan tak berarti itu seakan kita tidak tahu apa yang sedang dipikirkan Minho. Ia cukup lama menatap punggung Hye Ra yang perlahan menjauh dari kelas. Lalu ia kembali ke pelajarannya, fokus terhadap apa yang di terangkan oleh Kim sonsaengnim.

 ♥♥♥

”Minum obat, lalu istirahatlah disini, arrachi?” Krystal menyodorkan sebuah obat penurun panas ke Hye Ra. Setelah memakannya Hye Ra hanya duduk lemah di tepi kasur di tambah Krystal yang ikutan duduk disampingnya. Krystal memperhatikan mimik wajah Hye Ra. Jelas ia kelihatan sedih dan letih itu terlihat jelas oleh matanya yang sembab dan menghitam karna kebanyakan menangis.

”Aku yakin kau sakit karna masalah itu bukan?” ucap Krystal memecahkan keheningan.

”Mungkin”

”Apa kau sudah mendapat keputusannya?”

”Belum”

Apa ini? Jawaban yang tidak ingin didengar oleh Krystal. Ia mendesah malas capek akan tingkah temannya satu ini. ” Pikir baik-baik. Putuskan menurut kata hatimu, bukan nafsumu! Kau bisa terhasut oleh perkataan Kibum dan menerimanya begitu saja, padahal selama ini kau terlihat senang bersama Minho. Ada apa sebenarnya yang terjadi padamu,eoh?”

”Molla, aku hanya…Bingung jika aku terusan menjadi istri Minho. Aku takut, dia tidak bisa membahagiakanku.”

”Jadi kau tidak percaya pada Minho?” Hye Ra tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Ia kembai murung dengan merundukkan kepalanya. Berfikir hanya membuatnya lelah, jadi ia memutuskan untuk berbaring sejenak menghilangkan rasa lelahnya.

Sementara itu tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mengintip mereka dari celah jendela ruang kesehatan. Meski sayup – sayup tapi ia bisa mengerti apa yang sedang Hye Ra dan Krystal bicarakan. Sebelum meninggalkan tempat, ia terlebih dahulu menghela nafasnya berat dan berjalan membalik meninggalkan ruang kesehatan.

♥♥♥

Waktu telah menunjukkan pukul 18.00 KST. Itu tandanya murid-murid diperbolehkan pulang meninggalkan sekolah. Sekolahpun pastinya sangat sepi setelah 10 menit kepergian seluruh murid. Kecuali Hye Ra, ia memilih menenangkan fikirannya dengan duduk di tengah taman sekolah. Taman yang mengandung banyak kenangan.

Hamparan  angin sore kini menghujur tubuh dan rambut Hye Ra yang dibiarkan digerai. Tubuhnya yang lesu dipaksakan untuk duduk dan menikmati angin sore di bawah pohon besar kebanggaan sekolahnya. Tidak lupa ia memasang sebelah headset ketelinganya, menyetel musik jazz kesukaannya. Sedikit membuatnya relax. Dan sedikitnya lagi, hatinya masih gusar.

”Kemana saja kau? Aku pusing mencarimu keseliling sekolah” seseorang datang dari belakang Hye Ra dengan tampang betenya. Tanpa disuruh orang itu sudah duduk disamping Hye Ra dan Hye Ra tidak tahu itu. Setelah lama menunggu orang itu melepaskan salah satu headset Hye Ra,membuatnya terkejut lalu menoleh ke makhluk yang berani mengusiknya.

”Oppa?”

”Hai! Apa kabar?” benar saja! Namja berambut blonde itu alias Kibum nekad ke sekolahnya dan mencarinya sore begini. Hye Ra masih acuh dan kini memandang lurus kedepan membiarkan kesunyian menemani mereka.

”Aku dengar kau tidak enak badan dan di bawa ke ruang kesehatan. Sekarang apa masih sakit? Apa perlu aku bawa ke rumah sakit?” cemas Kibum simpatik yang tentunya tidak di buat-buat.

”Tidak perlu. Tapi bagaimana bisa oppa menemukanku kemari?”

”Entahlah, firasat mungkin” jawab Kibum cuek dan tak disangka membuat Hye Ra terkekeh dalam sekian lamanya ia tidak pernah tertawa.”Kau seratus kali lipat lebih cantik saat tertawa kebanding murung kayak tadi!” celetuk Kibum di balas tatapan oleh Hye Ra.

”3 tahun tidak bersamamu, membuatku merindukan semua tentangmu. Di Amrik sana setiap harinya aku selalu bertanya-tanya ’ Apa yang sedang dilakukan Hye Ra?’ ’Apa matematika anak itu masih parah?’ ’atau, apa sekarang ia lebih cantik?’. Sungguh banyak hal yang kupikirkan tentangmu, hingga sekarang aku bisa mengetahuinya banyak” Hye Ra mengagkat sebelah alisnya, sangat tidak menyangka jika Kibum begitu memikirkannya selama mereka terpisahkan.

”Semenjak kita kecil, kita sudah saling berteman hingga bersahabat. Kita sudah bisa saling memahami satu sama lain, dan ketika kita beranjak dewasa, aku tidak menyangka aku tidak bisa memahami hubungan persahabatan kita selama ini.” sahut Kibum mulai serius. Ia pun mengalihkan pandangannya ke langit sendu seperti dirinya kini.

”Aku seperti orang yang ditinggalkan. Kesepian tanpa ada bayangan keluargaku sendiri. Orang tuaku sibuk kerja dan tidak pernah memperhatikan anaknya, jadi aku selalu di tumpangkan ke rumahmu hanya sekedar menghilangkan rasa kesepianku. Aku senang, kau menerimaku sebagai teman. Kau selalu mengulurkan tanganmu saat aku meminta pertolongan. Orang tuamu juga, mereka sudah kuanggap sebagai orang tua kandungku sendiri. Hah..Aku tidak menyangka, bagaimana hidupku jika tidak di buang ke rumahmu.”

”Hahaha!” Kibum bergidik. Barusan yang ia dengar tawa Hye Ra kan? Benar ia tidak salah! Akhirnya ia bisa membuat gadis itu kembali tertawa, sama seperti 3 tahun yang dulu.

”Kau menertawaiku,eoh?” sinis Kibum dan di respon oleh tawa Hye Ra kembali dan akhirnya mereka saling terawa meski akhirnya sedikit hambar. ”Kata-katamu itu! Aku tau kau tidak berniat untuk membuat lelucon tapi bagiku itu lucu! Hahaha!” tawa Hye Ra lagi. Kibum tersenyum namun sedetik kemudian senyum itu memudar.

”Aku memang tidak pernah main-main Hye Ra. Apa yang pernah aku katakan itu serius dan aku tidak pernah main-main.” kembali tegang, mata sipit Kibum kini beralih menatap kedua bola mata Hye Ra yang memancarkan rasa kebingungan.

”Termasuk tawaran itu. Aku serius akan membawamu ke Paris dan menjadikan kau kekasihku!” terdapat suara penekan dalam ucapan Kibum, hingga Hye Ra kembali tegang dan canggung. ”Bagaimana? Kau sudah yakin dengan keputusanmukan?” tanya Kibum dan tatapannya yang secara ia terus mendekat ke wajah Hye Ra. Tak luput Hye Ra dibuat gugup sekaligus takut. Ia merasakan debaran jantungnya yang lebih kencang namun ia artikan itu sebagai tanda rasa takut. Sekarang tidak ada suara, Kibum dan Hye Ra terdiam dalam satu tatapan hanya siulan angin menyelimuti mereka.

”Jika kau diam itu artinya ’iya’” Kibum mulai melakukan aksinya, dengan perlahan ia lebih mendekatkan wajahnya dan mencoba memiringkan kepalanya agar jatuh tepat ke sasarannya. Bibir Hye Ra.

Sementara Hye Ra, masih membuka matanya lebar-lebar. Bingung sangat bingung hingga ia rasakan hidungnya dan Kibum sudah bersentuhan, tinggal satu sentuhan lagi! Dan tepat, dengan cekatan Kibum menarik pinggang Hye Ra, otomatis bibirnya berhasil mencium bibir Hye Ra. Agak lama, dengan bibir yang masih bersentuhan. Namun apa yang dilakukan Hye Ra? Matanya tidak mau tertutup dan malah terbuka lebar. Jantungnya seakan berhenti berdetak disamping tangannya yang mulai bergetar. Ini tidak benar. Kibum menciumnya?!

Selang waktu untuk tidak memberi respon ciumannya, dan Kibumpun memutuskan melakukan lebih. Ia mulai melumatkan bibir Hye Ra tanpa pemberontakkan.

Mudah sekali! Satu langkah lagi, Kibumpun mengangkat tangannya berniat memegang wajah Hye Ra agar Hye Ra tidak melepaskannya, namun tiba-tiba Kibum merasa ada yang menyeretnya.

BUGH!

”Aaargh!”

”Rasakan itu! Dan ini satu lagi!”

BUGH!BUGH!

Tubuh Kibum tiba-tiba terpanting jauh karna seseorang menyeret tangannya dengan kasar hingga ciumannya terlepas.

”Aku tau wanita ini sangat cantik hingga kau tergoda, tapi kuperingatkan jangan berani, KAU MENYENTUHNYA!”

”Ya!Siapa kau menyuruhku tidak menyentuh Hye Ra, eoh?” Kibum mencoba berdiri dengan darah yang mulai keluar dari sudut bibirnya, berusaha keras ia mencoba berdiri tapi

BUGH!

”Siapa aku?! Aku yang memiliki Hye Ra! Dia milikku karna aku suaminya!” serunya tak tahan akan kemarahannya. Sungguh pemandangan yang memanaskan matanya, ingin sekali ia melempar batu ke namja brengsek ini agar menghindar dari Hye Ra.

”Oh, sekarang sudah mengaku ya? Jadi selama ini kenapa kau menyembunyikan statusmu yang sebenarnya? Takut? Malu? Kau malu mempunyai istri secantik Hye Ra, EOH?”

BUGH! Kesempatan! Kibum berdiri tanpa diketahuinya lalu memukul wajah orang itu, oh bukan. Suami Hye Ra alias Choi Minho! Ia menyunggingkan ujung bibirnya, tersenyum licik. Dan mendapatkan Minho jatuh dan ingin berdiri terengah-engah.

”Suami macam apa kau? Tidak mengakui istrimu sendiri! Pantas ia pergi darimu karna ia tidak menginginkan pria yang sepertimu! Choi Minho!”

Brugh! Sangat keras, Kibum menginjak perut Minho. Ia menahan kakinya disana, tidak peduli rintihan Minho yang mengusik pendengarannya.

”Kau! Lalu kau manusia macam apa? Orang licik yang mendekati kepunyaan orang! Kuperingatkan! KAU TIDAK KUJAMIN HIDUP JIKA MENDEKATI ISTRIKU LAGI!

BUGH!

”Kau seharusnya mati ditanganku! Beraninya menyentuh Hye Ra? Kau tidak tahu selama ini Hye Ra sakit karna pilihan konyol yang kau tujukan! Kau bilang mencintainya? Kau lebih pantas menyakitinya! Membuatnya setiap hari menangis karna hasutan licikmu itu!”

BUGH!BUGH!

Minho melampiaskan amuknya dengan terus memukul wajah Kibum. Ia menarik kerah Kibum lalu kembali mengangkat tinjunya dan meninju hingga Kibum babak belur. Marah jangan tinyakan lagi, emosinya sedang menguasainya dan ingin rasanya ia memukul lebih banyak ke wajah orang yang berani menyentuh Hye Ra. Namun Minho sudah lelah kekurangan tenaganya, ia pun melempar tubuh Kibum begitu saja.

”Sudah puas memukulku,Minho?” rintih Kibum sambil menyeka darah di pipinya. Ia terjatuh dan tidak bisa bangkit karna tidak punya tenaga lagi.

”Jika kau masih ingin Hye Ra menjadi istrimu, cari alasan kenapa ia memilih pergi darimu. Kau yang payah! Kau masih belum mengetahui semua tentang Hye Ra!” Minho mendelik dan melirik tajam Kibum sejenak. Nafasnya tersengal sengal dan desahan Minho masih terdengar jelas. Ia mencoba memahami apa yang dikatakan Kibum barusan, dan beberapa detik kemudian Minho menoleh kebelakang. Selama mereka bertengkar, ia melupakan bagaimana keadaan Hye Ra.

”Hye Ra? Kemana dia?” Minho membuka matanya lebar-lebar saat tidak ada orang yang berdiri atau duduk di kursi tadi. Segera Minho meninggalkan taman tidak peduli Kibum yang sekarat karna pukulannya. Minho berlari di sepanjang koridor sekolah yang sudah gelap. Ia mempercepat langkahnya hingga derapan kaki panjangnya terdengar jelas seisi koridor.

”Hye Ra! Neo eodiga? Hye Ra!” seru Minho setelah berhenti sebentar di depan kelas. Namun tidak ada sahutan. Tidak ada pilihan kalau menghubunginya, Minhopun memencet no 1 di ponselnya dan menunggu Hye Ra akan mengangkatnya. Sayang nomornya tidak aktif.

“Kemana anak itu?” gumam Minho panik sekaligus cemas. Karna waktu hampir malam ia tidak bisa membiarkan Hye Ra pulang malam sendiri, ia harus tau bagaimana keadaan Hye Ra dan menemuinya.

“Hye Ra! Hye Ra!” Minho kembali berlari dan kini tujuannya adalah toilet wanita. Karna sayup sayup didengarnya suara tangisan wanita dari dalam toilet. Tanpa ba-bi-bu lagi Minho mendombrak pintu toilet yang satu-satunya tertutup.

“Hye Ra!” dan orang yang dipanggil itu tidak mempedulikan Minho. Hye Ra membiarkan tangisnya meledak dengan berjongkok di dalam toilet. Segunung tisu telah digunakannya hanya untuk menghapus air matanya. Minho yang melihat tangisan itu tidak tahan dan langsung menarik tangan Hye Ra.

” Cepat ikuti aku!” Minho menyeret lengan Hye Ra dan membawanya keluar toilet. Namun tetap saja Hye Ra masih menangis tidak mau berhenti.

”Lepaskan aku!” pekik Hye Ra sambil menepis tanganya. Minho dibuat diam sebentar dan menatap Hye Ra tajam. “Untuk apa kau kemari? Pulanglah!” lirihnya menahan air matanya yang terusan mengalir. Minho mendesah dan merasa tidak percaya. Mengusir maksudnya? Minho tidak peduli lagi, ia kembali menyeret tangan itu tidak tau betapa kerasnya Hye Ra memberontak di bawa keluar dari toilet.

“Sudah kubilang lepaskan! Ya!! CHOI MINHO!!!” deruan nafas Hye Ra terdengar jelas. Tidak tahan diseret ia kembali meronta setelah Minho berhasil membawanya keluar toilet. Kini ia yang mulai menatap Minho dengan genangan air di kedua bola matanya. Tampangnya berantakan dengan butiran air matanya yang masih menempel di permukaan pipinya.

”Pergilah, aku ingin disini..Kumohon”

”Dan kau yakin aku akan pergi begitu saja?” jawab Minho miris. ”Kita pulang!Ikuti aku!” lanjut Minho tidak peduli Hye Ra sering meronta minta dilepas saat mereka bergegas menuju gerbang sekolah yang pastinya sudah sepi. Mereka berdiri disana dalam kesunyian dan tidak saling pandang. Masih terdengar isakan tangis Hye Ra oleh Minho. Tapi Minho tidak mengubrisnya dan tetap menunggu Kim ahjussi yang akan menjemput mereka. Hingga mobil itu tiba, mereka masih diam tidak mau membuka mulut. Lantas Kim ahjussi curiga akan kondisi pasangan suami istri ini, sesekali dari kaca spion Kim ahjussi melirik Minho dan Hye Ra yang saling buang wajah.

Tidak mau ambil pusing Kim ahjussi pun menjalankan mobil di tengah keheningan mereka. Suasana memang sangat canggung, dan sunyi, meski masih terdengar suara isakan Hye Ra yang menjadi tanda tanya besar oleh Kim ahjussi.

 ♥♥♥

Akhirnya mereka tiba di apartemen. Minho duluan membuka password pintu lalu masuk begitu saja meninggalkan Hye Ra yang mematung di ambang pintu. Hye Ra tau, ia pantas mendapatkan perlakukan seperti ini. Barusan ia telah menyakiti Minho lagi. Pantas Minho marah padanya. Dan setelah berdiri lama, Hye Ra pun masuk dengan langkah bergetar. Ia berjalan perlahan menuju ruang tengah melihat Minho yang duduk di sofa sambil memegang kepalanya. Apa dia sakit? Minho seperti orang pusing dan Hye Ra yakin itu karna dirinya. Hye Ra mengigit bibirnya. Ciuman tadi…Minho sudah melihatnya bukan?

Blam, pintu kamar Hye Ra tertutup rapat. Tidak dibutuhkan sapaan atau suara dari bibir Hye Ra untuk menanyakan apakah Minho baik-baik saja. Ia tidak berani bicara dengan suaminya sekarang ini. Dan sekarang apa? Yang dilakukan Hye Ra hanya menangis menyesali perbuatannya. Ia membiarkan seragamnnya basah karna tersiram air dari shower di kamar mandinya. Meraung-raung seperti orang gila, itu tidak berguna bukan? Semenyesal apapun Hye Ra, Minho pasti tidak akan menerimanya lagi.

Rintikkan air kini berhasil membuyur seluruh tubuh Hye Ra. Ia ingin berhenti menangis, ia ingin membuang air matanya, namun tidak bisa. Ia bahkan mengigit bibirnya agar bibir itu berhenti bergetar karna menangis. Entah butuh waktu berapa hingga bibir bawahnya terluka dan mengeluarkan darah segar.

”Aaaghh!” sudah cukup! Sudah hati ini juga sakit kini bibir itu terkelupas hingga menyisakan perih yang mendalam. Hye Ra mematikan shower lalu membiarkan tubuhnya bersimpuh di lantai basah. Ia duduk sambil memeluk lututnya meneggelamkan kepalanya berusaha menangis sekuat-kuatnya tampa didengar Minho.

Hampir satu jam dihabiskan Hye Ra untuk menangis. Percuma. Tangisan penyesalan itu percuma saja. Apa yang selama ini Minho berikan padanya seaakan ia buang ke laut karna perbuatannya. Dulu Hye Ra sempat berpikir tanpa Minho mungkin ia tidak akan hidup di dunia lagi, karna sudah berkali-kali Minho menyelamatkan nyawanya, dan sekarang apa? Penyelamatnya ia khianati dengan tangannya sendiri. Dulu Hye Ra juga mengatakan ia tidak bisa hidup tanpa Minho di sisinya, dan hasilnya? Hye Ra mengaku ia tidak bisa bertahan dengan kondisi ini. Ia sekarang mengaku haus akan kasih sayang Minho, ia rindu dengan pelukan hangatnya, semua yang ada pada Minho, Hye Ra ingin memilikinya lagi. Namun sekarang sudah lenyap.

”Berhenti menangis…” seperti mimpi yang menghampirinya. Hye Ra medengar suara lembut yang selama ini ia rindukan.

”Angkat kepalamu, berhenti bersikap seperti ini Hye Ra” Hye Ra menurutinya dan didapatkannya adalah pria yang selama ini ada dipikirannya. Yang memabukkan otakkanya sehingga ia berada diluar kendali kata hatinya sendiri. ”hiks..hiks..Minho?” lirih Hye Ra membenarkan apakah benar Minho yang masuk dan berjongkok di hadapannya. ”Ya! Bibirmu! Apa yang kau lakukan dengan bibirmu?” sontak Minho terkejut melihat lupasan daging di bibir Hye Ra yang mengeluarkan darah.

”Kau basah kuyup. Cepat mandi dan segera ganti pakaianmu. Lalu aku akan mengobati bibirmu” Hye Ra mengerjap atas perlakuan Minho tadi. Ia memakan waktu untuk diam masih tidak percaya kalau Minho masih mempedulikannya. ”Jangan bengong. Selama aku pergi cepat mandi, ne?” kali ini Hye Ra dibuat terkejut. Minho menutup tubuh basahnya dengan handuk, bahkan Hye Ra baru menyadari kalau seragamnya jadi tembus pandang dan memperlihatkan lekuk tubuhnya. Segera Hye Ra melindungi tubuhnya sebelum Minho melihatnya. Dan beberapa selang detik kemudian Minho keluar dari kamar mandi. Aneh, kenapa ia tidak nampak sedang marah.

 ♥♥♥

Selesai mandi dan sudah mengganti pakaian. Pikiran Hye Ra masih kalang kabut antara takut dan bingung karna tingkah Minho. Setelah menguatkan nyalinya, Hye Ra akhirnya keluar dari kamar, langsung melihat Minho yang menunggunya duduk di sofa sambil memegang kotak P3K. Pelan-pelan, Hye Ra berjalan kearah Minho.

”Duduklah…” suara itu, sungguh Hye Ra sangat merindukan sahutan lembut Minho yang melelehkan hatinya.

”Mendekat sedikit, dan menghadap kearahku”

”Ne?”

”Kau mau kuobati?” akhirnya Hye Ra nurut juga. Sesuai intruksi Minho ia mendekat dan mencondongkan badannya. Di tangan Minho sudah ada kapas yang sudah di basahi, ia melapkannya ke bibir Hye Ra pelan namun tetap saja terasa sakit. ”Argh! Pelan-pelan!” erang Hye Ra menahan sakitnya.

”kulit bibirmu terkelupas. Sakit kalau digerakkan apalagi saat makan. Apa kau mau kuberi betadine?” Hye Ra menyeringit. Kenapa? Kenapa Minho bertingkah seolah mereka tidak terjadi apa pun? Apa yang sebenarnya terjadi padanya?

”Minho…”

“Kalau di teteskan betadine memang sakit. Biarkan seperti ini tunggu lukanya mengering dengan sendirinya. Tidak apa kan?”

”Minho!” Hye Ra tidak suka ini. Minho berpura-pura padanya, ia berpura-pura seakan ia baik-baik saja padahal terlihat jelas dari pancaran matanya memancarkan kesedihan.

“Jangan seperti ini Minho..”

”Jangan bicara Hye Ra…Bibirmu akan sakit”

”CHOI MINHO!” tidak peduli perih yang Hye Ra rasakan dibagian bibirnya. Ia merasa ingin teriak menghentikan sandiwara ini.

”Sudah kubilang jangan bicara!! Kau tidak mengerti?” bentak Minho mengeras. Wajahnya berubah sangar, bertolak belakang saat ia menunjukkan tampang sendunya.  Otomatis Hye Ra terdiam, terdiam dan hanya menatap tidak percaya pada suaminya.

“Aku berusaha membersihkan bibirmu dari bekas orang itu! Kau tau betapa muaknya aku melihat luka itu? Dan kau malah menyuruhku untuk berhenti!”

”Minho kumohon jangan-”

”Aku hanya mengobatinya saja Hye Ra! Aku tidak ingin bibirmu ternoda karna lelaki lain. Tapi seharusnya…Kaulah yang melakukan ini. Seharusnya kau yang mengobati sakitku, setelah kau yang menyaikitiku sekarang aku yang mengobati sakit orang. Hye Ra….Kapan kau berhenti membuatku seperti ini?” genangan air mata itu kini dimiliki Minho. Wajahnya memerah dan sesekali Minho menahan air matanya yang mau turun. Hye Ra merasa remuk, ia lemah dan tidak kuat lagi melihat suaminya sendiri menderita.

”Aku memang salah. Baiklah aku berhenti. Aku tidak akan melukaimu lagi. Kita sudah seharusnya mengakhirinya bukan?”

”Berhenti membohongi perasaanmu!” kilah Minho seketika. Minho benci senyuman yang terukir di bibir istrinya. Itu senyuman terpaksa sangat terpaksa dan tidak diinginkan.

”Aku serius”

“Ani! Kau bohong!”

”Hentikan semuanya. Percuma kau melakukannya, kau sendiri yang tersakiti lebih dariku. Jangan tutupi lagi Hye Ra, katakan apa yang dikatakan kata hatimu. Kau sudah dikelabui oleh pria itu. Kumohon..Jangan seperti ini, aku tidak bisa kau pergi dari ku..” Minho tidak menyangka jika butiran air matanya sudah turun begitu saja membasahi pipinya. Sudah berkali-kali Hye Ra membuatnya menangis, dan sekarang juga.

”Aku tidak mau kau meninggalkanku. Dulu kau bilang tidak bisa lepas dari sisiku bukan? Aku juga begitu! Jebal Hye Ra..Maafkan semua kesalahkan dan kekuaranganku jika membuatmu pergi dariku. Geurae, ini semua karnaku. Aku menghalangi impianmu untuk menjadi desainer, aku yang membuatmu bingung dan terjerumus ke dunia yang bukan dirimu sendiri. Aku salah tidak menjaga istriku dengan baik. Tapi kumohon…Jangan begini..” tangan Minho sudah menggenggam tangan Hye Ra seperti orang memohon. Sedangkan Hye Ra, ia tidak percaya ini. Minho memohon padanya? Seharusnya ia yang melakukan ini. Kenapa? Hatinya seakan meledak dan hancur mendengar penjelasan Minho.

”Kenapa kau meminta maaf? Bukan salahmu..Kau..Kenapa jadi cengeng begini,eoh?” Hye Ra mengusap air mata Minho sedangkan dia sendiri ikut menangis. Dari mana Minho tau semua ini ia lakukan karna cita-citanya itu? Benar, Hye Ra melakukannya karna ingin mewujudkan mimpinya. Bukan berarti ia mencintai Kibum, memang benar Hye Ra menyukai Kibum, namun itu hanya sekedar teman. “Seharusnya aku yang meminta maaf. Minho-ya..Ini bukan dirimu, kenapa menangis, eoh? Aku jadi makin bersalah jika kau menangis terus” Hye Ra mulai pusing karna suasana ini. Disuruh diam tapi Minho masih saja menangis. Lalu dengan hati-hati Hye Ra melingkarkan tangannya di bahu Minho. Berusaha menenangkannya dan memberikan kehangatan.

”Geurae. Melihatmu seperti ini, aku mau membatalkannya. Gwenchana, jika aku pergi maka aku bukan punyamu lagi. Aku tidak mau, aku hanya mau menjadi istrimu…Selamanya” lirih Hye Ra memeluk Minho erat. Minho lantas membuka matanya lebar-lebar dan tiba-tiba saja melepaskan rangkulan Hye Ra.”Mwo? Kau membatalkannya? Lalu bagaimana dengan impianmu?” tanya Minho agak shock dan sepertinya sudah kembali ke keadaan semula . ”Kau kan sudah pernah bilang. ’Berhenti membohongi perasaanku sendiri’. Benar, aku berbohong. Sejujurnya aku lebih menginginkanmu dari pada impianku”

”NEEE???” Minho dibuat terkejut karna disaat seperti ini wajah Hye Ra sempat tersipu malu bahkan pipinya memerah. Ada apa ini?

”Dulu aku juga pernah bilang, tanpa mu mungkin aku tidak akan hidup lagi. Lalu bagaimana jika aku memilih pilihan pertama itu? Siapa penyelamat yang akan memabantuku? Aku sadar, selama kita bertengkar aku sudah banyak merenung sesuatu yang mengenai kata hatiku. Aku merasa hati ku selalu berteriak menyebut namamu, molla! Aku bingung dengan perasaan ini. Aku bahkan berdebar saat kau mendekatiku dan menangis sepanjang hari karna menyakitimu. Dan kupikir rupanya aku..”

Ini saatnya Hye Ra! Katakan apa yang selama ini kau pendam. Jangan menahan perasaanmu! Lihat wajah Minho! Tidak kasian dia menunggu kalimatmu seperti orang menaham buang air besar? Hye Ra ayoooo!!!

 

”Kau apa?” tanya Minho tidak sabar hingga ia lupa barusan ia menangis di pelukan Hye Ra. Sekarang ia terlihat layaknya seseorang yang menunggu kepastian hidup dan mati.

”MOLLA!AKU TIDAK TAU! YANG PASTI HATIKU SELALU BERTERIAK KALAU AKU MENCINTAIMU!!! AKU MENCINTAIMU CHOI MINHOOOOO!!” pekikan cempreng membahana dan bikin Minho terkejut setengah mati. Ia bahkan menutup kedua telinganya, akibat kehisterisan istrinya sendiri. Namun menunggu selang waktu 10 detik. Hye Ra terdiam, ia terlihat terengah engah dengan nafas tak beraturan. Keringatnya juga bercucuran sana sini. Dan kepalanya, selalu ia tundukkan karna menahan malu.

”M-mworagu?” JEDERR! Oh ini respon yang di beri Minho alias suaminya? Hampir 1 jam mereka habiskan untuk menumpahkan uneg – uneg, marah bersama, menangis bersama dan tiba di ujung penantian. Si Hye Ra gadis gak peka bersinyal lemah itu akhirnya mengungkapkan perasaannya – berasa lupa akan harga dirinya sebagai wanita, lalu sekarang ia hanya mendapatkan kata menjengkelkan ‘mworagu?’

“Ya…”

“Ulangi Hye Ra, aku tidak dengar”

”Ya!”

”Cepat ulangi, aku tidak mendengarnya dengan baik” Hye Ra mendengus seakan rasa bersalahnya tadi hilang begitu saja. Oke, hanya butuh tarik nafas dalam-dalam lalu mengatakannya dalam pelan.

”Choi Minho suamiku, ingat aku hanya mengatakannya sekali saja , arraseo?” ujar Hye Ra dengan suara manis bin lembut (pasti di buat-dibuat -_-)

”Dulu nya aku tidak tau ini. Tapi yah meskipun sekarang masih bingung aku mau mengatakan…Aku menyukaimu. Saranghaeyo~” akhirnyaaaa……kalimat yang amat sangat sulit dikatakan itu dilontarkan Hye Ra dengan jelas,padat,berisi meski ada dikit rempongnya. Lalu bagaimana dengan Minho? Dua detik kemudian Minho langsung menyeret tubuh Hye Ra kedalam dekapannya. Ia memeluk Hye Ra sangat erat.

”Ahh…Seumur hidup baru sekali ini kau bicara semanis itu padaku. Daebakk!”

”Ya! Responmu hanya itu?” tanya Hye Ra jadi jengkel lagi. Ia sedikit mendongak kepalanya memasang tampang kasian. ”Kau sudah tau jawabannya. Jangan berpura-pura..”

”Ya..Jinjja! Nan molla!” gertak Hye Ra penasaran. Minho tersenyum simpul lalu tiba-tiba saja ia mengecup bibir Hye Ra kilat. Hingga Hye Ra merasa serangan jantung karna ciuman mendadak itu.” Sudah tau jawabannya, Nyonya choi?” bisik Minho tepat di telinga Hye Ra. Wanita itu menggeleng. Babo.

”Arraseo. Aku sama seperti mu. Sebelum kita menikah aku juga bingung dengan perasaanku.Aku ingat, saat kau memperbaiki dasiku untuk pertama kalinya sehari sesudah privat kita. Itu pertama kalinya ada seorang wanita yang mengguncang jantungku. Lalu di saat pesta di rumahku, aku makin yakin dengan perasaanku, disana kau sangat cantik hingga aku hampir mati melihatmu terus. Kau berdansa denganku dan membuatku percaya diri. Kau dapat melelehkan es yang ada di hatiku dengan pesonamu. Ahh..Aku sudah bicara banyak!” Minho tampak malu dengan mengacak rambutnya asal.

”Lanjutkan saja….” pinta Hye Ra dengan senyum aneh.

”Oke, jangan GR dulu. Tapi serius, kau sangat cantik. Kau beruntung menjadi gadis pilihanku. Aku dikenal sebagai orang yang pemilih, apalagi wanita. Dan yang kupilih adalah kau. Aku ingin kau jadi milikku, menjadi pacarku? Ani! Aku tidak mau membuang waktu untuk pacaran.Aku mau menikah denganmu. Buktinya aku berhasil menikahimu bukan? Kau menjadi istriku, kita tinggal bersama dan akan membentuk keluarga kecil. Itu yang kuinginkan selama ini. Aku ingin bahagia dengan wanita yang sangat kucintai. Lalu menanam bibit cinta kita bersama menunggunya tumbuh hingga menghasilkan sebuah buah cinta kita berdua. Hanya  aku , kau ,dan anak kita nanti” Hye Ra tidak menyangka dengan semua ini. Ini benar Minho yang bicara bukan? Minho si pendiam, yang berhati dingin , cuek tingkat selangit dan pelitnya minta ampun. Benar BUKAN? APA INI MINHO?

”Dan dihari pernikahan itu tiba. Aku merasa seperti orang yang paling beruntung sedunia. Beruntung menikahi wanita yang kucintai, beruntung mendapatkan wanita secantikmu, dan beruntung pernah mencintaimu selama ini. Hye Ra…Aku bahkan duluan mencintaimu kebanding kau sendiri. Dan kuharap, kau tidak akan pernah menghapus cintamu untukku. Jangan pernah meninggalkanku selagi Tuhan tidak memisahkan kita. Aku berjanji, akan selalu menumbuhkan banyak cinta di hatimu, aku akan membuatmu bahagia bersama keluarga kita nanti….. Udah ah! Udah banyak ngomong nih -///-”

”YA! MINHO!” Hye Ra tiba-tiba saja berseru setelah Minho menghentikan kalimat romantis bin dramatisnya dan akhirnya cuma bilang ’udah ah , udah banyak ngomong nih’ uh lenyap semua -_-

”Kau meninggalkan satu kata untuk ku!”

”Apa?”

”Eumm..Minho!!!! Jangan pura-pura lupa!” geram Hye Ra tidak sabaran dan dibalas senyum nakal Minho. Ia menarik tubuh Hye Ra mendekat kearahanya dan mengunci mata Hye Ra dengan tatapannya.

”Saranghae…itu yang kau mau?” Uaa!!!! Seperti melayang ke atas langit terbang dengan sayap mengitari dunia dengan awan putih.! Hye Ra tidak tahan, ia sangat bahagia!!!

”Saranghae. Saranghae..Saranghae..SARANGHAEYO CHOI HYE RA!”

”Ya! Berisik!” Hye Ra menutup telinganya tidak tahan akan kelabilan Minho yang menjadi-jadi. Apa ini karna ketularan ? Baiklah tidak penting dibahas!

Hening ._.

Iya, suasana jadi hening begitu saja setelah teriakan Minho tadi. Hye Ra kembali ke posisinya dengan gerak gerik gelisah. Minho hanya mengelus dadanya merasa jantungnya mencolos setelah bertariak tidak jelas.

”Hye Ra…”

”Ne?” Hye Ra menoleh dengan tampang yang tak biasa ia perlihatkan. Aegyo!

”Apa bibirmu masih sakit?” tanya Minho hati-hati.

”Mwo? Ah..Ne. Jika disentuh memang sakit” Lho kenapa mereka jadi gugup setelah mengetahui saling mencintai? ”Apa sakit kalau aku menciumMu?”

MWO? Hye Ra melotot. Ia melihat tampang melemas Minho yang minta di lempar sendal. Oh…Dasar mesuuumm!. “Tadi kau mengecup bibirku saja sudah sakit” keluh Hye Ra berusaha menghindar dari aksi Minho. Gimana tidak? Sekarang Minho bergeser mendekat ke sampingnya. Uaa!! Kenapa suasanya jadi panas gini?

“Mengertilah dengan keadaan bibirku -_-. Sakit!!”

”Iya, iya… Kalau begitu ayo kita tidur!”

”MWO? KITA?”

”Iya! Kalau tidak bisa berciuman, gantinya kita harus tidur seranjang, kajja!” Minho langsung saja menyeret lengan Hye Ra. Hye Ra terkejut dan tidak menyangka tubuhnya sudah di seret masuk kedalam kamarnya sendiri.

Klek! Omo! Apa ini? Minho mengunci pintunya. Tidak! Jangan sampai hal itu terjadi di usianya yang muda belia ini.

”Minho..A-aku bukannya tidak mencintaimu..Tapi ingat umur kita. Kita masih di bawah umur! Masa belum kuliah aku sudah mengandung? Aniyoo” dengan meracau gak jelas Minho dibuat terdiam karna Hye Ra dan di saat itu juga….

”Hahahahahaa! Ya! Apa yang kau pikirkan? Siapa yang mau melakukan itu denganmu,eum? Ey! Jangan PD dulu..Aku mau mengajak kau tidur saja!” tawa Minho didengar bahkan membuat telinga Hye Ra panas. Apa pedulinya deh! Sekarang ia sudah di hina (?) mending tidur saja. Jadi tanpa ba-bi-bu lagi Hye Ra langsung merebahkan tubuhnya kasur dan selang detik kemudian ia merasa ada sesuatu yang menyentuhnya.

”Diam. Jangan bergerak! Aku ingin kita tidur seperti ini” tidak lain adalah Minho yang kini memeluk Hye Ra. Tangan kanannya ia sengajakan merangkul bahu Hye Ra. Hye Ra sangat canggung, terbukti dengan debaran jantungnya yang seakan ingin meledak. Ditambah posisi mereka sangat dekat, hingga Hye Ra bisa merasakan deruan nafas Minho. Oh..Dia benar-benar hangat.

”Minho-ya..”

”Ne?”

”Aku membatalkannya. Akan kubilang padanya kalau aku memilihmu”

”Pintar!”

“Kau senang?”

“Sangat”

“Tapi selama ini aku sudah membuatmu sedih, kenapa kau jadi senang begitu saja?” bingung Hye Ra kini mendongakan kepalanya untuk melihat wajah Minho lebih jelas. Mereka saling tatap dalam selang satu menit hingga Hye Ra merasa ada yang tidak beres. Yap! Minho yang nakal kini mulai mendekatkan wajahnya. Hye Ra jadi panik dan tidak tau mau berbuat apa lagi kalau tidak memejamkan matanya.

Cup~
Sebuah kecupan mendarat di kening Hye Ra. Sontak ia membuka matanya lebar-lebar.

“Karna rasa cintaku mengalahkan semuanya. Karena aku mencintaimu aku jadi mudah memaafkanmu, aku cepat luluh ketika kau menangis dan berterus terang seperti tadi. Jadi, kau juga begitu padaku, ne?”

“eumm….molla” senyum Hye Ra jahil. Ia langsung memutar tubuhnya untuk menyembunyikan semburat merahnya.

Sreet! belum sampai beberapa detik, Minho sudah mengambil alih dan memutar kembali tubuh Hye Ra hingga posisi Minho sekarang menindih Hye Ra. ” Aku belum mendapatkan apa yang ku mau Hye Ra~” bisik Minho menggoda dan dibalas tatapan aneh dari Hye Ra. “Apa?”

“Kissue~”

“Sudah malam Minho!!”

“Maka dari itu…Eumm..Itu..Tahan sakitnya ya? Kumohon..” lagi, Minho memasang tampang melemasnya hingga Hye Ra serius melempar kulkas sekalian ke muka suaminya. Hye Ra mulai aneh, ia mentafsir apa yang diminta Minho tadi. Tahan sakitnya? WHAT? Dia mau apa? Tapi apa boleh buat, Minho sudah menahan tangan Hye Ra erat-erat. Hye Ra masih menggeleng,mengeram dan bahkan menghentak hentakkan kakinya.

“Andwe Minho!! Kau tau rasanya sangat sakit jika kau melakukannya? No!!”

“Tapi aku tidak minta lebih”‘

“No! Jika kau masih ingin melakukannya, cepat engkang dari kasurku! Tidur di bawah!”

BRAK! Hye Ra menendang Minho seketika hingga tubuh Minho terpanting jatuh dari ranjang.

“Aku mau tidur! Dasar mesum!” Hye Ra menyeret selimutnya dan rupanya benar-benar tidur.

“NO!! HYE RAAAA!!” oh tidak..Choi Minho mulai meracau. Namun Hye Ra tidak mempedulikannya, bukan-bukan setelah teriakan Minho, Hye Ra menyempatkan dirinya untuk duduk dan menengok Minho yang terpengarah di lantai dengan pose tidak mengenakkan.

“Jangan marah…Aku selalu mencintaimu kok meski sering ku tendang. Jaljayo!” dengan senyum kemenangan Hye Ra kembali merebahkan tubuhnya dan akhirnya tertidur lelap.

Akan kubalas kau nanti!

Minho tersenyum penuh arti setelah menanamkan balas dendamnya pada Hye Ra. Baiklah..Semuanya belum berakhir Choi Hye Ra

TBC or FIN ?

Serius, aku gak mau ini FF berakhir seperti ini. Maaf kepanjangan karna aku mau ngasih kejutan di ENDING nanti! Maunya sih FF ini tidak bakal habis sambil akhir hidupku (?) #LHO? Eits! Tenang..sampe part 15 kok dan setelah itu..END! ._.

So, yang ngerasa ending part 14 aneh bin jelek harap maklumi, karna aku gak jago bikin yg sergg gimana gitu pas endingnya ._.v

Iklan

21 thoughts on “Secretly Love – Part 14

  1. 0912 berkata:

    finally,di publish juga part ini
    gak tau deh mau komen apa yg jelas feelnya dapet banget…
    thor,aku masih ketemu typo,tapi gak terlalu banyak kok

    • maaf lama ya..
      typo? itu aku udah langganan di setiap tulisanku u.u okedeh lain kali aku bakal periksa lagi ^^

      but, thanks udah baca dan komennya ^^

  2. Miina Kim berkata:

    Huwaaaa….. SL Part 14….!!!!!
    #Bagi-bagi bubur merah-putih….

    Demi harga BBM yang makin mahal….
    Hye ra di awal2 sampe ketengah bikin jutek abis….
    Bener2 labil, tuh, anak….
    Masih lom bisa menentukan sikap dan pilihannya….
    #jewer Krystal… Lho…???
    Sebagai sahabat, Krystal tau pasti betapa lelet dan labilnya temennya itu
    dan dia mestinya bisa lebih ngarahin Hye Ra untuk bisa ngambil
    keputusan lebih bijak dan cepet…, jgn berlete-lete…
    maksudnya, bertele-tele….
    #dilemparsendal ma Krystal…,
    “Jangan salahin aku, dong, eon, salahin tuh, authornya….”
    Fujita udah siap2 mau lari….

    heh, anak nakal, jangan lari… bikin FF seenak udelnya dewe…
    dari part ke part bikin eon mencak2 melulu….
    keselll, sebelll, jengkelll…..,
    #Jinki buru2 kasih air putih….

    Tuh, Hye Ra bener2 kebangetan dah….
    belum kasih kepastian, ketemu Minho kayak gak ada salah,
    bilang ke Krystal, takut Minho gak bisa ngebahagiain dia…,
    eh, eh, eh…, masih bisa kena cium Kibum….
    aaaarrrrggg….. jewer Kibum ma Fujita…..
    Kebangettaannnn….
    #kasih sendal ma Minho,
    “Nyok, Minho saeng, kita lempar Kibum ma Fujita pakek sendal….!!!!”
    ups, ada Jinki di sebelah… hehehee…. jaim dulu dah, sedikit….

    Ehem…, tapi, untung… eon sabar nahan hati dengan sikap Hye Ra,
    #Lho…, bukannya Minho yang mestinya bilang begitu…???
    dan emang kesabaran dan kedewasaan Minho, adekku, membuahkan hasil…
    Mereka bisa baikan lagi…, phew….
    #peyuk Fujita…..

    Gak sia2, deh…., Minho, kamu emang yang lebih pantes buat Hye Ra…
    Kamu gak egois dengan perasaanmu sendiri…
    Beda ma Kibum yang terlalu memaksakan kehendaknya,
    tanpa ingin mendengar dahulu apa yang sebenrnya Hye Ra inginkan

    Si gadis tulalit akhirnya luluh dengan sikap sabar dan mengalah Minho
    sampe udah teriak “SARANGHAE’ bedua…..
    #eon aja, teriak saranghae buat Jinki gak sampe teriak2…

    Nih, FF panjang??? kenapa eon berasa gak terlalu…???
    #gantian, Fujita yang ngelempar sendal….
    Eon berasa cepetan udahnya…, mungkin karena asik bacanya, kalee…

    Hah… pokoke…, baca ni Part eon sempet naek darah,
    eh, turun lagi…. tapi, naek darah lagi…
    #Fujita; kenapa, eon…????
    Ya iyalah…, adegan kisseunya, atau mungkin adegan ‘lebih’nya gak jadi….
    gara2 tuh, si cewek lelet kesambet roh Bruce Lee…
    #aduh, amit2… maaf, eyang Bruce Lee….. gak ada maksud manggil, yah…
    cuma numpang pinjem nama aja….

    Kan udah bener tuh, tracknya, Minho berusaha memulai ‘serangan’nya
    lom mission completed, eh, udah ketendang duluan….
    ckckckckcckkk……
    #Jinki-ya…, ntar aku gak bakalan gitu, deh, beneran…
    so, kapan, kita begitu…???
    #Fujita: EONNI MESUMMMM!!!!! Kalo mau mulai yang aneh2,
    sok, atuh, lari dari sini…. Aku sm readers yang laen lom ckup umur..!!!!
    #Emang eon ma Jinki mau ngapain…???
    Kan mau maen congklak aja…. lalalalalallaaaaaa……

    Eh, Fujita saeng, Part terakhir, jangan lama2 ya…
    Eon udah penasara banget sampe Part ini…..

    Udah, ah, eon mau baca yang laen lagi,
    tuh, ada FF Request Part B yang baru dirilis…
    Mau kesitu dulu….
    annyong….

    Eh, lupa…, Baca Part ini berasa
    makan nasi putih yang anget pakek sambel ikan teri sama Pete…
    HMmmmmmmm…….. Nyummy…………..

    #O.O…. “PETE…????” Jinki kaburrr….

    • LMAO! SO LOOOOONG :O

      aku jd sering di bully nih ama eon u.u. bikin kesel yah? Hahaha kyknya eon udh makin tua deh, sampe sering mencak mencak gk jelas gtu. Awas..ubanan lhoo..jinki gk mau trus lari ke aku deh HOHOHO

      Untuk part terakhirnya aku usahain secepatnya.. ya? Besok or lusa ^^ setelah itu goodbye deh sama FF SL 😦

      Btw..makasih yah eon, udah nyempetin baca dan komen yg luar biasa panjangnya..
      Gomawo ^^

  3. Miina Kim berkata:

    Lari ke Fujita…????
    culik Taeminho….

    ne, eon tungguin….

    sama2, saengi…. makasih jg buat cerita2 apiknya…
    keep learning and keep improving, yah…

    • karungin Jinki, langsung nikah! HOHOHO
      *tebar kulit pete :p
      cerita apik? Apa itu? *gubrakkk -_-
      dan buat eon, keep reading and support yah? Hahaha 😀

      • Miina Kim berkata:

        Eon dulu, dong yang nikah, ma Jinki….
        Tuh, Taeminho mau dikemanain…????
        #tabur garam….

        Itu tuh, ‘apik abu-abu’

        wokkee….
        Reading and supporting… gak masalah…
        sip sip sip…

      • Iya iya..lagian aku gk mau nikah sedini ini…tunggu 27 tahun dulu :3 tunggu udah mateng,punya pekerjaan,banyak uang..baru deh nikahin taeminho (lhooo??)
        #Eon mangap 😮

        Ne..aku tau kok, cuma pura pura doang #modus .-.

  4. AudreyLovina berkata:

    Annyeong! ^^
    Ya ampun ff ini bener2 buat aku senyum2 sendiri liat kekonyolannya Hye Ra, sedih, kesel liat kelakuannya juga yang super polos sampe nrima tawarannya kibum n khianatin Minho.
    Eits! Ga sampe di situ, Hyera bahkan udah buat Minho nangis berapa kali itu!!! Marah banget liat Minho nangis, tapi juga kasian sih sama Hyera yang polos itu ckckck. Dan akhirnya mereka berdua ngucapin perasaan sesungguhnya yang buat aku senyum n ketawa2 sendiri liat sifat mereka yang rasanya ga bisa serius sedikitpun kecuali pada saat menyakiti satu sama lain -_-.
    Ditunggu part selanjutnya ya? Eh, part selanjutnya END? Ga boleh #seenaknya sendiri :p
    Keep Writing and Fighting! ^^

    • banyak nih yg kesel ama itu anak #nunjuk Hye Ra.

      entah tapi aku rasa ff ini abal abalan XD, eh ada yg suka *pede :p.

      yap! part selanjutnya END! ^^ Aku juga gtu..gk mau berakhir sampe part 15. Tunggu aja ya..Secretly love after storynya bakal aku buat bnyk >..<

      • AudreyLovina berkata:

        Ini bukan ff abal2 eonni! Ff eonni bagus lho, daripada aku bikin ff gaje banget wkwk. Ini baru bener eonni, after storynya yang banyak, soalnya udah ketagihan sama sifat duo lucu ini! Apalagi sifat lelet n ga pekanya hyera wkwk.XD
        Habis itu sama bisa baca ff yang main castnya minho wkwk >///<. Oh ya eonni punya twitter/kakao/line mungkin supaya kita lebih akrab. Gomawo *bow*

      • doain aja aku bisa publish after storynya ya…

        aku sih emang gtu, pengeeeeen buat ff yg cast mereka lagi XD

        hmm oke oke ^^
        twitter : @shinfujitania
        kakao : Shania Felita
        Line : shaniafelita

        silahkan di follow or add

  5. Miina Kim berkata:

    Mau nikahin TaeMinho…????
    dua-duanya…????
    #jewerrr…
    maruk amat…!!!!
    Untung Alloh cuma ciptain Jinki satu…
    Kalo dua, Eon jg mau dua-duanya…. ^u^

    • AudreyLovina berkata:

      Itu, yang kakao itu IDnya eonni kan? Soalnya waktu aku search pake ID search ga ad. Kalo ga minta IDnya ya^^

  6. Waaah.. Akhirnya part 14 di publish..
    Bener kata kyrstal, kalo aku di posisi minho juga aku bakal sakit hati banget ke hyera, apa lagi pas liat hyera di cium key, waaaah.. Parah..
    Akhirnya mrka berdua bisa ngungkapain perasaan mereka.
    Ayooo lanjutkan, aku berharap banget ff ini terus lanjut dan ga end haha.. Semoga happy ending deh..
    Thanks author, ditunggu next partnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s