[FF Req] Boy Meet Me : {Boy ver} – Part 1

Mina req – Boy Meet Me

boy-meet-me-shin-fujita

Title : Boy Meet Me : {Boy ver} – Part 1

Author : Shin Fujita

Main cast :

  • Lee Jinki [SHINee]
  • Kim Mina [OC]

Support cast :

  • Choi Minho [SHINee]
  • Kim Jonghyun [SHINee]
  • Kim Kibum a.k. Key [SHINee]
  • Lee Taemin [SHINee]

Genre : Comady (little bit ._.) Friendship, romance

Rating : 13 – 16 PG

A/N : Berabad abad lamanya gak publish akhirnya satu ff req ini yang bisa aku gentayangin di blog ini >.< Mian ya eonni *lirik mina eon* udah lama eon req tapi baru sekarang aku publish u.u. Aku juga minta maaf buat ff req lainnya, gak sempat publish karna waktu buat nulis itu sudah semakin menepis. Di bulan puasa gini aja sibuk, siang buat tugas lah, malamnya gak bisa juga karna salat taraweh sampe setengah 10 u.u. Tuhkan? Jadi aku sangat sangat minta maaf. Terlebih sekarang aku make modem, dulukan di rumah ada wi fi sekarang gak ada 😦 karna sekarang aku serius sekolah buat ujian di bulan November sampai UN mendatang *doain lulus dn dpet nilai terbaik ya ^^* Hahaha kok jadi curhat gini? Yah pokoknya gtu..Maaf ya..Mina eonni juga. Maaf jika banyak typo ataupun cerita yang gaje dan tidak asik :(. Ini aku buat bulan puasa, sambil ngayal-ngayal tentang Onew :3 *aihh..mulai deh -_-. Oh ya, mengenai judul ff ini kenapa ada {Boy ver} itu karna didalam ceritanya ini hanya mengisahkan sudut pandang namja doang (meski ada sudut pandang yeojanya) nah di part 2 nanti khusus sudut pandang si yeoja dan akhirnya di part terakhir, part 3 mencangkum segalanya. Gimana, pada ngerti? Eon! Kamu ngerti gak? ^^ hehe

Don’t be silent readers, after read please leave your comment ^^

Gomawo ^^

Happy Reading

Boy Meet Me : {Boy Ver}-Part 1

Seeet!!!

Sebuah mobil mewah memakir di depan gerbang sekolah. Genie high school begitulah nama sekolah ternama di Korea itu. Dan tak heran lagi, mobil yang berpakiran tadi kepemilikannya adalah orang yang kaya raya. Masih didalam mobil,sepertinya orang didalam belum menampakkan wujudnya. Namun tidak setelah salah satu pintu jok belakang terbuka.

Sementara di dalam mobil…

”Ayo nak! Kau sudah terlambat!” Seru seorang wanita paruh baya yang duduk disamping seorang namja. Melihat anak satu-satunya ini masih sibuk dengan aktifitasnya yang bikin semua orang gemes. Gimana tidak? Udah tau terlambat kesekolah tapi masih sempat makan sepotong paha ayam yang belum sempat ia habiskan waktu sarapan di rumah. Ini memang kebiasaannya, meksi waktu mengekang, ia tidak akan membiarkan secuil daging tersisa di tulang ayamnnya. Harus tuntas.

”Ya! Palli! Jangan sampai kau di marahi sonsaengnim di hari pertama sekolah!”

”Ne…Aku pergi dulu ya eomma.” akhirnya..dengan menunggu sampai 5 menit paha ayam itu tuntas di lahapnya sampai bersih tak berdaging. Cepat-cepat anak eomma itu merapikan poninya yang lumayan panjang itu lalu membenarkan dasi sekolah. Sip! Penampilan sudah oke.

”Eomma aku pergi dulu ya~”

”Ne, Hati-hati! Jangan lupa makan bekalnya!” Seru sang eomma setelah anak semata wayangnya itu sudah berjalan meninggalkan mobil. Namja tadi yang memaki seragam baru sekolahnya ini berlari menuju kelasnya berada. Ia masih tampak bingung dengan lingkungan sekolah barunya, karna selama ini ia bersekolah di Tokyo, Jepang. Yap,10 tahun lamanya ia tinggal dan sekolah di Jepang, dan sekarang ia bisa pulkam ke Korea hanya karna suatu alasan yang aneh dan terahasiakan.

Masih berlari seperti orang terseok –seok, tiba-tiba saja langkahnya terhenti di suatu koridor sekolah yang pastinya sudah sepi. Ia melihat segerombolan siswa yang entah melakukan apa itu , namun yang jelas ada salah seorang siswa yang bertubuh kekar. Ia terlihat sedang mengamuk dan memarahi seorang siswa lain yang terlihat cupu dan culun. Oh! Apa ini tindak pembullyan? Jelas saja! Siswa siswa dengan penampilan layaknya preman pasar itu ada berempat orang dan satunya lagi siswa malang tak berdaya dengan memasang tampang memelas minta di tolong.

”Ya! Kau yang disana!” EH?

”Aku?”

”Iya kau!” Seorang namja yang sebentar ini ia gumamkan memanggilnya. Siswa yang bertubuh pendek,berotot, bekulit cokelat dan 2 buah kancing baju yang dibiarkan tidak di pasang. Benar! Preman itu sedang memanggilnya. ”Kemari kau bocah tengik!” Makinya dan tentu membuat si – murid baru itu cengo keheranan. Akhirnya dengan takut- takut ia berjalan menghadapi sekumpulan preman

Pertama, ia melihat si pendek berotot yang memanggilnya. Tampangnya keras tidak seperti murid SMA biasa. Apa anak ini pernah tinggal kelas? Mungkin saja, dan murid baru ini bisa menebak bahwa ketua dari kumpulan preman ini adalah si pendek itu. Kedua, ia melihat seorang namja lagi dengan gaya rambut aneh. Ia mencat ujung poninya dengan warna cewek. Pink! Rambutnya juga botak sebelah dan syukurknya tidak di cat juga itu rambut. Dan juga ada 2 tindikan di kedua telinganya, dan ah..Sebuah kalung yang berbentuk kunci. Eh?

Orang ini….Style yang lumayan – pikir si anak baru dalam hati

Ketiga , mungkin ini orang satu satunya berpenampilan normal. Dengan rambut style biasa, tinggi yang luar biasa, ekspresi biasa, tidak ada aksesoris. Pokoknya murni deh! Hanya saja kepalanya yang tidak biasa , kecil soalnya. Dan…yang terakhir. Dia terlihat seperti preman baru naik pangkat. Masih amatir untuk menjadikannya berpenampilan gothic seperti teman-teman preman lainnya. Wajahnya putih seputih susu dengan bibir empuk bewarna pink menggoda *elah?. Matanya sedikit sipit dan terlihat ia mengesengkan lengan seragamnya terlalu keatas hingga terlihat lengannya yang kurus kerempeng tak berotot.

”Ey! Ngapain liatin kami!” bentak si pendek tiba-tiba.

”Ti- tidak ada!”

”Ya! Kau! Kau melihat kami tadi bukan? Awas kalau beraninya kau mengadu ke sonsaengnim! Nyawamu kujamin tidak akan bersanggar di tubuhmu lagi..MENGERTI!!” Ancam si pendek dengan mengacungkan pistol dan yakinnya itu cuma pistol air. Etdahh-_-

”N-ne..”

”Ah iya! Sepertinya aku belum melihat wajahmu di sekolah ini. Murid baru?” tanya namja berpenampilan aneh, lalu di balas anggukan oleh si anak baru.

”Kelas berapa?” kini si jangkung yang bicara. ”Dua belas”

”Mwo? Berarti kau sunbae ku!” Pekik preman keempat sambil membungkukkan badannya. Emang masih polos sih ini anak hingga ketiga preman lainnya meliriknya tajam.

”Dengar ya..Aku tidak membully anak malang ini. Kami hanya menagih utang siswa sialan ini! Kau jangan salah paham! Dan sekarang pergilah!” suruh si pemimpin mengusir anak baru. Mau tak mau ia mangut-mangut dan perlahan menghindar dari mereka. Takut membuat kesalahan di hari pertama sekolahnya, ia memilih untuk lari sekencangnya dan mencari kelas barunya.

Sementara itu di salah satu kelas.

”Baiklah semuanya. Karna sekarang semester baru jadi sonsaengnim mengangkat ketua dan wakil kelas.Jadi, siapa yang mau berpastisipasi tolong angkat tangannyaa!!!” Jang sonsaengnim memukul-mukul kapur dengan semangatnya. Dapat dilihat siswa-siswinya heboh sendiri , bisik sana-sini dan ada pula pada frustasi mau ikut mencalonkan diri atau tidak.

”Saya sonsaengnim!” seseorang pria berseragam rapi mengangkat tangan pertama.

”Ne…Lee HyunJae. Ada yang lain?”

”Ada! Saya sonsaengnim!”

”Kamu pernah jadi wakil kemarinkan Seu Chan? Oke baiklah..Ada yang lain?”

”Saya sonsaengnim! Kwon Rira!”

”Ne, Rira-ssi. Apa masih ada yang mau mencalonkan diri?” hening sebentar. Lho kenapa gak ada yang mencalonkan lagi? Semua murid tampang bingung dan masih bisik-bisik gak jelas. Mereka masih ragu-ragu, maklumlah..remaja labil -_-

”Jika tidak ada yang mencalonkan, maka sonsaengnim sendiri yang menunjuknya!”

”JANGAN SONSAENG!!!” pekik mereka bersama (?)

”Lalu siapa?” Jang sonsaengnim udah mau kesal. Masa guru dibentak seisi kelas? Malu dong

”Siapa lagi? Hayooooo~~~”

”Saya sonsaengnim! Kim Mi-”

BRAAAKKK!!!! Pintu kelas tiba-tiba terbuka namun sayangnya di buka paksa oleh seseorang. Lantas seseorang yang mau mencalonkan dirinya itu membungkan meski dalam hati sakit juga. Semua murid melototi objek yang baru beberapa detik ini menggemparkan kelas. Mereka serempak bengong plus nganga dulu.

”Eh? Kenapa kalian menatapku seperti itu? Apa ada yang aneh dengan penampilan ku?”

Semua siswa menggeleng. Dan kali ini Jang sonsaengnim lah yang bereaksi. ”Oh, kamu murid baru ya?”

”Ne, sonsaengnim. Ah! Biar aku sendiri yang memperkenalkan diri. Hallo semua, saya Lee Jinki. Saya murid pindahan dari SMA Mekarlah Bunga Sakura (?)di Tokyo Jepang. Saya harap kita bisa berteman dan belajar bersama, mohon bantuannya….”

”Horeee prok!prok! Ada anak jepang oi!”

”Keren! Dia kawaii :3” Anak-anak tak berguna itu mendesis setelah melihat si murid baru yang bernama Lee Jinki memperkenalkan diri. Ada yang bersorak gembira dan ada juga yang mendengus kesal penuh kebencian. Iya, hari pertama Jinki ke sekolah berhasil mendapatkan seseorang yang membencinya. Lihat saja muka kusutnya, dan tatapan tajamnnya yang mengartikan kalau ia ingin mencincang Jinki. Tidak peduli lagi ia menatap murid baru itu, dia memilih duduk di bangkunya yang paling pojok dekat jendela. Ia memutar kepalanya ke kiri agar bisa melihat langit pagi dari jendela.

”Silahkan duduk Jinki. Kau bisa duduk di pojok kiri sana. Bersama Kim Mina!”

”Ne, sonsaengnim!” dengan semangat Jinki berjalan menuju arah meja yang di tunjuk sonsaengnim. Ia duduk dan meletakkan tasnya. Lalu diliriknya seseorang yang sibuk sendiri di sampinganya ” Annyeong ^^” sapa Jinki ramah dengan mengulurkan tangannya. Namun sayang, yeoja yang disampingnya tidak mendengar, bahkan tidak menoleh. ”Baiklah, sepertinya kau sedang kebelet ya? Gak mau ngomong gitu ” -_-

”Ayo! Kita lanjutkan lagi pemilihan ketua kelasnya! Ah ya! Barusan Kim Mina mencalonkan diri bukan?” seru Sonsaengnim keras.

”Shireo!”

”Lho, Mina – shi? Wae?”

“Sudah kubilang tidak mau!” bentak yeoja yang duduk di sebelah Jinki tadi angkat emosi. Semua murid pasti meliriknya aneh, karna melihat Mina – primadona kelas, marah-marah gak jelas. “Kita kekurangan satu calon lagi, siapa yang mau mencalonkan?” siswa kembali ling lung. Siapa? Orang disini malah pengecut semua.

”Saya sonsaengnim! Dan, teman sebelah saya juga! Kami mencalonkan berdua!” suara seorang namja menjadi perhartian seiisi kelas. Mereka bebarengan melirik si sumber suara dan betapa terkejutnya mereka melihat bahwa si anak baru itulah yang berani mencalonkan diri. Tidak tahu apa alasan Jinki mendadak mengangkat tangannya. Namun di balik sorotan mata gadis di sampingnya Jinki sudah mengerti, kalau gadis itu sedang kesal karnanya. Belum pasti, Jinki hanya merasa seperti itu, sesuatu yang mendorongnya untuk melakukan ini sampai-sampai dengan lantang ia mengangkat tangan kanan gadis di sebelahnya. Ia memamerkan senyumnya keseluruh penjuru kelas, dengan percaya diri tidak peduli semua murid memandangnya aneh.

”Ya! Lepaskan aku!”

”Shireo! Kau tadi mencalonkan diri bukan? Kau tidak boleh mengundurkan diri!” bisik Jinki membentak. ”Baiklah sepertinya murid baru kita ini cukup berani. Lee Jinki dan Kim Mina! Apa ada yang mencalonkan? Tidak bukan? Nah sekarang saatnya memberi suara kalian”

Jinki, emang aneh! Baru sekitar 30 detik ia resmi menjadi murid ixx-a tapi tiba-tiba aja dengan percaya diri yang amat terlalu mencalonkan diri sebagai ketua kelas. Padahal ia tidak mengenal semua teman-teman di kelasnya. Namun, mengingat tentang gadis di sebelahnya, Jinki tau karna kehadirannya si gadis ini terlihat kesal dan jengkel banget. Dan sebagai tanda minta maaf, bolehkan mendaftarkannya kembali menjadi calon ketua kelas?

”Lee Hyun Jae, mendapatkan 7 suara. Shin Seu Chan mendapatkan 4 suara. Kwon Rira 2 suara dan, Kim Mina..Hmmm mendapatkan 10 suara dan Lee Jinki mendapatkan.. Wow! Kau baru murid baru disini tapi mendapatkan suara yang banyak juga. Lee Jinki mendapatkan 10 suara! Jadi Mina dan Jinki memperoleh suara yang sama!”

Waaa… semua orang berdecak kagum. Entah kenapa banyak yang milih Jinki, tapi yang pasti itu berkat yeoja yeoja genit di kelasnya yang udah mengidolakan Jinki beberapa menit yang lalu. Sedangkan Jinki hanya dapat menganga, berharap ada sepotong ayam di mejanya jika ia masih tidak percaya akan ini. Perlahan ia menoleh ke samping, melirik tampang gadis di sebelahnya itu.

”Kita seri, kau boleh menjadi ketua kelasnya” ujar Jinki sopan.

”Kau siapa? Menyuruh nyuruhku? Terserah aku dong!”

”Tapi..Suara kita seri. Kau juga ingin menjadi ketua kelas, bukan?” bujuk Jinki lagi dan di balas tatapan tajam gadis yang bernama lengkap Kim Mina. Dan betapa terkejutnya Jinki melihat genangan air mata di kedua bola mata Mina. Sontak Jinki terkejut.

”Hei..Kau..Menangis?”

”A-..ani..” lirih Mina berusaha menyeka air matanya. Ia bahkan tidak mempedulikan Jinki yang khawatir memperhatikan wajah merah Mina. Bingung sudah pasti, Jinki bahkan tidak melakukan sesuatu atau mengatakan kalimat kasar pada teman sebangkunya itu, tapi? Kenapa tiba-tiba menangis? Kelilipankah?

”Mian..Aku tidak bermaksud membuatmu menangis. Jika kau mau jadi ketua kelas silahkan. Aku tidak keberatan lagian aku murid baru disini.” ujar Jinki dengan suaranya yang bergetar.Ini pertama kalinya ia membuat seorang yeoja menangis, sebelumnya ia sering membuat anak kecil menangis saat masih tinggal di Jepang dulu. Yang ini langka, antara takut dan merasa bersalah yang dirasakan Jinki.

”Jinki-ssi” Jinki menoleh cepat. Ia memiringkan kepalanya dan tidak percaya kalau Mina barusan memanggilnya. ”Ne..?” tanya Jinki pelan dan masih memperhatikan Mina yang sedang menyeka pelan air matanya. Setelah kering ia merapikan rambutnya lalu menghadap kearah Jinki dengan tampang serius.

”Kau hebat sudah menggeser posisiku,makanya…Maukah kau bersaing denganku?”

Jinki cengo

”Ber—saing?”

”Minggu depan adalah pendaftar calon-calon ketua OSIS. Kau mau kita bersaing untuk menjadi siapa yang terbaik dalam ajang pemilihan ketua OSIS minggu depan?” Mina tersenyum misterius dan tatapannya yang berubah seketika. Jinki menyeringit. Ini yeoja kenapa langsung minta-minta bersaing sih? Hei…Jinki baru 30 menit menjadi murid di sekolah ini dan langsung ditawarkan menjadi ketua OSIS? GILA!

”Dengan ketampananmu mungkin bisa menggaruk vote yang banyak. Bagaimana, kau mau kita bertanding untuk merebut kursi ketua OSIS?”

Percaya diri sekali!

”Keberadaanmu selama 30 menit di kelas ini sudah menggelisahkanku, jadi untuk menggantinya aku mau kita bertanding. Aku tidak mau citraku luntur karna ada seorang ketua kelas baru yang notabane nya murid baru yang lugu. Cih! Tidak pantas!”

Jinki kembali cengo. Yeoja ini, meremehkannya? Tak disangka Jinki meremas tangannya kesal, nafasnya mengebu-ngebu layaknya benteng ingin menyerbu, mukanya merah seperti kepiting rebus.

Murid baru yang lugu? Dasar yeoja sombong!

Akan kubuktikan nanti!

 ◊ ◊ ◊

Ruang perpustakaan tampak sepi, karna kebanyakan siswa memilih memanfaatkan jam istirahatnya di kantin sekolah. Tampak di pojok kanan perpustakaan, seorang gadis berusaha menjangkau sebuah buku yang diincarnya.  Karna letaknya di rak paling atas, ia mengalami kesulitan untuk mengambilnya. Gadis itu mendesah, merasakan kalau lengannya terasa mau patah. Ia mengurung niatnya untuk mengambil buku Sains incarannya,memilih untuk menyenderkan punggungnya di rak buku nan menjulang

Ia memamainkan kakinya dengan menggesekkannya di permukaan lantai, merenung dan terlintas teringat kejadian tadi pagi yang memperburuk moodnya. Memang terdengar berlebihan, orang itu kan tidak tau kalau dia sedang mencalonkan diri, jadi maklumkan? Untuk apa dipermasalahkan? Lagian ia bisa mengulang mencalonkan diri, dari pada mendumel kesal dan akhirnya bersaing dengan anak baru itu.

Dasar ceroboh!

Mina mengacak rambutnya yang sepanjang sebahu itu kesal. Wajahnya yang terlihat dingin dan jutek terlihat makin mengerikan karna banyak lipatan wajahnya karna memikirkan tawarannya ini. Ceroboh! Salahnya sendiri karna tidak bisa mengendalikan emosi dengan baik. Yasudahlah, lagian Mina memang membenci murid baru itu. Apa salahnya di coba dulu?

Kembali ke kegiatan sebelumnya, Mina menjangkau buku Sains tadi. Ia menjinjit kakinya berusaha meraihnya namun tetap tidak bisa. Sial! Kenapa banyak hal yang membuat moodnya down?

”Butuh bantuannya, noona?” masih berusaha menjangkau dengan tangannya, Mina tidak memperdulikan manusia baik hati yang berniat membantunya. Lantas orang yang bisa disebut tinggi itu tersenyum simpul, melihat Mina yang kebiasaannya cuek terhadap lingkungannya.

”Kabarnya, seseorang menggeser posisi noona sebagi ketua kelas. Siapa?” kini tangan Mina melemah. Moodnya tambah down, ucapan itu..Sungguh Mina muak mendengarnya. Memang sangat sakit baginya, seorang Kim Mina, siswa unggulan kelasnya, percaya diri,terkenal akan kecerdasannya dan pantang yang namanya ’kalah’ itu kini terjatuh hanya karna namja berparas tampan..Mungkin yang mengandalkan tampangnya dan kepolosannya untuk menjatuhkan posisi Mina. Terdengar egois memang, namun itulah Mina. Ia merasa sangat sakit jika ada orang yang mengalahkannya, dan ia akan membalasnya. Itu harus! Itu adalah prinsip hidup Mina.

Aduh, kenapa jadi berbelit-belit?

”Hei..Kenapa bengong? Gimana bukunya? Mau aku ambilin gak?”

”Ah! Ya..Choi Minho, sejak kapan kau disini?” Aigoo Mina…karna seriusnya malah ia tidak tau kalau Minho sedari tadi bicara dengannya.

”Hahaha noona ini! Yasudahlah sepertinya noona belum makan, mau kekantin denganku?” ajak Minho percaya diri. Butuh beberapa detik menunggu persetujuan dari Mina. Di tatapnya namja yang selalu muncul di kehidupannya itu. Mina mengangguk kecil, dan diselingi senyumnya yang juga tipis.

”Kajja!”

  ◊ ◊ ◊

”Ya! Mata sipit!” seseorang menghampiri Jinki yang lagi kusyuk dengan paha ayam goreng – pemberian bekal dari eommanya. Ia menarik daging ayam dari mulutnya, dan dengan mulut penuh ayam menoleh kebelakang. Lho kenapa? Apa dia sendiri disini yang bermata sipit?. ”Iya kau! Ayam!” seru orang itu lagi. Jinki jadi linglung lalu kembali menyantap ayamnya santai. “Ya ampun!!!! Kau punya telinga atau tidak sih?” bentak orang itu lagi. Habislah sudah kesabaran Jinki. Ia melempar tulang paha ayamnya ke piring dengan kasar dan berdiri hingga menimbulkan suara gesekan meja.

”Ada apa?” tanyanya datar.

”Lupa dengaku, anak baru?”

”Ya! Kau?” daging ayam di mulut Jinki keluar semua. Ia termangap melihat tiga makhluk yang mengerumuninya. Si pendek,si rambut pink, dan si polos?

”Hei…Jangan terkejut seperti itu! Perkenalkan dulu… Aku Kim Jonghyun. Siswa terketje bin ganteng se sekolah ini!” dengan rasa bangga dipaksakan siswa yang bertemu dengan Jinki sebelum ke kelas tadi alias si pendek mengulurkan tangannya. Jinki tampak bingung, lho..preman bisa sopan juga ya?

”Aku Kim Kibum, panggil Key biar keren!” kini si rambut pink mengulurkan tangannya setelah Jinki berjabat tangan dengan Jonghyun. ”Maaf sebelumnya sunbae, aku Lee Taemin. Murid kelas X-c!” kini yang termuda, bukan mengulurkan tangannya malah ia merunduk memberi hormat kepada sunbae- meski baru 2 jam jadi sunbae.

”A-aku, Lee Jinki. Senang berkenalan dengan kalian” ujar Jinki senang di paksakan

”Eh..Oh iya teman kalian yang paling tinggi itu…mana?” tanya Jinki takut-takut, maklumlah nyali menciut melihat otot lengan Jonghyun yang selalu dipamerkannya.

”Oh..Minho? Namja itu..Hahh..Begini..”Jonghyun mendesah pelan. Seketika raut mukanya berubah, garis wajahnya menunjukkan kalau ia berada dalam suatu masalah.

”Bisakah kita bicarakan disini?” tawar Key menunjuk sebuah tempat kosong untuk di duduki. Merekapun duduk bersama di bangku itu, terdiam dulu…Lalu akhirnya membuka suara.

”Aku dengar, kau mengalahkan Kim Mina dari kelas 12-a, benar?” tanya Jonghyun langsung. Jinki dibuat tidak nyaman dengan pertanyaan ini, sejenak ia berdehem lalu mengangguk pelan. ”WOW! Sunbae daebak!” pukau Taemin diiringi tepuk tangannya, namun Jinki hanya menyeringit. ”Tidak perlu memanggiku sunbae, panggil aku hyung saja” jawab Jinki tiba-tiba dengan senyum tulusnya pada Taemin. Suasana jadi hening, karna sikap hangat dan lembut Jinki. Jonghyun dan Key saling berpandangan yang entah mengandung arti apa.

”Bagaimana bisa? Bukannya kau murid baru, emang bisa di calonkan sebagai ketua kelas?” bingung Key sambil melilitkan ujung rambutnya. Jinki mendesah dan kemudian berkata ” ini salahku, karna kehadiranku membuat dia jengkel. Aku tidak mau ada orang yang menyimpan kesan buruk di hari pertamaku sekolah, jadi tiba-tiba saja sebuah ide muncul di pikiranku. Aku dan Mina mencalonkan diri bersama-sama,biar terlihat adil. Tapi setelah vote,aku tidak tahu kenapa suara kami seri, dan karna aku seorang namja aku lah yang dipilih sonsaengnim menjadi ketua kelas” ujar Jinki panjang lebar dan di respon anggukan oleh ketiga itu. Beberapa detik kemudian Jinki mengertak dan mendengus.

”Namun,sepertinya dia tidak suka dan berniat balas dendam padaku.” kesal Jinki mengingat kejadian pagi tadi . Entah kenapa mulutnya berceloteh seperti tadi, padahal ini pertama kalinya Jinki beterus terang pada orang yang belum di kenalnya.”Sudah ku duga! Yeoja itu aneh! Selalu ingin menang sendiri dan terkadang menakutkan!” sela Jonghyun lantas membuat alis Jinki bertaut.

”Kim Mina. Yeoja dingin yang rese itu telah mengubah kehidupan gank kami. Kami musuh buyutannya.”

”EH?” seketika mulut Jinki ternganga lebar. Aigoo..preman ani! Gank ganas kayak gini aja bermusuhan dengan yeoja biasa seperti Mina? Jinki di buat penasaran, sehebat apa Mina hingga ia mampu bersaing dengan anak-anak ini.

”Kami tahu, kamu murid brutal yang selalu buat onar. Dan maka dari itulah, yeoja itu selalu mengawasi gerak gerik kami, dan jika kami melakukan kesalahan di depannya maka cepat-cepat ia melaporkan ke guru-guru atau kepsek. Cih! Yeoja sok pahlawan itu hanya berpegang pada posisi Ayahnya yang sebagai pemilik yayasan sekolah ini. Dasar anak orang kaya!” decak Jonghyun dengan sorotan mata penuh kebencian. Jinki hanya bisa ber-oh ria. Lalu sebuah pertanyaan terlintas di pikirannya. ”Bukannya kalian tangguh, kenapa takut dengan seoranga yeoja yang hanya berani mengancam kalian?” tanya Jinki penasaran.

”Nah itu. Kami mengaku pandai berkelahi, tapi…Jika kami terlihat membuat keributan di sekolah. Yeoja itu akan mengadu ke kepsek dan di lanjutkan ke komite sekolah. Dia bisa-bisa mengeluarkan kita dari sekolah! Kurang ajar bukan?” Key ikut berdecak kesal dengan ucapan pedasnya. Benar juga, anak perempuan itu hanya bisa mengadu dan mengadu. Payah.

”Kami tau, anak-anak seperti kami tidak pantas di sekolah berstandar internasional. Tapi kami pelajar, dimana mana pelajar kewajibannya belajar untuk menggapai impiannya, lulus sekolah, dan melanjutkan ke universitas favorit. Dan yeoja itu, seenak jidatnya saja ingin mengeluarkan kami. Hey! Kami tau dia dan ayahnya itu berasal dari keluarga kaya raya, tidak sama seperti kami yang hidup susah. Sekolah sekaligus mencari nafkah.Aish! Aku jadi banyak bicara” cepat – cepat Jonghyun memalingkan wajahnya. Tersirat rasa dendam dan kesal yang mendalam dari raut mukanya. Nafasnya mulai tersengal-sengal, serta tangannya yang dikepal erat. Jinki mengerti, ia pun melihat satu persatu wajah teman barunya itu. Jonghyun yang sedang menahan emosi dan terdapat sebuah tatapan tajam penuh kemestiriusan, Key juga begitu ia paling banyak mendesah, begitu juga dengan Taemin.

”Aku mengerti….Lalu apa hubungannya dengan Minho-teman kalian?”

”Dia merebut Minho kami!” gertak mereka hampir serentak hingga membuat Jinki mengerjap. Tunggu dulu..Ini bukankah menjurus ke masalah pribadi gank merekabukan? Kenapa Jinki jadi ikut ikutan?

”Siapa? Kim Mina?” tanya Jinki hati-hati dan di balas anggukan pelan ketiga namja itu.

”Akhir-akhir ini..Ani sudah hampir 2 bulan ini Minho hyung berubah pesat. Ia terlihat sangat cuek, apalagi kepada kami. Dia sering tidak ngumpul lagi dengan alasan yang tidak bisa di percaya, latihan lah, tidurlah, dan yang bikin kami mencelos dia belakangan ini sering berkencan? Terlebih dengan..Mina noona” jelas Taemin rinci.

”Jadi gini intinya. Mina sudah merebut Minho dari kami hingga anak jangkung itu melupakan sahabatnya sendiri, dan memilih bersama gadis di sukainya. Cih, dia bahkan sering berdebat dengan kami hanya karna kami tidak setuju dengan kedekatan mereka, malah ia berniat ingin keluar dari gank kami” Jonghyun melipat tangannya diatas dada, masih dengan sorotan tajamnya. Jinki tidak habis pikir, murid-murid badung seperti mereka saja sangat memperhatikan teman-temannya. Tapi kenapa tidak dengan murid unggulan dan tauladan seperti Mina? Yeoja itu lebih mementingkan dirinya sendiri kebanding lingkungan di sekitarnya.

”Jadi…Bukannya kami lemah, tapi kami minta tolong padamu. Kau kan hebat, bisa mengalahkan Mina sedangkan kau masih anak baru.” Jinki tercekat! Apa? Minta tolong?

”Minta tolong apanya?”

”Kau dan kami, akan berkeja sama untuk menjatuhkan Mina dan dari itu kami bisa mendapatkan sahabat kami, dan ah! Kau bisa mendapatkan harga dirimu, bukannya barusan kau di remehkan oleh yeoja itu?” Jinki termangu dan mulai memikirkan tawaran itu. Benar juga, ia terbuat sakit hati oleh perkataan Mina beberapa waktu yang lalu.Dan tentu saja Jinki sama seperti manusia biasa lainnya, ia juga merasa tersinggung dan ingin membalasnya.

”Arraseo, aku akan membantu kalian. Tapi bagaimana caranya?”

Ucapan Jinki di balas helain nafas lega oleh Jonghyun, Key dan Taemin. Jonghyun pun memberi isyarat agar Jinki mendekat kearahnya lalu membisikan suatu rencananya. Jinki mendengarnya dengan seksama lalu mengangguk mengerti.

”Bagaimana? Bisa kan?”

Jinki mengangguk pelan, terdapat rasa tidak yakin namun ia harus melakukannya terlebih sebelumnya ia sudah berniat untuk membuktikannya pada yeoja itu. Baiklah, mungkin ini tidak baik melawan seorang yeoja tapi ketahuilah rencana ini tidak buruk amat. Hanya memperbaiki martabat Jinki yang barusan di rusak yeoja itu sekaligus membantu teman barunya itu. Apa salahnya? Jinki ingin membuktikan bahwa ia bukanlah anak lugu atau cupu yang di katakan Mina.

Dan dia ingin membantu teman-temannya yang tidak senasib dengan murid-murid lain di sekolah ini. Mereka adalah Jonghyun,Key dan Taemin, yah meski di bilang nakal tapi kondisi mereka sekarang sangat memprihatinkan. Tidak ada satupun guru yang mempercayai mereka bahkan mempedulikan mereka. Dan satu lagi, menyangkut kisah asmara namja bernama Minho. Jinki akan berusaha menyadarkan Minho, meski ia tidak yakin itu mengingat Minho lebih dingin dari Jonghyun.

 ◊ ◊ ◊

Jinki memandang sebuah gedung bertingkat tinggi dan besar di depannya. Sebuah gedung sebagai tempat pusat pembelanjaan di Seoul. Dongdaemun!

”Kalian siap?” tanya Jinki percaya diri pada teman-temannya yang berdiri sejajar dengannya. Dengan mengayunkan tangannya kedepan Jinki berteriak ”Let’s Go!” entah dapat spirit dari mana, Jinki terlihat sangat bersemangat hingga ber api-api(?) Tak sesekali ia tersenyum smirk dan memikirkan apa yang sebenarnya dilakukannya di tempat ini. Sungguh Jinki baru pertama kali ini ke Dondaengmun , jadi dia agak bingung gitu.

”Biar aku yang memimpin kalian jalan. Dongdaemun itu adalah ’rumah kedua’ku” dengan pede yang terlanjur batas, Key mendahului tiga makhluk yang masih bengong karna kermaian dan kepadatan Dongdaemun. Key memang tahu seluk beluk tempat yang di kenal menjual barang-barang ter-update ini! Apalagi fashion, namja ini adalah ahlinya.

”Nah! Aku menemukan toko yang pas buat Jinki hyung! Kemari!” setelah lama melihat lihat putar sana putar sini yang pastinya tidak pernah membuat Key capek, ia akhirnya menemukan tempat yang cocok buat Jinki. Dengan senyum kemenangan, ia mendorong ketiga namja yang selera fashionnya yang gak update itu. Dengan memakai gaya sok cool Key masuk kedalam sebuah butik, diikuti teman-temannya di belakang.

”Aku mau memilih milih dulu, pastikan kalian juga memilih yang pas dan keren buat Jinki hyung”

”Ya! Kenapa aku juga memilih? Kau saja!” bentak Jonghyun malas dan memilih untuk duduk saja. ”Aish! Ya sudah! Biar aku dan Taemin yang memilih, iya kan Taem?” Key tersenyum ke dongsaeng tersayangnya itu, berharap Taemin mengangguk patuh dan tersenyum manis.”Shireo hyung, aku juga malas” Taemin ikut duduk disebelah Jonghyun hingga membuat darah Key naik seketika. Jonghyun terkikik geli dan akhirnya berduduk ria dia sofa bersama Taemin

”Lupakan mereka. Ah! Jinki hyung, kau ikut memilih bersama ku, ne? Katakan jika ada pakaian yang kau suka, dan berikan padaku” ujar Key memerintah namun hebatnya Jinki patuh begitu saja. Dan akhirnya detik demi detik menit permenit mereka habiskan untuk melihat memilih pakaian yang cocok dengan Jinki. Agak rempong sih, apalagi selera Key dan Jinki itu yang bertolak belakang. Key yang suka gaya bebas dengan suka memadukan warna warna aneh namun tetap terliha machig, sedangkan Jinki sukanya yang casual dengan celana jeans kaos dan jaket biasa.

Setelah memilih dan tentunya pilihan Key yang menang, mereka berempatpun siap cap cip cus ke sebuah salon. Ini bukan usul Jinki, tapi Key lah yang memaksanya. Key bilang karna Jinki memiliki banyak uang lebih, dan lebih baik di gunakan untuk merombak penampilan Jinki seutuhnya. Sebelumnya Jinki menolak, takut rambutnya atau wajahnya di tukar seperti punya Key yang pasti membuatnya minder dan terlihat aneh. Namun karna kedua makhluk tadi Jonghyun dan Taemin, ikut setuju yah…Mau gimana lagi Jinki akhirnya mau meskipun kartu kreditnya yang terkuras T.T

”Aku mau kau…berpenampilan seperti..Ah! Seperti Robert Patinson! Gimana? Dia keren bukan? Rambutnya yang di Twilight juga ok, cocok denganmu tapi tidak dengan jenggotnya” usul Key sambil mengotak atik majalah fashion. Jinki mendesah dan selalu bilang ’terserah’ membuat Key lah yang berpikir keras.

”Bagaimana kalau rambut Kristin Stiwart saja! Ah..Dia kelihatan anggun dan cantik di flim itu” Taemin mulai ngayal dan cepat-cepat Key dan Jonghyun menabok kepala Taemin.

”Ya! Kau kira Jinki wanita,eoh? Pikir dong Taem,mentang-mentang Key nyebut-nyebut Twilight!”

“Iya-iya..Akukan cuma bercanda..Hehehe” Jinki melihat candaan ketiga sahabat itu dengan senyum manisnya. Ah..Betapa senangnya memiliki ikatan persahabatan seperti mereka dan sayangkan mulai retak karna salah satu dari mereka perlahan menghilang. Pasti kenangan-kenangan saat bersama itu sulit di lupakan. Entah kenapa Jinki jadi terharu sekaligus kasian, teman-temannya ini memang butuh bantuan. Sangat di sayangkan, persahabatan seunik ini, perlahan retak hanya karna seorang yeoja. Bingo! Ah, Nama Kim Mina kembali terngiang di kepala Jinki. Yeoja itu, entah…melihat keharmonisan Jonghyun,Key dan Taemin membuat ada rasa kesal dan dendam itu tertanam di hatinya. Jinki menggeram dan menggertak giginya, yeoja itu… Ia tidak akan membiarkan teman-temannya ini keluar dari sekolah karna keegoisan yeoja itu dan Jinki sudah bertekad akan membalas perkataan Mina saat di sekolah tadi.

”Woaa! Lihatlah rambut barunnya! Hyung! Kau sangat memukau dengan new hair style ala Edward Cullen!” Key berdecak kagum sambil mengitari tubuh Jinki yang penampilannya 180 derajat berubah dari sebelumnya. Yah, yang sebelumnya Jinki yang memiliki rambut yang agak panjang dan tidak terurus kini ia merapikannya dengan memotong beberapa sisi. Dengan memotong poni Jinki yang panjang itu lalu di biarkan terangkat keatas hingga menampakkan keninganya. Entahlah sulit mendeskripsikannya, style Jinki yang casual tapi tetap update pasti membuat wanita siapa saja akan meleleh dan klepek-klepek. Bisa dibilang stylenya kali ini persis meniru Edward Cullen di Twilight (ketahuan authornya pens berat Robbert :3)

”Ck! Kau bahkan lebih keren dari padaku. Daebak! Dengan penampilan barumu aku yakin kau bisa mengalahkannya!” Jonghyun menepuk bahu Jinki pelan lalu tersenyum simpul.

”Tapi, apa tidak apa aku berpenampilan seperti ini? Aku merasa bukan menjadi diriku sendiri” keluh Jinki tiba-tiba di saat mereka sudah berjalan pulang. Sontak Jonghyun membalikkan badannya lalu tersenyum sekilas. ”Hmm…Begini, bagaimana kalau kau ikut kami dulu,otte?” tawar Jonghyun yang sama sekali tidak mengubris kegelisauhan Jinki. Mau tak mau Jinki mengikuti mereka, dan berujung ke sebuah caf’e yang sepi pengunjung. Caf’e itu terletak di belakang Dongdaemun dan di apit oleh gedung-gedung tua yang tak terawat. Gelap dan sangat sepi.

Mereka duduk berhadapan. Jinki duduk disebelah Taemin sedangkan Jonghyun Key di hadapan mereka. Hening menemani mereka, sesudah pesanan mereka datang, akhirnya Jonghyun memilih untuk mendesah dulu dan mematenkan apa yang ingin ia katakan.”Mulai besok, kau harus mengubah cara bicaramu,jalan,tingkah laku pokoknya semua. Setidaknya kau bisa menunjukkan sisi dinginmu pada yeoja itu biar dia tidak menyangkamu sebagai ’murid lugu’ lagi,otte?” ujar Jonghyun dan dibalas anggukan antusias oleh Key dan Taemin. ”Jika hyung mempertahankan sikap hyung yang lemah dan lembek ini bisa – bisa Mina lah yang berkuasa. Tidak lihat? Dia adalah yeoja yang terdingin dan mengerikan di sekolah. Kau harus bisa berhadapan dengannya dengan gaya barumu, tunjukan kau adalah pria bukan anak ingusan yang di panggil lugu!” kata Key lebih antusias.

”Serta buktikan kau lebih baik dari dia. Tunjukan sikapmu yang belum pernah kau tujukan kepada siapa pun, dan ah! Coba hilangkan maniak ayammu itu hyung, melihat kau memakan ayam saja sudah membuaku bergidik ngeri” Taemin mengusap usap bahunya merinding dan sepintas Jinki menoleh cepat kearahnya dengan pancaran mata tajam. Taemin menelan ludahnya, sepertinya Jinki sudah mulai memprakterkkannya.

”Kami harap kita bisa bekerja sama. Dan sebelumnya, kami minta maaf atas ketidak sopanan kami saat kau baru menginjak kaki di sekolah kemarin. Yang kemarin kami bukan merampas, tapi murid itu memang berutang kepada kami. Lalu, kami harap kau bisa membawa Minho pada kami, hanya kaulah yang bisa untuk menghentikannya karna Minho..Dia bahkan tidak mau mendengar kami lagi, dia benar-benar berubah” Terdapat keseriusan dan keinginan besar di ucapan Jonghyun kalau ia ingin sekali mendapatkan sahabatnya kembali. Jinki terdiam,berkelabut dalam pikirannya.

Kenapa aku jadi ikut campur dalam urusan mereka?

Aku siapa mereka? Aku hanya murid pindahan yang culun dan tidak tau apa-apa, tapi kenapa orang-orang ini dengan mudahnya menaruh kepercayaannya padaku?

 

Aku yakin, semua berawal dari gadis itu.

  ◊ ◊ ◊

Pagi-pagi mading sekolah sudah di padati oleh sekumpulan murid. Mereka sekedar pengen tau apa pengumuman terbaru dari sekolah mereka yang sempat menggemparkan di pagi hari ini.

Kepada seluruh siswa-siswi Genie High school berserta anggota OSIS.

Diberitahukan, mulai hari ini sampai seminggu kedepan pendaftaran calon ketua OSIS sudah dibuka. Persyaratan harap dipenuhi sebelum mencalonkan diri, dan kampanye akan dilakukan 3 hari setelah pendafaran terakhir. Di harapkan bagi calon-calon yang berpatisipasi dapat menyiapkan dirinya sematang-matangya.

 Sekian

Salam sejahtera!

Lee Donghae ( panitia OSIS)

Mina menghela nafannya pelan. Setelah membaca pengumuman di mading, ia memutar tubuhnya dan memilih kembali ke kelasnya. Masih ragu, untuk mencalonkan diri sebagai ketua OSIS. Kemarin itu karna terbawa emosi,bisa-bisanya ia membuat keputusan seceroboh itu. Bagaimana kalau Jinki benar-benar menerimanya? Ah meski Jinki menerima tawaran itu, Jinki belum tentu menang, seorang murid baru mana bisa langsung menjadi ketua OSIS? Itu mustahil. Lagian kata ’kalah’ masih jauh dipikiran Mina. Ia sudah yakin si Jinki itu pasti kalah. Iya, yang kalah Jinki bukan dia, karna Mina sangat benci apapun yang berkaitan dengan ’kalah’, tidak ada kata kalah itu didalam kamus Kim Mina.

”O..Jadi kau orang Jepang ya? Kenapa tidak bilang-bilang? Ah! Apa gadis-gadis disana cantik-cantik?”

“Kalian tidak bertanya,makanya aku diam. Lumayan, tapi aku lebih tertarik gadis Korea”

”Ah! Jinjja? Tapi dari tampangmu tidak memastikan kalau kau pernah tinggal di Jepang. Lalu kenapa bisa berbahasa Korea selancar ini?”

”10 tahun di Korea tidak memengaruhi bahasa Koreaku.” Mereka, berjalan sambil berbincang bersama. Dan kebetulannya, Mina yang jalan searah dengan mereka tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka. Mina mengerutkan keningnya, ada sesuatu yang aneh dari namja itu.

Kenapa penampilannya berubah? Apa aku tidak salahkan? – batin Mina tidak percaya setelah melihat penampilan baru sang saingannya – Lee Jinki. Rambutnya yang panjang berantakkan itu di potong pendek tanpa menggunakan poni panjang yang hampir menutupi wajah Jinki. Rambutnya diberi minyak rambut dan menata rambutnya sedemikian rupa dengan menaikkan poninya keatas dan terkesan lebih jantan dan tampan?

”Ani!” Mina menggeleng kepalanya kencang. Kenapa perhatiannya mendadak tertuju pada Jinki? Oh, yang parahnya Mina barusan berpikir Jinki lebih tampan dari sebelum-sebelumnya. Bukan! Ini tidak boleh. Cepat-cepat Mina mempercepat langkahnya dan melewati keempat namja tadi – Jinki,Jonghyun,Kibum dan Taemin. Sangat cepat, tapi sayangnya karna gugup dan terburu-buru kaki Mina tersandung tersendirinya hingga tubuh langsingnya itu tersungkur kedepan.

”Ah!! Siaaa!!!” runtuk Mina dalam hati. Dia merundukkan kepalanya menahan malu. Pasti mereka melihatnya! Mampus! Dan yang lebih mampusnya tumpukukan buku yang dibawa Mina jatuh bertebaran semua. Cepat-cepat Mina mengambilnya satu satu, dan ketika ia mengambil buku terakhir tidak sengaja ia melihat sepasang sepatu hitam dihadapannya yang pastinya milik sepasang kaki namja. Mina menelann ludahnya pelan, menerka siapakah manusia yang melihat kecerobohannya ini. Perlahan, Mina mendongakan kepalanya, berharap kalau orang ini bukanlah orang yang ada didalam pikirannya barusan. Dan setelah melihat orang itu, jantung Mina seakan berhenti berdetak.

Wajahnya mulus, putih seputih susu, matanya sipit, senyumnya yang sangat manis dan sekarang sedang menatap Mina dalam jarak 5 cm meter.Cukup menggunjang jantung Mina hingga debaran itu terasa di dada Mina.

”Kim Mina?” ujar namja itu memastikan yeoja yang dihadapannya itu adalah Kim Mina, teman sebangku plus rivalnya. Tidak perlu menunggu jawaban dari Mina, Jinki langsung tersenyum manis lalu membantu Mina berdiri. Mina sendiri tidak tau kenapa ia tidak membantah dan membiarkan Jinki membantunya hingga mengumpulkan buku-buku tadi. Waktu seakan berhenti berdetak, ketika wajah tampan itu menatap Mina dengan sangat dekat. Tampan? Ayolah, Jinki hanya menganti gaya rambut, tapi…Over all make him look very handsome! Ok! Inilah yang ada di batin Mina.

“Oh ya, kau mau ke kelas kan? Ayo kita bareng, biar aku yang membawa bukumu” tawar Jinki ramah seakan kemarin meraka tidak memiliki masalah apapun. Mina masih diam termangu dan Jinki mengambil kesempatan ini. Ia menolehkan kepalanya kebelakang, menoleh kearah teman-temannya-Jonghyun,Key, dan Taemin yang bengong melihat sikap Jinki berubah, bahkan sekarang pandai merayu yeoja. Jinki masih menatap teman-temannya itu dengan tatapan aku-hebat-bukan?

“Kajja! Kau kelamaan melamun” tanpa izin Mina, dengan semangat Jinki menyeret lengan Mina dan berjalan menuju kelas. Tentu Mina masih terheran-heran terlebih karna tampilan baru Jinki yang berhasil mendebarkan jantungnya. Sampai saat ini, jantung itu masih berdebar disaat Jinki menyeret tangannya untuk pertama kalinya. Namun disamping itu salah satu anggota geng Jonghyun, menatap mereka dari kejauhan. Dadanya sedikit sesak, melihat kedua insan itu berjalan bersama. Marah, iya dia marah terlihat jelas saat ia mengeraskan rahangnya dan mengertak giginya berang. Beberapa seling detik kemudian, setelah bisa mengontrol emosinya Choi Minho pun beranjak dari persembunyiannya.

”Ya! Choi Minho!” terdengar seruan Jonghyun saat dilihatnya Minho tiba-tiba muncul. Tapi sayang, Minho hanya menatap sinis salah satu sahabatnya itu. Tatapannya sangat tajam hingga membuat Jonghyun dan yang lainnya membungkam. Air muka mereka yang sebelumnya ceria melihat Minho datang kini berubah sedih dan kecewa.

”Jangan panggil namaku lagi!” desis Minho kesal kemudian berlalu dari hadapan Jonghyun,Key, dan Taemin.

 Jinki POV.

Hari ini benar-benar berbeda. Terlebih aku sendiri. Penampilanku yang dulunya terkesan kuno kini terlihat keren dan beda dari biasanya. Ini berkat Key yang membantuku mentranfrom penampilanku jadi sekeren ini. Tapi..Sedikit aneh juga, aku merasa tidak jadi diriku sendiri. Aku yang dulu pendiam, dan tidak peduli dengan penampilan. Dan sekarang? Bahkan aku layak dinobatkan sebagai member boybang seperti Super Junior?Atau Edward Cullen di flim Twilight? Entah yang pasti aku masih merasa aneh dengan keadaan seperti ini. Semua ini aku lakukan demi membalas dendamku pada Kim Mina. Yeoja yang telah menginjak injak harga diriku dan juga teman-temanku. Aku tau, di keluarga, aku dikenal sebagai anak manja terlebih pada eomma, namun Jonghyun seharian kemarin sudah mengajariku bagaimana jadi pria jantan,mandiri dan tanggung jawab.

Bagaimanapun juga aku belum yakin bisa berubah menjadi apa yang diinginkan Jonghyun. Yang pasti misiku saat ini hanyalah menarik perhatian Mina kemudian memasukkannya kedalam lubang permainanku. Hasilnya? Aku bisa mengalahkannya kemudian merebut Minho darinya- mungkin.

”Lee Jinki, hari ini adalah jadwal piketmu di perpustakaan kan?” lamuanku tiba-tiba lenyap saat aku mendengar suara Jang sonsaengnim mendekat kearah mejaku. Hanya aku sendiri di kelas-kecuali Jang sonsaengnim yang muncul tiba-tiba mengingatkan jadwal piketku. Aku mengangguk patuh dan tersenyum sekilas pada guru wanita itu, kemudian pergi meninggalkan kelas.Sebenarnya tujuanku sendirian di kelas adalah menunggu Jonghyun dan kawan-kawan tapi tampaknya ia tidak datang-datang juga.

Oke, sekarang aku berada di depan pintu perpustakaan yang jujurnya baru kukunjungi pertama kalinya. Dulu saat bersekolah di Jepang aku termasuk murid kutu buku yang menghabiskan waktunya di perpustakaan, tapi mengenai perpustakaan di Korea berbeda di Jepang aku jadi melupakan tempat ini.

Akhirnya aku masuk ke perpustakaan yang pastinya sudah sangat sepi. Baiklah aku hanya mengambil kemoceng dan menyapu tiap buku dirak ini. Membosankan memang, tapi ini sudah menjadi tugas. Asik membersihkan debu-debu rak buku, tentu aku juga melihat beberapa buku yang menarik perhatianku. Buku Mipa sih, kebetulan seharian aku lupa belajar di rumah, maka jam ini kumanfaatkan untuk baca-baca sebentar.

Tunggu! Aku melihat sesuatu setelah aku mengambil buku Mipa tadi, dapat kulihat dari celah antar buku yang kuambil tadi, punggung manusia yang sepertinya sedang membaca. Aku menyeringit dan tujuanku membersihkan perpus maupun membaca buku tertunda dan memilih mengendap endap mendekati orang itu.

”Seorang yeoja” aku sudah dibalik rak tempat ku mengambil buku tadi, diam-diam aku melirik yeoja yang sedang tekun membaca buku itu. Cukup lama hingga aku merasa sedikit bosan. Namun ada lagi, ada sesuatu yang kini mampu membulatkan kedua mata sipitku. Ya, seorang namja yang notabane-nya hoobaeku, menghampiri yeoja  tadi dan duduk berdekatan dengannya. Tunggu! Apa mereka pacaran?

Cho Minho. Dan ah! Yeoja itu juga menolehkan kepalanya hingga mereka bertatapan sangat dekat. Astaga! Aku idak sadar kalau yeoja itu adalah Kim Mina.

Jadi benar apa yang dikatakan Jonghyun ?

”Soal apa yang masih belum mengerti?” sayup-sayup aku mendegar suara Mina, dan didetik itu pula Minho menyodorkan sebuah buku, menunjuknya lalu yang kutahui Mina sibuk mengajarkan sesuatu – mungkin soal pada Minho.

”Soal ini mudah, kau perlu hati hati dan fokus membaca ulang soalnya. Karna soal ini soal ceri-”

”Noona”

”Ne..Minho-ssi?” Mwo? Yeoja menyeramkan ini tersenyum manis ke bocah ingusan itu? Oh! Pertama kalinya! Setauku yeoja itu tidak pernah beramah tamah sama siswa –siswi disini, dan rupanya? Dia mudah terpengaruh juga sama namja jangkung itu.

Tunggu!ini makin menarik,  kulihat posisi Minho makin menepikan Mina. Dan bahkan namja itu mendekatkan wajahnya, dan kembali saling bertatapan. Memang menarik, aku harus mengenang momen ini. Tanpa ba-bi-bu lagi aku merogoh ponsel disaku celanaku dan siap siaga menyiapkan beberapa jepretan foto mereka.

Kim Mina, aku yakin dengan ini aku bisa menjatuhkan reputasimu. Aku tersenyum sinis,entah kenapa aku jadi selicik ini tapi ini menyenangkan.

Baiklah Lee Jinki, kau hanya butuh beberapa detik untuk menunggu bibir Minho mengecup Mina. Yah..Aku mengambil beberapa foto dulu dan…..

”Noona…Saranghae…”’

Prang!

Apa? Lee Jinki kau bodoh! Sangat bodoh! Neomu baboya Lee Jinki!!!

”Siapa disana?” suara Mina! Eottokhae?

”Minho-ssi! Lepas!”

”Noona..”

”Ada orang yang mengintip kita?” Mengintip? Cih bahasanya kurang tepat! Aku hanya ingin tau aja. Diam… Baiklah aku makin penasaran apa yang mereka lakukan. Sepertinya gangguan dari ponsel termahal yang dibelikan eomma beberapa hari yang lalu tidak mengusik mereka. Tapi..Aish! Kenapa suasananya jadi hening begini? Apa yang mereka lakukan? Oke, aku mengaku sangat penasaran dan mau mengintipnya lagi.

”Noona, tidak bisakah kau memahami perasaanku? Aku mencintaimu noona, sudah puluhan kali kubilang padamu. Aku sangat mencintaimu”

APA?

Diam-diam aku mengambil ponselku lagi, dan entah kenapa tanganku gemetaran saat kulihat Minho mencium paksa Mina. Oh Ya Tuhan…Yeoja itu.Aku tidak tahu, yang pasti ini bukanlah tontonan yang baik untuk anak berumur 17 kebawah. Sudah kulihat Minho mencengkram kedua tangan Mina sangat erat, dia juga menyudutkan Mina kedinding hingga yeoja itu tidak bisa bergerak.

Tapi kenapa? Kenapa karna melihat adegan ini dadaku sesak? Wajahk sudah memanas dan sekarang aku mengepal erat ponselku. Nafasku tersengal-sengal dan disertai rahang yang mengeras. Aku marah. Benar! Aku tidak tahan lagi, aku sangat marah.

”YA!Bocah! LEPASKAN DIA!”

”Jinki-ssi..?”

 TBC

 Ending yang aneh dan maksa. Maaf eon, hanya itu yg bisa kubuat. Insya Allah part selanjutkan akan kulanjutkan dan lebih menarik lagi.

ok, sudah baca komennya ^^

Iklan

19 thoughts on “[FF Req] Boy Meet Me : {Boy ver} – Part 1

  1. Miina Kim berkata:

    kyaaaaaaaaaaaaaaaa……………….

    hayya’alasholaaah…………………….

    Saengi…… Ni FF Request eonni………
    seneng ampe ke ubun-ubun………..

    Ni dapet ide dari mana???? dari mana????
    Eon gak pernah kepikiran kalo idenya segokil ini,
    bagus banget…. dan penjelasan saeng tentang ide
    ‘sudut pandang cowok’ di part ini, dan ‘sudut pandang cewek’ di part lainnya
    juga eon suka banget…. banget….
    karena emang, dari part ini, kita diajak liat konflik cerita dari sudut pandang
    Jinki dan ‘temen2 baru premannya…’???

    Asli, eon ngakak sepanjangan baca part awal, saengi deskripsiin
    ‘perkenalan castsnya’, mulai dari si maniak ayam ‘kesayangan’
    yang sibuk dengan ayamnya di mobil, ampe si empat preman dadakan;
    si pendek berotot, si rambut pink bertindik, si cool berkepala kecil,
    dan si preman baru naek pangkat yang kerempeng tanpa otot!!!
    hahahahhahaahahhahaaaaa……. ampunnn dah…..
    (Kalo saeng ada di deket eon waktu baca ini, eon pengen peyuk n gigit Fujita
    *Fujita: Eonni,,, aku maunya digigit vampire Edward Cullen….
    #timpuk bantal Fujita…)

    Nah, pas mulai ke tengah cerita, eon mulai serius, nih, ncerna konfliknya…
    (sok amat… )

    Ni, jangankan Jinki, eon aja, sebel denger penjelasan JjongkeyTae
    ttg kesemena2an Kim Mina…. Ni yeoja jutek amat, ya…???
    minta timpuk talenan…
    dari awal dia jutek ma Jinki, cuma gara2 dia nyela pencalonan dirinya
    jadi ketua kelas… eh, lom ampe disitu, omongannya yang
    meremehkan Jinki oppa, anak baru, bikin illfeel banget….
    nih, apa maunya ni, yeoja, ma Jinkiku…
    #stress, karakter sendiri bikin jutek….
    (ni kredit, loh, buat Fujita, karena buat eon, sebel ma karakter sendiri disini

    Nah, tapi, mulai dari scene perpus, eon agak mulai mikir,
    ni yeoja nyebelin, yang nganggep dirinya paling populer seantero
    sekolah, kok, hobinya baca buku di perpus, ya???
    Mestinya, kan, kumpul, gitu, ma yeoja2 centil nan cempreng lainnya,
    nunjukkin eksistensinya sebagai anak pemilik yayasan sekolah…
    Nih, kok, malah, menyendiri di perpus…

    (eon inget dlu, dr SMP ampe kuliah hobi ke perpus, tapi untuk alesan yg beda…
    SMP: “dipaksa” pihak sekolah karena eon masuk kelas unggulan,
    untuk promosiin perpus yg baru kelar dibangun…
    biar siswa2 kelas laen ngikutin eon ma temen2 sekelas buat ke perpus…
    SMA: TIDURRRR…Yup, walaupun masuk kelas unggulan jurusan MIPA,
    entah, fase ini, eon muales buanget belajar… paling beberapa kali
    ke perpus buat pelatihan persiapan lomba ngewakilin sekolah… ckckckkkk…
    Kuliah: beneran cari buku ma referensi… hahahaa…. jaman ini,
    ekonomi makin menipis… uang jajan gak cukup2, buku, tugas, makalah,
    atau apaa ajaa… jadi makanan sehari2… akhirnya, pilih yg gratisan aja…
    ke perpus, kalo “digeledah”, banyak banget… buku bagus….)

    __________________ hening________________
    Fujita tidur…. komen curcol ngebosenin………

    Dan keanehan terus berlanjut……!!!!!!
    #Fujita lap iler…. kaget, eonni tetep semangat cuap2 sendiri….

    Kalo dipikir2… omongan Jjong tentang ‘tagihan utang’ mereka
    ke anak yang Jinki liat saat baru masuk sekolah, tuh, agak aneh,
    kalo eon pikir, itu mah, pemalakan… bukan nagih utang….!!!!
    Trus, kalo yang mereka omongin tentang Mina yg suka ngadu
    buat ngancem mereka, tuh, cuma didramatisir aja…
    buktinya mereka tetep nyaman di sekolah… gak dikeluarin…
    dan kalo gak kayak gitu, mereka bakal merejalela, kan, di sekolah…
    bertindak seenaknya… padahal, sebagai anak pemilik yayasan,
    udah seharusnya dong, mina ikutan jaga sekolah, demi kenyamanan
    siswa2 lainnya belajar buat nuntut ilmu….!!!! *eeeaaa…

    *pelototin JongKey,… Taemin, gak tega mau eon pelototin…
    tuh, dongsaeng kesayangan eon… kekekekee…..

    Nah, ni aneh, Minho mau ngapain, coba….
    aaaarrrggghhhh…. nih, juga sbnernya adek kesayangan….
    gak tega buat dia jadi begini….
    tapi, ya udah, nih, kebutuhan cerita…..
    mudah2an Jinki oppa tepat waktu….
    #oppa, my first kiss is only for you…… *ditabok mvp

    Tapi, bener, dah, transformasi Jinkiku emang yahud…..
    Eon asli bakal mangap ala BO, temen Sinchan…
    kalo yang bantuin eonni pas jatuh, Jinki…..
    dengan jarak sedekat itu, bisa2 eonni pingsan…..
    #jadi geli sendiri, setua ini, eon juga masih beberapa kali
    jatuh gara2 keinjek tali sepatu sendiri…. kekekekeee…..

    Konflik ke depannya eonni kayaknya bisa ngebayangin….
    tapi, gak berani nebak juga, takut salah, yang pasti,
    ni kerennn saengiii… beyond my expectation…..
    walaopun typo tumbuh kayak lumut di musim hujan….
    tapi, idenya bagus, plotnya mulus, mudah dipahami….
    dannn….. pengakuan Fujita yang gak bisa buat cerita humor ‘mentah’ disini!
    Fujita bisa banget nulis cerita humor… bahasa humornya eon bisa
    dapet banget disini… ampe cengar/ir, ngakak sendiri….
    Kalo makin di asah buat cerita humor romantis, pasti makin bagus….
    dan, juga, omongan Fujita yang lagi galau karena gak pede dengan tulisannya
    ampe ragu buat dipublish, itu, untuk FF ini???
    eon liat, gak ada alesan buat ragu atau gak pede….
    perasaan khawatir, ragu, gak pede, tuh, biasa….
    biar kita waspada, lebih hati2 dan teliti…..
    namanya aja proses…, pasti ada ‘jatuh bangunnya’…
    duh, inget lagu dangdut… eon ganti deh istilahnya…
    pasti ada ‘Rise and Fall’nya…. *ciiieee…. nih, kedengeran lbh keren…

    Gak ngira, ni FF tenyata puanjang, ya,…..
    Eon malah masih asik baca ampe ke akhir cerita….
    sempet sebel sih, dipotong di bagian itu….
    tuh, kan, bikin penasaran banget….. *cubit pipi gembul Fujita…
    pokoke, eon puas, ma Part ini, emosinya lengkap…
    humor, lucu, gokil, nyebelin., ampe gak tau ngapa,
    eon juga merasakan ‘kesendirian’ Mina, atas imej yang
    dia punya di mata ‘geng preman dadakan’ dan mungkin
    di mata banyak siswa lainnya di sekolah….
    *jadi galau,… eon galau….

    Wokkee…. tuh, aja, komen dan curcol ‘singkat’ dari eon….
    makasih buangetttt udah nyempetin buat nulis FF Req eonni…
    disela kegiatan sekolah, tugas, persiapan ujian, ma ibadahnya….
    Semoga sekolah n ujiannya lancar… dapet nilai terbaik, deh…
    asallllll….!!!!!!! Terus belajar dan berdo’a…
    jangan lupa juga minta do’a dari ortu, saudara, kakak adek, oma, opa,
    handaitaulan, tetangga, pak RT, bu RT….
    *Fujita pasang earphone… nyanyi keroncong…..

    Lanjutan FF lainnya ditunggu terus…

    Keep writing, Keep learning, Keep improving, and Keep smiling….
    FIGHTING….!!!!!!!! (9 ^-^) 9

    Love ya…

    • typo lagi ya eon. Sudah dilihat lihat emang banyak typo. Ntar deh aku edit lagi, coz saat mau publish g sempat edit dulu.

      syukurlah eon suka ^^ aku udah cemas lho, takut jelek

      Penjelasan ttg Mina yg mengadu/ bermusuhan dg JongKeyTae juga belum aku jelasin, aku sengaja, ntar ada di part berikutnya

      FF ini panjang? Iya banget >..< aku usahain FF ini kelar secepatnya
      gomawo eon ^^

  2. Miina Kim berkata:

    Diedit lagi yang typo? boleh…
    kalo butuh bantuan, eon ma Jinki siap begadang di rumah Fujita….

    Yup! Eon suka banget…. gak usah cemas… harus mantap ama karya2nya…

    oke, oke…. eon tunggu kisah selengkapnya di Part berikut…
    tak pantengin…!!! kalo perlu beli kacang kulit buat cemilan bareng Jinki….
    #Lupa lg bulan puasa… ngomongin Jinki mulu….

    Huh uh… puanjang…, tapi gak berasa kok, ceritanya asik, jadinya
    tau-tau, udah abis aja…. pas di bagian itu, lagi…..
    aaaiiiiiiisssssshhhhhh……. geregettaaannnn….
    #gigit paha ayam Jinki….

    Eon yang bilang Gumawo…. ^__^

    (ni FF rilis pas eon lagi melow…. jadi bener2 menghibur…. TT__TT)
    #peyuk Fujita… srooootttt…. numpang lap ingus, sekalian…

    • Tuh kan typo, belum sempat edit eon.. laptop aku rusak 😦 udah hampir 3/4 hari ini
      jd gk sempat edit :(. Ini aja bales komen eon lewat hp

      patus eon bingung,penulisannya aja masih amburadul (bner gk tulisannya ._.)

      Maaf atas ketidak nyamanannya pas baca ff aku :(((. Typo tersebar dmana2 -.- . Aduh babo~ u.u

  3. Miina Kim berkata:

    gak apa2 saengi…. *peyuk…
    semuanya proses… Eonni tetep bangga sama saeng dan
    temen2 ‘seperjuanganmu’… #heh…???
    Maksudnya, sesama penulis muda kayak kamu….
    Karena eonni pun GAK BISA….!!!!!
    Jadi dibuat semangat aja, biar terus memperbaiki kualitas…

    Orang sukses bukan orang yang gak pernah gagal atau salah…
    Tapi orang yang mampu bangkit setelah gagal dan
    memperbaiki diri setelah kesalahannya….
    #Nah, ini, juga eonni cm bisa ngomong doang…,
    prakteknya eonni juga masih belajar….
    Yok, kita belajar sama2…. ^___^
    ajak SHINee juga sekalian…

    Mereka juga sering salah dance, jatuh di atas panggung,
    suara crack, lupa lirik lagu, jatuhin mikrofon, sampe
    kasih contoh yang gak baik, spt ‘acung jari tengah’ *lirik Jinki oppa
    buka baju n pamer sixpacks sembarangan *lirik Jjong Minho
    ngomong pedes, ampe gak perhatiin perasaan orang *lirik Key,
    dan ngumbar nafsu makan dimana2…. *lirik Taemin n Jinki oppa (lagi)

    Tuh, kan, semua orang gak ada yang sempurna….
    Kesempurnaan cuma milik Alloh SWT Sang Maha Pencipta…
    *nih, bawaan bulan puasa, kayaknya….

    Ok, saengi…. SEMANGAT!!!!

    (9^-^)9

    • Wah.. makasih bgt yah eon. Aku jd terharu masih ada org diluar sana kyk eon yg perhatian #cieee..

      Ok, aku bakal usaha lebih keras lagi. Meski menghadapi bnyk typo di setiap tulisan ku. Tp prosesnya psti lama utk buat ff yg sempurna 😦

      • Miina Kim berkata:

        sama2, saeng… bnyak juga, kok, yang perhatian, contohnya
        Vivi eonni yang satu ini…. *nunjuk komen di bawah

        Ni juga, kompatriot eonni di tempat kerja, lho…
        Eon minta dia baca FF ini…
        Dia juga shawol dan Flamers sejati……!!!
        Makanya, dia gak bisa terima Minho nya ngejer2 si Miina…
        kekekekeeee…. lalalalallaaaa…

        Dia malah udah lebih dulu berkecimpung baca
        cerita2 FF…., makanya juga, eon minta dia baca
        tulisan Fujita. Pasti ada yang bisa Fujita dapet dari komennya…

        Met kenal, yah…

      • OAAA!! JINJJA??? :O
        wah..vivi eonni mian miaaan bgt. Lah aku udh ngomong nonformal ama eonni itu.. eon kirim maaf aku ama vivi eonni ya.
        Aku gk tau klu dia flamers, sekali lg maaf bgt .-. Aku juga flamers campuran taemints kok (?)

        Btw..ah aku malu nih eon… tp makasih udh promosiin ya ^^
        Gomawo 🙂

  4. vivi berkata:

    menarik, tp gak suka minho yg maksa s miina it.. Kenapa harus minho coba… Penuturannya lugas tp msh belum tau mau d bawa k mn ceritanya..emang paragraf akhir agak maksa hehe..
    Buat ad cew yg suka n ngejer2 minho dong, yah s cewek it aku :p soalny aku gak rela karakter minho gt

    • Nanti dipertimbangkan ya….
      part ini masih perkenalan konflik doang.
      Mengenai karakter minho, aku gk rela juga sih, tp gk ada yg cocok (?)
      Gomawo udah baca dn komennya ya
      ^^

  5. Miina Kim berkata:

    Eon lagi libur, nih, ntar eon sms Vivi eonni aja, ya…
    sama2, saeng… makasih juga udah nulis cerita buat eon
    yang rada ‘kurangsetengahcanting’ ini….
    btw, kapan kelanjutan Boy Meet Me…?
    bs mnt bocoran gak??? sbelum atau sesudah lebaran?
    FF yang laennya jg eonni tunggu, ya….
    Itu semua kan lagi seru2nya….
    otte….!!!!!

    • Entah kapan aku publishnya ._.
      Kemungkinan abis lebaran deh eob, soalnya d rumah aku sbuk bgt (?) Sanak saudara dtang sana sinj, aku jd tuan rumah hrus melayaninya dong#apa ini? Gak penting bgt

      Makasih mau masih mnunggu yh eon, eon pasti bosen nih nunggu kelanjutan ff gaje aku u.u salah leptopku sih…blum di service juga 😦

  6. Miina Kim berkata:

    waaah…., seru dong…. bnyak saudara yang datang…
    Jadi bnyak temen buat ngobrol, becanda, curhat, dan
    mungkin, berbagi hobi yang sama….
    dan, bisanya, bawa oleh2 juga….
    Good job, jadi tuan rumah yang baik, ya….
    belajar jadi istri yang baik…. O.O…
    *ralat… itu mestinya buat eonni….

    Gak bosen, nunggunya, kan bisa sekalian ngobrol
    pasn mampir kesini, dan, tau perkembangan berita
    terbaru uri SHINee juga…

    Servisnya tunggu habis lebaran aja, biasanya, kan,
    bnyak dapet pemasukan THR dr saodara2…

  7. Miina Kim berkata:

    Fujita jangan bosen ya, eonni maen2 lagi kesini
    kangen sama cerita Jinki-Miina disini…
    Jadi eonni baca lagi…. Tetep aja, nih, eon ngakak bacanya!

    Oya, punya koleksi foto abang Jinki yang terbaru lagi???
    Eonni lagi nyari koleksi fotonya pas di bandara dari masa ke masa…
    Kan rada beda tuh, dulu airport stylenya oppa biasa banget walau
    gak mengurangi cakep dan karismatiknya dia di mata eonni…
    (emang dasar udah error….)
    Nah, sekarang kan, si oppa rada fashionable gitu….
    Makin cakep dan imut(?)….
    *sampe ingusan dah ngetik ini sambil nungguin shubuh
    Makanya eonni pengen ngumpulin foto2nya dia di bandara
    dari jaman tempo doeloe sampe sekarang….
    Bisa tolong eonni?
    Kalo gak punya koleksinya, eonni minta linknya aja, deh….
    hehehehheee…. nanti eon search sendiri….

    Btw, kayaknya udah lama nih, gak nongol2 posting kabar terbaru…
    lagi sibukkah? dengan belajarnya atau malah sibuk
    bolak-balik tempat servis komputer…???? aigoo…
    semangat saeng….!!!!! Eonni tunggu balasannya ya…
    dan juga kelanjutan Boys Meet Me….
    Saranghae…. *cubit pipi Jinki…

    • Aduh…..maaf banget eon….jahat bgt akunya gk pernah post lagi . Padahal ada beberapa ff yg pngin aku publish d sini. Udah aku ketik di komputer tp yah…..ini bukan alasan tp kenyataan ya eon..komputer aku rusak -_- smuanya srna rusak deh. Jd bngung mau ditampung dimna ide dn insprirasi yg didapat. Kesel kecewa dan merasa bersalah, trlebih yg nunggu kelanjutan ff yg blum smpat kelar.

      Kalau belajar sih selalu sibuk. Dulunya aku yg gk trlalu suka belajar selarang tiap malam pantengin tuh buku2 matapelajaran. Sumpek,tp hrs dijalanin..huee 😥 curhat tak berguna

      Ah iya! Maaf aku gk nongol lagi…soalnya sepi jd aku males gentanyangan. Doain aja deh eon, papa aku pulang k rumah dn bawa laptop baru..kabarnya mnggu depan, insya allah deh minggu depan aku posting kelanjutan Boy Meet Me nya ^^

      Twitter eon udah aku follback yah..aku udh mention eon lhoo..tp eon gk bales mention ku 😦 aktif di twittet yah eon,.aku sering tuh mampir kesana, klu gk tau cara makainya, tnya teman/rekan eon ya…klu tnya ke aku juga boleh~

    • Aduh…..maaf banget eon….jahat bgt akunya gk pernah post lagi . Padahal ada beberapa ff yg pngin aku publish d sini. Udah aku ketik di komputer tp yah…..ini bukan alasan tp kenyataan ya eon..komputer aku rusak -_- smuanya srna rusak deh. Jd bngung mau ditampung dimna ide dn insprirasi yg didapat. Kesel kecewa dan merasa bersalah, trlebih yg nunggu kelanjutan ff yg blum smpat kelar.

      Kalau belajar sih selalu sibuk. Dulunya aku yg gk trlalu suka belajar selarang tiap malam pantengin tuh buku2 matapelajaran. Sumpek,tp hrs dijalanin..huee 😥 curhat tak berguna

      Ah iya! Maaf aku gk nongol lagi…soalnya sepi jd aku males gentanyangan. Doain aja deh eon, papa aku pulang k rumah dn bawa laptop baru..kabarnya mnggu depan, insya allah deh minggu depan aku posting kelanjutan Boy Meet Me nya ^^

      Twitter eon udah aku follback yah..aku udh mention eon lhoo..tp eon gk bales mention ku 😦 aktif di twittet yah eon,.aku sering tuh mampir kesana, klu gk tau cara makainya, tnya teman/rekan eon ya…klu tnya ke aku juga boleh~

  8. Miina Kim berkata:

    Jinjja…???? O.O… Gumawoyo, saengiiii…!!!!!
    Hahahaaaa…… *peyuk erat…

    *Jangan patah semangat, dong honey… Semuanya butuh proses. Jadikan dulu blog ini sebagai wadah menyalurkan hobi, yaitu nulis FF… Urusan bakal banyak yang baca atau enggak, gk jadi masalah… Yang penting kepuasan batin udah numpahin ide ke dalam hal positif yang sangat edukatif… Mengasah kemampuan menulis dan berbahasa sekaligus menghasilkan karya tulis yang bener-bener gak gampang… Mesti bangga, dong… Eon aja gak bisa…!!!! (ngakunya guru bahasa!!!! *dijitak Jinki…)
    Para pelukis terkenal harus melukis berpuluh-puluh atau bahkan ratusan karya sehingga akhirnya ada beberapa atau bahkan cuma satu lukisan yang dikenal dan diakui…
    Composer terkenal butuh waktu bertahun-tahun hingga dia bisa menghasilkan simfoni yang benar-benar bisa jadi simfoni indah dan dianggap sebagai masterpiece…
    So… tetep semangat, yaa…. *kisseu

    Dibeliin laptop baru…??? eonni jg mauuu….
    *ditoyor appa Fujita
    Aamiiin…. semoga jadi nyata….

    Iya, dong… Belajar mesti jadi nomor satu krn itu emang kewajiban Fujita sbg siswa sekarang… keeeyyyy…. ^__^

    Iya, deh, ntar eon belajar lagi ttg twitter… jadi malu….

    Keep waiting for the publish…!!!!

    See ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s