Pinocchio Girl – Part 1

Pinocchio Girl

pinnochiogirl-shinfujita 1

Title : Pinocchio Girl

Main cast :

  • Jung Soojin (OC)
  • Choi Minho [SHINee]
  • Kang Tae Jun [Minho’s role in the drama series ‘To The Beautiful You’]

Support cast :

  • Kim Miina [OC]
  • Ahn Jaeyong [OC]
  • Han Min Gi [OC]

Genre : Friendship, romance

A/N : Sudah sekian lamanya gak posting ff baru dan sekarang malah posting ff yang gak sama sekali jadi list ff request. Mianhae atas kelalainku T.T Rupanya membuat request itu tidak gampang. Mesti memastikan tema cerita yang akan diambil untuk jadi cerita dengan tepat dan pas, dan itu sangat sulit. Terlebih tidak ada waktu untuk memenuhi semua keinginan. Mianhae, meski aku tidak tahu kapan semua request akan di posting, tapi aku harap chingudeul yg me-request memaafkan kelalaianku, insya Allah aku akan berusaha untuk memenuhinya. Tapi untung sekarang, gak tau kenapa aku lebih tertarik nulis ff ini. Idenya itu mudah ngalir kayak air jadi aku gak terlalu kesulitan untuk membuatnya. Nah! Jadilah ff ini, meski idenya gaje tapi kuharap kalian suka ^^

SUMMARY : Menjadi seorang fans setia memang tidak luput dari kecintaan terhadap sang idola. Sehingga Jung Soojin  tidak pernah merasakan cinta sebenarnya, karena telah buta dengan ketampanan Choi Minho- rapper utama SHINee yang menjadi idolanya. Namun semua itu tidak berlangsung lama, ketika Soojin memperjuangkan harga dirinya dengan berbohong bahwa ia pernah jatuh cinta kepada seorang namja biasa. Namja yang memiliki kemiripan fisik dengan Minho, yaitu Kang Tae Jun. Semenjak itu, kehidupan Soojin dituwai dengan sandiwara-sandiwara hingga dua pria memiliki kemiripan wajah ini (Minho dan Taejun) terlibat dalam drama Soojin dan berakhir dengan jatuh cinta.

Bagaimanakah sandiwara yang dilakoni Soojin serta Tae Jun? Dan bagaimana Minho seorang bintang K-pop menyukai fansnya sendiri alias Jung Soojin?

Baca dulu! Baru tahu jawabannya 😀 Hahaha plaakk! XD

   

                                                                          ¶♥Shin Fujita Story Line..¶♥

 

Everybody~ Everybody! Every-Every-Everybody~

KYAAAA!!!!!

ONEW!JONGHYUN!KEY!!!MINHO!!TAEMIN!!

“Kamsamhamnida! Terima kasih telah hadir dan mendukung kami. Kamsahamnida”

Histeria membahana, pekikan melengking serta ucapan terima kasih yang membuat siapa saja serseru senang ketika para 5 bintang ini tampil diatas panggung. Menari sesuai irama dengan koreografi ala robot yang kini menjadi perbincangan hangat di Korea. Musik beat electro serta kostum ala pilot menjadi daya tarik dari 5 namja bersinar yakninya ‘SHINee’

“Minhoooo!Minhoooo oppa!” Gadis berambut ikal yang menggenggam lighstick bewarna hijau toska  itu mengekori sosok bertubuh tinggi dan berbadan atletis itu. Kulit  eksotis, ditambah wajah rupawan membuat gadis berusia 17 tahun ini tidak bisa menahan rasa sukanya terhadap sang idola, Choi Minho.

Sedangkan Minho, rapper utama SHINee hanya melambaikan tangannya sambil tersenyum lebar, kemudian berjalan ke belakang panggung diikuti oleh Onew,Taemin, Key dan Jonghyun.

Hari ini adalah goodbye stage SHINee di SBS Inkigayo. Sebelum penampilan Everybody – tracklist utama  mini album kelima SHINee, SHINee sudah membawakan One Minute Back – lagu ke 4 di tracklist album Everybody. Pada saat pre recording SHINee kelihatan ceria dan selalu menyapa fans yang ada. Seperti biasa, mereka selalu melambaikan tangan sambil tersenyum lebar. Ahh! Betapa senangnya jika sang idola melambaikan tangan bahkan sampai berkontak mata langsung dengan fans! Pasti menyenangkan! Mendebarkan! Dan KYAAA!! Yah begitu, rasanya ingin bersorak ataupun jingkrak girang.

“Soojin-ah, sudah dapat fotonya belum? Aku dapat beberapa nih! Omo! Onew oppa tampan sekali >.

Soojin, memeriksa ponselnya dan melihat hasil jepretannya. Bibirnya mengembang bak bunga mawar yang baru mekar.

“Apa hari ini hari keberuntunganku, Miina-ya? Aku mendapatkan gambar Minho sedang menatap kearah ponselku!”

“Jinjja?! Coba kulihat! Woaa! Eye contact! Kau beruntung Soojin!”

“Geureom! Seharian ini aku akan sibuk menatap hasil potretanku.  Aaah..Nan Haembokae.”

                                                                        ***

Keesokan harinya.

Kriiiing!Kriiing!

BRAK!

YEAAA!

Deringan bel membuat semua murid berlonjak semangat. Sudah sekian jam terkurung dalam kandang singa dan harus menghadapi singa sesungguhnya yaitu sonsaengnim killer, akhirnya jam yang paling ditunggu-tunggu bagi seluruh murid tiba. Bel istirahat! Betapa istimewanya bel ini hingga sebagian murid beranggapan untuk berterima kasih kepada pembuat bel listrik karena membuat mereka keluar dari neraka panas.(?)

“Ya!Ya! Sekarang giliranku! Giliranku!” Sekelompok murid perempuan berdesakan ke depan layar LCD. Mereka berbondong-bondong merebut benda yang tak kalah istimewanya dibanding bel istirahat, yakni remote TV.

“Jaeyong-ah! Kemarin kau sudah melihat performance (EXO! Sekarang giliranku! SHINee akan tampil di Mnet Week! Hush!Hush! Pergi sana!” Gadis berambut ikal itu merebut remote dari tangan Jaeyong – seorang gadis yang mengaku sebagai fans EXO. Sedangkan siswi yang lain berdesis kesal melihat keotoriterannya, siapalagi kalau bukan Soojin . Seperti biasa, Jung Soojin, siswi kelas 3 dari SMA Haenam, dan selalu menjadi pemegang remote di kelas. Padahal ia kan bisa streaming lewat ponsel ataupun menonton siaran ulang. Tapi tidak ada seorangpun berani melawan Soojin. Si gadis keras kepala ini sudah menjadi langganan kejengkelan di kelasnya. Termasuk Jaeyong, teman sekelas Soojin yang sering diajak berdebat hanya karena memperbincangkan idola masing-masing. Basi memang, tapi bagi penggemar berat K-Pop ini adalah sebuah hal yang wajar ketika fans berlainan fandom beradu argument hingga berakhir dengan fanwar -_-.

Setelah remote itu sudah di tangan Soojin, semua orang tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Terpaksa mereka duduk dimana tempat paling nyaman, diatas meja, lantai bahkan di kolong mejapun ada. Kelas khusus siswi ini terdiam untuk sekian detik hingga akhirnya LCD dihidupkan.

“Apa kau tidak berlebihan Soojin? Kemarin sudah menonton pre recording SHINee di SBS, sekarang masih ingin menonton?” Tanya seorang siswi di belakang Soojin.  Soojin yang duduk di bangku paling depan itu menoleh dan tersenyum lebar “Kapan dan dimanapun SHINee berada, aku harus mengetahui dan melihatnya. Arraseo, Min Gi-ssi?” Meski suara Soojin lembut, tapi bagi Min Gi itu adalah bisikan setan yang selalu ia dengar ketika ia menanyakan hal yang sama. Soojin selalu benci jika ada orang meprotesnya karna sering mengikuti kegiatan SHINee tanpa terkecuali. Terkadang itu membuat orang disekitarnya risih, karna Soojin akan melupakan bahkan mengabaikan apa kewajibannya.

“SHINee lagi…SHINee lagi…Kapan dia akan berhenti?”

“Entahlah. Jika tidak SHINee, pasti Choi Minho. Jung Soojin dari dulu tidak pernah berubah.”

Soojin mendengar pembicaraan orang – orang disekitarnya, tapi ia tampak acuh. Ia lebih memilih menantikan layar LCD yang akan menampilkan 5 namja paling bersinar. SHINee! Ah, betapa excited-nya Soojin menunggu ini.

“Hey! Acaranya sudah mulai tuh!” Colek Miina disamping Soojin. Soojin langsung menyiapkan posisi paling pas dan mantangin layar LCD.

“Annyeonghaseyo yeoreubun! Bitnaneun SHINee imnida!” Bola mata Soojin langsung bersinar melihat 5 namja yang paling ia tunggu-tunggu itu akhirnya muncul di layar TV. Dan yang tak kalah ditunggu Soojin adalah Minho! Choi Minho!

“Annyeonghaseyo naneun SHINee Onew imnida” salam Onew dari dalam TV dengan hangat membuat Miina terlonjak histeris melihat bias kesayangannya.

“Jinki-yaaa!!!!! Ayo sekalian kita menikah!”

“Ya! Miina-ya!”

“Wae? Di umurnya ke 25 tahun, memang sudah pas untuk menikah!” celetuk Miina tapi masih menatapi sosok Onew yang selalu ia puji.

Sedangkan Soojin tak bisa berkata-kata melihat ketampanan Minho mampu memompa jantungnya berdetak lebih kencang. Wajahnya memanas saat mata Minho tertuju pada kamera dan tersenyum ramah, sama halnya yang Minho lakukan di pre recording kemarin. Mata bulat yang indah itu mendapati ponsel Soojin yang memotret dirinya! Mata mereka saling bertemu! Tidak disangka, mengetahui hal tersebut perasaan Soojin jadi berbunga-bunga bagaikan bunga bermekaran di musim semi. Ia merenggut dadanya yang berdebar karena mengingat eye contact kemarin. Itu adalah tatapan paling memikat yang pernah Soojin lihat.

Jantung yang berdebar, perasaan yang berbunga, serta wajah merah merona.

Apakah itu tidak cukup membuktikan kalau Soojin sangat mencintai Choi Minho?

 

Soojin Pov

 

Beberapa hari berlalu setelah aku menonton pre recording SHINee di SBS Inkigayo. Dan hari ini, aku sama sekali tidak mendapatkan info terbaru tentang SHINee ataupun Minho. Jenuh? Yap! Itu benar sekali! Dalam sehari tidak ada kabar terbaru ataupun schedule SHINee membuatku ingin mencuri tali di gudang olah raga dan mengikatkannya keleherku lalu menggantungkan diriku sendiri di depan apartemen SHINee -_-. Oke! Aku tahu itu sangat berlebihan! Meski aku terlihat over mengidolakan SHINee tapi aku bukanlah sasaeng fans, alias fans gila yang selalu membuntuti idolanya. Membuntuti? Cih! Kurang kerjaan amat! Aku lebih baik mengantri 10 jam konser SHINee dari pada menghabiskan waktu 12 jam membuntuti kemana SHINee berada. Lagi pula sesaeng fans itu merupakan kerjaan yang gak elit banget. pheeew..Gak deh!

Entahlah, sekarang saking bosannya aku tidak tahu harus melakukan apa. Sampai-sampai karena rasa jenuh  aku tidak sadar kalau Miina, Min Gi,dan Jaeyong duduk di depan serta di sampingku.

“Ya! Miss Shawol. Minho tidak mengabarimu, eum?”

“Ishh…” Jaeyong, kebiasaan! Fans EXO satu ini selalu membuatku kesal disaat aku bad mood.

“Jangan gitu dong, aku juga tidak punya info terbaru.”

“Jinjja?”

“Ne. Sepertinya SHINee istirahat atau mempersiapkan segala sesuatu untuk konser mereka.” Ah! Itu dia! Dugaan hampir tepat! Mungkin SHINee memang sibuk latihan hingga sekarang jarang muncul di TV. Aku tahu itu. Tapi tetap saja, tanpa SHINee aku hampa.

“Kalau begitu bagaimana kita membahas topik yang lain saja? Misalnya cerita horror? Lumayankan sekarang sudah hampir tengah malam.” Ucap Min Gi bersemangat.

“Horror? Itu membosankan! Aku ingin topik yang diketahui oleh seluruh orang di dunia, tidak membosankan dan sangat menentukan masa depan kita.”Alah~ Miina kebiasaan membesar-besarkan segala sesuatu. Paling ujungnya si ayam alias Onew. Dari pada mendengar topik mereka lebih baik aku melihat kumpulan foto yang kuambil di pre recording SHINee beberapa hari kemarin. Tidak terlalu banyak, tapi hasilnya bagus-bagus apalagi aku mendapatkan gambar Minho yang paliiiiing kusuka. Aku menatap hasil jepretanku. Memperlihatkan Minho melambaikan tangannya sambil tersenyum. Yang paling kusuka adalah tatapannya yang mengarah ke ponsel ku. Ponsel? Ah, mungkin Minho sedang menatapku! Iya! Aku yakin Minho pasti melihat wajahku waktu itu.

Jika iya, mudah-mudahan Minho mengingat wajahku ini. Meskipun aku sering ikut fansign di setiap promosi album terbaru SHINee, tapi aku tidak yakin SHINee mengenali wajahku karena…Karena…Ah! Lupakan! Itu sangat memalukan jika diumbar-umbar.

“Hahaha! Jinjjayo? Jadi siapa yang kau suka?”

“Park Jung soo dari kelas sebalah…”

“Aaa!Jeongmal! Kenapa aku tidak tahu Min Gi-ya.. Aish! Kau ini bikin aku gemas.”

“Soojin-ah…”

Sepertinya Miina memanggilku, masa bodoh, foto Minho lebih menarik dari pada ikut pembicaraan mereka.

“Jung Soojin”

“Ya!Soojin-ah!Jung Soojin!”

“Ne!Waeyo?!” Aku menurunkan ponselku dan melirik tiga manusia yang kelihatannya jengkel melihat tingkah ku.

“Sekarang giliranmu!” Giliran? Giliran apa?

“Min Gi dan Jaeyong sudah menyebutkan cinta pertama dan siapa yang mereka sukai sekarang. Sekarang giliranmu, masa kami mengumbar rahasia sedangkan kau tidak. Ayo katakan!” Tunggu! Kenapa Miina kelihatan penasaran? Memang siapa yang mempunyai cinta pertama? Jika mereka ingin tahu cinta pertamaku, itu..yah pasti Minho lah.

“Cinta pertamaku…Ah! Cho-“

“TIDAK BOLEH SEORANG IDOLA! ORANG BIASA!” Seru Miina, Min Gi dan Jaeyong secara bersamaan. Hah! Kenapa mereka jadi kompak begini? Apa jangan – jangan mereka sengaja agar aku bisa dihipnotis oleh mereka?

Arraseo, bukan artis? Hmmmm….” Sial! Aku mana pernah jatuh cinta dengan namja biasa? Aku juga tidak tertarik dengan namja di sekitarku. Malah aku tidak pernah menyapa ataupun bertatapan dengan seorang namja sejak aku duduk di bangku SMP. Ah, jika aku masih keras kepala menganggap bahwa Minho adalah cinta pertamaku mereka pasti mengejek dan mungkin menyangka kalau aku adalah yeoja tidak normal. Ania!Ani! Aku yeoja normal. Tapi hanya saja belum waktunya aku mempunyai sosok ataupun tipe ideal yang kusukai..

“Jadi kau pernah jatuh cinta Soojin-ah?” Tanya Jaeyong berbinar seperti baru mendapat lotre berupa kupon diskon sauna.

“Ah, setiap manusia pasti pernah jatuh cinta kan? Aku..Yah..Hahaha.. Pernah dong!” Gawat! Aku tidak tahu mau menjawab apa lagi >.

“Jinjjayo? Kenapa kau tidak pernah cerita? Kitakan selalu berbagi cerita dan bahkan rahasia bersama. Teman macam apa yang tidak mau berbagi rahasia, padahal aku sendiri menceritakan segalanya padamu!” Iyaa…Itu karna mulutmu ember bocor Miina! Tidak sama denganku -_-

“Sebelum kami bertanya siapa, lebih menarik jika kau menyebutkan ciri-ciri fisik atau dimana dia bersekolah, kelas atau umurnya, otte?”

“Ciri-ciri siapa?”

“Orang yang Soojin sukai!” Grab! Aku salut pada mereka! Kenapa selalu sekompak ini sih? Tumben .-.

Tapi aku harus jawab apa coba? Serius, aku tidak pernah tertarik dengan namja di sekitarku! Tidak pernah! Dan aku tidak tahu ciri-ciri seperti apa yang akan kuberitahu. Mampus kau Soojin! Jika aku bilang tidak pernah menyukai seseorang, aku menjadi yeoja abnormal di sekolah ini! Tidaaak!

“Begini..ciri-cirinya itu…” Apa? APA SOOJIN?

Tuhan mohon tolong hambamu ini..Aku harus menjawab apa?

1

2

3

JRENG! AHA! Dalam hitungan detik Tuhan telah membantuku untuk menjawabnya! Aku mendapat sebuah ide! Meski aku masih ragu tapi apa salahnya coba?

“Ehmm..Ciri-cirinya…Tinggi!”

“Lalu?” Tampaknya Miina memang mati penasaran. Setalah tinggi apa ya? Tuhan menyuruhku untuk mengarang apa aja yang ada di pikiranku sekarang. Baiklah, jika di otakku hanya ada Minho seorang, aku akan menyebutkan tipikal layak Minho. Lagi pula mana ada namja sesempurna Minho di sekolah ini? Hahaha! Tidak ada! Dan aku yakin mereka tidak bisa menyebutkan dan juga tidak bisa menemui orang yang sesuai dengan tipikalku.

“Ciri-cirinya itu….tinggi, berkulit eksotis,dan mempunyai dada bidang yang nyaman untuk bersandar.”  Sahutku sambil  menghayal bayangan wajah Minho. Hahaha! Aku jadi gila memikirkannya, namja sesempurna Minho memang tidak bisa lekang dari pikiranku. Aku tidak tahu, ketika membayangkan Minho, seulas senyum selalu terlukis dan sebuah debaran menyertai di dadaku. Molla, apa aku benar-benar mencintai Minho?

“Woaa! Sepertinya tipikal siswa terkenal! Iya bukan?”

“Eh? Siswa terkenal? Eumm..hehehe…bisa jadi.” Aish, kalau terkenal, Minho memang sangat terkenal -_-

“Lalu apa lagi?” Min Gi bertanya dan sukses membuatku membatu. Mampus! Aku bingung! Apa harus semua yang ada pada Minho?Tapi itu namanya aku berbohong. Aku berbohong kepada temanku sendiri bahwa aku sudah pernah jatuh cinta dengan namja biasa. Apa ini dosa?

“Hmm…Matanya bulat seperti kodok! Hidungnya mancung, dan suaranya berat seperti bass. Ah! Molla aku tidak tahu lagi!” Aku langsung memainkan ponsel, pura-pura cuek agar mereka tidak bertanya hal aneh-aneh lagi.

“Namanya siapa?” Aigoo….Jaeyong! Jika aku tidak manusia aku ingin menjahit mulutmu!

“Aku tidak tahu namanya! Mungkin dia juga tidak mengenaliku….”

“Hey….Jangan sedih. Kami akan mencari tahu siapa namja yang berhasil memikat hatimu! Jika aku bertemu dengannya aku ingin memberinya penghargaan karena telah menggeser posisi Minho di hatimu.” MWO? Memikat hatiku? Hohoho! Orang yang kumaksud belum tentu hidup di dunia ini, gimana Miina ingin memberinya pernghargaan? Hahaha! Boro-boro penghargaan, melihat sosok yang ku karang saja belum.

“Terus- terus. Gimana rasanya? Apa kau merasakan hal yang sama dengan kami ketika jatuh cinta?”

Pertanyaan macam apa ini? Rasanya? Mungkin yang mereka maksud bagaimana rasanya ketika aku jatuh cinta pada Minho?

“Rasanya, aku seperti ingin terbang. Eumm, terkadang panas. Sangat panas hingga wajahku memerah, begitu juga dadaku. Aku seperti terkena serangan jantung ketika melihat wajahnya…Karena aku begitu mencintainya. Aku mencintainya dengan tulus!”

Krrrriikkk…..Krrrrriikkk….

Eh? Kenapa jadi hening begini? Apa aku ngomong berlebihan hingga mereka tertidur? Sepertinya bukan. Karena aku mengarang sambil memejamkan mata jadi aku tidak tahu apa sebenarnya terjadi. Akupun membuka mata dan melihat kepala Jaeyong, Miina dan Min Gi tidak menghadap padaku. Mereka menoleh ke belakang sambil membuka mulut mereka lebar-lebar. Apa mereka terkena serangan jantung? Atau malah stroke karena ceritaku tadi?

“Ya kalian!”

“……”

“Ahn Jaeyong! Kim Miina! Han Min Gi! Ya!!!”

“Soojin-ah…”

Wae?”

Miina berbalik menatapku dengan tatapan aneh. Dia mengangkat tangannya dan menunjuk kebelakang dengan jempol kanannya.

“Kau menyebutkan ciri-ciri namja yang kau sukai itu berdasarkan Minho bukan?”

Oh my god! Dari mana Miina tahu?

“Ah aniya! Bukan seperti itu tapi aku ha-“

“Cukup Soojin! Aku mengerti! Aku tidak menyangka kalau….!”

Gawat! Jangan sampai mereka memarahiku! Aku mengaku berdosa pada mereka! Ya Tuhan ampunilan dosa hambamu ini >.

“K-kalau apa?” Tanyaku takut-taut

“Kalau….. kau masih yeoja normal!”

EH?

Mwo?”

“Lihat disana! Itu dream boy mu bukan?” Dream boy? Minho dong? Aigo! Minho ada di sekolah ini? Aku langsung beranjak sambil melototi mata. Tanpa mempedulikan tatapan orang-orang lain aku berjalan menuju arah tunjuk Miina berserta Jaeyong dan Min Gi.

Oh My God, mereka menunjuk sosok yang tinggi, berdada bidang, dan kulihat dari tangannya ia berkulit eksotis. Apa dia benar Minho? Aku rasa seperti akan terbang dan ingin memeluk sosok Minho itu dari belakang.

Minhoooo oppa! Aku datang!

Apakah ini benar cinta? Aku begitu senang melihat Minho ada disini. Jantungku benar-benar berdebar! Ya Tuhan, bolehkah aku mendekatinya?

 

GREP!

                                                                                      ****

Soojin benar-benar memeluknya. Semua orang dibuat terkejut akibat tindakan Soojin.

“YA SOOJIN-AH!!!!” Teriak Miina dari jauh.

“Minho oppa, mian aku bukan sesaeng fans tapi aku hanya ingin lebih dekat denganmu. Mianhae…” Lirih Soojin masih memeluk sosok tinggi itu. Suasana dingin langsung tercipta. Soojin merasa ada yang aneh, kenapa Minho tidak menyahut atau berbalik untuk melihatnya?

Apa yang Soojin peluk itu…

“YA! SOOJIN-AH! KEMANA HARGA DIRIMU?”

GLEK

Soojin tersentak. Ia menelan ludahnya pelan dan sedikit menyingkir. Sedetik kemudian, orang yang ia peluk itu perlahan berbalik. Omo! Soojin bahkan tidak sadar kalau Minho memakai seragam sekolahnya. Eh! Minho? Apa benar namja ini Minho?

Oh my God…” Mata indah milik Soojin membulat besar sambil mengaga lebar. Ini bukan mimpi?

“Kau…Kau kenapa bisa…”

“ Sasaeng fans? Kau memang bukan sasaeng fans, tapi orang gila yang seenaknya peluk orang”

JLEEB !

TIDAK MUNGKIN!

Soojin tidak mengerti ini. Ia tidak peduli dengan ucapan yang dilontarkan barusan. Matanya lebih menjurus ke wajah kecil, bermata belo seperti kodok dan hidung mancung itu.

“Kau! Kenapa kau sangat mirip dengan Minho? Minho SHINee! Kau bukan Minho SHINee-kan?”

Namja tinggi itu mendelik dan tersenyum sinis. Ia mendekatkan kepalanya dan menatap wajah Soojin intens.

“Minho SHINee? Ck! Minho dalam mimpimu sasaeng!

“La-lu….kau siapa?” Tanya Soojin berbisik tepat ditelinga namja itu membuat yeoja-yeoja yang melihat mereka berteriak histeris. Namun belum sempat Soojin mendapatkan jawaban, tubuhnya seketika terdorong dan mundur beberapa langkah.

“Menurutmu aku siapa? Minggir sana!Dasar perempuan tidak tahu malu!”

APA? TIDAK TAHU MALU!?

JLEB!JLEB!DOR!BRUAAK!

Soojin terpaku. Mulutnya tak mampu bergerak melihat orang tadi berlalu begitu saja setelah menghinanya ‘tidak tahu malu’.TIDAK TAHU MALU!

 

Ini mimpi buruk! Bukan! Ini kenyataan buruk Soojin! Namja itu, membuat Soojin shock serta marah secara bersamaan.

Shock nya karena namja itu sangaaaat mirip dengan Minho! Dan marahnya karena dia mengatakan kalau Soojin ‘orang gila’ plus tidak tahu malu’!

“Soojin-ah! Neo gwenchana? Aku tahu cinta itu tidak selalu berawal manis, mungkin setelah kau menjalaninya aku yakin kebahagiaan akan berpihak padamu.” Ucap Miina menghampiri Soojin. Soojin sendiri tidak menyahut tapi sempat melirik.

“Aku mengerti Soojin-ah, cintamu untuknya pasti tulus, tapi dia telah menghancurkan perasaanmu dengan kalimat tak terduga. Kau harus bersabar untuk mendapatkannya! Aku mendukungmu!”

“Maksud kalian namja tadi?”

Miina mengangguk prihatin sementara Soojin ternganga.

“Bukannya dia adalah cinta pertamamu? Kang Tae Jun! Satu-satunya siswa yang memiliki kemiripan dengan Minho!”

MWOYA? KANG TAE JUN? Jadi mereka langsung percaya bahwa namja bernama Kang Tae Jun itu adalah orang disukai Soojin?

Eits! Tunggu! Jadi ciri ciri disebutkan Soojin itu memang ada? Dan orang yang sesuai dengan tipikal layaknya Minho itu adalah…Kang Tae Jun?

Soojin kembali mendapat sebuah ide! Mungkin lebih besar dari pada tadi. Ia menatap Miina yang ikut menatapnya penuh rasa kasihan. Tuhan masih menyayangimu Jung Soojin !  – ucap Soojin dalam hati.

Soojin terdiam agak lama, menimbang apakah ide ini bisa mengembalikan harga dirinya yang sempat jatuh itu. Ok! Sepertinya tidak ada jalan lagi selain berbohong.

Iya! Dari pada aku disangka tidak normal, lebih baik berbohong menjadi jalan pintasnya!

 

“Tapi apa kau yakin Kang Tae Jun adalah cinta pertamamu? Jika dilihat-lihat hanya dialah satu-satunya murid yang mirip dengan tipemu.” Ujar Jaeyong.

Soojin menelan ludah pelan dan mengangguk.

 “Ne, orang yang kumaksud adalah Kang Tae Jun, cinta pertamaku.”

Jaeyong, Min Gi, dan Miina sontak terkejut. Rupanya Soojin memang serius! Pikir mereka setelah berhasil di tipu Soojin.

“Orang yang selama ini aku suka itu adalah…Kang Tae Jun”

                                                                       ***

Kejadian mengejutkan dan segala kebohongan itu  sudah berlalu. Sehari esoknya Soojin memang bisa santai di rumah sambil menikmati kopi susu buatan Ayahnya di ruang TV. Pernah sekali ia memikirkan mengenai sosok Tae Jun dan kebohongannya kepada teman-temanya itu, dan Soojin rasa ini bukanlah masalah besar jika ia tidak mengungkapkan kebenarannya. Lagi pula,  larut waktu Kang Tae Jun itu tidak bakal muncul didepan Soojin lagi, atau malah teman-temannya tidak terus-terusan bertanya mengenai cinta pertama Soojin alias Tae Jun. Ya, itu benar! Soojin yakin teman-temannya pasti akan melupakan kejadian itu.

“Soojin-ah, kau sudah membuang sampah keluar? Appa mau membuatkanmu sarapan jadi tidak sempat membuangnya!” Soojin tersentak setelah mendengar teriakan dari Ayahnya dari dalam dapur. Sial, kenapa sampai lupa membuang sampah? Jika terlambat, bisa-bisa petugas kebersihan tidak melihat tumpukan sampah didepan rumahnya dan Soojin berakhir dengan omelan sang Ayah seharian.

Sedikit aneh jika seorang Ayah mengomel seperti Ibu-Ibu, tapi inilah keadaan rumah Soojin sekarang. Ia hanya diasuh oleh seorang Ayah dan di temani oleh yeojadongsaengnya berumur 7 tahun. Itu semenjak sebuah tragedi yang dialami oleh keluarga Soojin. Sekitar 6 tahun yang lalu, Ibu Soojin meninggal karena penyakit parah yang menyerang tubuhnya. Ibu Soojin bahkan menghabiskan sisa hidupnya di rumah sakit selama 6 bulan. Dan yang menemani almarhumah tentunya Soojin, sedangkan Ayah bekerja demi melunasi hutang tagihan rumah sakit. Ekonomi keluarga Soojin dulunya tidak seperti sekarang, karena biaya operasi sang Ibu menyedot banyak uang membuat Ayah Soojin kewalahan hingga ia mengutang sana-sini. Tapi sekarang, ekonomi keluarga Soojin kembali membaik dan bahkan mereka tidak sesusah dulu lagi.

Setelah membuang sampah Soo Jin kembali ke ruang tengah melanjutkan acara menonton TVnya. Tapi sekarang ia melihat Ayahnya yang memegang remote sambil menukar siaran berita. Kebiasaan..Padahal Soojin mau menonton tayangan ulang acara musik kemarin.

“Kasus penipuan terus menjadi kasus hangat akhir-akhir ini. Sekarang penipuan dilakukan oleh perusahaan iklan kosmetik Korea dengan melibatkan seorang bintang idola K-Pop, Choi Minho”.

“MWOYA? MINHO DITIPU?”

“Kasus ini muncul sejak korban, Choi Minho (23th) melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian dan menuntut kerugian sebesar 8 juta won kepada pihak CF yang merekrutnya sebagai bintang iklan kosmetik. Korban menyatakan kalau ia harus membayar uang sejumlah 5  juta won kepada pihak CF, dan setelah ditinjau bukan hanya diminta uang tetapi pihak CF tidak memberikan bayaran sesuai dengan isi kontrak. Saat ini pihak kepolisian masih menyelediki kasus, dan akan melanjutkannya ke meja hijau setelah keputusan telah diambil.”

Appa…Apa orang ini tidak berbohong? Apa benar Minho terlibat kasus penipuan?” Soojin menatap layar TV yang menayangkan berita barusan dengan serius. Uri Minho… Soojin tidak pernah berfikir jika rapper utama SHINee terlibat kasus dan mungkin akan berlanjut ke pengadilan. Lalu, jika Minho disibukkan dengan kasusnya, bagaimana SHINee mempersiapkan konser akhir tahun? Otomatis Minho bisa absen untuk menghadiri sidang, padahal baru seminggu ini Minho menyelesaikan dramanya dan sempat absen di kegiatan performance SHINee, dan sekarang hal itu terjadi untuk beberapa kalinya. Ah! Kenapa Soojin yang stress begini? Yang bermasalahkan Minho, bukan dia.

“Soojin-ah.” Panggil Ayah. Soojin menoleh melihat garis tegas pada wajah Ayahnya.

Waeyo?”

Appa mau ke kantor sebentar, kau mau ikut?” Soojin menaikkan sebelah alisnya. Tumben, biasanya Ayah tidak ingin Soojin mengunjungi kantornya.

“Tapi sekarang hari minggu Appa, apa ada pekerjaan lain?”

“Kau mau tinggal sendiri atau mau ikut Appa?” Soojin membungkam setelah disemprot oleh kalimat penekanan Ayah yang selalu membuatnya bisu seribu bahasa. Curiga juga, tiba-tiba Ayah mengajak ke kantor di hari minggu dan masih pagi lagi. Pasti ada sesuatu yang terjadi.

Akhirnya tanpa banyak tanya Soojin langsung menukar pakaiannya. Ia mengikuti sang Ayah keluar rumah dan memasuki mobil bersama.

Di dalam perjalanan banyak hal yang diperbincangkan antara Ayah dan anak ini. Terkadang mereka membahas mengenai pekerjaan Jinhyon – Ayah Soojin. Tidak jarang mereka beradu argument, terlebih jika membahas kasus yang ditanggani Ayah Soojin begitu juga dengan klien yang dibela Ayah Soojin. Ya, Ayah Soojin adalah seorang pengacara. Terakhir ini nama Ayah Soojin melambung karna berhasil memenangkan beberapa kasus, sebut saja kasus korupsi, Ayah bernama lengkap Jung Jinhyon ini sudah tidak diragukan lagi kemampuannya.

“Ngomong-ngomong Appa…Minggu depan adalah hari ulang tahunku. Tanggal 21 Desember! Appa ingat?” Tanya Soojin tiba-tiba.

“Ingat. Wae?”

“Hmmm….Appa sudah tahukan hadiah yang kuinginkan?”

Jinhyon melirik putri sulungnya kemudian tetap fokus mengendarai mobil.

Appa~ Jangan pura-pura lupa. Aku masih yakin ingatanmu masih baik! Terlebih aku mengingatkannya tiap minggu. Masa Appa lupa?” cemberut Soojin sambil melipat kedua tangannya diatas dada.

“Kamu bicara apa? Appa tidak ingat mengenai hadiah.”

Appa! Jangan pura pura pikun! Yang kuinginkan menonton konser SHINee, Appa! Appa janji akan membelikan tiketnya untukku! Appa tidak boleh ingkar janji!”

“Tapi Appa tidak berjanji akan membelikannya, yang Appa bilang kau hanya boleh menontonnya. Lagi pula untuk apa menghabiskan uang demi menonton yang tidak bermanfaat! Lebih baik menonton di TV saja. Tidak perlu bayar dan tidak berdesak-desakan.” Omel Jinhyon. Soojin kembali memanyunkan bibirnya dan memalingkan wajahnya kejendela. Inilah taktik Soojin, akan ngambek ketika permintaannya tidak di kabulkan. Beberapa menit keheningan tercipta selama perjalanan, Soojin tetap saja mendengus dan tidak mau berbicara dengan Ayahnya.

Appa tahu kau sangat menyukai SHINee…” Seketika telinga Soojin naik, ah..sepertinya Appa kasihan padaku dan akan bertukar pikiran.

 

“Dan Appa juga mengerti kalau kau begitu menyukai Choi  Minho…” Lanjut Jinhyon bicara ala logat ahjussi yang akan memutuskan keputusan besar. Mata Soojin langsung berbinar ketika Jinhyon menyebut nama Minho. Apa jangan-jangan Appa serius akan membelikan tiket untuk konser nanti?

“Ya! Soojin-ah! Dari semua member SHINee kau sangat menyukai Minho bukan?”

“Eh? Ah- ne Appa!” Jawab Soojin bersemangat. Akhirnya pintu hati appa telah terbuka sedikit demi sedikit untukku!

 

Geurom…hmmm. Ah! Kita sudah sampai!” Jinhyon tiba-tiba menghentinkan laju mobilnya membuat tubuh Soojin  maju seketika. Ia melirik Ayahnya dengan tatapan bingung. Kalimat yang barusan Ayah lontarkan belum selesai dan membuat Soojin penasaran. Tapi…Kalau dilihat-dilihat mobil Ayah tidak berhenti didepan kantornya. Mereka berhenti di depan sebuah gedung bertingkat, mungkin apartemen.

Appa, ini dimana? Bukannya kita akan kekantormu?”

“Sebelum ke kantor Appa ingin mengabulkan permintaanmu?” APA? MENGABULKAN? Soojin makin bingung, sebenarnya apa maksud Appa? Setelah lama menunggu, Soojin dikejutkan oleh seseorang yang mengetuk kaca jendelanya.

Darah Soojin terasa ingin naik sampai ke ubun-ubun serta semua syaraf ini  putus dan tidak berfungsi lagi ketika melihat siluet tubuh tinggi yang berbalut dengan blazer biru dongker serta celana jeans hitam. Ini tidak mungkin! Tidak mungkiiin!

“Aaah! Kau rupanya.” Sahut Jinhyon kemudian membuka kaca jendela disebelah Soojin. Sementara gadis itu tidak mampu berkutik hanya bisa mencengang dengan kedua bola mata yang terbuka lebar.

“Sebelumnya saya minta maaf pengacara Jung, kita harus bertemu pagi –pagi begini. Tadinya aku kira pengacara Jung tidak akan menghampiriku karena sekarang hari Minggu. lagi maafkan aku”  Badan tinggi itu sedikit membungkuk kepada Jinhyon, tidak sadar kalau gadis berambut ikal itu alias Jung Soojin memperhatikannya tanpa berkedip.

Gwenchana. Aku tahu kau sangat sibuk akhir-akhir ini. Aku memaklumi kenapa kau menyuruhku datang pagi hari, Minho-ssi”

JEDEEERRR!!!!! Jantung Soojin berasa jatuh dari rongganya. Apa yang dikatakan Ayah tadi? Minho? MINHO?! MINHO SHINee? Tidak! Ini tidak mungkin! Tidak mungkin kalau Choi Minho berdiri disamping jendela mobilnya dan mendekatkan wajahnya ke jendela tanpa menyadari sorotan Soojin yang membeku. Soojin masih berlagak layaknya patung, tak bergerak dan tak bicara. Dirinya masih amat sangat shock mengetahui semua ini. Ini sungguh diluar dugaannya bahwa Minho seorang bintang K-Pop dari boyband terkenal SHINee berada dekat disampingnya. Biasnya. Dan cinta pertama Soojin yang sesungguhnya!

“Kalau begitu ini dokumentasinya. Aku sudah mendapatkan bukti kerugianku dari berkas ini. Semoga ini bisa membantu untuk menyelesaikan kasusku.” Rapper utama SHINee itu menyodorkan sebuah arsip kepada Jinhyon dan tersenyum ramah, tidak tampak seperti orang yang dihadapi masalah. Namun di balik itu raut wajahnya kelihatan lelah,  meski begitu Minho tetaplah menawan di mata Soojin.

“Aku pastikan kita akan memenangkan di sidang nanti.  Percayakan semuanya padaku.” Jinhyon menaruh berkas tadi dalam tas kerjanya. Mereka berjabat tangan diantara Soojin yang seperti orang bodoh.

“Ah! Apa gadis ini putrimu?” Tanya Minho merasa ada makhluk lain yang memperhatikannya dengan bulatan mata besar. “Ini putri sulungku, Jung Soojin. Soojin-ah! Beri salam pada Minho!”

“Ne…Ha!? Mwo??!!” Badan Soojin seketika menegang, dan curi-curi pandang kearah Minho. Kenapa ia jadi malu begini? Seharunya Soojin berjingkrak senang dan memperkanalkan namanya dengan manis supaya Minho terpikat olehnya. Babo! Maldo andwe. (Tidak mungkin)

Annyeonghaseyo~ Apa kamu baik-baik saja? Kulihat wajahmu memerah.”

Memerah? Aku? Tidak Minho oppa!

A-anyeong. Naneun…Ju.Jung Soo..Ji..Jin imnida!” Jawab Soojin terbata-bata seperti lidahnya terpotong dan tak mampu bicara.

“Salam kenal Soojin-ssi. Senang bertemu denganmu.” Minho melayangkan sebuah senyum mautnya pada Soojin. Soojin tidak bisa bernafas! Rasanya seperti ada batu tersangkut di bronkusnya hingga udara tidak mampu menyelusup masuk kedalam paru-parunya. Eotokhae? Kenapa Minho tiba-tiba muncul dan tersenyum kepadanya? Apa Tuhan memang menakdirkan Soojin bertemu Minho seperti halnya impian Soojin selama ini?

PLAK!

Jangan bodoh Soojin! Minho itu seorang artis! Tidak mungkin takdirnya bersama Minho.

“Hahaha! Anakmu sangat manis pengacara Jung. Oh ya! Saya harus kembali kedalam, member yang lain menungguku di sana. Sampai jumpa!” Minho kembali melukis seulas garis lingkar memikat dibibirnya dan melambai kearah Soojin ketika mobil Jinhyun perlahan menjauh. Seketika pandangan Soojin tidak bisa lepas dari Minho.Matanya masih ingin menatap wajah tampan itu untuk beberapa lama.

“Soojin-ah, Barusan kau sudah melihat Minho didepan matamu. Appa sudah mengabulkan permintaanmu bukan?” Kata Jinhyon sembari melirik Soojin yang masih melayang dalam khayalannya. Ji hyon melambaikan tangannya di depan wajah Soojin dan akhirnya Soojin sadar dengan semburat warna merah di kedua pipinya.

Ne, Appa?”

“Untuk saat ini, appa yang akan menjadi kuasa hukum Minho. Jadi setelah bertemu dengan Minho tidak ada lagi permintaan nonton konser! Ini untuk terakhir kalinya, kau mengerti?”Soojin menoleh dengan ekspresi tidak bisa diartikan.

MWO?”

“Apa lagi? Ini untuk terakhir kalinya kau bertemu Minho atau SHINee atau apalah itu! Appa tidak mengizinkanmu lagi. Appa tegaskan, Soojin, lupakan pria bernama Minho itu! Kau sudah mendapatkan hadiahmu bukan? Jadi lupakan Minho.”

Seperti ribuan panah menusuk punggung Soojin dari belakang,untuk pertama kalinya Ayah bicara seperti ini hingga Soojin tidak bisa menahan genangan air matanya. Melupakan Minho? Melupakan Choi Minho cinta pertama sesungguhnya selama 5 tahun ini?

Tidak! Tidak akan bisa meskipun Soojin telah berbohong pada temannya bahwa ia menyukai Kang Tae Jun – namja yang memiliki kemiripan fisik dengan Minho.

Aku tidak akan menyerah. Meski Appa melarangnya, aku akan tetap menjadi fans Minho dan akan melanjutkan kebohongan mengenai Kang Tae Jun!

 

                                                                                     TBC

Aku rasa ada yang kurang dari FF ini, akhir yang gaje dan kurang dapet feelnya?

Kumohon setelah ini beri kritik atau saran kalian setelah membacanya, biar aku tahu apa-apa saja kekurangan dari ff ini.

btw  maaf jika ada yg ga suka kalau namanya di tag disini, kalian bisa hapus dan bagi yang gk keberatan, terima kasih ^^

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s